Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.
Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Pemahaman Hati Dao
Kapal Bayangan Naga membelah badai salju Benua Utara dengan kecepatan yang jauh lebih lambat dari biasanya. Bukan karena Formasi Siluman Bayangan kehilangan dayanya, melainkan karena Hukum Dao di udara Benua Utara sangatlah padat dan dipenuhi Niat Pembekuan. Setiap kali haluan kapal menembus udara, terdengar suara retakan es, seolah ruang itu sendiri telah membeku.
Di anjungan kapal, Gu Tianxue mondar-mandir tanpa henti. Wajahnya yang biasa sedingin es kini memancarkan kerutan kecemasan. Setiap detik yang berlalu terasa seperti ribuan tahun baginya. Nyawa Patriark dan faksi loyalis klannya sedang menghitung jam menuju eksekusi siang nanti.
Melihat bawahannya yang tidak tenang, Zhao Xuan yang sedang duduk bersila sambil memejamkan mata perlahan membuka suaranya.
"Tianxue. Berhenti melangkah. Kau merusak arus angin di sekitarmu," tegur Zhao Xuan, suaranya tenang namun membawa beban yang membuat jiwa pendengarnya bergetar.
Gu Tianxue terhenti. Ia langsung berlutut satu kaki. "Maafkan saya, Tuan. Hati saya tidak bisa tenang membayangkan penghianatan mereka."
Zhao Xuan perlahan membuka matanya. Ia mengambil cangkir teh spiritual yang diseduh oleh Jian Zui, menatap kepulan asap hangat yang berjuang melawan hawa dingin di sekitarnya.
"Kultivasi menentang surga bukanlah tentang seberapa cepat kau mengayunkan pedang, melainkan seberapa dalam kau memahami mengapa kau mengayunkannya," ucap Zhao Xuan pelan, menuangkan filosofi kuno ke dalam benak Gu Tianxue. "Klan Iblis Darah menggunakan pengorbanan darah untuk mempercepat kultivasi mereka. Mereka meminjam kekuatan luar untuk memaksakan terobosan. Itu adalah jalan yang sesat. Dao yang sejati menyerupai bongkahan es abadi di luar sana: terbentuk ribuan tahun dalam kesunyian, tidak tergoyahkan oleh api, dan memotong tanpa perlu pamer ketajaman."
Zhao Xuan meletakkan cangkirnya. "Semakin tajam bilah pedangmu, seharusnya semakin tenang sarungnya. Jika Hati Dao mu kacau oleh kecemasan dan amarah yang meledak-ledak, kau tidak sedang mengendalikan Niat Iblis mu... Niat itulah yang sedang mengendalikanmu. Ketenangan adalah bentuk kekuatan yang paling tinggi."
Mendengar kata-kata itu, tubuh Gu Tianxue bergetar. Keringat dingin menetes di dahinya, bukan karena hawa dingin, melainkan karena pencerahan. Ia sadar, sejak mendengar kabar klannya, Qi di Dantiannya menjadi liar. Jika ia bertarung dalam kondisi ini, seorang lawan yang lebih lemah pun bisa menemukan celah fatalnya.
"Terima kasih atas petunjuk Tuan. Tianxue mengerti," ia kembali duduk bersila, mulai menekan fluktuasi emosinya dan menyelaraskan napasnya dengan embusan badai salju.
Namun, pelajaran ketenangan itu harus segera diuji oleh realitas yang berdarah.
BZZZZZZT... KRAAAAK!
Kapal Bayangan Naga tiba-tiba menabrak sebuah dinding energi tak kasat mata di tengah badai, membuat kapal itu terguncang hebat hingga berhenti total di udara!
"Formasi Penyergap?!" Jian Zui mengerutkan kening, langsung menarik kemudi untuk menstabilkan kapal.
Dari balik tirai badai salju yang lebat, belasan pilar es berwarna merah darah tiba-tiba menjulang dari bawah tanah, membentuk susunan formasi heksagram raksasa yang mengurung kapal mereka. Bau darah segar langsung menyapu udara dingin.
"Susunan Pengunci Surga Embun Darah."
Suara serak dan dipenuhi Niat Pembunuhan bergema dari segala arah. Di ujung salah satu pilar darah tersebut, berdiri sesosok pria kurus mengenakan jubah merah tua. Kulitnya pucat pasi, namun matanya semerah rubi. Fluktuasi auranya sangat stabil dan menekan, menandakan bahwa ia adalah seorang ahli ranah God King Awal!
Di belakangnya, muncul dua puluh pembunuh elit ranah Nirvana Puncak dari Klan Iblis Darah, mengelilingi kapal bagaikan kawanan serigala yang kelaparan.
"Sisa-sisa Iblis Malam yang membantai pasukan kami di Pelabuhan Tulang Beku," pria berjubah merah itu menyeringai, memperlihatkan taring runcingnya. "Aku adalah Xue Wuya, Komandan Garda Depan Iblis Darah. Penatua Agung kalian telah memprediksi akan ada tikus yang mencoba datang menyelamatkan Benteng Puncak Gerhana. Sayangnya, perjalanan kalian berakhir di sini."
Long Chen yang baru saja terbangun dari tidurnya langsung mencabut tombaknya. "Ha! Cacing merah ini berani memblokir jalan Naga? Bos, biar aku yang menembus dadanya!"
Namun, Zhao Xuan mengangkat tangannya, menghentikan Long Chen. Sang Tiran tetap duduk di kursinya, matanya beralih ke arah Jian Zui dan Gu Tianxue.
"Aku bisa meratakan tempat ini dalam satu kedipan mata," ucap Zhao Xuan datar. "Tapi kekuatan yang diberikan secara instan akan melunakkan tulang kalian. Jian Zui, Tianxue. Ini adalah penghalang kalian. Selesaikan."
Jian Zui mencabut ranting kayunya, Niat Pedangnya menyala terang. "Dimengerti, Tuan!"
Gu Tianxue berdiri. Hati Dao-nya kini tenang bagaikan air kolam yang membeku. Tidak ada kemarahan yang meluap-luap, hanya niat membunuh yang murni dan presisi. "Tianxue tidak akan mengecewakan Tuan."
Kedua orang itu melesat keluar dari pelindung kapal, langsung menghadapi Xue Wuya dan dua puluh elitnya.
Xue Wuya tertawa meremehkan. "Seorang tua bangka yang sakit-sakitan dan seorang bocah Setengah Langkah God King? Terlalu sombong!"
"Teknik Darah Kuno: Lautan Pembeku Tulang!"
Xue Wuya mengayunkan tangannya. Dua puluh elit di belakangnya mengorbankan sebagian esensi darah mereka, menyalurkannya ke dalam formasi. Seketika, badai salju di sekitar mereka berubah menjadi pusaran jarum-jarum es berwarna merah darah. Setiap jarum mengandung racun korosi yang bisa melelehkan pertahanan Niat Dao.
Pertarungan tidak berlangsung singkat. Di tingkat God King, setiap serangan melibatkan manipulasi Hukum Alam Semesta.
Jian Zui menebas ke depan. Teknik Pedang Ilusi Angin Musim Gugur miliknya menciptakan ribuan tiruan pedang angin yang mencoba menghalau badai jarum darah itu.
TRANG! TRANG! TRANG!
Bentrokan terjadi hingga ratusan kali dalam satu kedipan mata. Jarum-jarum darah itu hancur, namun segera terbentuk kembali dari kabut darah yang ditinggalkan oleh susunan pilar. Kekuatan pemulihan Klan Iblis Darah sangatlah ulet dan menjengkelkan.
"Pak Tua, pedangmu tajam, tapi kau tidak bisa memotong darah yang tidak memiliki bentuk mutlak!" ejek Xue Wuya, tubuhnya tiba-tiba melebur menjadi kabut darah, menghindari tebasan horizontal Jian Zui, lalu bermanifestasi tepat di sisi kiri sang Master Pedang.
Cakar darah Xue Wuya mengarah lurus ke leher Jian Zui!
TANG!
Tepat sebelum cakar itu menyentuh kulit Jian Zui, sebuah pedang bergerigi hitam menahannya dari dalam bayangan Xue Wuya sendiri.
Gu Tianxue muncul. Alih-alih membalas serangan secara membabi buta, mata hitam legamnya mengamati aliran Qi musuh dengan ketenangan yang baru saja ia pelajari dari Zhao Xuan.
"Darah tidak memiliki bentuk, tetapi bayangan selalu mengikuti materi," gumam Gu Tianxue.
"Teknik Iblis Malam: Rantai Pengikat."
Bayangan dari pilar-pilar darah di bawah mereka tiba-tiba hidup. Rantai-rantai gelap melesat ke atas, tidak menyerang fisik Xue Wuya, melainkan mengikat Bayangan dari Komandan Iblis Darah itu!
"Hah?! Hukum Bayangan yang mengunci jiwa?!" Xue Wuya terkejut saat tubuh aslinya tiba-tiba terasa kaku, tidak mampu lagi melebur menjadi kabut darah. Saat bayangannya terikat, fisiknya pun terpaksa mengambil bentuk padat.
"Sekarang, Jian Zui!" teriak Gu Tianxue.
Jian Zui tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia memusatkan seluruh Qi God King Puncak nya ke ujung ranting kayunya.
"Kau salah, Iblis Merah. Pedang sejati memotong Hukum Dao itu sendiri!"
Jian Zui melesat menembus udara, mengabaikan luka gores dari jarum-jarum darah yang menyayat jubah dan kulit tuanya. Ia mengambil risiko menerima pukulan demi memberikan serangan fatal.
ZRAAAAAAASH!
Sebuah garis lurus berwarna perak membelah langit utara yang mendung. Tebasan itu tidak hanya memotong tubuh padat Xue Wuya yang terkunci, tetapi juga membelah susunan inti dari Formasi Pengunci Surga Embun Darah menjadi dua bagian yang simetris!
"A-AARRGGGH!"
Xue Wuya menjerit keras. Tubuhnya terpotong dari bahu kiri ke pinggang kanan. Darah kental menyembur, namun karena Hukum Pedang Jian Zui telah menghancurkan Inti Dewa-nya, kemampuan regenerasi Iblis Darahnya tidak lagi bekerja.
Dua puluh elit Iblis Darah yang menyokong formasi tersebut ikut memuntahkan darah, terkena serangan balik dari hancurnya pilar formasi.
Tanpa membuang waktu, Gu Tianxue melesat. Tiga ratus pergantian jurus terjadi dalam keheningan badai. Satu per satu elit Nirvana Puncak itu ditebas dengan presisi mutlak. Tidak ada gerakan ekstra. Setiap ayunan pedang Gu Tianxue adalah eksekusi yang tenang dan terukur, mencerminkan Hati Dao nya yang telah berevolusi.
Lima menit kemudian, pertarungan yang sengit dan memeras tenaga itu berakhir.
Jian Zui terengah-engah, menyeka darah dari sudut bibirnya akibat beberapa jarum es yang berhasil menembus pertahanannya. Gu Tianxue berdiri di tengah mayat-mayat Iblis Darah, menyarungkan pedangnya dengan tenang.
Pertarungan melawan musuh dengan ranah yang setara atau sedikit di atas mereka tidaklah pernah mudah. Diperlukan strategi, pengorbanan, dan keselarasan antar rekan. Kemenangan ini bukanlah keajaiban lansung, melainkan hasil dari kultivasi berdarah.
Zhao Xuan, yang sedari tadi menonton sambil menghabiskan tehnya, akhirnya mengangguk pelan.
"Bagus," puji Zhao Xuan singkat. "Pisau kalian mulai terasah. Pengalaman dari pertarungan ini akan memadatkan fondasi kalian jauh melebihi pil tingkat dewa manapun."
Gu Tianxue dan Jian Zui kembali ke kapal, membungkuk hormat. Meskipun mereka kelelahan, Dantian mereka beresonansi dengan Hukum Alam Semesta dengan jauh lebih murni dari sebelumnya.
"Formasi telah hancur. Kita melanjutkan perjalanan," kata Zhao Xuan.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️