agam dan agler adalah anak kembar dari syakila azalea nugraha yang berumur 5 tahun.
mereka menyelidiki tentang sang bunda yang belum mereka ketahui, dan mencari tau apa yang menyebabkan sang bunda mengalami trauma akan kegelapan.
kebungkaman sang bunda akan jati dirinya tak menyulitkan si kembar, tapi banyak cara yang dilakukan untuk mengungkap fakta tersembunyi.
agam dan agler berjanji akan mengembalikan hak yang seharusnya menjadi milik bundanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
penyelamatan 1
sisi terlelap disamping si kembar, tapi kedua bocah itu tak kuasa memejamkan matanya, mereka bersitatap, mata mereka memancarkan kekhawatiran yang besar, bagaimana jika pagi menjelang tapi mereka tak dapat menyelamatkan bundanya.
melalui pandangan mata kedua bocah itu bangkit dan turun dari tempat tidur secara pelan-pelan, agar tak mengganggu tidur aunty sisi "sssstt kita harus menyiapkan semuanya" ambil ransel" perintah agam pada agler
aglerpun menyerahkan ranselnya pada sang kakak, dan agam mulai memasukkan beberapa barang ke dalam tas, ada kelereng, ketapel, minyak makan dan tali.
agler mengambil otoped di gudang penyimpanan barang helm dan pengaman sendi kaki, tak lupa sepatu diletakkannya di samping otoped mereka.
agam memberi intruksi "kita akan berangkat jam 6 tepat", hm aglerpun menganggukkan kepalanya tanda setuju, sebaiknya kita istirahat sebentar masih ada waktu dua jam lagi.
pagipun tiba, tepat jam 6 agam dan agler telah bersiap dengan perlengkapan mereka "apa tidak apa-apa kita pergi berdua, bagaimana aunty sisi". ucap agler
biarkan saja, nanti juga bangun aunty pasti menyusul, "kalau begitu baiklah ayo kita berangkat". seru keduanya
...
...
(gambar hanya ilustrasi author ya)
dengan menggunakan otoped mereka meninggalkan rumah dan meninggalkan secarik kertas di atas meja, agar ketika auntynya itu bangun, dia tak kebingungan mencari keberadaan mereka..
berapa lama perjalanan menuju gudang itu kak, agler berbasa basi, "jangan banyak tanya ikuti saja aku" agampun menyahut acuh tak acuh
di persimpangan lampu merah sikembar menghentikan laju otopednya, disaat itu asisten jhon melihat kedua anak itu, "lihatlah tuan bagaimana bisa anak-anak bermain otoped dijalan raya seperti ini" apa orang tuanya tak khawatir hal buruk menimpa anaknya, orang tua macam apa mereka yang membiarkan anaknya berkeliaran dipagi seperti ini, cerocos asisten jhon.
presdir erikpun melihat kesisi dimana agam dan agler berada, menatap kedua bocah itu dengan intens, hatinya menghangat kala menatap mereka, ada perasaan aneh yang menjalar di hatinya, wajah mereka sangat familiar, tapi dimana dia melihatnya.
lampu telah berubah hijau sekembar melajukan otopednya kembali, begitupun asisten jhon yang melajukan mobilnya kearah yang berbeda.
sisi terbangun dari tidurnya, mengerjapkan matanya dan menatap bagian samping dimana sikembar berada, sisi terduduk dan melihat sekeliling, merasa tidak baik baik saja, pasti anak-anak itu punya pemikiran tersendiri, sisi mencuci muka dan hendak mencari keponakan nakalnya, "pasti anak anak itu telah menjalankan misi penyelamatan tanpanya" berjalan hendak keluar sisi menemukan catatan di atas meja, "aunty kami pergi, jemput kami di jl xx dekat hutan", aish anak anak ini bagaimana mereka pergi tanpa aku
aarrrrgh, awas kalian anak nakal, bagaimana kalian bertindak sendiri, membuat khawatir saja.
agam dan agler telah sampai didepan gudang kosong "apa ini tempatnya" seru agler, "ya aku yakin ini tempatnya" agampun menimpali, kalau begitu kita masuk sekarang.
mereka bertatapan mata seakan mensiratkan "hati-hati" keduanya mengangguk, dan berjalan berjinjit agar tak menimbulkan suara, mereka masuk ke dalam gudang, gudang itu memiliki dua lantai, lelah mencari dilantai bawah tapi tak menemukan apapun, mereka mengendap-endap di tangga menuju lantai dua, behitu sampai tangga atas terakhir merwka melihat kedua orang yang masih tidur dalam keadaan mabuk, "itu pasti penjahatnya" bisik agler yang hanya dijawapi oleh anggukan agam.