Kisah seru sepasang sahabat dari Masa Sekolah, Kuliah, hingga bekerja saat ini, Tidak ada yang tau jodoh seseorang, hingga akhirnya mereka di satukan dalam ikatan perjodohan oleh kedua orang tuanya
Munculah kisah-kisah seru dan kocak di perjalanan hidup keduanya, setelah liku-liku percintaan yang kandas di tengah jalan, Teman dan sahabat yang saling mendukung dengan semua kehebohanya hingga akhirnya keduanya bersatu dalam sebuah ikatan
Percikan Asmara dan cinta akhirnya tumbuh diantara keduanya, namun mampukah mereka menghadapi badai ujian yang datang menghantam hubungan yang di jalaninya sampai ke pelaminan?
Yuk ikuti Cerita selanjutnya
Kisah ini merupakan lanjutan dari karya Author yang pertama yaitu "POWER OF WOMAN"
Salam dari Sinho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13 (Berkunjung)
Sementara di tempat lain Ira masih kerja lembur hingga pukul 7 malam, kebiasaan Ira yang gak mau numpuk pekerjaan memang kadang membutuhkan waktu lebih untuk berada di kantor nya
"Ya Alloh, udah jam tujuh malam, aku telpon security dulu biar nunggu bentar lagi kerjaan ku selesai" batin Ira dan segera memberitahu security perusahaannya
Satria pulang dari rumah Iwan gak sengaja lewat depan kantor Ira, Satria menepikan mobilnya saat melihat mobil Ira masih terparkir di halaman perusahaannya
"Bukannya itu mobil Ira, ngapain jam segini belum pulang, dasar, ini orang seneng banget kalau suruh lembur kerjaan" batin Satria
Satria segera menelpon Ira, dan ternyata benar sekali, Ira masih ada di dalam sedang menyelesaikan pekerjaannya, Satria langsung turun dari mobil dan membeli cemilan dan minuman untuk di bawa masuk ke dalam kantor Ira
"Maaf pak, saya Satria, apa Ira sudah memberitahu bapak?"
"Oh iya pak Satria, silahkan masuk, nona Ira sudah menunggu Anda" ucap security
"Makasih pak"
Satria langsung masuk dan menuju ke kantor Ira, saat sampai di ruangan, Satria menggelengkan kepala melihat Ira masih sibuk mengetik di depan laptopnya
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Masih belum selesai Ir?"
"Tinggal dikit lagi, nanggung"
"Jangan terlalu di paksakan, ingat, istirahat juga penting untuk kesehatan mu"
"Iya, ini gak akan lama kok Sat, jangan berisik!"
Satria memakan cemilan Sambil duduk di samping Ira, sesekali melihat apa yang sedang dikerjakan oleh wanita di sebelahnya
"Aku suapin ya, perut kamu biar gak kosong"
"Hem"
Ira hanya mengangguk sambil konsentrasi melanjutkan pekerjaannya
Satria tersenyum dan menyuapi Ira sedikit demi sedikit, sesekali Satria membersihkan mulut Ira yang belepotan makanan dengan tissue ditangannya
Tak lama kemudian selesai sudah pekerjaan Ira
"Alhamdulillah, selesai juga" ucap Ira
"Yok, kita pulang" sahut Satria
"Makasih ya Sat, udah di temani "
"Sama-sama, sekarang aku antar pulang"
"Gak usah, aku kan bawa mobil sendiri"
"Gak bisa, itu lihat mata kamu kelihatan ngantuk gitu, dari tadi menguap mulu, bau jigong tau nggak"
"Ih, ngarang, harum ni bau mulutku, hah, hah,"
"Eh, jorok Ir, dasar!"
"Hehehe, ya udah, jadi ngantar nggak, nanti mobil biar aku titip pak satpam saja, besok berangkat kerja pakek taksi online"
"Ya sudah, Ayok"
Keduanya langsung keluar dari perusahaan dan jalan menuju ke mobil Satria, keduanya mengobrol di dalam mobil selama perjalanan, hingga akhirnya Satria ngomong sendiri saat Ira tertidur lelap
"Eh, dasar, gue dibiarin ngomong sendiri kayak Radio rusak" ucap Satria lirih saat sadar Ira sudah terlelap
Tak berapa lama kini keduanya sudah sampai di halaman gedung apartemen Ira, Satria membangunkan Ira berkali-kali tapi tetap tidak bangun juga, hingga satria memencet hidung Ira
"Apaan sih Sat, gak bisa nafas aku"
"Udah nyampek apartemen kamu tu, cepetan keluar, masuk dan istirahat"
"Ish, menyebalkan, harusnya kamu gendong aku ke dalam kek, biar romantis gitu"
"Ogah, berat, nanti kalau kita berdua jatuh gimana?"
"Eh, enak aja, siapa yang berat, masih beratan dosa kamu tu"
"Dosaku juga gara-gara kamu, jadi kita sama, hehe"
"Mana ada, udah ah, aku pergi masuk dulu"
Ira keluar dari mobil Satria dan segera masuk ke dalam liff menuju lantai kamar Apartemennya, sementara Satria sudah melajukan mobilnya menuju ke Apartemen miliknya
*
Di hari Minggu pagi, Ira berencana menjenguk Reyna lagi setelah melahirkan, dia sudah sangat kangen dengan bayi Aftan yang sangat lucu, setelah menghubungi Reyna, Ira segera bersiap dan pergi menaiki mobilnya
Ira mampir ke mall untuk membeli boneka dan baju untuk Aftan anak Reyna sahabatnya, dengan senyuman yang mengembang Ira memilih beberapa boneka dan baju bayi
"Wah, lucu banget ini bonekanya pasti Aftan suka" batin Ira
Sementara itu Satria yang juga berada di dalam Mall sedang membeli parfumnya yang sudah habis, ketika berjalan pulang melewati tempat perlengkapan bayi, gak sengaja melihat Ira sedang berada di sana, tentu saja Satria langsung mengerem langkahnya dan memastikan kalau yang dilihatnya adalah Ira
Satria segera masuk ke dalam dan mendekati Ira
"Bentar, loe Ira kan?"
"Bukan, gue Tamara Bleszynski"
"Ish, gue serius Ira, kamu ngapain disini, pakek belanja keperluan bayi segala"
"Memang kenapa?"
"Jangan bilang kamu pengen aku hamili duluan ya?!"
PLAK BUG BUG
Ira langsung menghajar Satria
Para pegawai di sana terkejut dan tertawa geli melihat tingkah laku Ira dan Satria
"Ampun Ir, sakit ini, sudah-sudah"
"Biarin, emosi aku gara-gara ucapan gila kamu itu"
"Apanya yang gila, bener aku kan, ngapain kamu beli barang-barang bayi gitu"
"Ini buat Aftan anaknya Reyna, aku mau ke sana, dah kangen"
"Oh, hehe, sorry, kapan mau ke sana?"
"Tahun depan"
"Ilih, gak usah nyolot gitu jawabnya"
"Ya habis loe bikin gue pengen makan kamu aja"
"Boleh, disini?"
"Satria!!, Mes*um pasti kan pikiran kamu!"
"Loh kok jadi teriak gitu, kan kamu yang mes*um duluan tadi"
"Diam, aku mau bayar ke kasir dulu, peduli setan Ama loe dah, serah"
Satria tertawa melihat muka jengkel Ira yang sangat lucu baginya, dengan cepat Satria melesat di samping Ira dan saat kasir memberitahu total belanjanya, dengan cepat Satria membayar dengan menyerahkan Diamond Card-nya
Ira tampak pasrah dan gak mau berdebat lagi, apalagi antrian kasir lumayan rame
Setelah itu Satria setia berjalan di samping Ira sambil berlagak sebagai pelindungnya, Ira terlihat jengah melihat tingkah laku satria, hingga sampai di parkiran
"Ngapain kamu masih ngintilin aku?" Tanya Ira heran
"Loh, kita mau ke rumah Reyna kan?"
"Emang yang ngajak kamu siapa?"
"Gak bisa gitu dong, aku Lo tadi yang bayarin mainan ma bajunya Aftan"
"Aku gak minta"
"Ish, sudahlah, ayok aku ikut ke Reyna, kangen juga aku sama sahabat kita satu itu"
"Terus ngapain kamu masuk mobilku?"
"Ya kita berangkat bareng, masak mau berangkat sendiri-sendiri kan gak enak dilihatnya Ira"
"Terus mobil kamu?"
"Biar nanti aku telpon Rio atau Andre untuk ngambil"
"Ya udah, nih kuncinya, kamu yang nyetir"
"Siap"
Keduanya kini tengah asik menikmati percakapan di dalam mobil menuju ke Mansion sahabatnya Reyna
"Aku kalau ke Mansion Reyna tu suka agak bingung loh Sat"
"Iya, banyak banget ruangannya, lagian Mansion megah mirip istana gitu ya Ir"
"Bener tuh Sat, maklum ya keluarga Nugraha kan emang tajir melintir"
"Iya, beruntung ya Reyna dapat pak Alex, kita jadi ikutan menikmati hehe"
"Hem, aku bisa kerja di anak perusahaan besar milik Nugraha"
"Dan aku sekarang bisa memiliki perusahaan sendiri berkat kerjasama dengan perusahaan Nugraha juga"
"Tapi pak Alex tegas banget loh orangnya, gak mau main-main kalau soal kerjaan"
"Mangkanya, awalnya aku juga agak stres kerja sama bareng pak Alex, tapi sekarang dah terbiasa, jadi maju pesat perkembangan perusahaan setelah kerja sama dengannya"
Tak lama kemudian mobil mereka sudah sampai di Mansion megah milik keluarga Nugraha, setelah memarkirkan mobilnya yang di dampingi oleh seorang pengawal, keduanya berjalan masuk ke dalam mansion sahabatnya
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, ayok masuk keruang tengah sini" teriak seorang wanita yang tak lain adalah Reyna
Mereka langsung keruang tengah, Ira memeluk Reyna dengan erat saking kangennya, sementara Satria hanya melambaikan tangan dan duduk di sebelah Ira
"Mana ganteng ku Aftan?" Tanya Satria
"Masih molor dia, habis minum Asi"
"Ya sudah tunggu sini aja ya Rey, kita ngobrol sambil nunggu si bocil tampanku bangun, aku pengen gendong nanti, kangen"
"Iya, kok tumben kalian barengan?"
"Tadi gak sengaja ketemu di Mall"
"Oh, gitu, kabar kalian baik kan?"
"Tentu saja, tapi kerjaan kantor ku tambah full Rey, Maklum perusahaan makin maju"
"Alhamdulillah, sabar Ir, semangat ya" ucap Reyna
"Aku juga, Alhamdulillah berkat kerja sama dengan perusahaan suami kamu, perusahaan ku tambah melesat Rey"
"Alhamdulillah, bagus dong Sat"
"Iya, makasih ya Rey, kamu dah bantu aku ikut promosi kan perusahaan ku ke pak Edward waktu itu"
"Aku kan hanya promosi aja Sat, hasilnya sesuai kerja keras kamu sendiri"
Tiba-tiba saja terdengar suara tangisan baby Aftan dari dalam kamarnya, Baby sister langsung menggendong Aftan dan memberikannya ke Reyna, sesaat kemudian Aftan langsung terdiam dan melihat sekitar dengan berkedip-kedip menggemaskan
Ira langsung mendekat ke Reyna dan mengajak Aftan bicara
"Halo ponakan aunty yang ganteng, makin gemesin aja nih, gendong aunty ya?"
Reyna langsung memberikan Aftan ke gendongan Ira, sambil tersenyum, Ira mengayun baby Aftan dalam gendongannya dan tersenyum
"Eh, senyum ini Aftan ganteng, senyum lagi ya sayang, yuk senyum yuk"
Tiba-tiba saja Ira ingin kencing, dan menitipkan Aftan ke gendongan Satria
"Ini terus aku apain?" Tanya Satria panik
"Di jilat, di putar, dicelup in" sahut Ira
"Eh, Oreo dong Ir, dasar!"
"Hahaha"
Ira dan Reyna menertawakan Satria
"Ya habis, gendong bayi tanya mau diapain, ya gendong aja, ajak ngomong" ucap Ira
"Emang dah bisa?" Tanya Satria
"Coba aja, pasti kamu di umpatin sama tu bocil" jawab Ira
"Kok bisa?" Tanya Satria
"Jengkel dia ma kelakuan bloon yang gendong"
"An*jir, gue gini karena takut kampret!"
"Hahaha"
Reyna dan Ira kembali tertawa dan segera meninggalkan Satria pergi ke kamar mandi
Bersambung
Kisah ini kelanjutan dari Karya Author yang pertama "POWER OF WOMAN" disarankan untuk mengintipnya agar bisa lebih paham
Karya ini masih baru saja rilis, maaf masih bisa Up sekali sehari 1 Episode, mohon kesabaran dan dukungannya
Jangan lupa berikan dukungan untuk menambah semangat Author dalam berkarya dengan memberi
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
FAVORIT FAVORIT FAVORIT
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
Imanmu setipis kulit bawang di belah 1000 bang Sat.. 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
Pantes mereka cocok karena karakternya sama!
Sama2 ngga bisa tegas ke perempuan!
Satria yang paling fatal!
Ntar klo sampe kehilangan perusahaan n Ira baru nyesel..
Makanya jadi laki2 kudu punya sikap!
Katanya pemilik perusahaan tapi ngga ada bijak2nya! 🤦🏻♀️
Menurutku Satria ini kurang tegas sebagai laki2 apalagi laki2 yg sudah punya istri
Tapi dari awal sebelum nikah pun Satria ini terlalu baik hingga lupaa batasan dg mantan
Bahkan setelah nikah pun masih ajaa ngga tegas.. seolah masih ngasu harapan dan mauu ajaa di bego2in sama Imelda
Harusnya sebagai laki2 yg sudah punya istri bisa ngasi batasan tegas sama Imelda 😤🤦🏻♀️