Berkisah tentang sorang CEO yg teropsesi dengan pekerjanya dan karna opsesinya itulah yg membuat dia kurang dalam menjaga kesehatanya.
Sehinga sutu ketika dokter mendiaknosa dia tumor otak, ia takut suatu saat nanti ketika ia tiada karna penyakitnya dan perusahan yg ia bangun dari 0 di wariskan kepada keluarganya yg tersisa, yaitu lbu tirinya dan Kakak tirinya yg memperlakukanya denan tidak baik yg membuat ia membenci mereka.
Hal itulah yg membuat ia frustasi dan berinisyatif untuk melakukan kontar dengan seorang wanita yg juga sempat menolonya dari kematian,karna wanita itu di tawarkan uang dengan jumblah besar dan menurut wanita itu uang sebanyak itu cukum mencukupi hidupnya dan ibunya yg di rawat di Pantijompo.
Namun perjalana pernikahan mereka tidak berjalan mulus karna banyak halang rintang yg mereka hadapi, namun karna hal itu lah mereka mulai saling Mencintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia Natasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13.Hamil
Satun bulan berlalu, malam itu Abraham pulang dari kantor di rumah Windi sudah lebih dulu tertidur,"Padahal tadi kepengen ku ajak senam malam malah tidur dilun, apa boleh buat Mungkin nanti besok saja, setelah ia banggun",Abraham segera mandi setelah mandi ia mengganti baju dangan mengenakan baju tidur dan tidur di samping Windi,Kesokan paginya Abraham terbangun dari tidurnya dan pada saat ia menoleh ke samping,ia terkejut melihat Windi yg masih berbaring di sampingnya sambil bermain henfonnya,"Sayang, kok tumben belum ke dapur aja??".Windi mematikan henfonya dan meletakannya di meja samping tempat tidur, dan memiringkan badanya menatap Abaham
"Aku capek, sama perutku keram aku gak tau kenpa,sayag beli tespek dong".Abraham terkejut seketika terduduk di ikuti Windi,
"Kamu hamil."
"Belum tau sayang, makanya di priksa dulu".
"Kalok gitu aku ke apotik dulu".Abraham segera turun dari ranjang tanpa mengganti bajunya, dan segera pergi ia menggunkan mobil sport 'Bugatti La Voiture Noire'. Sesampai di apotik ia turun orang-orang yg lewat di sana terkagum-kagum karna melihat sorang pria yg masih mengenakan baju tidur rambut yg masih acak-acak namun masih terlihat tampan keluar dari mobil Sport 'Bugatti La Voiture Noire' yg harganya tidak bisa itu,Seorang wanita penjaga apoti yg masih asik memaiankan hefonya tanpa melihat Abraham,
"Mabak ada gak tespek??".
"Ada pa .."pada saat wanita tersebut menoleg ke depan ia terdiam,"Kalok gitu mau beli sekotak".Wanita itu pun kembali sadar dari lamunannya, dan menggambil satu kotak tespek,"Buat ibunya kak".
"Bukan, buat istri",Sontak wanita itu terkejut,"Udah nikah,padahal masih muda lo"
"Orang saya udah 31 tahun, maska masih muda,aneh-aneh aja mabak ini"Abraham membayar menggunkan Black Card,
Guma wanita penjaga apotik
'sugar daddy rasa oppa,jadi pengen ganti cita-cita dari penyanyi, jadi pelakor.'
Setelah selesai pembayaran Abraham segera pergi ,di luar tak sengaja bertemu tiara,
"Abraham..",Abraham berhenti dan tersenyum menatap Tiara,"Ra,kamu mau ke mana??".
"Aku mau ke apotik beli obat".
"Kamu sakit??".
"Gak kok ham,gua baik-baik aja gua cuam mau beli vitamin buat jors "tersenyum manis,"Oh kalok gitu aku duluan yah".
"Iya ,hati hati yah Ham".
"Kamu juga".Setelah Abraham pergi tiara masuk ke dalam apotik,"Mabak mau beli vitamin c satu yg biasa saya beli di sini".
"Baik mabak"wanita itu menggambil bararang yg di minta tiara, dan memberikan padanya.
"Buat anak mabak??".
"Iya, buat anak saya".
"Padahal mukak mabak masih cantik lo, tapi udah punyak anak,kayak bapak yg tadi".Tiara terkejut,"Hah,bapak tadi emamg beli apa??"
"Dia membeli tespek sampai sekotak".
"Oh, tespek rupanya"tangan Tiara mengepal kuat."Mabak kenal??".
"Ya ,dia sahabat kuliah ku".Setelah membayar Tiara pergi dengan hati yg kesal, sakit, dan marah.
Sesampai di rumah Abraham segera memberikan satu kotak tespek itu pada Windi,"Sayang kok banyak amat kamu beli??"
"Takutnya nanti tespek nya kalok beli satu siapa tau nanti eror".
"Tespek gak bisa eror, yg bisa eror itu kamu".
"Kok malah aku yg eror??".
"Itu karna kamu beli tespeknya kebanyakan, kalok kamu beli dua atau tiga gak papa,tapi kalok sekotak aneh gitu ".
"Iya iya aku salah,kamu pakai dulu setelah itu sisanya nanti simpan aja ".Windi segera menggambil dua tespek dan segera masuk ke dalam kamar mandi, sepuluh menit di kamar mandi Windi belum keluar ,dua puluh menit kemudian Windi belum juga keluar ,Abraham yg kawatir segera menghapiri kamar mandi,
"Sayang kamu gak papa???".
"Hik, aku gak papa hik..."Abraham yg mendengar Windi tengah menangis kawatir, reflek ia medobrak pintu kamar mandi,
"Sayang, kamu gak papa".
"Hik.., aku gak papa hik..."Abraham menghamiri Windi dan menatap wajah istrinya yg masih menangis itu,"Trus kok nangis??"Abraham menghampus air mata Windi,"Hik..Aku nangis bahagia sayang,akhirnya aku hamil hik.."Windi menunjukan dua hasil tespek yg terlihat dua garis,Abraham begitu bahagia ia memeluk istrinya yg masih duduk di closet,"Sayang, terima kasih"Abraham melepas pelukannya setelah itu mengecup bibir istrinya,"Ayo kita periksa, setelah itu kita kasih tau Mama mu"Windi menggangguk sambil tersenyum di balas Abraham.
Bersambung.....