NovelToon NovelToon
[Horror] Ghost In A Flower

[Horror] Ghost In A Flower

Status: tamat
Genre:Misteri / Fanfic / Horor / Tamat
Popularitas:44.9k
Nilai: 4.2
Nama Author: zahroni nurhafid

*KHUSUS PEMBACA UMUR 17+*

Pertemuan mereka berdua membuat roda takdir berputar.
Hari – hari indahnya bermula saat Dion bersama dengannya, mengawali dan menutup hari dengan mengucap namanya yang sudah terukir didalam hati. Tak ada yang bisa memisahkan mereka berdua dari kebahagian itu, hingga suatu saat....
“Lebih baik aku tidak pernah bertemu denganmu.” Gumam Dion
Di malam hari, gelap, tanpa cahaya aku berdiri dan kembali menyesali perbuatanku. Awan besar menutupi rembulan, aku tak dapat berkata – kata lagi tanpa kusadari air mata telah mengalir.
“maafkan aku teman – teman....”
Disini, dikelas ini, diantara jasad seluruh sahabat2ku, aku menangis.
Dengan tatapan kosong dan tubuh bermandikan darah.
“anak iblis”
“Pembunuh”
“Penjahat”
Satu persatu sebutan itu terdengar ditelingaku hingga sampai membuatku lupa akan identitasku sendiri. 1 minggu kemudian Aku terbangun disebuah rumah sakit jiwa tanpa mengingat apapun dan langsung pindah ke kota Lando dan berseklah di SMA Violet

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zahroni nurhafid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 - Amarah berlapis Senyuman

Apa yang

sebenarnya kucari ini?

Harusnya aku

berjuang mencari Diana namun mengapa aku bisa berada disituasi ini?

Lagi – lagi aku

merasa seperti ada yang mendorongku ke situasi ini,

Sebenarnya

siapakah diriku ini?

Apakah aku masih

Dion? Atau orang lain?

Semua bermula

saat kutemukan kotak itu, aku merasa telah mengingat sesuatu yang amat penting,

janji yang begitu penting.

Namun disisi lain

aku harus membawa Diana kembali, mengapa aku tak bisa mengendalikan diriku

sendiri. Wahai engkau yang terus mendorongku apa sebenarnya yang kau mau?

Bisakah kau hentikan semua ini? Aku hanya ingin hidup menuju masa depan, aku

tak peduli dengan masa lalu ku apapun yang terjadi pada saat itu semua itu

sekarang sudah berubah menjadi sebuah kisah.

Dion :”Apa yang

harus kulakukan?”

Ketua :”Ikuti

kata hatimu.”

Dion :”tapi,

bagaimana kalau aku salah memilih jalan?”

Ketua :”Didunia

ini tak ada yang namanya benar maupun salah, semua tergantung dirimu

memutuskannya, apapun jalan yang kau ambil semua itu tetaplah bagian dari

takdir.”

Dion :”takdir

ya..... apa menurut ketua takdir itu bisa dirubah?”

Ketua

:”Pertanyaan konyol, kalau kau sendiri tidak mengetahui takdirmu bagaimana

mungkin kau tau kalau takdir itu berubah atau tidak? Jika kau punya waktu untuk

memikirkan takdirmu lebih baik gunakan waktu itu untuk melihat apa yang sedang

kau hadapi sekarang.”

Dion :”tapi,

bukankah kau bisa mengetahui takdir juga ketua?”

Ketua :”aku?

Tentu saja tidak, sudah kubilang aku hanyalah manusia bukan dewa atau tuhan,

aku hanya mengatakan kemungkinan bukan kepastian.”

(pasti Ketua

membicarakan tentang pembicaraan kita saat itu)

Ketua pergi  melewatiku,

 Didalam kesunyian terdengar suara langkah kaki

ketua yang terus menjauh dariku,

Keraguan,

ketakutan, kebingungan,

Apakah ini

pilihan yang tepat?

Ketua :”kau sudah

melakukan yang terbaik,Dion.....selanjutnya serahkan padaku!”

Ucap nya sambil

mengangkat  tangan kirinya membelakangiku,

Tidak ada pilihan

lain selain mempercayai ketua untuk saat ini. Tak ada hal yang bisa kubantu

untuk saat ini, itulah maksud pesan singkat darinya.

*Brrr....Brrr.Brrr

HP disaku ku tiba

– tiba bergetar,

Kubuang segala

pemikiran negatifku dan membuka isi pesan di Hpku,

[Dari Ketua]

[Maaf, tapi

tolong bertahan dan bersabarlah. Serahkan urusan Diana padaku.]

Dion :”apa

maksudnya? Apa yang akan ketua lakukan untuk Diana?”

Kututup Hpku dan

mencoba  memikirkan segala kemungkinan

yang ada. apakah Ketua mengetahui dimana Diana berada? Jika iya mengapa ia tak

mengatakannya padaku?

*huffftt

Ku pejamkan mata

menghela nafas panjang memandang langit,

Sekeras apapun ku

berfikir aku takkan bisa menebak ketua, dirinya yang begitu ramah kepada semua

orang, begitu terbuka, selalu memprioritaskan orang lain dari pada dirinya, dilihat

dari manapun dia benar – benar orang yang sangat sempurna tapi mengapa dokternya

berkata sebaliknya,

Saat kubuka

mataku terlihat langit biru nan cerah terbentang luas di atasku sampai

membuatku sadar betapa kecilnya diriku, mana mungkin aku bisa mengenggam langit

sebesar ini dengan kedua tangan kecilku, lucu sekali jika membayangkannya.

Diantara luasnya

langit kulihat ada benda yang sedang melayang – layang jatuh ke arahku,

Dion :”Amplop?”

saat amplop itu

jatuh tepat ditanganku aku baru menyadari sesuatu.

Dengan tanda hati

berwarna hitam disegel amplopnya membuatku sangat terkejut,

(Ketua?)

Dion :”KETUA!!”

Ku berlari sekuat

tenaga menelusuri jejaknya,

sekarang aku

mengerti arti pesan itu!

(Ketua!)

Mengapa ia selalu

menanggungnya seorang diri?

Apanya yang

kerjasama?

Omong kosong!

Setelah

kutelusuri seluruh jalur tanpa membuahkan hasil aku pun langsung berlari menuju

ruang kelas,

Dengan harapan

tinggi kubuka pintu ruang kelas,

Namun sekali

lagi, kenyataan pahit itu datang menghantuiku.

Ketua benar –

benar menghilang.

3 hari kemudian,

Bel pulang

sekolah berbunyi,

Seluruh siswa

meninggalkan sekolah,

Harusnya seperti

itu,

Namun tidak untuk

kelas kami.

Dalam keheningan

ini, kami semua berkumbul waktu menunjukkan pukul 3 sore semua tempat duduk

terisi tanpa sisa.

Ibo yang berdiri

didepan kelas mulai berbicara,

Ibo :”pertama

Diana sekarang Ketua menghilang, 2 kasus dalam selang waktu pendek, dan terjadi

dikelas ini.”

*Brak!

Ibo memukul keras

papan tulis,

Ibo :”PELAKUNYA

PASTI DIKELAS INI!!”

 Rui :” sudah tenang dulu,bo. Jangan mengatakan

yang tidak – tidak. Semua orang sedang mengerahkan segala kemampuan mereka

mencari ketua.” Jawab Rui mencoba menenangkan Ibo

Jay :”itu benar,

kita tak boleh pesimis dulu sekarang yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha.”

Ibo :”kalian

semua jangan pura – pura tidak tau, kalian semua paham sendirikan apa yang

diceritakan orang tua Diana tentang Diana? Kini hal serupa terjadi lagi ke

ketua, jadi bisa saja ketua sudah.....”

Rui  :” IBO!”

*Buak!

Rui langsung

memukul Ibo sebelum ia menyelesaikan kata – katanya dengan serentak orang –

orang memegangi Rui yang mencoba menghajar Ibo,

“SEMUANYA TENANG

DULU!” sebuah teriakan kecil menghentikan pertikaian mereka

“apapun yang

terjadi kita jangan sampai bertikai, bukankah ketua pernah berkata seperti itu

kepada kita?” seorang gadis berkacamata datang dan menengahi mereka berdua,

“jangan rusak

apapun yang sudah dibangun oleh ketua, itulah cara kita menghargainya.”

Seisi kelas

terdiam disaat yang sama aku teringat nama gadis itu,

Iya, dia adalah

Tiana seorang wakil ketua ia adalah anak yang pendiam dan tidak menocok sama

sekali tapi entah mengapa seisi kelas menjadi kaget akan reaksi Tiana yang

seperti itu.

Rui pun

menurunkan tangannya dan kembali ke tempat duduknya. Baru pertama kalinya juga

kulihat Rui marah, seperti kata pepatan jangan sekali – kati membangunkan singa

yang tertidur

Tiana :”maafkan

aku teman – teman, sekarang kalian semua boleh pulang. Biar ku tenangkan Ibo

dulu.” Ucap Tiana sambil meminta maaf kepada seisi kelas,

Satu demi satu

orang – orang meninggalkan kelas dengan khawatir,

Sampai akhirnya

kutinggalkan kelas juga ku ambil langkah menjauh dari kelas, setiap langka

terasa amat berat, rasa bersalah terus menumpuk didalam hatiku walau aku yang

mengetahui apa yang terjadi namun aku tak bergerak sedikitpun.

Saat kuterus memikirkan

kesalahanku tanpa sadar kakiku sudah membawaku kembali kedepan kelas,

Aku harus

memberitau mereka!

Saat hendak

kubuka pintu kelas terdengar suara tangisan,

Tiana :”aku tau

kau sangat terpukul akan kepergian Adikmu Diana, walau sulit tapi cobalah untuk

merelakan kepergiannya dan jangan terbawa emosi.”

(Apa?! Diana

adalah adik dari Ibo?!)

Ibo :”maaf Tiana,

gue butuh waktu buat sendirian.”

Tiana :”baiklah.”

Pintu tiba – tiba

terbuka dan mata kami pun bertemu, tanpa basa – basi Tiana langsung menutup

pintunya dan menarikku,

Tiana :”apa kau

mendengarnya?”

Dion :”maaf, aku

tak bermaksud menguping pembicaraan kalian.”

Tiana :”Tolong

rahasiakan dari yang lain, kumohon.”

Dion :”tapi

apakah itu benar? Ibo adalah kakak dari Diana?”

Tiana :”itu

benar.....setidaknya itu pernah terjadi, sebelum orang tuanya menjualnya.”

1
keyza alfaro
11 Mei hari ini anjirr 🗿
Park Kyung Na
💪💪
Park Kyung Na
mampir
Author yang kece dong
Aku mampir kakak 🤗
demit bahagia
uuuhhh mantaaap kak, feedback ya. jangan lupa mampir
ISTRI MUDAKU MAFIA
Santai Dyah
dah tamat semua nih
Zahroni Nur Hafid: hooh kk, dh tamat. lgi kerjain proyek baru
total 1 replies
Ryoka2
Queen System hadir lagi Thor 👍
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
lanjut terus kak
Aris Pujiono
semangat kak
Aris Pujiono
bikin penasran...makin gimana gitu
~🌹eveliniq🌹~
hadir membawa support selalu
Zahroni Nur Hafid: makasih evelin
total 1 replies
Aris Pujiono
bikin senyum2
Aris Pujiono
bikin sdih
Aris Pujiono
seru sekali
Aris Pujiono
keren
senja
yg ini hiatus?
Love You
Mantap kakak.
Ella
aku mampir karya mu Thor.
Zahroni Nur Hafid: Welkom2 kk bella.... sampe novel lama ku jg di datangi kk bella, makasih kk
total 1 replies
FCK131404W
seru atau enga saya baca
kalo seru saya supor
kalo enda seru saya like
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!