NovelToon NovelToon
My Crazy CEO

My Crazy CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:408.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ria Mariana

Update kalo ingat.

NOTE : CERITA INI BIKIN NGAKAK SALTO-SALTO

Sekuel Mendadak Menikah (Sean & Mauren)

"Roseline, ku perintahkan kau untuk menjadi pacarku!" ucap Navier Alister.

Roseline yang baru saja menjadi sekertaris Tuan Muda Navier hanya terheran. Orang aneh dan idiot seperti Navier menyuruh untuk menjadi pacarnya.

"Tuan muda Navier yang tampan tapi somplak mengajakku berpacaran?" gumam Roseline.

Roseline mundur perlahan ketika Tuan Muda Navier mendekatinya, perlahan lahan semakin dekat, semakin dekat. "Ku tunggu jawabanmu malam ini," ucap Navier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Mariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Presdir diangkut satpol PP

Navier dan Ali masih duduk disofa dan merasa resah. Ali langsung menarik Navier keluar mengendap-endap. Navier menyetujuinya tetapi saat sudah berada didepan pintu terdapat petugas satpol PP yang menyergap tempat diskotik itu.

“Semuanya, matikan musiknya dan nyalakan lampu utamanya!” ucap salah satu anggota satpol PP.

Ketika Navier dan Ali akan keluar mereka langsung di tarik dan menyuruhnya tetap berada disitu.

“Kami ingin pulang,” ucap Navier.

“Sana masuk ke mobil satpol PP, tempat ini melanggar jam malam dan kalian semua harus dibawa ke kantor.”

Navier dan Ali terkejut, dia membela diri jika tidak melakukan apa-apa. Tetepi para satpol PP itu tidak mau tahu dan tetap membawa Ali dan Navier menuju mobil satpol PP.

“Sialan! Aku seorang presdir diangkut satpol PP,” gumam Navier kesal.

Setelah sampai di kantor satpol PP, orang-orang yang berada di diskotik itu dimintai identitas diri. Navier dan Ali menyerahkan KTP mereka. Anggota satpol PP itu terkejut setelah mengetahui yang dia tangkap adalah

seorang presiden direktur tetapi mereka tidak mau tahu karena mereka hanya menjalankan tugas.

 “Karena kalian berdua masih lajang dan masih tanggung jawab orang tua maka telponnya orang tua

kalian! Jika tidak maka kalian tidak boleh pulang!” ucap satpol PP itu.

Navier menyenggol Ali untuk menelpon ayahnya tetapi Ali tidak mau, dia takut kepada ayahnya. Ali menyuruh menelpon papa Navier tetapi Navier juga tidak mau karena juga takut kepada papanya.

“Kita suit saja, yang kalah harus menelpon bapak kita masing-masing,” ucap Navier.

“Oke.”

Mereka langsung suit dan Navier yang kalah, ia dengan takut menghidupkan ponselnya yang sedari tadi ia matikan. “Mau menelpon papaku rasanya kek mau meninggal,” gumam Navier membual Ali tertawa. “Mau menelpon

papaku rasanya kek nelpon malaikat maut,” sambung Navier.

“Cepatlah telpon! Supaya kita cepat pulang ke rumah.”

Navier menekan nomor papanya dan seketika Sean mengangkatnya.

“Anak kurang ajar kau! Dimana sekarang? Papa sudah ada didepan diskotik,” teriak Sean membuat kuping Navier berdengung.

“Maaf, apa benar ini nomor malaikat maut? Jika benar maka perpanjanglah  hidup saya,” ucap Navier

ketakutan.

“Wah, kau mabuk pasti. Dimana sekarang? Awas kau saat pulang nanti!”

Navier beringsut menampilkan ekspresi sedih, “Uaaaa... Papa.... Kami diangkut salpol PP. Tolong kami, Pah!”

Sean sangat terkejut, ia langsung menyuruh Kim yang menyetir mobil segera ke kantor satpol PP. Sean semakin murka kepada putra terkecilnya itu.

**

Sesampainya di kantor satpol PP. Sean dan Kim langsung dipertemukan dengan anak-anak mereka. Kim langsung terjongkok didepan Ali yang duduk disofa, ia memandangi wajah Ali. Dia takut jika putra satu-satunya

terluka. Sedangkan Sean langsung menjewer telinga Navier, Navier meminta ampun dan merasa iri kepada Ali.

“Lepaskan, pah! Papa tidak khawatir jika aku terluka? Lihatlah uncle Kim langsung menanyakan keadaan Ali sedangkan papah datang-datang langsung menjewerku,” ucap Navier.

“Ini belum seberapa, awas kau!”

“Maaf, Pak Sean. Mereka kami bawa ke kantor karena melanggar jam malam, harusnya sesuai aturan pemerintah diskotik tutup jam 12 malam,” jelas salah satu anggota.

“Kenapa malah kami yang ditangkap? Harusnya pemilik diskotiknya dong!” ucap Navier.

“Diam kau! Kau juga salah kenapa sudah pagi tidak cepat pulang?” ucap Sean.

Sean dan Kim lalu disuruh menandatangani surat pernyataan lalu mereka diperbolehkan untuk pulang. Setelah keluar dari kantor, mereka menaiki mobil. Sean dan Kim berada di depan sedangkan Navier dan Ali duduk

dibelakang. Navier dan Ali sudah terlelap dibelakang, mereka kelelahan.

“Jika ada berita aneh-aneh tentang mereka segera redam, Kim!” ucap Sean.

“Baik, kak.”

Sesampainya didepan gedung apartemen, mereka berdua masih terlelap. Sean dan Kim membangunkan anak mereka masing-masing. Ali langsung terbangun dan keluar dari mobil. Kim merangkulnya bahkan dia tidak terlihat

marah sedikitpun. Sedangkan Navier tidak mau bangun.

“Navi, bangun kau! Sudah sampai,” ucap Sean.

Navier mendengus, ia tetap terlelap dan tidak ingin bangun. Sean menyeretnya untuk keluar dari mobil tetapi tetap tidak bergeming. Sean dengan terpaksa menggendong Navier dipunggungnya.

“Apa saya yang gendong saja, kak?” ucap Kim.

“Tidak usah.”

Mereka naik keatas bersama-sama, Navier tidur sambil mengigau tidak jelas.

“Haduuuh... Suara musik disko menggema di telingaku, jedug... jedug... jedug... mantap. Goyang sampai pagi,” ucap Navier.

Sean menyabarkan dirinya, 5 menit kemudian. Sean dan Navier sudah sampai di apartemen mereka. Mauren khawatir dan langsung  membukakan pintu kamar Navier tetapi saat Sean sudah masuk ke kamar putranya itu ia tidak menuju ke ranjang melainkan menuju ke kamar mandi.

“Oppa, tempat tidur ‘kan ada disana,” ucap Mauren.

“Enak sekali tempat tidur,” jawab Sean.

Sean langsung meletakkan Navier di bak mandi yang terisi air penuh.

Byuuuuuuurrr....

Navier langsung bangun dan kelabakan, bahkan dia sampai terbatuk –batuk karena hidungnya kemasukan air.  Mauren begitu terkejut, tak hanya itu saja Sean juga menyipratkan air ke wajah Navier.

“Papa heran denganmu, Navi. Saat sekolah kau tidak pernah membuat masalah tetapi kenapa kini saat sudah lulus selalu membuat ulah? Kenapa kau juga pergi ke diskotik sampai pagi bahkan sampai di tangkap satpol PP?”

tanya Sean dengan sangat murka.

“Pah, aku hanya menemani Mbah Matsumoto botak itu. Dia klien terpentingku dan tidak enak jika menolak ajakannya.”

“Harusnya kau tahu waktu dan langsung pulang setelah menemaninya sebentar. Kau seorang presdir harusnya lebih pandai. Kau dan Ali sama saja, sama-sama bodoh,” jawab Sean.

Navier memasang wajah cemberut, ia yang masih didalam bak mandi melihat ponselnya. Dia sangat terkejut saat mengetahui ponselnya basah.

“Uaaaa... Ponselku basah.”

Navier lalu berdiri lalu melepas jasnya. “Uaaaa... Oh my.... Jas importku basah.”

Navier setelah itu membuka jasnya dan melihat kemejanya. “Uaaaa... Kemeja dari Hongkongku basah,” ucap Navier semakin panik.

Navier kini melorotkan celananya didepan orang tuanya. “Uaaaaaaa... sempakku basah.”

Sean memukul bahu Navier dengan keras, dia geram dengan putra alaynya itu. “Cepat mandi! Setelah ini kau harus berangkat kerja lagi, papa tidak mau tahu.”

Sean langsung meninggalkan kamar mandi, Mauren mendekati Navier dan langsung mengelus kepalanya. “Cepat mandi, sayang! Setelah ini tidur.”

**

Sean duduk di sofa dan melamun, Mauren mendekatinya dan menyodorkan kopi untuk sang suami tercinta. Sean memikirkan keadan anak-anaknya yang kacau, Sean dan Daleon sudah sembuh dari sifat aneh mereka justru kini gantian Navier.

“Aku akan konsultasi dengan psikiater, sepertinya Navi ada yang salah dari otaknya,” ucap Sean.

“Navier itu normal, oppa tidak ingat saat masih muda dulu juga alay begitu?”

“Tapi tidak separah Navier. Bahkan Navier tidak tahu malu didepan orang tuanya melorotkan celananya, apa itu disebut normal?”

Tiba-tiba Daleon dan Darsen keluar dari kamar mereka, mereka sudah membawa koper kecil. Mereka menghampiri Sean dan Mauren.

“Mau kemana?”

“Darsen ingin liburan ke kota sebelah. Kami seminggu akan berada disana,” jawab Daleon.

Sean langsung memeluk cucunya, dia pasti akan rindu dengan  mereka berdua. Mauren mengusap

wajah Daleon. Putra terbesarnya harus menjalani kehidupan yang berat. “Semoga saat kau pulang kesini sudah membawa ibu untuk Darsen,” ucap Mauren.

Ibu Darsen adalah Seina, mah. Maaf jika aku belum bisa jujur.

“Papa dan mama mau minta oleh-oleh apa?” tanya Daleon.

“Seperti yang dikatakan mamamu, kau harus membawa calon ibu untuk Darsen,” ucap Sean.

Daleon tersenyum lalu memeluk papanya. Dia menyesal belum bisa menjadi anak yang baik diusianya yang kini hampir 28 tahun.

***

Beberapa jam kemudian, Daleon dan Darsen sudah sampai di kota sebelah dengan menaiki mobil. Mereka langsung menjemput Seina yang berada di stasiun TV.

“Hai anak mommy,” ucap Seina, dia langsung memangku Darsen dan duduk disamping Daleon yang berada di bangku kemudi. “Kita langsung ke apartemenku saja.”

Daleon menganggukkan kepala. Dia dengan cepat melajukan mobilnya ke apartemen Seina yang tidak jauh disana. Setelah menempuh 15 menit, Darsen rupanya tertidur. Seina langsung menggendongnya dan masuk ke apartemen

yang tidak terlalu luas itu. Dia membaringkan Darsen di ranjangnya.

“Dale, mau makan apa?” tanya Seina.

Daleon langsung memagut bibir Seina, lidahnya menyesap masuk dan bermain-main didalamnya. Tangan nakalnya menelusup kaos Seina dan membelai punggung mulus milik Seina. Setelah puas berciuman, mereka saling berpandangan. Mereka sangat merindukan masing-masing.

“Ayo kita segera menuju ke pelaminan! Kasihan Darsen yang tidak bisa masuk sekolah karena tidak punya akta kelahiran karena kita belum menikah, kasihan Darsen jika hanya homeschooling saja, dia juga pasti butuh

teman,” ucap Daleon.

 ****

GIVE AWAYNYA MASIH BERLAKU GAES.

1
Lies Atikah
kim hobi nya menanam benih
Lies Atikah
rumit tapi seru thor lanjut
Dwi apri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Dwi apri
walah....bener2 bikin ngakak guling2🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ros Liana
lama trus updatenya,jg gk seru
Uyun Syarukhan
lanjut kak lg seru2 y....ne cerita y....🥰🥰🥰
armanto Manto
.
sakura71
ak mewekkk tentang kim.lnjut ngakakk parah
sakura71
thorrr ngakakkk
Neng Luthfiyah
ini ceritanya ko gantung gk ada terusannya pdhal seru🤔
Noel Sentia Lena Stg
y...mna kelanjutannya kk,,,,,
Noel Sentia Lena Stg
darsen panggil navier = om napret
navier panggil darsen = darman
navi dan darsen sama2 lucu...
Noel Sentia Lena Stg
kok kim nika lg,aduh,..............
Noel Sentia Lena Stg
rasa2 merinding q bc,trus tiba2 nangis liht navi dbuat sprti tu...sabar y navi.......
Noel Sentia Lena Stg
hahahaa.ketawa melulu smpe sakit perut
Noel Sentia Lena Stg
sumpah dhe ..ketawa2 sndiri jd nya🤣🤣🤣
Ati Pct
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣
SeQuer ThinTacel AgusTin
jgn" pacar Ali anaknya Mauren si jeni
SeQuer ThinTacel AgusTin
kasian navier
SeQuer ThinTacel AgusTin
ku udh baca cerita dewa tp mlah blm baca cerita Sean
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!