Menikah di usia muda, akan kah bahagia? akankah berjalan seperti yang di inginkan para orang tua mereka?
Satrio Putra Ardiansya, pemuda 22 tahun yang mau tak mau harus menikahi Gadis 18 tahun, Nazia Maharani. Gadis yang baru saja tamat sekolah menengah atas di sebuah pesantren milik Kakak ipar nya.
Materi tentu bukan lah hal yang menjadi masalah di rumah tangga mereka. Karena Rio dari kalangan kaya raya.
Namun, apakah ini sebuah takdir? Atau mungkin ini sebuah pengabulan doa Nazia yang slalu menyebut nama Rio didalam sujud nya, sejak dia pertama kali melihat Rio.
Cinta? Apakah cinta itu akan tumbuh di hati kedua nya. Atau Cinta di Hati Nazia juga akan sirna karena sikap Rio yang dingin dan tidak peduli dengan nya.
Bagaimana kisah Menikah Muda ini? Bertahan lama atau malah menjadi cinta sejati, suatu saat nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jakarta
Hari hari berlalu begitu cepat. tak terasa besok pagi nazia dan rio akan kembali ke Jakarta.
nazia sibuk mengepak baju baju nya.
rio "bawa saja baju tidur dan beberapa gamis saja, jangan bawa banyak baju"
nazia "tapi mas.."
rio "sudah nurut saja, bawa barang barang kamu yang purlu saja, bawa satu sepatu dan satu sandal saja"
nazia "baiklah.. baju baju mas?"
rio "biarkan semua baju ku disini, jadi kalau liburan kesinu gak perlu boyong baju"
nazia "baiklah mas"
setelah memasukkan beberapa gamis, buku buku nya, abi memanggil rio dan nazia.
di ruang tamu.
abi "rio, abi titip nazia ya. bimbing dia"
rio "insyaallah bii"
abi "nazia, suami mu sudah mengizinkanmu untuk kuliah bahkan bekerja, jadi abi ingatkan kepadamu, jangan sampai lalai dengan tugas utama mu"
nazia "iyaa bii"
abi "rio, abi tau di rumahmu ada asisten rumah tangga, tapi abi mohon jangan melarang nazia untuk mengerjakan pekerjaan rumah*
rio " iyaa bi, insyaallah "
abi "baiklah.. kalian istirahat saja. besok pagi pagi kita harus berangkat"
rio dan nazia pun kembali ke kamar.
___
keesokan pagi nya, rio sudah besiap untuk pergi. nazia masuk didalam mobil keluarga nya, sedangkan rio masuk mobil bersama abi, karena ia tetap harus menemani kakak nya nadia.
rio "kak, baju baju kakak bolehkah untuk nazia?"
nadia "iya, ambilah. lagian kan kakak sudah berganti gaya pakaian"
rio "hmm.. kalau sepatu dan sendal kakak?"
nadia "ambilah semua nya.. sisakan baju tidur ku saja"
rio memeluk nadia "makasih kak.."
sedangkan di mobil satu nya, umi terus memeluk nazia sambil menasehati nazia.
di bandara.. abi safira dan umi memeluk nazia..
umi "jaga dirimu disana. ingat jangan membantah kepada rio"
nazia hanya mengangguk dan mengusap air matanya.
rio "abi, umi mbak mas rio dan nazia pamit dulu" sambil mencium tangan umi dan abi
abi "iya nak, semoga selamat sampai tujuan"
papa "ustadz arifin.. saya pamit dulu.. jangan khawatir, saya juga akan menjaga nazia"
abi meneteskan air matanya "iya, makasi ya dii"
papa tersenyum dan mengangguk. setelah rio berpamitan kepada kakak nya nadia dengan penuh drama, Akhirnya mereka masuk kedalam untuk check in.
nazia "mas, zia sedikit takut. ini yang pertama kali nya buat zia"
rio "jangan takut, rasanya sama saja kayak naik Mobil"
menyebalkan sekali, gak ada romantis romantis nya, mana bisa di sama samain dengan naik Mobil, jelas jelas beda--- gunam nazia dalam hati.
setelah 2 jam menunggu, kini saat nya lepas landas.. didalam Pesawat tidak ada percakapan apapun. papa tidur sedangkan rio juga memejamkan mata nya sambil mendengarkan musik dengan handsats.
setelah kurang lebih satu jam, mereka sudah sampai di bandara soekarno hatta. mereka di sambut oleh pak hari supir pribadi papa.
setelah 2 jam perjalanan mereka sampai di rumah mewah rio.
nazia menatap rumah rio tanpa berkedip.. ia tak menyangka jika rumah nya mewah meski tidak terlalu besar.
bi sumi "waaa den rio semakin ganteng saja"
rio "terima kasih bi, bibi bisa saja.. oh iya ini nazia istri rio"
bi sumi "apa? istri kapan menikah" terkejud
rio "sudah nanti rio ceritakan, antar nazia ke kamar rio ya"
bi sumi "iya den"
rio "kamu istirahat dulu. aku mau ke ruangan papa"
nazia "iyaa mas"
___
di kamar rio
nazia melihat sekeliling kamar rio yang luas.
bi sumi "ini non kamar nya den rio, di sana kamar mandi nya"
nazia "ehh.. ia bi"
bi sumi "panggil saya bi sumi non, non nazia cantik sekali"
nazia "heheh... makasih bi"
bi sumi "bibi tinggal ya non, kalau butuh sesuatu panggil saja, bibi di dapur"
nazia "iyaa bik"
nazia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk rio, dan ketiduran.
___
keesokan hari nya, setelah sarapan rio sudah sangat siap dengan jas nya yang rapi begitu juga papa.
rio "aku berangkat kerja dulu ya, kamu istirahat saja.. hari senin besok kamu mulai ospek"
nazia "tapi mas.."
rio "sudah kamu istirahat saja, sudah aku siapkan semua nya."
nazia "iya mas" mencium tangan rio.. dan ini baru ketiga kali nya nazia mencium tangan rio.
papa "papa tinggal ya nak, kalau butuh apapun minta kepada bi sumi, atau kalau pengen apapun pesan go jek saja"
nazia "iyaa paa" tersenyum
papa dan rio berangkat melakukan aktifitas nya dengan mengendarai Mobil masing masing.
nadia sangat bosan, ia pun menghampiri bi sumi di dapur.
nazia "bi.. gak masak untuk makan siang?"
bi sumi "hehehe... nanti saja non, lagian tuan dan den rio gak pernah makan siang di rumah"
nazia "bi.. apa bibi tau alamat kantor papa dan mas rio?"
bi sumi "tau non, kenapa"
nazia "nazia ingin memasak bi, nanti biar dikirim ke kantor papa dan mas rio"
bi sumi "hmm baiklah non.. itu bahan nya ada di lukas, ayo bibi bantu"
nazia "gak usab bi, bibi kejakan yang lain saja"
bi sumi "baiklah non"
nazia memasak untuk makan siang, sesekali bi sumi membantu karena tugas yang lainya sudah selesai.
cerita nya tergantung....
awal baca seru,tiba2 koq ada hal2 ghaib ny .. ...