Namaku Anabel Putri Cahya, aku mencintai seseorang yang bernama Ferdi dian Anggara tapi sayang beribu ribu sayang, ia selalu saja cuek terhadapku. Hingga akhirnya ada seseorang yang datang, ia adalah Aldi Herdiansyah. Sejak kehadiran Aldi, aku tidak lagi merasa sedih karena setiap kali aku ingat kepada Ferdi, Aldi selalu bisa membuatku tersenyum dan lupa kepadanya. Saat hati aku sakit karena melihat Ferdi yang bermesraan dengan wanita lain. Aldi selalu menghiburku hingga aku lupa dengan rasa sakit itu dan ketika aku sudah belajar untuk melupakannya dan mencitai Aldi. Ferdi malah datang mengungkapkan perasaanya. Lalu aku harus bagaimana? Sedangkan selama ini ia selalu saja mencampakkan diriku. Salahkah jika aku memilih Ferdi? Tapi aku takut, aku takut akan menyesal dan salah pilih. Tuhan....Bantu aku.............
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sholat Jamaah Aldi dan Anabel
Keesokan harinya, Anabel merasa dirinya sudah enakan. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 04.25
Iapun segera membangunkan Aldi yang lagi tertidur pulas di sofa.
"Al, bangun yuk. Kita sholaat shubuh berjamaah." ucap Anabel. Aldi yang mendengar suara Anabel pun langsung bangun.
"Gimana keadaan kamu bel. Udah enakan, belum?" tanya Aldi dengan suara seraknya.
"Al hamdulillah udah enakan kog, makasih ya kamu udah mau datang jauh jauh demi aku dan maaf jika kau merepotkan kamu." ujar Anabel.
"Gak papa. Aku senang bisa bantu kamu bell dan aku gak merasa di repotkan kog. Iya sudah ayo kita sholat. Kamu udah ambil wudhu belum?" tanya Aldi, ia merasa badanya pada remuk semua karena tidur di sofa semalaman.
"Belum. Iya sudah aku ambil wudhu dulu ya gantian."
"Oke."
Anabellpun segera cuci muka, sikat gigi lalu ambil wudhu setelah selesai gantian dengan Aldi. Setelah semua siap merekapun sholat berjamaah. Jujur hati Aldi sangat bahagia bisa sholat bareng bersama orang yang sangat ia cintai. Ia berharap kelak dia dan Anabel bisa sholat berjamaah seperti ini setiap hari. Selesai sholat merekapun mengaji secara bergantian. Saat Anabel mengaji, Aldi mendengarkan dengaan seksama dan membetulkan jika Anabel salah begitupun sebaliknya saat Aldi yang mengaji, Anabel mendengarkan dengan seksama. Entah kenapa Anabel merasa bahagia ada di dekat Aldi. Selesai ngaji, Anabel mengajak Aldi untuk lari pagi.
"Bell, kamu yakin mau lari pagi. Kamu kan masih sakit?" tanya Aldi yang merasa takut jika Anabel kenapa napa.
"Aku udah sembuh kog. Ayo olah raga biar sehat dan gak gampang sakit." Ujar Anabel dan Aldipun hanya mengangguk pasrah lalu mengikuti langkah Anabel pergi..Setelah hampir satu jam mereka lagi pagi. Merekapun kembali ke hotel. Anabel mandi lebih dulu setelah itu baru Aldi. Untunglah tadi malam Aldi membawa beberapa baju dan kini baju itu bisa ia pakek jadi gak perlu lagi beli untuk ganti pakaian.
"Al, pas kamu ke sini tadi malem, kamu udah ijin belum ke mama dan papa kamu?" tanya Anabel.
"Udah dong An. Masak ia aku mau perjalanan jauh gak bilang bilang dulu sama orang tua. Nanti kalau aku kualat kan bahaya tuh."
"Syukur deh. Aku jadi tenang sekarang." Ucap Anabel dengan senyuman manisnya.
Setelah selesai mandi dan ganti baju. Anabel membawa Aldi ke restoran untuk sarapan pagi. Selesai makan, Anabel membawa Aldi melihat proyeknya yang sudah berjalan 10 persen. Selesai melihat proyek itu, Anabel kembali ke kantornya untuk memimpin rapat. Jam 11 siang baru selesai semua. Lalu Anabel mengajak Aldi untuk bertemu dengan beberapa client penting. Dan jam satu siang mereka bisa istirahat. Aldi dan Anabel pergi ke masjid untuk sholat dhuhur lalu makan siang di restoran terdekat. Selesai makan, Aldi dan Anabel kembali ke kamar. Di sana Anabel sibuk memeriksa beberapa dokumen dan juga email yang masuk. Sedangkan Aldi hanya diam melihat Anabel yang super sibuk. Ingin rasanya ia membantu Anabel tapi ia gak tau harus berbuat apa dan ia takut salah dan membuat Anabel marah.
Jam dua Anabel baru selesai memeriksa dokumen.
"Al, kamu siap siap ya. Kita akan kembali ke Jakarta." Ucap Anabel.
"Urusan kamu udah selesai di sini?" tanya Aldi.
"Udah Al. Jadi aku bisa pulang dan bisa sekolah lagi. Yang di sini sudah beres tinggal aku suruh orang untuk memantaunya saja dan untuk dokumen bisa di kirim lewat seseroang dan untuk hal hal penting lainnya bisa di kirim via email. Jadi aku mungkin ke sini 2 minggu sekali. Sekarang aku tinggal mengurus restoran yang ada di Jakarta aja sekalian aku mengurus perusahaan yang ada di kantor pusat yang juga kebetulan ada di Jakarta jadi aku gak perlu bolak balek Jakarta Bandung."
"Syukurlah, aku senang dengarnya."
"Iya sudah ayo kita pulang."
"Oke.
Merekapun pulang dengan membawa mobil Anabel dan tentunya Aldilah yang menyetir. Untunglah tadi malam Aldi gak membawa mobil, ia naik bis karna mau naik kereta tapi gak ada jadwal jam segitu akhirnya mau gak mau tadi malam ia naik bis yang penuh sesak karena yang patas lagi kosong.
Di perjalanan mereka tak henti hentinya bercanda. Mereka saling gombal satu sama lain.
"Bel;?" ucap Aldi
"Iya Al."
"Aku boleh jujur."
"Boleh dong. Malah aku suka dengan kejujuran. Emang kenapa sih? serius amat kayaknya."
"Sebenarnya aku udah lama suka sama kamu. Bahkan saat aku baru saja pindah sekolah. Saat aku melihat kamu, aku jatuh cinta. Kamu adalah wanita yang sangat sederna yang bisa menggetarkan hatiku, membuat fikiran ku penuh dengan bayang bayangmu. Hanya saja aku tidak berani mengungkapkan perasaanku karena aku tau waktu itu kamu mencintai orang lain."
"Aku tau Al, aku tau kamu cinta sama aku. Maaf jika selama ini, aku mengabaikan perasaan kamu." ucap Anabel. Aldi yang mendengarkan ucapan Anabel sangat kaget bagaimana ia tahu kalau dirinya suka sama Anabel.
"Kenapa kamu bingung ya, kenapa aku bisa tau?" tanya Anabel sambil tertawa. Aldi hanya mengangguk berharap Anabel memberikan jawabannya.
"Karena aku lihat dari sikap kamu ke aku. Aku lihat cara pandangan kamu ke aku. Hanya saja waktu itu aku di butakan oleh cintaku ke Ferdi tapi sekarang aku sadar kamulah yang terbaik untuk aku bukan dia."
"Jadi kamu mau jadi pacar aku?" tanya Aldi.
"Yup."
"Makasih ya, kamu udah menerima cinta aku dan memberikan aku kesempatan untuk menjadi kekasih kamu."
"Iya sama sama Al. Seharusnya aku yang bilang makasi karena kamu sudah sabar nunggu aku."
"Aku akan selalu nunggu kamu kog Bell .Aku akan menunggu kamu sampai kamu sadar kalau aku sangat sangat menyayangi dan mencintai kamu. Oh ya gimana jika lulus sekolah nanti, aku lamar kamu. Maksudku kita tunangan dulu gitu, nanti lulus kuliah baru deh kita nikah. Menurut kamu gimana?" tanya Aldi karena ia tak ingin Anabel di rebut oleh orang lain. Mulai hari ini Anabel sudah resmi menjadi kekasihnya dan Aldi ingin mengikat Anabel dengan sebuah pertunangan.
"Baiklah, aku setuju." Ujar Anabel dengan tersenyum.
"Syukurlah, aku senang mendengarnya." Ucap Aldi sambil melirik ke arah Anabel yang pipinya sekarang merona bak tomat hehe.
Ngapain Anabel masih mau terima Ferdy
mending JD janda
ikutin jg bukalah hatimu untukku ya...
ttp smangat.....😘