NovelToon NovelToon
CINCIN YANG TERTINGGAL

CINCIN YANG TERTINGGAL

Status: tamat
Genre:Romantis / Dosen / Perjodohan / Patahhati / Tamat
Popularitas:302.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: FR Nursy

Cincin tunangan tertinggal di jari manis wanita asing? Kok bisa? Ya bisa buktinya
Alhan mengalami hal itu karena ulahnya sendiri. Ironisnya dia tidak tahu nama dan alamat rumah wanita itu apalagi nomor hapenya. Siapakah sebenarnya wanita itu? Bisakah ia bertemu wanita asing itu lagi ? Dan bagaimana Alhan melamar kekasihnya kalau cincinnya saja tidak ada? Simak terus kisahnya. Happy reading!❣️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 Ternyata Alhan....

Wafa menoleh sambil mengunyah makanan. Ia berhenti mengunyah begitu tahu orang yang berada di sampingnya. Ia lantas minum teh yang ada di hadapannya. Namun ia tidak ambil pusing, ia melanjutkan makannya yang hampir selesai.

"Kenapa sih kita dipertemukan di sini? oh ya saya tahu Allah sering mempertemukan kita karena kamu masih ada sangkutan denganku"

"Maaf ya, Mas. Kita sedang makan sebaiknya kita diam tanpa bicara. Kita selesaikan dulu makanannya, oke!" Wafa mengingatkan. Pria tersebut adalah Alhan yang tanpa sengaja bisa bertemu dengan Wafa di tempat seperti ini. Alhan diminta Ayahnya untuk ke klinik bertemu dengan bidan yang mengelola keuangan Klinik Sehat Medika milik ayahnya Alhan.

Wafa segera membayar makanan yang ia makan. Sementara Alhan mengikuti Wafa dari belakang.

"Mas mengikuti saya?" Wafa berhenti berjalan begitu tahu langkahnya diikuti Alhan.

"Tolong ya Mas saya mau kerja. Untuk sangkutan yang belum selesai nanti kita selesaikan di lain waktu. Saya benar-benar sibuk. Sebaiknya Mas pulang saja"

"Ih Mbak siapa, ngatur-ngatur saya? Saya mau kemana itu bukan urusan Mbak. Kebetulan saja kita searah. Kepedean". Alhan berlalu. Wafa menarik nafas dalam, ia harus lebih ekstra sabar menghadapi Alhan yang sedikit arogan.

Wafa sedikit terlambat datang ke klinik,

"Selamat malam Bu Bidan! Maaf Bu, ibu sudah ditunggu di ruangan dokter Ibrahim" Sapa Renata resepsionis di klinik tersebut

"Beliau ke sini?"

"Tidak Bu, yang datang sekarang anaknya dokter Ibrahim"

"oh....makasih ya"

Sungguh baru kali ini dokter Ibrahim menyuruh anaknya untuk mengevaluasi keuangan yang ia pegang. Wafa juga belum pernah mengenal putra satu-satunya pewaris Klinik Sehat Medika. Ia memang sudah diberitahu kalau malam ini pelaporan keuangan Klinik, namun ia tidak menduga jika anak dokter Ibrahim yang datang.

"Mudah-mudahan anaknya sebaik ayahnya." Harap cemas

Wafa mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Setelah ada jawaban salam dan ucapan masuk, Wafa membuka pintu ruangan

"Maaf Pak, saya agak telat sehingga membuat Bapak menunggu" Alhan saat itu posisinya sedang membaca dokumen sambil berdiri menghadap lemari buku membelakangi pintu ruangan.

"Oh ..tidak apa-apa " Alhan bergeming ketika melihat Wafa berada di ruangan ayahnya. Seharian ini Alhan sudah tiga kali bertemu Wafa tanpa rencana. Ah...mungkin ini hanya kebetulan saja. Alhan menepis prasangka di hatinya.

"CK...kamu, silakan duduk!" Wafa menghampiri meja kerja dokter Ibrahim. Ia duduk berhadapan dengan Alhan. Sedikit kaku. Wafa tidak pernah menyangka sebelumnya jika Alhan adalah anak dokter Ibrahim si pemilik Klinik. Jika Alhan tidak terima dengan beberapa hal yang pernah terjadi bagaimana dengan nasib pekerjaannya? Ada rasa was-was yang terselip di hatinya.

"Silakan mulai pelaporan! Saya harap pelaporannya jelas, benar dan akurat. Tidak ada unsur penipuan atau korupsi" Titahnya datar. Fix sama sekali berbeda karakter dengan ayahnya. Ayahnya yang baik, lembut dalam berbicara dengan Wafa membuat Wafa nyaman berada di dekat dokter Ibrahim, mungkin karena ia sudah ditinggalkan ayah kandungnya yang sudah pergi meninggalkan dunia ini. Dokter Ibrahim sudah menganggap Wafa sebagai anaknya begitupun Wafa sudah menganggap dokter Ibrahim sebagai ayahnya yang selalu memberi semangat dan motivasi dalam menata hidup seorang diri tanpa orang tua di sampingnya. Ada kakek neneknya yang masih hidup pun jauh tempat tinggalnya sehingga Wafa benar-benar sering merindukan kasih sayang orang tua. Kalau sedang rindu dengan kakek dan neneknya, ia sempatkan untuk datang ke Bandung menjenguk mereka.

1
Wanita Aries
lho nurmala
Wanita Aries
masih ngikutin
Munawaroh Ag
kalau gak ada cincin nya ya beli lagi dong masa kagak bisa beli lagi Lo laki kan
Yuningsih Nining
wafa dalam mode rumit
Yuningsih Nining
nurmala baik sebenrnya nya cuma di liat² dilema ada 2 yng di suka , tp ada egois mau herdi jg alhan mau 2 2 nya dia pegang
Yuningsih Nining
Oowh iya wafa jangan sampe kamu di anggap mau kabur dari tanggungjwb sm si alhan, tidak wafa gak akan kabur cm wafa sdng dalam profesi nya, alias gamau tercampur antara urusan profesi sm urusan pribadi
💟노르 아스마💟
Luar biasa
echa purin
/Sleep/
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Mercenary of El Dorado
Saya Sayekti
Luar biasa
Lisayesha
wkwkwwkk Dun kamu lucu deh
Lisayesha
emang geh mantap si Keira
Lisayesha
Neneng = Keira si penjual cilok
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
luar biasa ceritanya 👍👍
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
selamat ya Alhan dan Wafa akhirnya kalian jadi orang tua yang sesungguhnya
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Lisa kok bisa ini kamu mau makan tidak bawa uang, untung kamu bertemu Alhan dengan Wafa
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Tuh BLU sudah mulai belok hati ini
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kasdun kamu orang nya sangat jujur banget. jujur lebih baik dari pada jadi orang pembohong
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Wah ada apa ya kok Kasdun di panggil papanya Keira ini
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Astaghfirullah Tiara sungguh menyesatkan dirimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!