Hidup ku tampak sempurna, dan sepertinya kebahagiaan itu berpusat pada ku, namun ternyata ada yang di sebut dengan derita!
Hidup Sky yang tampak sempurna, hancur perlahan. Sky, siswa SMA yang jatuh cinta pada kakak kelasnya. Gayung bersambut hubungan itu lanjut hingga bertunangan. Di hari pertunangannya, Sky mengetahui sang kekasih berselingkuh.
Sementara itu Sky sudah larut dalam arus dengan seorang siswa yang begitu di takuti di sekolahnya, hingga dia pun hamil.
Di buang oleh keluarga, hingga harus berjuang sendiri. Bagaimana Sky akan bertahan?lantas cinta mana yang akan menemukan Sky?
Hampir Putus asa dan menyerah, namun akan selalu ada terang yang menuntun langkahnya.
#Baca deh, jamin mewek!
#Author receh, pasti up setiap hari..
#Semoga suka, kecup basah buat semua nya..😘😘
#Romance#Cinta#Airmata#Kebahagiaan#Perjuangan Hidup
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecupan pertama
Kau tahu, rasa panas itu menyerang ku kembali, dan ini untuk kali kedua yang berasal dari dirimu..
Semua nya kembali seperti sediakala. Setiap pagi Andre akan menjemput Sky ke sekolah dan pulang nya juga akan sama, jika Andre sebagai pembimbing dan tim penasehat OSIS tidak sedang rapat atau pun ada kegiatan dengan anggota OSIS.
Ke kantin juga, Andre akan setia menemani Sky. Apa kah Sky bahagia?entah lah, gadis itu hanya menjalani sebisa dirinya. Setidak nya janji yang pernah dia ucapkan masih di pegang nya teguh. Andre tidak akan menuntut kontak fisik dengan nya sampai dirinya siap, yang entah kapan pastinya.
Kadang Sky ragu, apa kah dirinya gadis normal atau gadis pelangi, karena setiap Andre merayu nya, bahkan merangsang nya, Sky akan merasa gemetar dan kemudian ada perasaan menolak hingga dia akan menunduk setiap kali Andre ingin mencium bibirnya.
Sedangkan Sky, setiap hari nya selalu memperhatikan satu demi satu anak laki-laki yang dia rasa mirip dengan si pria misterius yang dulu menolongnya. Sudah dua bulan sejak peristiwa itu, namun bukan menemukan titik temu, justru buntu, seolah menghilang tak berjejak.
***
Sudah satu jam Sky menunggu Andre yang katanya ada rapat dadakan dengan pengurus OSIS. Saat Andre meminta nya menunggu, Sky sudah menawarkan untuk pulang sendiri dengan ojol, tapi Andre melarangnya, menjanjikan rapat itu hanya sebentar lagi akan selesai, nyatanya hingga satu jam, Andre belum muncul juga.
Sky meletakkan buku yang dia baca di sampingnya, untuk melihat telponnya yang berdering, tanda pesan masuk.
"Kak Andre.."cicitnya membuka pesan itu, yang menyampaikan bahwa Andre tak bisa mengantarnya pulang, rapat masih lama, dan meminta agar Sky pulang lebih dulu.
"Hufff, kenapa ga dari tadi sih kak, ngabarin nya.." ucap nya memasukkan buku ke dalam tasnya dan berjalan meninggalkan parkiran. Suasana sudah sepi, tak ada lagi anak-anak yang tampak. Ini weekend, sudah pasti anak-anak udah pada berebut pulang, ingin menuntaskan hasrat mereka, baik sekedar jalan-jalan dan nongkrong di cafe, atau pun liburan keluar kota.
Dengan malas di buka aplikasi ojek online nya, dan belum sempat nyambung dengan driver nya, ponsel nya mati kehabisan baterai.
Sky berjalan dengan langkah malas. Jalan menuju halte bus juga masih jauh dari komplek sekolah. Dia harus menelusuri perumahan dan taman besar yang di tata dengan pepohonan rindang untuk duduk santai. Ada dorongan dalam dirinya untuk sekedar melepas penat, ada bangku kosong di sana. Rambut panjang nya tertiup angin siang itu. Dikeluarkannya buku sains nya, lalu mulai masuk ke dalam dimensi nya sendiri.
Yang tak di sadari nya, ada anak-anak STM yang memang musuh bebuyutan sekolahnya, sedang lewat dengan mengendarai motor besar. Berhenti di hadapannya, lalu dengan perasaan sok kenal duduk di samping mengapit Sky.
Merasa risih, gadis itu berdiri, bermaksud pergi namun tubuhnya kembali dihempas kan salah satu dari mereka, hingga membuat tubuh Sky kembali terhempas di bangku itu.
Wajah Sky kini memucat, takut."Lu lagi sendirian aja nih?lagi nungguin pelanggan ya?berapa tarif lu?biar kita dua bayar" ucap salah satu yang bertubuh besar dengan rambut aut-autan.
"Lepasin, aku mau pulang" ucap Sky dengan suara pelan, rasa takutnya kini bertambah saat di tatap anak yang satu nya yang di wajahnya ada bekas codet.
"Diam lu, ga usah belagak jual mahal deh. Gue tahu cewek kalau udah nge-jogrok di sini tu mau mangkal, udah lu sebutin aja harga lu" bentak si codet lagi.
Saat itu lah, seperti pada kisah-kisah romantis lainnya, pangeran akan datang menyelamatkan sang tuan putri. Motor besar yang pernah dia tumpangi dua bulan lalu, muncul di hadapannya, dengan sang pangeran misterius yang sudah dua bulan ini pula dia cari, namun tak ketemu.
"Ngapain lu di sini?gue bilang kan tunggu gue di sekolah" ucap Bumi dingin pada Sky, yang malah terbelalak tak mengerti.
"T*i, ngapain lu di sini?lu udah janji ke kita ga bakal cari masalah lagi sama kita, sekarang lu mau rebut cewek kita? dia ini udah kita booking!"bentak si codet garang.
"Bangs*t, lu kalau masing mau hidup, pergi lu dari sini. Dia cewek gue Bangs*t!! bacot lu bilang udah booking!"balas Bumi benar-benar marah, dan kali ini bukan dibuat-buat. Amarahnya terpancing, saat anak STM itu menyebut Sky sebagai barang bookingan nya.
"Ga bisa, apa buktinya dia ini cewek lu?ga usah ngadi-ngadi deh lu!" balas teman si codet.
Sky yang kini paham, tak ingin terjadi pertengkaran lagi, yang pasti nya akan berujung di kantor polisi, mulai ikut masuk dalam drama yang di buat Bumi. Dengan sikap tegas dia bangkit berdiri. Menyiapkan keberanian, lalu tersenyum manis, saat melangkah menuju Bumi yang masih berdiri di motornya.
"Maaf ya sayang, aku lupa kita janjian nya di sekolah, aku kira di sini" ucap Sky mendekati Bumi, menatap lekat wajah pria itu, agar senantiasa melekat dalam ingatannya. Sky tak mau, setelah ini, pria itu akan menghilang lagi dan tak dapat dia temukan.
Namun, Sky terlalu menghayati perannya, hingga ber improvisasi berlebihan. Ditatapnya wajah Bumi, yang kali ini tak memakai masker dan helm, lalu..Cup!
Sky jinjit untuk mencium pipi pria itu yang sontak ikut terkejut, begitu pun Sky. Kelakuan berani nya ini, bahkan pada Andre pun belum berani dia lakukan. Wajah tegas nan tampan Bumi menghipnotisnya, dan mata itu begitu teduh, menawarkan kedamaian yang entah sejak kapan tak lagi dia rasakan dalam hidupnya. Inti nya, Sky terpesona!!
Lama kedua nya saling tatap dalam diamnya, hingga suara si codet mengejutkan keheningan yang tercipta diantara mereka. "Ok, kali ini gue percaya, maaf kalau kita udah ganggu orang lu" ucap si codet yang melangkah pergi dengan temannya.
"Eheem.." Bumi begitu kikuk, hingga mati gaya, begitu pun Sky, kini setelah sadar akan kelakukan nya, dia hanya bisa menunduk malu menatap sepatu nya.
"Ngapain lu duduk di situ?lu ga tahu kalau cewek duduk di situ artinya apa?" ucap Bumi datar.
"Aku cuman mau duduk bentar, mau pesan Ojol di tengah jalan ponsel ku lowbat jadi aku harus ke halte busway"terangnya. Aneh rasa nya, Sky merasa tidak takut pada Bumi, yang dikenal satu sekolahan sebagai berandalan bahkan gengster, dia malah merasa nyaman.
"Kalau begitu, bergegas lah lu pergi dari sini, sebelum pemangsa lain datang nawar lu" ucap Bumi seraya menghidupkan motornya, memasukkan gigi bersiap meninggalkan Sky.