NovelToon NovelToon
Kita Yang Hampir Lengkap (Half-Blooded Love)

Kita Yang Hampir Lengkap (Half-Blooded Love)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:438
Nilai: 5
Nama Author: S.Lioré

Aluna tidak pernah menyangka—surat cinta iseng yang ia selipkan di loker Bintang, kapten basket sekolah, justru dibalas.

Dari sekadar pengagum, ia berubah menjadi seseorang yang berdiri di sisi lelaki itu.

Tapi kebahagiaan itu tidak pernah sederhana.

Saat seseorang masuk di antara mereka, Aluna dihadapkan pada pilihan yang perlahan menghancurkan dirinya sendiri.

Bertahan… atau melepaskan?

Karena tanpa ia sadari, cinta yang ia perjuangkan justru mengubahnya menjadi seseorang yang tidak lagi ia kenal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Lioré, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Biar Atap Menjadi Saksi

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

 Aluna sedang duduk sendiri di atap sekolah. Beberapa kali dia mengarahkan telepon genggam ke telinga kiri maupun kanan dengan gelisah. Sampai percobaan yang ke-sepuluh, akhirnya dia menyerah. Ia hanya berusaha untuk menghubungi sahabatnya—Alea—yang hari ini kembali absen untuk mengisi jadwal kehadiran. Tidak ada kabar, baik telepon atau pun pesan singkat, semuanya belum terjawab.

 Aluna sangat membutuhkan kehadiran sosok itu sekarang.

 Ialah, rasa cemas yang telah membuat gadis berambut panjang hitam legam itu dalam kondisi yang demikian.

 “Tuhan, aku harus gimana?” gumamnya dengan lesu.

 Dia merasa hilang arah dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia ingin sekali menangis kala mendapati dirinya harus mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.

 Kepala Aluna bangkit begitu mendengar namanya dipanggil. Ia tercekat, kemudian salah tingkah.

 “A-apa yang kamu lakukan disini?” herannya setelah panik pada presensi siswa yang sudah berdiri tidak jauh di belakangnya bersama senyum lebar. Dengan tangan kanannya sebuah kantong plastik berukuran sedang ia jinjing.

 Tanpa menjawab, dia mendekati Aluna. Duduk berjarak dari Aluna dan meletakkan bawaannya di antara mereka. Aluna berhasil dibuat tercengang ketika pendatang itu mengeluarkan benda dari kantong plastik itu yang ternyata dua kotak makan beserta dua gelas plastik minuman yang diantaranya favorit Aluna.

 “Bintang? A-apa yang kamu lakukan?”

 Bintang menoleh sekilas sebelum membuka tutup satu kotak makanan tersebut. Kemudian dia menjawab, “Makan siang. Ini buat lo. Dua hari lalu, gue lihat lo makan ini. Nggak tahu benar atau nggak, tapi gue harap gue nggak salah.”

 Satu porsi makanan dipindahkan ke tangan Aluna dan berhasil membekukannya.

 “T-tapi, Bin …, kenapa kamu—”

 “Shhh! Kita makan dulu, ya. Nanti kita baru bahas soal ini.”

 Hangatnya senyum Bintang pun tatapan nan menenangkan dengan mudah menyihir rasa tidak tenang Aluna menjadi kenyamanan.

Bulir bening mulai menggenang tipis di pelupuk mata dalam tunduknya menatap lamat kotak makan siangnya sekarang.

“Selamat makan!” seru Bintang bersama senyum yang tertuju hanya pada Aluna.

Tatapan mereka bertemu beberapa detik dan Bintang mulai menyantap makan siangnya. Melihat Bintang yang begitu lahap, sesak dalam dada Aluna sudah tidak bisa dibendung lagi.

“Selamat makan,” lirihnya yang seperti bisikan.

Aluna menangis pada suapan pertama. Hatinya ikut meleleh karena bahagia.

Untung saja gadis itu tidak mengingat rambutnya hari ini, jika iya, Aluna tidak tahu harus menyembunyikan air matanya dimana.

...♡...

 “Terima kasih atas makanannya.”

 Aluna bersuara saat makanannya tidak lagi tersisa. Bintang yang sedang menikmati jus jeruk mengangguk dengan pipi menggembung.

 “Terima kasih kembali,” sambutnya setelah berhasil melesakkan cairan itu dalam kerongkongan.

 Suasana kembali hening selama Aluna membereskan bekas tempat makan mereka dalam plastik. Menyisakan gelas minuman masing-masing, akhirnya Aluna bisa duduk tenang dalam runyamnya pemikiran. Ia ingin memulai percakapan, tetapi ketidak-percayaan dirinya pasang surut.

 “Aluna—”

 “Bintang?”

 Panggil mereka secara bersamaan. Tawa kecil hadir di atas ketidaksengajaan itu. Pastinya, dengan atmosfer ‘kikuk’ yang memeluk keduanya.

 “Lo duluan,” kata Bintang mempersilakan.

 Aluna menggenggam tangannya sendiri. Berusaha membangun cara bicara supaya kebiasaannya saat gugup tidak kembali terulang.

 “Jujur, terima kasih banyak untuk makanannya. Aku sangat berhutang budi padamu. Nggak seharusnya kamu melakukan ini.”

 Tatapan Aluna tepat ke retina Bintang.

 “Maaf karena sudah membuatmu repot.”

 “Aluna ….” Bintang menjeda. “Gue nggak merasa direpotkan, kok. Gue dengan senang hati ngelakuin ini. Dan apa yang lo bilang? Balas budi?”

 Aluna meremas roknya begitu tatapan Bintang membalasnya makin intens.

 “Mari ibaratkan ini kayak waktu lo nolongin gue. Nggak ada tuntutan untuk balas budi. Bukannya begitu? Lo nggak berpikir kalau gue harus balas budi karena loe nolongin gue, ‘kan?”

 Retina Aluna goyah. Tebakan Bintang tepat. Tapi, pada kenyataannya, Aluna berpikir bahwa harapan akan perasaan yang Bintang katakan adalah sebuah cara baginya membalas budi.

 “Lun …,”

 Aluna membalas tatapan Bintang.

 “... yang gue katakan itu benar, ‘kan? Lo nggak pernah berpikir kayak gitu?”

 Kening berkerut dan mata yang memancarkan sebuah ketakutan adalah apa yang indera penglihatan Aluna lihat sekarang.

 “Nggak pernah,” lirihnya bagaikan bisikan pada diri sendiri tetapi mampu Bintang dapat.

 Sorot mata Bintang melembut. Bibirnya tersenyum indah.

 “Terima kasih,” ujar Bintang refleks. “Dan sama kayak lo, gue nggak mau lo balas budi karena ini.”

 “Tapi …, kenapa lo lakuin ini?”

 Bintang diam tanpa mengalihkan pandangan. Dan apa yang Aluna lihat dari Bintang beberapa detik lalu menjadi pemandangan bagi Bintang. Gadis itu menatapnya dengan mata takut dan cemas.

 “Gue minta maaf, Lun. Gue sudah buat lo kecewa beberapa kali.”

 Aluna menatap tak mengerti.

 “Gue udah kecewain lo dengan kalimat pembuka yang salah di hari gue kasih lo cokelat. Gue ngecewain lo dengan bilang kalau gue berharap lo mau jadi pacar gue di waktu yang salah. Dan gue … udah buat lo kecewa waktu lo lihat gue dan Kaila di kantin.”

 “Bintang, a-aku—”

“Satu lagi …. Maaf, untuk berita yang tersebar di akun sekolah itu. Gue nggak bermaksud membuat nama lo jadi bahan gosip. Gue juga nggak berekspektasi kalau ada orang nggak bertanggung jawab yang akan buat postingan kayak gitu. Lun, gue—”

 “Bintang?” Tangan Aluna meraih tangan Bintang. Bukan karena ia niat, tapi entah apa yang membuatnya tiba-tiba melakukannya.

 “Gue ngelakuin ini karena gue mau buktiin kalau gue serius dengan kalimat gue, Lun,” lanjut Bintang dengan nada yang melembut.

 Angin berhembus lebih kencang kala Aluna terkesiap—tidak percaya.

 “Lo berbeda dari yang lain dan tolong beri gue kesempatan buat balas satu tahun perasaan yang udah lo pendam itu.”

 Mendengar ucapan yang seolah penuh kepastian itu, semua perasaan Aluna bercampur dalam perut. Rasa bersalah pun hadir untuk menyudutkannya sebab telah membuat persepsi yang salah tentang Bintang.

 Dia sudah salah pada pemuda di depannya karena itu. Dan dia sudah salah pada dirinya karena telah menyiksa hati dan pikirannya sendiri.

 “Aluna …, bukan karena postingan yang bilang kalau kita pacaran gue bilang ini, tapi karena gue memang serius dengan perasaan gue.”

 Mata Aluna berkaca-kaca. Dadanya tidak lagi bisa menampung rasa bahagia yang mendominasi. Perasaan yang dia anggap memang bertepuk sebelah tangan kini akhirnya mendapat sambutan.

 “Bintang, jujur, aku masih takut …, tapi aku nggak mau lari lagi.”

“Jadi kali ini, aku mau percaya kamu.”

 Bintang menarik napas panjang, seolah baru saja menahan dunia di dadanya.

 “Terima kasih, Lun.”

 Ia tersenyum dan menggenggam tangan Aluna lebih erat. Dan untuk pertama kalinya, Aluna merasa benar-benar tenang berada di samping Bintang.

 Angin kembali berhembus, membelai rambut mereka dan membawa sisa kegelisahan pergi.

Siang itu, atap sekolah pun menjadi saksi bisu dari lahirnya sebuah kepercayaan yang akan mengubah segalanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Aluna Savira Wicaksana🌙✨...

...🌙✨Bintang Mahendra Atmadja...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!