NovelToon NovelToon
Ramalan Cinta Yang Terkunci

Ramalan Cinta Yang Terkunci

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:437
Nilai: 5
Nama Author: Jasmine Oke

Judul: RAMALAN CINTA YANG TERKUNCI

Sub-judul: Takdir bukan untuk diubah, tapi untuk dijalani.

~~~~~~ ~~~~~~~ ~~~~~~~~

Langit malam yang gelap dengan bulan berwarna merah darah (Gerhana). Di kejauhan, siluet kota tua dengan arsitektur menara yang tinggi dan misterius.

▪︎Objek Utama:

- Di tengah, terdapat sebuah gembok antik yang besar dan berkarat, namun terbuat dari emas murni yang berkilau samar.

- Gembok itu terbelah dua, dan dari celah di antara keduanya memancarkan cahaya yang sangat terang, perpaduan antara warna Perak (Elara) dan Merah Gelap (Kael).

- Sebuah kunci tua melayang di udara, tepat di atas gembok, seolah baru saja membukanya atau hendak menguncinya.

.
.
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Penjaga Gerbang

 Bab ini yang penuh ketegangan! Di bab ini, ancaman dari dunia lain mulai terlihat nyata dan pertarungan baru pun dimulai.

▪︎▪︎▪︎

RAMALAN CINTA YANG TERKUNCI

Bab 12: Penjaga Gerbang

Suara pecahan kona raksasa itu bergema di seluruh penjuru kota Lunaria. Langit yang tadinya biru cerah kini tiba-tiba berubah menjadi kelabu gelap, seolah malam datang lebih cepat. Celah hitam di angkasa itu terus berputar, memancarkan aura yang sangat asing dan menekan.

Itu bukan sihir yang dikenal oleh penduduk Lunaria. Energinya kering, tajam, dan dingin—sangat berbeda dengan sihir lokal yang cenderung mengalir seperti air atau api.

"Mereka datang..." bisik Kael, matanya menyipit tajam menatap langit. Tangannya mencengkeram gagang pedang dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Siapa mereka, Kael?" tanya Elara, suaranya sedikit bergetar namun ia berusaha tetap tenang. Ia merasakan kekhawatiran yang sama persis dari dalam hati Kael berkat ikatan jiwa mereka.

"Aku tidak tahu pasti," jawab Kael pelan. "Tapi energinya terasa kuno... sangat kuno. Seperti energi yang ada sebelum kota ini dibangun."

Tiba-tiba, dari dalam celah hitam itu, turunlah sosok-sosok berselubung cahaya putih keperakan. Jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar sepuluh orang, namun setiap langkah mereka membuat udara di sekitarnya bergetar. Mereka mendarat dengan anggun di atap Menara Dewan, membentuk barisan yang rapi dan mengintimidasi.

Di barisan paling depan, berdiri seorang pria tinggi besar dengan baju zirah perak yang berkilau. Wajahnya tertutup topeng besi berbentuk wajah malaikat tanpa mata, hanya ada celah untuk mulutnya. Di tangannya, ia memegang sebuah tongkat panjang yang ujungnya berbentuk mata terbuka.

"Dengar kami, penghuni dunia rendah!" suara pria itu bergema tidak hanya lewat telinga, tapi langsung masuk ke dalam pikiran semua orang di kota itu. "Kami adalah Ordo Pengawas Alam Semesta. Kami datang bukan untuk berperang, tapi untuk menegakkan hukum tertinggi!"

Elara dan Kael saling pandang. Ordo Pengawas? Nama itu tidak pernah terdengar dalam sejarah manapun di Lunaria.

"Kalian tahu dosa apa yang telah kalian lakukan?" lanjut pria bertopeng itu dengan nada menghakimi. "Kalian telah melanggar aturan dasar penciptaan! Cahaya dan Kegelapan adalah dua elemen yang harus selalu terpisah untuk menjaga keseimbangan! Namun kalian... kalian telah menyatukannya menjadi satu! Kalian telah menciptakan 'Zat Terlarang' yang bisa merusak tatanan seluruh dimensi!"

Jadi begini. Mereka datang karena mengetahui adanya penyatuan kekuatan antara Elara dan Kael. Bagi organisasi misterius ini, keberadaan mereka adalah sebuah kejahatan, sebuah anomali yang harus dimusnahkan.

"Mereka menganggap kita sebagai monster..." desis Kael tidak terima. "Padahal kita hanya mencintai satu sama lain!"

"Cinta tidak bisa dibatasi oleh aturan bodoh seperti itu!" seru Elara, memberanikan diri mengangkat suaranya agar terdengar hingga ke menara. "Keseimbangan bukan soal memisahkan segalanya! Keseimbangan adalah soal bisa hidup berdampingan! Kami tidak merusak apa-apa, kami justru menyembuhkan!"

Pria bertopeng itu tertawa dingin. "Kata-kata manis dari makhluk yang tidak mengerti tempatnya. Dengarkan keputusan kami. Kalian berdua ditangkap atau kalian hancur di sini juga. Pilih!"

Sebelum Elara sempat menjawab, sebuah aura gelap meledak dari arah lain. Darian muncul di udara, diikuti oleh beberapa anggota Dewan Sihir yang terbang menggunakan sapu atau sihir levitasi.

"Kalian tidak berhak memberi perintah di tanah kami!" bentak Darian dengan wibawanya yang kini telah pulih. "Lunaria adalah wilayah kami! Urusan kami adalah hak kami! Pergi sebelum kami mengusir kalian dengan paksa!"

"Ah, sang pemberontak..." sahut pria bertopeng itu sinis. "Kau juga memiliki energi yang kotor. Bagus, semakin banyak yang harus kami bersihkan hari ini."

Pria itu mengangkat tongkatnya tinggi-tinggi. "Serang. Tangkap yang muda, hancurkan yang menghalangi."

WUSH!

Para anggota Ordo Pengawas itu meluncur turun dari langit bagai panah tajam. Serangan mereka begitu cepat dan presisi. Mereka menggunakan sihir cahaya murni yang sangat keras dan menusuk, sangat berbeda dengan cahaya lembut yang digunakan Elara.

DOR! TRANG!

Pertempuran besar kembali pecah di langit kota Lunaria. Dewan Sihir dan pasukan kota berusaha menahan serangan para pengawas itu, namun kekuatan mereka jauh di atas dugaan. Satu serangan dari musuh mampu menghancurkan perisai tiga penyihir sekaligus.

"Mereka terlalu kuat!" teriak salah satu komandan pasukan. "Sihir kami seolah tidak berpengaruh pada baju zirah mereka!"

"Elara, kita tidak bisa tinggal diam!" kata Kael sambil menyalurkan energi ke tangannya. Pedang hitamnya pun muncul kembali dengan cahaya yang lebih terang dari sebelumnya. "Mereka targetkan kita. Kalau kita tidak melawan, kota ini yang akan hancur."

"Aku siap, Kael," jawab Elara mantap. Matanya mulai bersinar perak. "Kita tunjukkan pada mereka bahwa penyatuan kita bukanlah kesalahan, tapi kekuatan terhebat yang pernah ada!"

Mereka berdua pun melompat ke udara. Berkat ikatan mereka, terbang kini terasa semudah berjalan.

Kael menerjang maju lebih dulu. Ia beradu cepat dengan dua orang pengawas.

TING! TING!

Bunyi besi beradu terdengar nyaring. Pedang Kael yang terbuat dari energi bayangan mampu menahan serangan tombak cahaya musuh. Namun Kael bisa merasakan, lawannya ini sangat kuat. Otot dan refleks mereka luar biasa.

"Jangan main-main!" gertak Kael. Ia mengayunkan pedangnya dengan putaran penuh, mengeluarkan gelombang hitam yang mendorong musuh-musuhnya mundur beberapa meter.

Di sisi lain, Elara juga tidak kalah tangguh. Ia tidak menyerang secara langsung, melainkan menciptakan jaring-jaring cahaya perak yang melilit kaki dan tangan musuh, membuat mereka kesulitan bergerak. Ia juga mengirimkan gelombang penyembuh ke arah teman-teman yang terluka, membuat luka mereka menutup kembali dengan cepat.

"Hei, gadis kecil!" seru pemimpin mereka yang masih berdiri di atap menara. "Kau pikir mainan anak-anak bisa menghentikan kami?"

Ia mengarahkan tongkatnya ke arah Elara. Sebuah sinar laser berwarna emas menyambar sangat cepat menuju dada Elara!

"ELARA!" teriak Kael panik. Ia berusaha mengejar tapi jaraknya terlalu jauh.

Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi. Saat sinar emas itu hampir mengenai Elara, tiba-tiba sebuah perisai berbentuk hati yang bercahaya muncul secara otomatis dari dalam tubuh Elara.

DUG!

Sinar itu terpental! Bahkan tidak meninggalkan goresan sedikitpun pada Elara.

Pria bertopeng itu terkejut. "Apa? Perisai insting? Tidak mungkin..."

Elara sendiri tertegun sejenak, lalu ia tersenyum. Ia mengerti sekarang. Kekuatan cinta murni yang ia miliki bukan hanya untuk menyembuhkan atau mengikat. Ia juga memiliki kekuatan pertahanan terkuat yang tak bisa ditembus oleh kekerasan semata.

"Kael! Sekarang!" teriak Elara memberi kode.

Kael mengerti seketika. Mereka tidak perlu bertarung sendiri-sendiri lagi.

Mereka berdua terbang mendekat, lalu bergandengan tangan erat di udara, tepat di tengah medan perang. Cahaya perak dan kegelapan hitam menyatu deras, membentuk pilar energi raksasa yang berwarna ungu kemerahan yang memancar hingga ke langit, menembus celah hitam yang dibuat musuh.

"Kami tidak akan membiarkan siapa pun memisahkan kami!" seru Elara dan Kael serempak. "Karena kami adalah Takdir itu sendiri!"

Pilar energi itu meledak, mendorong semua anggota Ordo Pengawas hingga terpental mundur jauh ke belakang, bahkan pemimpinnya pun harus mengerahkan seluruh tenaganya hanya untuk menahan serangan balik itu.

"Kuat... mereka benar-benar kuat..." gumam salah satu pengawas dengan napas memburu.

Pemimpin mereka menatap tajam ke arah pasangan muda itu. Ia menyadari bahwa menghancurkan mereka tidak akan semudah yang ia bayangkan. Jika dipaksa terus bertarung sekarang, kemungkinan besar pihaknyalah yang akan menderita kerugian besar.

"Kita mundur!" perintah pria bertopeng itu dengan suara berat. "Tapi ini belum selesai! Kami akan melaporkan anomali ini ke Dewan Tinggi! Kalian akan diawasi! Dan jika kalian terbukti menjadi ancaman... kehancuran akan menimpa dunia kalian!"

Para pengawas itu pun masuk kembali ke dalam celah hitam, lalu portal itu tertutup rapat seolah tidak pernah ada. Langit kembali biru, namun suasana tegang masih sangat terasa.

Kael dan Elara mendarat perlahan di tanah, napas mereka terengah namun tatapan mereka penuh kemenangan.

Darian dan yang lainnya segera mendekat.

"Kalian luar biasa!" puji Darian dengan bangga. "Kalian baru saja menyelamatkan kota ini sekali lagi."

"Tapi mereka akan kembali, Yah," kata Elara serius. "Dan kali ini, mereka mungkin akan datang dengan pasukan yang jauh lebih besar."

"Ya," sahut Kael sambil menatap horizon jauh. "Perang ini baru saja dimulai. Dan kita harus menjadi lebih kuat dari sebelumnya."

Malam itu, di bawah langit yang tenang namun penuh rahasia, Elara dan Kael tahu bahwa perjalanan mereka masih sangat panjang.

Mereka harus melatih kekuatan mereka, mencari tahu asal-usul Ordo Pengawas itu, dan membuktikan pada dunia bahwa cinta mereka bukanlah kutukan, melainkan berkah terbesar.

(Bersambung ke Bab 13...)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!