NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Di Pinggir Kolam dan Rahasia Kelulusan

​Splash!

​Declan langsung melipir ke pinggir kolam, merangkul pinggang Sienna yang masih batuk-batuk kecil akibat sisa bersinnya tadi. Dengan satu sentakan kuat, Declan mengangkat tubuh basah kuyup Sienna untuk duduk di tepi pembatas kolam renang. Pria itu kemudian ikut naik ke permukaan, membiarkan air menetes deras dari kaos oblong hitamnya yang kini mencetak jelas lekuk dada bidangnya.

​Tanpa mengucap sepatah kata pun, Declan melangkah cepat menuju kursi jemur, menyambar selembar handuk kering berukuran besar, lalu kembali untuk membungkus tubuh Sienna dari belakang.

​"Bisa-bisanya lo bersin pas lagi..." Declan menggantung kalimatnya, berdeham canggung seraya menggosok rambut Sienna menggunakan ujung handuk dengan gerakan agak kasar untuk menutupi rasa malunya.

​"Lagi apa? Lagian lo yang gila! Main tarik orang ke air malam-malam!" semprot Sienna, memegangi handuknya erat-erat. Jantungnya masih berdegup ugal-ugalan di dalam rongga dada. Antara dinginnya air kolam dan panasnya ciuman Declan tadi membuat otaknya setengah lumpuh.

​Declan tidak membalas omelan itu. Dia merogoh ponselnya yang tergeletak di meja dekat kolam, menekan tombol panggil cepat ke asisten pribadinya. "Rian. Kirim satu set baju wanita ke apartemen gue sekarang. Ukuran celana 26, baju ukuran S. Jangan pakai lama."

​Setelah mematikan telepon, Declan duduk di sebelah Sienna, meluruskan kakinya yang basah ke dalam air. Keheningan malam kembali menyelimuti mereka, digantikan oleh kecanggungan yang luar biasa pekat setelah pengakuan panas di dalam air tadi.

​Sienna memalingkan wajahnya, melirik Declan dari sudut matanya dengan canggung dan gugup. Namun dasar jiwa cegilnya punya gengsi setinggi langit, dia langsung memasang wajah ketus, pura-pura jual mahal.

​"Lo... lo hobi banget ya nyari kesempatan dalam kesempitan? Tadi siang di ruang ganti, sekarang di kolam. Bibir gue ini bukan tempat latihan akting lo, Declan Bryer!" omel Sienna, sok kesal padahal aslinya dia menikmati kehangatan ciuman itu sampai membuat kakinya lemas.

​Declan meliriknya datar, kembali ke mode kaku andalannya. "Gue gak nyari kesempatan. Kan tadi gue udah bilang, gue gak suka lo dilihatin cowok lain. Itu insting."

​"Insting apa? Posesif lo itu aneh tahu nggak!" Sienna menghentakkan kakinya ke air, membuat riak kecil. "Gue masih bingung sama lo. Kadang lo ketus banget kayak mau ngajak baku hantam, terus tiba-tiba berubah jadi lembut, pas syuting romantis parah, eh di belakang kamera malah meluk-meluk gini. Mau lo apa sih sebenarnya?"

​Declan terdiam cukup lama. Pandangannya lurus menatap air kolam yang berkilau terkena pantulan cahaya lampu. Helaian rambutnya yang basah jatuh menutupi sebagian keningnya, memberikan kesan rapuh yang jarang dia perlihatkan.

​"Besok... bakal ada pasangan baru yang gabung di WGM," ucap Declan perlahan, suaranya terdengar sangat rendah dan berat.

​Sienna menoleh cepat. "Pasangan baru? Siapa? Bukannya rating kita lagi nomor satu ya? Kenapa tim produksi harus masukin orang baru?"

​"Edrick Jasper. Dia bawa Maura Gilbert sebagai pasangannya," jawab Declan, rahangnya mendadak mengeras hanya dengan menyebut nama itu.

​Sienna langsung membeku. Nama Edrick Jasper seolah menjadi tombol otomatis yang memicu memori masa lalunya. "Edrick? Si cowok bermuka dua itu? Ngapain dia ikut-ikutan masuk ke dunia hiburan?"

​Declan menoleh, menatap mata kucing Sienna lekat-lekat, mencoba mencari percikan emosi di sana. "Dia masuk sebagai investor utama WGM demi bisa ikut syuting. Makanya, gue mau lo... kita... harus kerja sama lebih keras lagi dari besok. Di depan kamera, kita harus kelihatan sebagai pasangan paling natural dan saling mencintai, biar penonton gak berpaling ke mereka."

​Declan sengaja menyembunyikan ketakutan terbesarnya. Dia awalnya sangat takut kalau Sienna tahu Edrick hadir, jiwa polos Sienna akan kembali tergoda oleh pesona manipulatif pria itu, mengingat bagaimana dekatnya mereka di masa SMA dulu sebelum semuanya hancur.

​Namun, reaksi Sienna justru di luar dugaan Declan.

​Sienna mendengus kencang, wajah cantiknya yang basah langsung berubah masam dan penuh kekesalan. "Sialan si Edrick! Mau nyari panggung dia? Bagus deh kalau dia gabung, gue bakal bikin dia tahu rasa! Gue bakal bertekad kalahkan rating pasangan mereka sampai tiarap!"

​Declan menaikkan sebelah alisnya, terkejut melihat kobaran api permusuhan di mata Sienna. "Lo... gak seneng dia datang?"

​"Seneng dengkulmu!" gas Sienna cerewet. "Lo pikir gue masih sebodoh zaman SMA dulu apa? Gue udah tahu dari lama kalau dulu Edrick cuma mau mempermainkan gue. Dia deketin gue cuma buat bikin lo emosi karena persaingan keluarga kalian, kan? Gue bukan pajangan taruhan dia lagi, Declan!"

​Mendengar pengakuan jujur dari mulut Sienna, beban berat yang menghimpit dada Declan sejak kemarin malam seolah runtuh seketika. Sudut bibirnya terangkat tipis, membentuk senyuman lega yang teramat tulus. "Oh. Baguslah kalau otak lo udah berkembang sekarang."

​"Heh! Otak gue dari dulu udah pinter ya!" Sienna menyenggol bahu Declan kesal, namun kemudian suaranya perlahan mengecil, berubah melankolis. "Dan... soal masa lalu itu... sebenarnya ada yang mau gue jelasin ke lo dari dulu, Dec."

​Declan menahan napasnya, menatap profil samping wajah Sienna yang menunduk dalam, meremas ujung handuk wolnya.

​"Soal hari perpisahan kelulusan sekolah dulu..." Sienna menjeda kalimatnya, matanya mulai berkaca-kaca terkena angin malam. "Gue terpaksa gak datang ke rooftop bioskop tua tempat kita janjian, bukan karena gue milih pergi merayakan kelulusan sama Edrick kayak yang lo tuduhin waktu itu."

​"Terus kenapa lo gak datang? Gue nungguin lo sampai hujan turun, Sienna," bisik Declan parau, luka lama itu kembali berdenyut.

​"Karena malam itu... rumah gue hancur, Declan," ucap Sienna dengan suara bergetar menahan tangis. "Bokap sama nyokap gue berantem hebat sampai ada ancaman senjata dari musuh bokap gue. Situasinya pelik banget sampai gue dikurung di dalam bungker rumah demi keselamatan gue. Ponsel gue disita. Gue gak bisa hubungin lo sama sekali malam itu."

​Sienna menghapus air mata yang lolos di pipinya dengan kasar. "Pas besoknya gue bisa keluar, lo udah berangkat ke Italia tanpa mau denger penjelasan gue. Lo langsung blokir semua kontak gue. Lo pikir gue khianatin lo... padahal malam itu gue hampir mati ketakutan sendirian."

​Declan terpaku di tempatnya duduk. Seluruh tubuhnya mendadak kaku mendengar kenyataan yang sesungguhnya. Selama bertahun-tahun ini, dia hidup dalam dendam dan rasa sakit karena mengira Sienna mencampakkannya di malam kelulusan demi Edrick. Dia tidak pernah tahu kalau di malam yang sama, Sienna sedang bertaruh nyawa di dalam kegelapan yang memicu traumanya sampai sekarang.

​"Sienna... gue..." Declan kehilangan kata-kata. Penyesalan yang luar biasa besar menghantam dadanya telak.

​"Udah ah, gak usah dibahas! Gengsi gue turun kalau nangis di depan lo!" Sienna buru-buru berdiri dari pinggir kolam, mencoba berjalan menjauh dengan tubuh yang masih terbungkus handuk untuk menyembunyikan wajah malunya.

​Namun, Declan yang sudah dipenuhi rasa bersalah dan emosi yang meluap tidak membiarkan cewek itu pergi begitu saja. Declan ikut berdiri, melangkah cepat, lalu menarik pergelangan tangan Sienna hingga tubuh basah cewek itu kembali berbenturan erat dengan dada bidangnya.

​Declan mendekap kepala Sienna di dadanya, memeluk cewek itu dengan sangat erat seolah takut Sienna akan menghilang lagi jika dia melepaskannya. "Maaf... maafin gue yang pecundang karena langsung kabur waktu itu, Sienna."

​Sienna terdiam di dalam dekapan hangat Declan, mendengarkan detak jantung pria itu yang berdegup sangat kencang penuh penyesalan. "Lepas, Declan... gue gak bisa napas..." cicit Sienna, walau tangannya tanpa sadar ikut meremas kaos belakang Declan.

​Declan melonggarkan pelukannya sedikit, menundukkan kepalanya untuk menatap langsung ke dalam mata kucing Sienna yang basah karena air mata. Rasa posesif dan keinginan untuk melindungi cewek ini dari Edrick besok kini berubah menjadi mutlak. Declan menunduk, kembali meraup bibir ranum Sienna dengan ciuman yang jauh lebih dalam, lembut, dan penuh dengan permohonan maaf yang teramat intens.

​Sienna memejamkan matanya, kali ini tidak menolak dan membiarkan Declan menyesap bibirnya dengan kehangatan yang merambat ke seluruh tubuhnya, mengusir dinginnya angin malam apartemen. Ciuman mereka semakin memanas dan intim di bawah pendar cahaya bulan...

​"Hancung! Uh... hancung! Declan, lo... hancung!"

​Sienna mendadak mendorong dada Declan kuat-kuat, lalu bersin berturut-turut tepat di depan dada pria itu untuk kedua kalinya malam ini karena tubuhnya benar-benar tidak kuat menahan dingin setelah emosi yang terkuras.

​Declan membeku di tempat dengan posisi bibir yang masih sedikit mengerucut, menatap kaos hitamnya yang kini kembali terkena cipratan bersin Sienna. Pria tsundere itu mengembuskan napas panjang, meremas pangkal hidungnya dengan sangat frustrasi.

​"Sienna Rose... pesona romantis gue bener-bener gak ada harganya di depan penyakit flu lo itu!" omel Declan ketus dengan wajah masam, membuat Sienna langsung menjulurkan lidahnya mengejek meski wajahnya sendiri sudah merah padam menahan malu. Batai besok akan tiba, namun kesalahpahaman masa lalu mereka malam ini akhirnya telah selesai.

1
Aidil Kenzie Zie
kalau nggak pengen diliatin sama cowok lain y harus go public donk Dec🥰🥰 hubungan kalian jadi mereka paham
Ariska Kamisa: susah ya kak mereka ini 🤭🤣
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Baca marathon akhirnya End juga... 👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Oowhh bukan Satria Toh pelaku utamanya.. padahal sudah nuduh Dia tad tapi ternyata Asisten dan Agensi lain.i.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Feeling Aku sih pelakunya si Satria, apa lagi tadi terlambat masuk pas yang lain sudah ngumpul dan semua petunjuk mengarah ke dia karna sejak awal dia ga suka denganDeclan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor kenapa panggilan Declan sama Siena masih pake Lo Gue... padahal kan udah nikah, di kirain bakal di ganti Aku Kamu lebih mending enak di denger halus.🙏

Atau sekalian saja pake sebutan Sayang, Honey biar lebih romantis.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Siena protes mulu perasaan, sekali² bales lah Dec biar Dia ga ngerasa di cintai dan di posesifin terus sama kamu makanya ga tau rasanya Cemburu.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Coba bales aja Dec kamu deketin perempuan lain dengan ngobrol boasa di depan Siena, tar lihat gimana reaksinya bakal tetep cuek apa cemburu... biar Dia ngerasain juga kalau cemburu rasanya gimana.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
terus apa kabar dengan kedua musuh Siena Declan... niihh, ga kedengeran si Edrick dan si Maura kemana plus gimana kehidupannya.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm... Good para Orang Tua gercep.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah Bapaknya Siena Ketua mafia tapi kenapa bisa kecolongan hanya karna seorang Maura yang ga punya kekuatan apa²... emang yang ngasih info Siena jatuh ke jurang cuma liatin aja tah tapi ga gercep instingnya sebagai pengawas bayangan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya sih, Harab Maklum karna pengawal bayangan juga manusia ada lengahnya.🤭🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah gitu kek jujur awal mula masalah kalian jadi sedikit lebih ringan kan jadinya dengan hubungan kalian... teruuusss sekarang ga harus Akting yerlalu di buat² lagi karna bisa dengan natural aja pasti lebih bisa buat ngalahin tuh si Edrick dengan Maura.
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mudah²an komflik di dalam ceritanya ga berat² alnya Aku suka males kalau ujung² musuh yang lebih bahagia dan bikin esmosii.🤣✌️🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Awas saja tar kena Aku seruduk lho Thor kalau kepalaku sudah berasap.🤣🤣🤣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau kamu takut Siena terluka lagi harusnya kasih tau biar bisa nyari jalan keluar dan hadepin bareng² atau siaga Declan beda lagi kalau dia ga tau malah masalahnya lebih ruwet... Dan Siena kalau kamu mau masuk dalam kehidupan Declan dan ngerasa perlu atau bersedia buat jadi pendengarnya harus usahakan cara bicaramu pada tempatnya dulu bukan dengan marah² dan ketus karna yanga ada Declan ga bakal buka suara sedang kamu saja ga bisa ambil kepercayaannya dengan sikapmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Iiiihhh autor sampe soal pribadi di ajuin juga, depan umum lagi banyak yang liat.🫣

Perlu sapu ga Thor buat bantu bersihinnya biar ga Ngeres kemana².😁✌️
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hah... Siena padahal.kamu sendiri yang duluan sok²an jual mahal semua di sangkut pautin dengan Akting dan giliran di balas ketus sama Declan malah ngerasa jadi korban karna terluka sama jawabannya... hadeuuhh makanya kalau jangan sok jual, gaya mahal seolah ga butuh bantuan dia dan nuduh buruk mending diem saja.

Komunikasikan juga sama Declan tentang kesalahan mu dulu kalau memang kamu salah jangan gengsi di gedein.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sanfok dengan kata HANCUNG itu suara bersih atau apa Thor.🤔

karna biasanya yang Aku sering denger dan lumrah bunyinya HATCIIHHH.🤭✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Oowwhh .. untung Aku ga sampe salfok sama dengan HANGC*T... Thor ya Ampuunn.🤣🤣🤣✌️🫣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkwkk Kenapa ga di komunikasikan biar jelas kesalah pahaman dulu mungkin bisa terbuka dan ga bikin kalian menjauh lagi dengan batasan.🤭🤭

Tapi ngomong² siapa nih Edrick.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jangan marah² mulu Dec tar darah tinggi kan repot... harusnya di sayang² kek.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah kalau cinta ngapain di tutupin pake benci segala... mending di ungkapin aja Declan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya jadi pengen di getok biar Tunjukin aja langsung tanpa harus sembunyiin lagi.😁😁
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
baru Mampir bab awal sudah berantem... moga² mah ga bikin darting, Maaf Thor bercanda.😁✌️
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!