NovelToon NovelToon
CINTA KANAYA

CINTA KANAYA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: ridwan jujun

"selamat pagi, yah, Bun." sapa Naya.
"pagi, sayang," balas lina Bunda naya.
" pagi,princess,"faizal ayah Naya, tersenyum ke arah putrinya.
"mau sarapan apa sayang."
"roti kacang, Bunda."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 13

Naya menatap langit-langit kamar dengan air mata menetes dari kedua sisi matanya. Ini keputusan yang sangat besar untuknya dan dia sudah berpikir ribuan kali untuk mengambil langkah ini.

Naya menghapus air matanya, lalu beranjak dari tempatnya untuk memasukan barangnya kedalam koper miliknya, karena besok pagi dia akan pergi dari tempat ini.

"Semoga keputusan ini, keputusan yang sudah benar," ucapnya.

Berbeda dengan Naya, Keenan malam pergi ke suatu tempat untuk menemui seseorang, dia pikir Naya tidak akan pernah sungguh-sungguh dengan ucapannya.

Naya mengintip dibalik jendela kamarnya saat mendengar mobil Keenan akan meninggalkan rumah mereka, dengan langkah cepat, Naya menjalankan motor milik Keenan lalu mengikuti kemana mobil suaminya itu pergi.

"Mas Keenan mau kemana jam segini?" tanya Naya pada dirinya sendiri.

Matanya melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

Motor Naya berhenti didepan sebuah restoran saat melihat mobil Keenan juga berhenti di sana juga.

Naya menyapu seluruh sudut restoran untuk mencari sosok Keenan.

Mata Naya menatap Keenan yang sedang duduk di sebuah kursi bersama seorang wanita yang tak lain adalah Rifa.

Naya tidak tahan melihat pemandangan itu, dia berlari ke luar restoran dengan berderai air mata.

BRAK ....

"Maaf, saya tidak seng—"

"Naya?"

"K–kak A–arkan." Naya langsung menghapus air matanya saat melihat Arkan bersama istrinya sedang berdiri di hadapannya.

"Kamu kenapa?" tanya Arkan saat melihat mata Naya sebab.

"N–naya, Naya tidak apa-apa, kak. Naya duluan, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," pamit Naya.

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."

🦋🦋🦋🦋

Naya menelpon Nisa agar menjemputnya malam ini juga. Dia benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan posisinya sekarang.

Sedangkan disisi lain, Arkan memukul wajah Keenan dengan keras saat melihat saudaranya itu duduk bersama seorang wanita yang begitu dia kenal, wanita yang terobsesi dengan Keenan dan rela melakukan apapun untuk mendapatkan Keenan.

BRUK ....

Suara Keenan terjatuh ke lantai saat Arkan meninju rahangnya dengan tiba-tiba.

"Bajing*n lho, Nan. disini Lho berdua-duaan dengan wanita sial*an ini!" Arkan menatap Rifa dengan tatapan tajam. "Gadis yang sudah memiliki seorang suami!"

Rifa menatap Arkan dengan tatapan marah, lagi-lagi Arkan menggagalkan rencananya untuk memiliki keenan. Sedangkan Keenan menatap Arkan dengan tatapan bingungnya.

"Bersuami?" tanya Keenan.

"Perempuan yang ada di depan lho itu sudah menikah beberapa tahun yang lalu, bahkan saat kamu akan menikahinya dulu, dia sudah memiliki calon suami, Keenan," jelas Arkan.

Keenan menatap kearah Rifa. "Kamu sudah menikah?"

"M–mas Keenan, Rifa bisa jelasin." Rifa ingin menyentuh tangan Keenan tapi langsung di halangi oleh Arkan.

"Jangan coba-coba menyentuh Kakak saya! Gw sudah bilang, kan? jangan temui Keenan lagi, tapi lho menemuinya dan menghancurkan rumah tangganya." Arkan menatap Rifa dengan mata yang menyalah karena amarah.

"Dan Lho!" Arkan menunjuk wajah Keenan. "Laki-laki bodoh yang pernah Gw temui di dunia ini."

Aisyah—istri Arkan— menyentuh tangan suaminya agar amarahnya mereda.

"Mas, jangan emosi."

"Jangan hentikan saya, Syah." Arkan lepaskan tangan istrinya dengan lembut. "Laki-laki bodoh itu harus tau kejadian yang sebenarnya."

"Tap—"

Arkan menatap Keenan terlihat sangat bingung bercampur kecewa.

"Gw tunggu Lho di rumah Abi." Setelah mengatakan itu, Arkan pergi begitu saja.

Keenan menatap Rifa. "Apa kamu sudah memiliki suami?"

"Mas, Rifa bi–bisa jelasin semu—"

"IYA ATAU TIDAK, RIFA!" teriak Keenan.

Semua mata menatap kearah mereka.

"Mas, ri—"

"Mohon maaf pak, buk, jangan buat keributan di sini," ucap manajer restoran yang baru saja datang.

"Maaf, Pak." Keenan mengucapkan maaf sebelum pergi.

🦋🦋🦋

Kiyai Ibrahim, umi Hafizah, Keenan dan Arkan sudah duduk di ruang keluarga. sedangkan Aisyah meminta Arkan untuk masuk ke kamar, dia tidak ingin istrinya mengetahui masalah ini. Lagipula ini sudah waktunya dia tidur.

"Apa yang kamu lakukan, Keenan?" tanya Kiyai Ibrahim. "Kamu menyakiti hati Istrimu."

Air mata Umi Hafizah terjatuh begitu saja. Dia tidak tau harus ngomong apa. Mereka sudah tau kejadian di restoran.

"Apa yang harus saya katakan pada faizal? Kamu tau sendiri kan? Dia sangat menyayangi putrinya, dia membesarkannya dengan penuh kasih sayang, tapi kamu malah menyakitinya seperti ini!"

Keenan hanya terdiam, pikirannya benar-benar kacau saat ini.

"Abi sudah gagal mendidik mu Keenan." Kiyai Ibrahim menatap putranya dengan tatapan sedih.

"Jelaskan kejadian yang sebenarnya beberapa tahun yang lalu," ucap Keenan.

"Arakan akan jelaskan." Arkan menatap Keenan.

Arkan pun menjelaskan kejadian beberapa tahun yang lalu, kejadian yang menyebabkan hubungannya dengan Keenan renggang sampai sekarang.

"J–jadi Rifa sudah memiliki tunangan saat itu?" tanya Keenan tidak percaya.

🦋🦋🦋

"Kamu yakin, Nay?" tanya Nisa.

Saat ini mereka sedang berdiri di depan rumah Naya. Nisa langsung datang saat mendapatkan telpon dari sahabatnya itu dengan keadaan menangis.

"Aku yakin, Nis," ucap Naya yakin. "Ayo kita pergi, nanti dia datang."

"Baiklah."

Merekapun masuk kedalam mobil milik Nisa.

"Kamu mau kemana sekarang?" tanya Nisa saat mobil sudah sedikit jauh meninggalkan rumah Keenan.

"Aku gak tau, Nis."

"Ke rumah aku aja dulu, ini juga udah larut malam."

Naya menganggukkan kepalanya mengiyakan ajakan Nisa.

🦋🦋🦋

Kenan memasuki rumahnya dengan langkah kaki yang lemah, hari ini dirinya benar-benar hancur saat mengetahui fakta tentang gadis yang begitu dia cintai.

"Kenapa kamu lakuin ini, Rif?"

Keenan menjatuhkan dirinya ke sofa dengan air mata mengalir, dia tidak memperdulikan keadaan rumah yang begitu gelap dan sunyi, pikirannya benar-benar hanya dipenuhi oleh Rifa saat ini.

Drett ....

Drett ....

Drett ....

Keenan menatap ponselnya menampilkan nama Rifa di layarnya.

"Assalamualaikum," salam Keenan setelah mengangkat panggilan itu.

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, mas Keenan, t–tolong rifa, mas, hiks ... hiks ... hiks ... Rifa takut," ucap Rifa di seberang sana dengan ketakutan.

Mendengar suara itu membuat Keenan khawatir dan cemas, dia telah melupakan fakta yang baru saja dia dengar dari Arkan. Cintanya ke Rifa terlalu besar, sampai membuat matanya tertutup akan kebenaran.

"Kamu dimana, sekarang?" tanya Keenan dengan khawatir.

"A–aku, aku ada di jalan dekat dengan kampus."

"Tunggu aku, aku akan ke sana."

Tut ...

Tut ...

Keenan mematikan ponselnya, lalu masuk ke dalam dapur dengan cepat, dia ingin mencuci wajahnya agar terlihat segar.

Saat memasuki dapur, langkah terhenti. Sunyi dan gelap, itulah yang keenan rasakan.

Keenan menyalakan lampu.

Dia menatap meja makan yang biasanya di penuhi makanan yang di buat Naya untuknya kini kosong, tapi itu tidak menghentikan langkahnya.

Keenan berhenti saat melihat kamar Naya terbuka, tidak seperti biasanya yang tertutup rapat.

Dengan dorongan apa, Keenan masuk kedalam kamar itu.

Matanya melotot saat melihat ruangan itu kosong. Dengan jantung yang berdetak kencang Keenan membuka lemari Naya.

Matanya berkaca-kaca saat melihat lemari itu kosong.

"T–tidak, tidak, Naya tidak boleh pergi gitu aja, bagaimana kalo dia hamil?"

Keenan menjatuhkan dirinya ke ranjang Naya. Dia menyapu seluruh sudut kamar ini.

Ekor matanya menangkap sebuah benda yang berada di atas meja rias Naya.

"Cincin pernikahan," ucap Keenan saat mengambil beda itu.

Keenan mengambil cincin itu yang dibawahnya ada sebuah kertas. Dengan gerakan cepat, Keenan mengambil kertas itu untuk di bacanya.

"Mas Keenan, saat kamu menemukan kertas ini, itu berarti Naya sudah pergi. Maafkan Naya yang selama ini membuat mas Keenan tidak nyaman dengan kehadiran Naya. Naya harap, mas Keenan bahagia dengan pilihan mas Keenan."

Dari Istrimu: Humaira adinda Kanaya.

Keenan meremas kertas yang ada di tangannya.

"Pasti dia meninggal sebuah petunjuk." Keenan mengobrak-abrik kamar Naya, dia berharap mendapat sebuah petunjuk kemana istrinya itu pergi.

Saat sibuk mencari sesuatu, tiba-tiba ponselnya berdering dan nama Rifa tertera di layarnya.

Dengan amarah, Keenan melempar ponsel miliknya.

"Berisik, sialan!" teriak Keenan.

🦋🦋🦋🦋

"Lho benar-benar tida tau malu, Rifa," ucap Arkan.

"Ngapain lho disini? bajing*n!" teriak Rifa saat melihat Arkan berdiri tak jauh darinya.

"Gw sudah pernah ngomong ke lho, jangan dekati Keenan lagi, tapi lho gak pernah mendengar perkataan Gw, dan sekarang lho meminta dia datang kesini? Untuk apa? untuk memberinya obat lagi?" tanya Arkan dengan terkekeh mengejek Rifa. "Lho pikir gw gak tau kebusukan lho?"

"Lho selalu menggagalkan rencana Gw, Arkan." Rifa menatap Arkan dengan tatapan tajamnya.

"Itu sudah tugas gw untuk melindungi keluarga gw dari ular kaya lho." Arkan tersenyum sinis. "Lho boleh menipu Keenan dengan sifat dan penampilanmu seperti ini, tapi gw gak bisa tertipu, Rifa."

"Lho mau apa, Arkan?" tanya Rifa.

"Sudah gw bilang, jangan dekati keluarga gw!" Arkan menatap Rifa dengan mata menyala. "Kalo lho mendekati Keenan lagi, gw gak akan segan-segan memat*hkan leher kamu sampai put*s"

Setelah mengatakan itu, Arkan meninggalkan Rifa yang terdiam kaku di tempatnya, ancaman Arkan tidak pernah main-main, dia masih ingat betul kejadian beberapa tahun yang lalu, Arkan benar-benar tidak pandang bulu. Dia pikir kali ini Arkan akan lepas tangan karena keenan membencinya, tapi ternyata salah, meskipun Arkan tidak tinggal bersama keluarganya, dia tetap mengawasi keluarganya dengan baik, termasuk Keenan.

BERSAMBUNG

1
bunda syifa
cobaan kiyai Ibrahim ada d anak nya, seorang kiyai punya dua putra gc ada yg bener
Muawanah
lanjut kak.....
Muawanah
ko sering ngulang y....???
Muawanah
🤣🤣🤣🤣Kenan dah bucin akut😁😁😁😁🤭
Muawanah
hedeeeh....cinta membuat orang bisa berbuat apapun....😁😁😁🤭
Muawanah
nyesek banget....
Muawanah
dah aku ksh vote nieh kak 😊
Muawanah
asli bcnya mewek kak....
masih bnyk teka teki ...🤔🤔🤔🤔
Muawanah
wuih nyesek g tuh Naya....😔
Muawanah
aku mampir nieh kak 😊
Abdul Razak Al Maliki
seru lanjut thor
Abdul Razak Al Maliki
loh kenapa? jangan2 sudah nikah Arkan ea
Noni hartati
nah itu baik boleh. tp kitanya jg harus melihat siapa yg boleh kita baiki
Noni hartati
Astagfirullah kena syndrom "kamu nenye"
Endang 💖
tambah lagi thor
ridwan jujun
udah up tuh ka
Endang 💖
kok blm up lg thor nungguin ne kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!