NovelToon NovelToon
Polaris

Polaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Alana Kanaya

Arunika Gantari, seorang perempuan ceria yang tiba-tiba saja menghilang selama 4 tahun.

Asoka Danubrata, putra bungsu pemilik perusahaan yang menyembunyikan identitasnya sebagai putra pemilik perusahaan dan bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan miliknya sendiri.

4 tahun Asoka menunggu kepulangan Arunika, menepati janjinya untuk memantaskan diri. Namun ketika gadis itu kembali, sosoknya berubah. Tak ada lagi Arunika yang ceria, yang ada hanya Arunika yang tertutup.

Apa yang menjadi rahasia kepergian Arunika 4 tahun lalu? Akan kah Asoka berhasil mengembalikan kecerian perempuan yang dia cintai? Atau kan posisi Arunika sudah digantikan oleh perempuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

No Problem!

Pintu lift yang membawa Oka kembali ke lantai 23 perlahan menutup, bersamaan dengan terbukanya pintu lift, seorang perempuan cantik dengan rambut terurai, kulitnya seputih porselen, dan hidung mancung berjalan ke luar dari lift. Bibir merahnya seketika tersenyum ketika melihat sang kakak yang menatap ke arahnya.

Takdir memang selucu itu, hanya dipisahkan oleh sebuah pintu lift dengan perbedaan waktu sepersekian detik, maka akan menjadi seluas Samudera dan selama ribuan purnama ketika takdir belum meridhoi mereka tak bertemu.

“Maaf, lama ya, Kak?”

“Tidak, kakak juga baru selesai bertemu dengan teman kakak.”

Arunika tersenyum lega mendengar ucapan Atharya. Mereka kini berjalan menuju parkiran mobil.

“Aku pikir hanya sebentar cuma lapor saja, tapi ternyata aku harus menandatangani beberapa dokumen, dan tadi bagian HRD mengajakku bertemu tim design untuk mengenalkanku pada mereka.”

“Semua lancar, kan?”

“Ya, aku mulai aktif bekerja senin depan. Minggu ini aku sengaja mengambil cuti yang tak pernah ku ambil di Belanda, jadi selain karena masih jetlag aku juga bisa bantu bunda dan kak Sisil memersiapkan pernikahan Kak Athar.”

“Bantuin apa? Bantu rebahan?”

“Hahaha, rebahan juga kan sebagian dari upaya tidak membuat rusuh.”

“Hahaha, dasar!” Mobil yang membawa mereka berdua kini telah ke luar dari pelataran parkir gedung, dan mulai melaju di jalan Jendral Sudirman lot 22, kemudian berbelok kiri. “Kamu tidak ingin pergi ke mana gitu? Bertemu teman-temanmu dulu, atau mungkin bertemu … Oka? Sebelum kembali aktif kerja.”

Arunika hanya tersenyum simpul kemudian mengalihkan pandangannya ke arah samping. Jalanan sudah mulai padat, jam 5.30 dimana merupakan jam bubar kantor, langitpun sudah mulai menunjukan semburat warna jingga.

“Abang … apa dia baik-baik saja?” tanya Arunika lirih.

“Oka baik-baik saja, sudah lulus S2 dan sekarang sudah kerja.”

“Waaah, abang memang keren, seperti biasanya.”

Senyum Arunika semakin lebar. Seperti yang dia duga, Oka tak pernah membuatnya kecewa. Kalaupun Oka sekarang sudah memiliki kekasih, Arunika tak menyesal telah mengenal sosok pria muda sehebat Asoka Danubrata.

“Tapi bagaimana Kak Athar bisa bertemu abang?”

“Kakak belum cerita ya? Ternyata calon istri kakak itu temannya Anggi Santoso, dan sekarang WO kami dipegang Anggi Santoso.”

“Kak Bi? Jadi WO?”

“Iya, kakak juga kaget waktu ketemu Oka dan kakaknya di hotel untuk meeting soal konsep pernikahan.”

Arunika terkejut mendengar informasi yang baru saja dia dapatkan mengenai wedding organizer pernikahan sang kakak. Kalau Bentari yang menjadi wedding organizer, bukankah itu artinya kemungkinan Arunika bertemu dengan Bentari sangat besar?

Dan tebakannya benar.

Hari kamis, suasana rumah dinas DKI 1 di daerah jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, lebih meriah dari sebelumnya. Rumah yang dibangun pada masa penjajahan Belanda, hingga terasa kental dengan gaya colonial Belanda kini gerbangnya terbuka lebar dengan pengawalan super ketat.

Kendaraan dan tamu undangan yang akan memasuki rumah yang dibangun di atas tanah seluas 4000 m2 akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu sebelum dipersilahkan memasuki area rumah dinas sang DKI 1. Tenda megah dengan nuansa merah maroon bercampur dengan putih terpasang di halaman yang super luas, diperindah dengan dekorasi bunga hidup yang didominasi oleh bunga sedap malam juga ronce bunga melati yang wanginya menguar memanjakan indra penciuman yang hadir.

Di sisi bersebrangan sebuah layar besar terpasang yang menayangankan acara langsung prosesi pengajian dan siraman yang akan digelar hari ini. Pernikahan putra DKI 1 yang digumbar gemborkan akan kembali mencalonkan diri untuk periode dua dengan putri seorang petinggi TNI angkata laut, tentu saja menarik pemberitaan dalam negri. Pers memiliki area tertentu dan dilarang untuk melintasi area itu karena takut mengganggu kesakralan acara.

Dari hari selasa TS 7 (Taman Suropati no. 7) sudah mulai disibukkan dengan pemasangan tenda, dan semenjak itu pula Arunika tak berani untuk turun ke bawah, dia hanya mengintip dari atas. Ketika rabu sore Arunika melihat Bentari datang bersama dengan Kayas untuk mengecek persiapan acara siraman. Hanya melihat Bentari saja, jantung Arunika sudah berdebar kencang, bagaimana kalau dia bertemu dengan Oka? Entahlah, mungkin dia bisa pingsan.

Acara pengajian dihadiri oleh anak yatim piatu juga ibu-ibu dari majelis taklim, semua yang menghadiri pengajian mengenakan pakaian putih, sedangkan tuan rumah mengenkan warna baby blue. Selama acara pengajian Arunika tak bisa konsentrasi, matanya menyisir ruangan, meski kepalanya tertunduk berusaha menyembunyikan diri di balik pasmina panjang yang dia kenakan. Dan setelah pengajian selesai Arunika langsung kembali melarikan diri ke lantai dua.

Untuk sesaat Arunika bisa bernapas lega karena tidak melihat Bentari di acara pengajian, hanya melihat Kayas yang sibuk memberi interuksi kepada team nya, meyakinkan semua berjalan lancar tak ada kendala selama acara berlangsung. Namun setelah shalat dzuhur, team dari MUA datang untuk mendandani keluarga.

“Mbak dari teamnya Kak Anggi?” Arunika bertanya ketika seorang MUA tengah berkutat dengan wajahnya.

“Iya. Mba kenal sama bu Anggi?”

Arunika tersenyum sebagai jawaban.

“Kak Anggi tidak datang ke sini?”

“Nanti datang kok, Mba, sekarang lagi handle dulu di tempat pihak perempuan. Di sana pengajiannya semalam, jadi siramannya tadi pagi. Setelah selesai di sana bu Anggi langsung ke sini, sekarang yang handle di sini mbak Kayas, asistennya bu Anggi.”

Arunika sadar cepat atau lambat pasti mereka akan bertemu, tapi tidak sekarang ketika sirinya belum siap. Masih malu rasanya untuk bertemu Bentari mengingat apa yang telah ayahnya lakukan di masa lalu kepada Birendra yang kini berstatus sebagai suami Bentari.

Bentari yang seolah sangat mengerti dirinya, Bentari yang selalu tersenyum dan baik hati harus mengalami saat-saat menyakitkan dalam hidupnya, dan itu semua karena ulah Sigit Suwarno, ayah Arunika. Jadi bagaimana mungkin Arunika masih memiliki wajah untuk bertemu dengan Bentari dan semua keluarga Oka setelah apa yang telah ayahnya lakukan.

Arunika sendiri setelah kepulangan ke tanah air belum sekalipun berbicara dengan sang ayah. Untungnya pekerjaan Sigit sebagai DKI 1 yang sangat padat membuat kesempatan mereka bertemu sangat jarang, ditambah beralaskan masih jetlag Arunika lebih memilih untuk mengurung diri di dalam kamar.

Seperti yang sudah Arunika perkirakan, Bentari sudah ada di lokasi ketika Arunika, Arum, dan Sisil turun dari lantai dua dimana merupakan area private keluarga, sedangkan lantai satu terdiri dari ruangan luas yang biasanya dipakai Gubernur dan istri untuk menerima tamu juga menggelar perhelatan, terdapat ruang makan yang biasanya dipakai untuk menjamu para tamu, ruang kerja gubernur, juga ruang staff ahli. Ya, lantai satu tak ubahnya sebuah kantor, hingga mereka bisa bekerja selama 24 jam.

Jantung Arunika berdetak menggila ketika matanya menatap sosok Bentari yang terlihat cantik dengan blazer putih gading. Bentari terlihat sangat sibuk memastikan acara berjalan lancar tak kurang satu apapun, dan wartawan bisa mendapatkan pemberitaan yang layak. Mata Arunika tanpa dikomando mengikuti langkah kemana Bentari pergi sampai menghilang dari pandangan.

Dengan arahan dari team Bentari acara siraman berjalan dengan lancar, dan selama acara berlangsung Arunika tak melihat sosok Bentari. Seharusnya Arunika senang karena Bentari tak menyadari keberadaannya, namun dia salah. Entah kenapa hati Arunika merasa hampa ketika tak menemukan sosok yang mengingatkan dirinya kepada seseorang yang masih bertahta di hatinya.

“Hei!”

Arunika sedikit terlonjat, matanya terbelalak ketika membalikan badan Bentari berdiri di sana dengan senyum lembut.

“Apa kabar, Ra?”

Suara, tatapan dan senyum Bentari ketika mengajukan pertanyaan sederhana itu sukses membuat hati Arunika diliputi kehangatan, matanya kini mulai berkaca-kaca, dia menggigit bibir bagian dalamnya menahan tangis, kepalanya hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.

Perlahan masih sambil tersenyum Bentari berjalan mendekat lalu memeluk Arunika, ditepuknya punggung gadis yang kini sudah tak bisa menahanan tangis itu dengan lembut.

“Kamu baik-baik saja, kan?

Arunika mengangguk di balik bahu Bentari.

“Kamu kemana saja? Kenapa tidak menghubungi kakak? Kamu marah sama kakak?”

Arunika kini menggelang dengan kuat, airmata semakin deras membasahi pipinya.

“Jangan nangis, nanti make up nya luntur.” Bentari melonggarkan pelukannya, tangannya kini terulur untuk menghapus air mata Arunika. “Tuh, kan! Sepertinya kamu perlu touch up.”

Seperti seorang anak kecil Arunika hanya mengikuti kemana Bentari menuntunnya. Hingga akhirnya mereka berada di pendopo taman belakang, jauh dari keramaian tamu undangan. Yang terlihat hanya hilir mudik beberapa petugas catering dan beberapa orang team Bentari yang sedang beristirahat.

“Untung make upnya yang water proof nih, jadi hanya perlu touch up dikit … nah selesai! Kamu sudah cantik lagi.” Arunika tersenyum walau matanya masih terlihat basah. “Kalau ada Zi, dia pasti langsung ikutan heboh pengen dandanin kamu. Kamu ingat Zi? Zelia?” Arunika mengangguk semangat. “Sekarang dia sudah besar, sudah 3 tahun, dan sedang eksplor segala hal, termasuk make up.” Bentari memutar bola matanya geli walau tak menghilangkan pancaran kasih sayang seorang ibu. “Dan yang biasanya menjadi korbannya adalah ayahnya. Bisa kamu bayangkan ayahnya Zi yang tanpa ekspresi itu hanya bisa pasrah ketika rambutnya dikucir, mukanya cemong dengan bedak, lipstick, dan segala macam make up?”

Arunika kini tertawa membayangkan Birendra yang hanya bisa pasrah ditangan putri kecilnya. Di sisi lain suara tawa Arunika membuat Bentari merasa lega.

Bentari menyadari kalau saat ini Arunika tak memerlukan pertanyaan layaknya sebuah introgasi, jadi yang dia lakukan hanya menceritakan hal-hal ringan yang akan membuat gadis itu merasa nyaman. Bentari bahkan tak sekalipun membahas tentang Oka karena dia takut Arunika akan kembali menghindarinya seperti yang gadis tu lakukan beberapa hari terakhir ini.

Ya, Bentari tahu bagaimana Arunika berusaha menghindarinya walau terkadang dia mendapati Arunika akan mengintip dari lantai dua. Olah karena itu dari tadi Bentari pura-pura tak melihatnya, sampai acara benar-benar usai dan melihat celah dimana dia bisa masuk.

Mereka menghabiskan waktu cukup lama di belakang hingga salah satu staff Bentari datang dan meminta izin untuk menyampaikan laporan.

“Kak, boleh aku minta tolong?” Raut wajah Arunika menyiratkan kecewasan. Bentari terdiam sesaat sebelum akhirnya tersenyum dan mengangguk.

“Asal jangan yang susah-susah, yang gampang saja ya? Kamu lihat sendiri kan, pekerjaan Kakak saat ini bejibun.”

Arunika tersenyum kemudian mengangguk.

“Tolong kakak jangan bilang abang dulu kalau kakak bertemu dengan aku di sini.”

Tanpa Arunika duga, Bentari tersenyum lebar sambil berkata, “No problem!”

Bentari tidak bohong, dia memang tidak memberi tahu Oka kalau dia bertemu dengan Arunika. Bentari hanya mengirim foto Arunika di grup penghuni BUMI calon Surga.

Bentari :

“Siapa ini????”

Kirana :

“Cantiknyaaaa”

Caraka :

“Waaah, bisa-bisa cinta lama bersemi kembali nih!”

Birendra :

“Itu siapa?”

Dan bisa dibayangkan kehebohan di grup chat kakak beradik BUMI itu, sedangkan si Tarjo yang menjadi bahan candaan kakak dan kakak iparnya hanya bisa galau setelah melihat foto Arunika yang terlihat cantik.

1
Nina Mariana
Ga afdol rasanya kalau ga nengokin Abang Oka, setelah kmrn udh nengok Kirana & Bi😍
Reread lagi nih mbak Kanaya di bln Juni 2026, sambil berharap Novel br dari Mbak Kanaya🥰🙏
Yanti Yanti
sekejam apapun ibu, tetap lha seorang ibu, yg akan melakukan apapun buat anak nya... 👍👍👍
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
gak ada bosennya cerita ku ulang berkali kali ❤️❤️❤️❤️❤️
siska nirmala
seperti biasa, kk alana tidak pernah gagal membuat alur cerita yang menarik
Lia Kiftia Usman
selangkah...yg mendebarkan...ketemu kan kan....
Lia Kiftia Usman
kangen oka arunika...baca lagi yg kesekian ..
Sri Wulandari
bu mega sangat luar biasa bisa menenangkan & membujuk ara dg mudah hingga kepercayaan dirinya mulai kembali lagi walaupun blm sepenuhnya
Sri Wulandari
segera cerita sm abang ara sebelum badai dtng menghantam klrg sigit Suwarno karna masa lalu itu telah dtng yaitu ibu kandung mu😔
Sri Wulandari
arunika pasti paham klu abang oka g suka identitasnya d ketahui smua orang jd dia lebih memilih identitasnya yg d ketahui orang lain karna arunika lebih memilih pasang badan utk melindungi privasi abang oka
Sri Wulandari
saling membuka diri itu lebih baik daripada memendam dlm hati yg akan terus berikan luka...
terkadang ego harus d turunkan demi suksesnya sebuah hubungan agar kesalah pahaman yg selama ini terjadi bs terurai sedikit demi sedikit
Sri Wulandari
akhirnya arunika kembali k mode aslinya yg sllu membuat oka merindukannya😂😂😂
lala
pokoknya nih novel kereeen banget, wajib kalian bacaaaa
bunga citra
dar der dor
bunga citra
et daaah
Ria Mersi Akmal
lagu kesukaan aku di up disini, ah senangnya 🤭
Adeeva Haboo
abaaaaang aku rinduuuuuuuuu
ida nurhalimah
karya yg luar biasa bagus ada banyak pelajaran yg d dapat
ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️
wkwkwk nggak bilang2..cuman bikin pengumuman aja kok 🤣🤣🤣
Indah Ekawati
huhuhuu...namgis bacanya thor....keren bgt...ini mah keren bgt dijadikan film .../Drool/
Lusyana_njus⋆⃝🌈
balike lagi kesini setelah kmrn singgah di Kirana - Caraka, Bi - Abi skrg bareng Abang Oka - Ara.
btw makasih teh Al krna kisah Abang ini anak ke 3 ku kukasih nama Arunika 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!