" Aku percaya suatu saat nanti kita akan saling mencintai dan menyayangi, walaupun sekarang kita disatukan dalam ikatan pernikahan karena perjodohan, Tetapi hati seseorang siapa yang akan bisa menebaknya " Fadly ".
" Aku tidak tau apakah aku pantas bersanding dengan dirimu yang hampir sempurna di mata diriku, berbeda dengan aku yang jauh dari kata sempurna untuk menjadi wanita idaman " Azura".
Namun aku percaya kalau kita memang sudah di takdirkan bersama, maka semua kesulitan dan cobaan akan bisa kita hadapi bersama hingga pada saatnya yang kita rasakan adalah kebahagian setiap harinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Part Tiga Belas
Saat ini entah bagaimana perasaan kedua mempelai pengantin itu dan hanya mereka sendiri yang tau.
Azura yang mendegarkan pertanyaan suaminya itu sebenarnya merasa sangat malu dan kenapa pula mas Fadly harus bertanya segala.
Sebenarnya dalam hati kecil aku saat ini ingin menolak karena aku merasa sangat lelah hari ini namun aku berfikir kembali dan teringat oleh pesan bunda bahwa melayani suami adalah tugas utama sang istri karena surganya istri ada pada suami, Azura tidak mau baru hari pertama menjadi istri sudah banyak dosa.
Dengan malu-malu akhirnya Azura menjawab pertanyaan suaminya dan membolehkan Fadly mengambil jatahnya karena memang itu adalah hak dan kewajiban suami istri.
" Iya boleh kok Mas, tapi pelan-pelan ya soalnya takut " jawab Azura.
" Iya Dek, ni mas sebenarnya juga takut dek, karena mas juga pertama kali seperti kamu jadi ngak terlalu paham dan Mas takut nanti bikin kamu kesakitan " ucap Fadly.
Ya mereka sama-sama pertama kali, azura yang walaupun selama ini hidup lumayan bebas di bandingkan dengan kedua kakaknya namun ia tidak pernah melakukan hal-hal yang berbau ke arah pornografi.
begitu pun dengan Fadly lelaki yang alim yang hanya lebih banyak menghabiskan waktu dengan belajar bahkan dekat dengan wanita cuma hampir tidak pernah kalau bukan untuk urusan pendidikan, kalau dari segi teori sebenarnya keduanya banyak tau namun itu semua hanya sebatas teori dan kalian tau sendiri bahwa dunia teori dan praktek terkadang memiliki jauh perbedaan.
" Kita sama-sama belajar aja ya ni dek, kita ikutin insting kita aja, kalau kamu kesakitan bilang biar Mas berhenti " ucap Fadly.
" Iya Mas " ucap Azura dengan muka yang sudah sangat memerah.
Setelah keduanya berdoa dengan harapan semoga jeri payah mereka akan membuahkan hasil dan akan mendapatkan anak yang sholeh dan sholehan akhirnya pertempuran malam itu pun di mulai hingga baru berakhir ketika jam menunjukan pukul 03.00 malam.
Pukul 03.00 malam kedua nyan tertidur dengan pulas dengan keadaan berpelukan akibat pertempuran yang melelahkan, semalam keduanya pun melewatkan shalat subuh dan terbangun ketika matahari di luar sana sudah tinggi dan melambai-lambai.
Orang tua mereka pun sudah pulang kerumah masing-masing dari beberapa jam yang lalu tanpa membangunkan mereka karena mereka memaklumi bahwa penganti baru pasti membutuhkan banyak waktu berdua dan kegiatan acara kemarin membuat mereka kelelahan hingga mereka memutuskan untuk pulang duluan tanpa mengajak pengantin baru.
Saat ini jam yang sudah menunjukan pukul 10.00 siang, bahkan kini cahaya matahari mulai masuk kedalam kamar melalui celah-celah hingga masuk kedalam rentina mata membuat tidur sepasang suami istri terganggu.
Sang istri yang pertama terbangun mulai mengerakan matanya menyesuaikan dengan cahaya hingga matanya berhasil terbuka sepenuhnya dan melihat jam yang sudah menunjukan pukul 10.00 membuat Azura kaget dan reflek tiba-tiba terbangun dengan cepat.
" Aaahhkkk" rintihan kesakitan itu keluar dari mulut Azura dengan suara yang lumayan nyaring saat dia mendudukan badannya membuat sang suami terbangun.
" Kamu enggak apa-apa" tanya Fadly.
" Badan aku sakit-sakit semua Mas " jawab Azura.
Azura yang berniat ingin mandi mencoba untuk berdiri namun baru satu langkah dia berjalan dia kembali merintih kesakitan hingga membuat Fadly tidak tega.
Fadly pun dengan segera bangun dari ranjang berjalan ke arah Azura dan mengendong perempuan itu ke arah bathup di kamar mandi.
" Biar aku bantu ya Dek, " ucap Fadly.
" enggak usah Mas, aku bisa sendiri kok " jawab Azura.
" udah kamu diam aja, biar aku gendong Sampe dalam " ucap Fadly lagi.
Setelah mengendong Azura sampai dalam, Fadly mulai mengisi air Bathup dengan air hangat setelah itu menaruh Azura di dalamnya.
" Kamu berendam aja dulu sebentar biar lebih enakan nanti badan kamu " ucap Faldy.
" Iya Mas " jawab Azura.