NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Suami Kejam

Jeratan Cinta Suami Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:962
Nilai: 5
Nama Author: Siti Fatimah

"Ini apa maksudnya? Bisa jelaskan padaku ...aku mohon!"

"Hari ini akan diadakan acara pernikahanmu sayang dan Tuan 💙 lah yang akan membeli sekaligus bersedia meminangmu menjadi Istrinya. Bersiaplah! Ini demi kebaikan kamu."

Bagai diterpa badai di siang bolong. Alih-alih mendapatkan kesempatan untuk bahagia, ia malah dijerumuskan dalam lembah jurang yang sangat dalam oleh Papa kandungnya sendiri, tak percaya dan mengharapkan semua ini hanyalah mimpi namun nyatanya yang terjadi sungguhlah nyata.

"Usap air mata kamu! Kamu lupa tinggal menghitung menit ijab kabul akan segera dilaksanakan, jadi berhentilah menangis!" perintah Papanya tanpa memikirkan kehancuran sang Putri.

"Kenapa Papa setega ini sama Cantika? Kenapa Papa tidak membiarkan Cantika untuk mati daripada harus menikah dengan pria itu, dia pria yang sama sekali tidak Cantika kenal. Bahkan pria itu sudah memiliki istri! Kenapa Papa membiarkan semua ini terjadi, kenapa Pa?" tegas Cantika dengan menangis semakin menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 [ Firasat Apakah itu? ]

"Kamu sudah gila! Apa hidupmu tidaklah berarti sampai-sampai kamu ingin mengakhiri dengan cara terbodoh seperti ini... Kamu sudah gila!"

"Kenapa... Kenapa kamu harus menolongku... Kenapa kamu tidak membiarkan aku untuk mati! Aku sudah bosan hidup! Apa untungnya aku hidup jika tak ada satupun yang peduli padaku... Apa untungnya aku hidup! Aku sudah bosan! Aku ingin ikut Mama... Aku ingin ikut dengannya... Aku...."

Tak mampu meluapkan semua rasa sakit yang dialami, Lelaki yang sedari tadi hanya mematung mendengar curhatannya itupun hanya diam tak berkutik, ia dengan lapang dada mempersilahkan dadanya sebagai penopang dan sandaran Cantika... Namun.

"Hei, bangun! Hei!"

Kesadaran Cantika menghilang, tak berfikir lama Lelaki memiliki nama Kean Abi Pratama Putra itupun sigap mengangkat tubuh Cantika, lalu memasukannya ke mobil.

Beberapa Menit Kemudian

Disalah satu rumah mewah yang ditempati Kean, langkah kaki Kean membawa tubuh Cantika masuk, baru sampai diambang ruang tamu kedua orang tuanya bergegas menghampiri ketika melihat sang Putra mengendong seorang gadis.

"Sayang... Siapa yang kamu bawa? Apa yang terjadi dengan gadis ini?" Kyara- Mama dari Kean menanyakan kejelasan.

"Lebih baik kamu bawa masuk kekamar,"titah Kennan- Papanya.

Tubuh Cantika direbahkan diatas ranjang, Kyara mempersilahkan suami dan Putranya untuk keluar terlebih dahulu.

Didalam ruangan hanya ada Kyara dan Cantika, Kyara mencoba menyadarkan mengunakan minyak kayu putih, sambil menunggu kesadaran Cantika, dipandang dan diperhatikan dalam-dalam entah kenapa hati Kyara begitu sangat tersentuh, ia memegang hatinya sendiri ada sesuatu yang aneh, seperti ada magnet yang mampu merekatkan keduanya dan tak ingin hilang dari pandangan Gadis yang baru saja ia temui ini.

"Perasaan apakah ini? Seandainya Putriku masih hidup mungkin dia sepantaran usia gadis ini... Mama sangat rindu sama kamu milli... Mama sangat rindu."

Air matanya berjatuhan, kesadaran Cantika menunjukkan tanda-tanda, satu kata keluar dari mulut Cantika membelalakkan Wanita disampingnya.

"Mama!"

Bagai ada magnet kata-kata itu mampu meluluhkan hati Kyara dalam sekejap mata, mata cantik Cantika terbuka perlahan, menatap langitan dinding kamar, menatap wajah seseorang yang telah menemaninya bergegas Cantika bangun.

"Ini... Ini dimana?" Cantika gugup, Kyara membelai wajah cantik Cantika.

"Sayang... Kamu janganlah takut Tante bukan orang jahat, kamu aman... Putra Tante membawamu kesini tadi kamu pingsan."

Teringat kejadian terakhir kali Cantika akhirnya mengingatnya.

"Baiklah kamu istirahatlah sebentar Tante mau ngomong sama Putra Tante, sekali lagi kami bukan orang jahat, kamu aman disini jadi janganlah takut, Tante keluar sebentar."

"Baik Tante sekali lagi terima kasih."

Kyara keluar dari ruangan ini dan membiarkan Cantika didalam seorang diri, keluarnya Kyara, ia sudah disambut Suami dan Putranya.

"Katakan, siapa gadis itu? Apa pula kejadian awalnya kenapa dia bisa jatuh pingsan kamu tidak lagi berbuat jahat kan padanya?"

"Mama janganlah berpikiran yang aneh, aku sama sekali tidak ada niat jahat, aku malah menolongnya disaat ia memutuskan akan bunuh diri."

"Bunuh diri?"

"Iya, aku memergoki dia akan melakukan bunuh diri di jembatan, beruntung aku datang tepat waktu jadi kejadiaan itu bisa aku cegah. Apa dia sudah sadar?"

"Alhamdulillah dia sudah sadar, tapi sepertinya dia masih belum berani bercerita kita tunggu beberapa menit lagi."

"Tapi permasalahan apa yang membuat jiwanya jadi runtuh dan patah semangat seperti itu? Dia masih muda... Masih banyak impian dan cita-cita yang harus ia gapai, tapi kenapa malah memilih mengakhiri hidupnya?"

"Ada sebab pasti ada akibat, dia bertindak nekat mungkin dia tak memiliki tempat untuk curhat dan mencurahkan semua kesedihannya, tapi...."

"Tapi, kenapa sayang?"

"Entah kenapa aku ketika disampingnya hatiku merasa tenang? Ini aneh, bahkan ini baru pertemuan pertama aku dengan gadis ini?"

"Itu mungkin hanya perasaan kamu, belum lagi umur gadis itu sepantaran dengan usia Putri kita jika ia masih hidup, kamu masih belum menerima kepergiannya hal itulah yang menjadi alasannya,"ujar Kennan menenangkan sang Istri.

BERSAMBUNG

1
Siti Fatimah
Maaf, bab 14 masih belum lulus review dari semalam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!