Takdir sangat kejam bukan, saat kita berpisah aku pikir tak ada alasan lagi untuk kita kembali bersama, namun dia membuat kehidupan kita seolah sebuah permainan, mempertemukan kita kembali dalam lingkaran kehidupan yang semakin sulit.
Penasaran kisah nya yukkk langsung baca
Hati hati bucin tingkat akut!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ryuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu?
Rey dan Reva tidak sekolah akibat pernikahan mereka. Mereka beralasan bahwasanya mereka ada acara keluarga kepada pihak sekolah agar pihak sekolah tidak curiga.
selang seminggu sejak mereka melakukan pernikahan, mereka beraktifitas lagi seperti biasa. Dan jangan tanyakan perihal keberangkatan mereka berdua, Rey menurunkan Reva didepan halte bus dan pergi ke sekolah sendiri agar mereka tidak dicurigai begitu juga dengan pulang sekolah.
******
Seperti biasa jam istirahat Reva dan feni pergi ke kekantin untuk membeli makanan kesukaan mereka, apalagi kalau bukan bakso mie ayam milik kedai pak sentosa.
"astaga bakso mie ayam I'm comming " batin Reva sambil menunggu feni memesan bakso mie ayam tersebut.
seperti biasanya Ardo pasti akan gabung makan dengan mereka namun tidak untuk hari ini.
Rey yang sudah jenggah melihat kedekatan Ardo dan Reva bahkan tidak jarang dia mendengar simpang siur bahwa Ardo dan Reva sedang menjalin hubungan spesial, atau lebih tepatnya pacaran, membuat Rey semakin emosi saja. Entahlah ntah apa yang membuatnya seperti itu sekarang dia seperti ingin hanya dia yang mendengar kan kecerewetan Reva ya walaupun membuat telinga nya sakit.
"Eh Ardo sudah...
"mengharapkan siapa duduk disini? " suara dingin itu,
Degg
Reva hafal sekali pemilik suara itu siapa lagi kalau bukan Rey, memotong pembicaraan Reva.
Rey pun duduk di didepan Reva diikuti oleh Dodi dan Morgan.
" Lo kenapa tiba tiba duduk di sini? Lo ngk sakit kan ? " ucap Reva mencoba meyakinkan dirinya, bisa bisanya manusia es sekaligus suaminya itu duduk di depan nya.
" kenapa, gue ngk bisa duduk disini? Dan mulai hari ini lo duduknya bareng gue." ucap Rey dengan penegasan, kalimatnya tidak bisa dibantah.
Doni dan Morgan hanya diam saja keheranan melihat tingkah anehnya temannya ini ,tetapi mereka tak berani bicara melihat situasi hati Rey yang sekarang sedang tidak baik.
" ini anak salah makan apa tadi yakk makanya bisa begini jadinya? apa mungkin emaknya nya tadi kasih makan hati ayam makanya ni anaknya punya perasaan sedikit " batin doni menerka nerka.
" loh, ngak ngak!! gue ngak mau!" ucap Reva menolak.
" Ya tuhan cukup dirumah saja aku harus bersama nya jangan sampai disekolah juga, bagaimana aku bisa menjalani hari hari ku sekarang." batin Reva kesal.
" Tidak ada pembantahan." tegas Rey sambil menatap Reva penuh arti. Jangan coba macam macam atau lo tau sendiri akibatnya begitu lah kira kira tatapan Rey.
" Eh kk Rey mau makan bareng sama kami." ucap Feni menghampiri mereka sambil tersenyum melihat Rey ikut makan dengan mereka. Tapi Rey tidak mempedulikan dan hanya sibuk memperhatikan Reva.
"Eh eneng kenalin gue babang Dodi cowok terganteng di sekolah ini." ucap Dodi memperkenalkan dirinya kepada Feni.
" Sok narsis " balas Morgan.
" yeyy biarin lo iri kan liat ketampanan gue." balas Dodi meledek.
" Tampan kayak lo, jelek nya bagaimana mana lagi. "balas Morgan tak kalah meledek.
Namun Rey tak mengubris dua curut yang ada di samping nya itu dan fokus memandangi Reva yang sedang makan.
" kesambet apa sih ni anak tiba tiba ngeliatin gue begitu, emang ada yang salah sama gue atau salah sama cara gue makan? Kan kalau begini gue juga jadi salah tingkah jadinya nanti, aaaaa manusia es mau lo apa sih kadang bikin baper tapi bikin kesal juga bingung gue." batin Reva sambil sesekali melirik kearah Rey.
" Eh adek Feni tadi makanya pakai selai coklat ya " ucap doni mulai mengombal.
" Eh kok tau" balas feni.
"Iya soalnya tatapan adek feni meleleh dihati abang" balas Dodi.
"basi!" balas Morgan.
" biarin dasar amoeba sibuk aja lo. " jawab Dodi.
" Hahaha garing kk ngak lucu." balas Feni dengan ketawa paksa nya.
" Ya Allah dek, yang mau ngelawak siapa sih." gemas Dodi.
" Hehe kirain." balas feni dengan senyum paksa.
" Buahahaha kan udah gue bilang sama lo dugong ikut aja kontes XX itu mana tau lo bisa menang kan jadi pelawak." ucap Morgan tak henti nya tertawa.
" diam lo!" ucap Dodi yang sudah mulai kesal.
" Oi Rey udah sih ngeliatin Reva mulu lo, ngk bakalan pergi kok dianya. " ucap Dodi memukul pundak Rey.
" berisik lo!" balas Rey sarkas.
" Yee lo cemburu kan selama ini Reva sama Ardo mulu, bahkan mereka dikabarkan pacaran lagi. " ucap Dodi.
Masa? Bukanya lo bilang kemarin kalau Reva itu cewek gila masa lo cemburu sama dia?" ucap Morgan menambahkan.
"Berisik lo berdua mau gue buat lidah kalian ngk punya tulang apa." balas Rey ketus.
" Ini ni manusia yang udah kena mabuk cinta, sejak kapan lidah punya tulang tuan Rey." ucap Dodi jenggah.
" berisik mau besok kalian ngak bisa ngomong lagi gue buat." menatap tajam kearah Dodi berdalih akan kebodohan yang di ucapkanya tadi.
Mereka pun lebih memilih diam daripada harus kena amukan oleh Rey.
" apa benar kata mereka Rey cemburu? Ngak mungkin lah dia kan ngk suka sama gue ngapain juga dia cemburu. Dan apa barusan mereka bilang gue pacaran dengan Ardo ? Aaaaa sepertinya gue harus meluruskan masalah ini " batin Reva.
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"