NovelToon NovelToon
Wasiat Tanpa Cinta

Wasiat Tanpa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ndo' Anha

Demi menyelamatkan hak waris adiknya dari keserakahan sang kakak tiri, seorang CEO wanita yang berhati dingin terpaksa terjebak dalam pernikahan kontrak. Ia harus bersanding dengan pengacara mendiang ayahnya—pria yang memandangnya dengan kebencian, namun memegang kunci kekuatan hukum yang ia butuhkan.

Tempaan hidup yang keras telah membentuknya menjadi sosok yang tegas dan tak kenal lelah. Di bawah atap yang sama, tak ada ruang bagi cinta, hanya ada dendam yang membara di hati sang suami. Demi ambisi masing-masing, keduanya terpaksa memerankan sandiwara rumah tangga yang sempurna di mata dunia.

Akankah benih cinta tumbuh di sela-sela permusuhan mereka, ataukah perpisahan pahit yang menjadi akhir dari kesepakatan ini?

Mau tahu kelanjutan ceritanya? Jangan lupa baca di sini, ya. 🤗

Jangan lupa, like dan komentarnya sebagai penyemangat Author. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndo' Anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. WATACI

Beberapa hari setelah insiden pemukulan itu, Elano kembali ke sekolah dengan penuh percaya diri. Tak ada lagi wajah tertunduk, tak ada lagi suara terbata.

Nika telah memberinya pelajaran berharga, jika ditindas, ia wajib melawan. Nika tak ingin lagi melihat adiknya menjadi bahan perundungan. Kini, Nika pun menjadi jauh lebih terbuka kepada sang adik, meski hubungan dengan ibunya masih tetap dingin.

Siang itu, setelah menyelesaikan rapat, Nika berniat pergi ke restoran untuk menemui Elano. Ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu berdua guna menebus semua perilaku buruknya di masa lalu. Namun, baru saja ia melangkah keluar dari lobi, Vivian tiba-tiba menghadangnya dengan raut wajah masam.

"Saya ingin bicara denganmu. Aku di sini bukan sebagai pegawai Arta Dirgantara Group, melainkan sebagai tunangan Adnan yang berusaha kau rebut!" ucapnya ketus.

Nika tak bereaksi berlebihan, ia hanya sedikit mengernyitkan kening. Namun, berbeda dengan Geby. Asistennya itu langsung maju dan membatasi jarak antara Vivian dan Nika. Sambil mendorong Vivian menjauh, Geby berseru, "Jangan lancang, ya! Dia adalah atasanmu, bosmu! Berani-beraninya kamu bicara seperti itu!"

Nika menepuk bahu Geby pelan, memberi isyarat agar ia tenang. Geby mengangguk, lalu mundur beberapa langkah ke samping Nika.

"Lalu? Apa maumu, Nona Vivian? Anda tidak terima jika saya menikah dengan Adnan? Bukankah hubungan kalian sudah berakhir?" sahut Nika tenang.

"Jangan sembarangan! Hubunganku dengan Adnan baik-baik saja. Dia sangat mencintaiku, mana mungkin dia mau putus. Justru kaulah yang berusaha merebutnya dariku! Jangan mentang-mentang kaya, kau pikir bisa membeli segalanya. Orang sepertimu mana tahu rasanya dicintai, makanya sekarang kau berusaha membeli cinta calon suamiku," cecar Vivian panjang lebar.

Nika hanya menyunggingkan senyum tipis, meski perkataan Vivian cukup menyengat hatinya. Namun, ia tidak membiarkan hal itu tampak di wajahnya.

Dengan suara dingin ia menjawab, "Tapi memang uang bisa membeli segalanya, Nona Vivian. Coba saja kau halangi dia. Apa kau mau menjadi penyebab Adnan kehilangan semua hasil kerja kerasnya selama ini?"

"Apa maksudmu?" potong Vivian.

"Jika dia tidak menikah denganku, bersiaplah melihatnya angkat kaki dari Arta Dirgantara Group. Dan kaulah penyebabnya. Dia adalah harapan dan tulang punggung keluarganya. Baju, tas, dan makanan enak yang kau nikmati sekarang, itu hasil dari mana? Hasil kerja kerasnya di sini. Kira-kira, kau sanggup hidup susah bersamanya?"

Kedua tangan Vivian mengepal kuat. "Jadi, kau mengancamku?!"

"Hahaha ... tentu tidak, aku mana berani. Sekarang kita lihat saja, Adnan akan memilih siapa pada akhirnya," ujar Nika dengan senyum meremehkan.

Tepat saat itu, Adnan yang baru saja kembali dari pertemuan dengan klien bergegas menghampiri mereka. Ia khawatir Nika akan melakukan sesuatu yang menyakiti hati kekasihnya. Ia segera menarik tangan Vivian menjauh, matanya menatap tajam ke arah Nika.

"Santai saja. Ekspresimu seolah ingin memakan aku hidup-hidup, Tuan Adnan," sindir Nika sambil bersedekap.

"Apa yang kau bicarakan dengan Vivian?! Sudah kukatakan, jangan berani mengusik kekasihku!" bentak Adnan.

Nika tersenyum, namun binar matanya tetap dingin. "Selalu saja begitu. Seharusnya kau cari tahu dulu apa yang sebenarnya terjadi, jangan asal menuduh."

Vivian tiba-tiba menangis histeris dan memukul-mukul dada Adnan. "Apa benar kamu akan menikah dengannya? Kamu mau meninggalkanku demi dia?" Vivian menunjuk Nika dengan isakan yang sesenggukan.

Adnan segera mendekap dan memeluk tubuh Vivian untuk menenangkannya. "Nanti akan kujelaskan semuanya. Aku memang berniat mengatakannya padamu, tapi tidak sekarang."

"Lalu kapan? Apa setelah kamu menikah dengannya?!" pekik Vivian kesal.

Adnan menangkup kedua pipi Vivian. Nika yang muak melihat drama sepasang kekasih itu segera memalingkan wajah.

"Kita bicara di rumah, ya. Jangan di sini. Aku akan menjelaskan semuanya. Kamu percaya padaku, kan? Aku cuma cinta kamu, Sayang," tegas Adnan meyakinkan.

Ia lalu berbalik menatap Nika dengan mata memerah. "Apa kau begitu tidak sabaran sampai bertindak sejauh ini? Aku yang akan membereskan urusanku sendiri, jadi tolong jangan ikut campur!"

Tanpa menunggu jawaban, Adnan bergegas membawa Vivian menuju mobil. Nika menatap kepergian mereka dengan tatapan tak percaya. Sebagai wanita karier yang sibuk, untuk apa ia mencampuri urusan orang yang sama sekali tidak berarti baginya? Baginya, Adnan hanyalah alat untuk memperkuat posisinya.

"Sungguh percaya diri. Memangnya dia siapa sampai aku harus peduli pada hidupnya?" cibir Nika.

"Ini sudah keterlaluan, Bu. Ibu bahkan tidak mengganggunya, tapi kenapa Pak Adnan selalu bicara seenaknya," sahut Geby geram.

Nika melangkah menuju mobil yang sudah menunggu di depannya. "Sudahlah, ayo pergi."

Mobil itu segera melesat meninggalkan perusahaan menuju restoran tempat Elano berada. Sementara itu, dari balik kaca mobil hitam yang terparkir tak jauh dari sana, sepasang mata terus mengawasi Nika dari kegelapan.

1
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
mampuss luu🤣🤣
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: bahagianya ibuk🤣
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wahh ada niat terselubung apa lagi si vivian ini
Resa05
novelnya keren thor, semoga makin rame semangat up terus!
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Aamiin,. makasih kak🙏
total 1 replies
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
aduhh ibuk... 🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
lahh kenapa nggak tidur bareng aja nika🤣🤣
Aldinakbar
bangun Elano jangan hanya berlindung dibalik kakakmu Bangun dan lindungi kakakmu selayaknya pria sejati
Aldinakbar
17 tahun udah bukan anak anak lagi harusnya udah ngerti,kebanyakan dimanja sih
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Iya kadang karena dia anak laki" perhatiannya dengan anak perempuan berbeda.
total 1 replies
Raine
nika yg badas kenapa jodohnya adnan sih, coba ceo kaya juga biar otaknya setara
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Jodoh gak ada yg tau ya kak🤭
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
cieee udah mulai naksir🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: wkwkwk iya yi🤣🤣
total 2 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iyalah.. nika istri nya, kmu cuma mantan/Tongue//Tongue//Tongue/
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
syukurin🤣🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
hayo lohh Adnan, kmu pilih siapa?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: harus nya istri lahh🤭🤭
total 4 replies
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Violin≛⃝⃕|ℙ$☘𝓡𝓳
Astaga belum juga kering makamnya udah sibuk masalah warisan
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
wahhh salut sama Nika wanita yg gak gampang ditindas, tapii ituu yg kenaa vas siapaa yaa?🤔🤭
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
Jawabannya ada di bab selanjutnya ya buk.. sumpah aku bener" keteteran ini buk nulisnya🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
apa Adnan ya yg menyelamatkan nika?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika🥺🥺🥺
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wkwkwkwk kesian adnan🤭🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
jngn bilang gaby kenap2 ya thor🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!