Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12
pagi ini Nara dan Rigel sengaja bangun siang, karena hari minggu, namun tidur Nara terganggu akibat suara dering ponselnya terus berbunyi mengganggu tidur nyenyaknya,
Nara segera mengakat panggilan telefon tersebut.
belum sempat Nara membuka mulutnya, ia mendengar suara Rini mengatakan jika dia sudah menunggu dikantor,
" apa-apaan si Rin, ini hari minggu lho, gak ada kantor buka, masa iya hari libur-libur begini disuruh berangkat kekantor" serunya saat Nara sudah mulai sadar dari bangun tidurnya
" mana aku tau Ra, ini kan langsung perintah dari pak Regan, "
"kalau aku kekantor, gimana dengan putraku Rin " ucap Nara melirik putranya yang masih tidur nyenyak di sampingnya.
" kamu tidak usah mikirin putramu dulu ya, kebetulan sekali Mas Aditya lagi gk ada kegiatan, jadi biar dia aja hari ini yang jaga Rigel, "
" apa tidak apa, takutnya Aditya kerepotan, "
" tidak papa Ra, tadi aku udah ngasih tau, mungkin sekarang lagi dalam perjalanan "
"baik lah, Terima kasih ya Rin"
Nara dan Rigel sudah bersiap untuk segera berangkat, saat keluar ternyata didepan rumah sudah ada Aditya yang menunggu ,
" om Aditya " seru Rigel
Aditya yang masih didalam mobil segera turun melihat kedatangan Rigel,
" hay boy, ganteng sekali kamu, yu sudah siap pergi bareng om"
"Ra Rigel aku bawah ya, tenang saja aku akan menjaganya dengan sepenuh hati, aku juga mau mengenalkan dia ke sepupu aku, kebetulan dia baru saja pulang dari luar kota, " ucap Aditya menatap Nara
Nara mengangguk, ia percaya kepada Aditya, bagaimana juga Aditya adalah calon suami Rini,
jadi dia harus percaya, apa lagi ini bukan pertama kalinya Rigel pergi bersama Aditya,
" baik, Terima kasih sudah mau aku repotin"
Aditya hanya tersenyum dan masuk kedalam mobil, mobil Aditya melaju pelan meninggalkan Nara,
...****************...
Sampai di kantornya Nara mengernyit keningnya melihat suasana kantor yang sepi, hanya ada beberapa orang yang berlalu.
" ini gimana, katanya disuruh ke kantor, ko sepi ya"
Nara segera melangkah cepat menuju lantai 8 dimana ruang kerjanya berada.
sampai di ruang kerjanya, lagi lagi Nara dibuat ternganga oleh suasana ruangan yang kosong melompong tak ada satu orang pun yang hadir membuat Naras semakin bingung dan segera mencari ponsel untuk menghubungi Rini,
"Rini , kamu lagi nggak ngerjain aku kan, ?
" ya ampun ngapain aku ngerjain kamu Ra, kurang kerjaan amat, Rini tertawa renyah.
" kata pak Regan kamu hari menangani proyek yang sempet gagal, fan kamu yang disuruh ngelanjutin, kata pak Regan lima hari lagi sudah harus di presentasi kan lho, makanya sekarang kamu disuruh mengerjakan alias lembur"
mendengar penjelasan dari Rini, Nara langsung menduduki kursinya dengan kasar,menadakan jika ia kesal,
" heran banget deh nih si bos, kagak ada hari lain apa, kenapa harus hari ini juga, ganggu waktu bareng anak aja " rutuknya.
" sabar Ra, demi bonus besar, " ledeknya Rini.
...****************...
di sisi lain tepatnya di posisi Aditya dan Rigel,
sebuah mobil baru saja memasuki pekarangan rumah yang luas mobil tersebut berhenti di depan yang tak lain adalah Regan ia segera turun dari mobil mencari ibunya yang menyuruh segera pulang padahal rekan masih ingin pergi ke kantor menemui Nara,
" nah tuh anaknya sudah datang dit " ucap Mama Regan menunjuk ke arah pintu saat Regan masuk.
" Adit" sapa Regan yang baru saja masuk ikut bergabung
Aditya dan Regan saling beradu tos sebelum berpelukan, namun Regan seger memicingkan matanya saat tanpa sengaja melihat bocah kecil yang sangat familiar baginya,
" lu kenal sama nih bocah dit,?
Aditya segera melihat Rigel yang tengah bermain robot Dino di sofa yang tak kalah terkejut saat melihat Regan berada didepan nya.
" bukan, Dia anak Sahabat Kekasihku" sahutnya
" om galak, ngapain kesini,?
" Rigel kenal sama om ini,? tanya mama Regan
Rigel menggeleng, " tidak Oma cuma aku tahu kalau dia itu pas barunya Bunda, dia galak Oma suka marah-marah sama Bunda" adu Rigel
Mama Regan dan Aditya saling berpandangan
" bener itu kan kamu suka marah-marah sama bawahan kamu, ?
" gak, " jawab singkat Regan
kedatangan Aditya Bukan Tanpa Tujuan, saat ia mendengar bahwa sepupunya pulang dari luar kota yang telah menggantikan posisi Papahnya Aditya berniat untuk melakukan kerjasama antara perusahaan, Aditya mengira Jika waktu weekend seperti ini Regan berada di rumah tak tahunya ia pergi ke kantor meski belum sampai di kantor sudah disuruh pulang oleh ibu negara.
...****************...
saat ini Mama Regan sedang Menyiapkan makan siang dibantu para pelayan di rumahnya, Aditya yang sibuk melakukan video call bersama kekasihnya sedangkan Rigel dan Regen masih stay di ruang tengah sambil menonton acara kartun kesukaan bocah kecil tersebut,
jika dilihat-lihat lebih jelas dan lebih dekat atau lebih diamati mereka berdua Rigel dan Regan
sekilas mirip tapi lebih mirip ke wajah Nara,
" kamu nggak mau pulang Eh bocah? " tanya Regan tiba-tiba
Rigel yang masih fokus pada layar televisi yang menyala segera menoleh ke arah Regan.
" tidak om, Lagian Bunda lagi kelja"
" tapi kan ada Ayah kamu di rumah yang bisa jagain kamu Memangnya Ayah kamu ke mana lagi sakit atau kerja juga Makanya nggak bisa jagain kamu?
lagi lagi Rigel menggeleng kepalanya,
" tidak Om Kata Bunda Ayah juga kelja, tapi keljanya jauh jadi gk pulang pulang om, ampas tahu nggak di mana Ayah ligel kelja, Ligel pengen ketemu ayah om. kini wajah yang tadinya datar sekarang berubah sebelum raut wajah sedih dapat Regan tangkap, Apakah Rigel merindukan seseorang ayah, Sebenarnya apa yang terjadi dengan Nara setiap kali aku tanya tentang suaminya dia tidak pernah menjawab bahkan selalu mengalihkan pembicaraan,
" Om tidak tahu tapi kamu tahu nggak nama ayah kamu siapa? kalau kamu tahu nanti Om bantuin kamu cari Ayah kamu biar bisa ketemu sama Ayah kamu"
Rigel menggeleng pelan, tidak tau, om Bunda tidak pernah cerita dan tidak pernah memberitahu Seperti apa Ayah dan tidak memberitahu Siapa nama ayah, apa Ayah ligel sudah meninggal ya,,?
kata temen ligel kalau ayah tidak pulang-pulang itu artinya Ayah sudah meninggal"celotehan Rigel polos
Regan membuang nafas beratnya, dirinya harus segera mempertanyakan di mana Ayah Rigel berada, jujur dalam relung hatinya dia juga ikut merasa sedih saat Rigel mengatakan merindukan sosok ayah dalam hidupnya tetapi jika apa yang dikatakan begal benar ayahnya telah meninggal kasihan sekali bocah ini.