NovelToon NovelToon
Legenda Naga Pemakan Langit 2

Legenda Naga Pemakan Langit 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2) Di benua baru ini, Alam Inti Emas hanyalah debu di bawah sepatu para bangsawan. Raja Fana menjadi prajurit biasa, dan monster-monster Alam Penyatuan Langit berjalan membelah gunung dan membelokkan bintang. Tidak ada sekte lemah di sini; yang ada hanyalah Kekaisaran Kuno dan Klan Dewa yang dihormati layaknya pencipta.

Membawa garis keturunan Dewa Naga Primordial yang diburu oleh surga, Chu Chen menolak untuk merunduk. Di tanah di mana naga hanya dianggap sebagai mitos yang telah punah, ia akan membangkitkan kembali era dominasi mutlak. Jika surga menghalanginya, ia akan menelan surga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sayap Naga

Penginapan Angin Sepoi terletak di pinggiran kawasan niaga Kota Kuno Bintang Jatuh. Bangunannya terbuat dari kayu spiritual yang memancarkan aroma penenang, menjadikannya tempat kegemaran bagi para pengembara yang ingin menghindari hiruk-pikuk pusat kota.

Chu Chen menyewa sebuah paviliun terpisah yang tertutup di bagian belakang penginapan. Setelah menyuruh Meng Fan dan Bai beristirahat di kamar masing-masing, Chu Chen mengunci diri di kamar induk.

Ia menebarkan belasan Batu Roh Tingkat Atas di sudut-sudut ruangan, menciptakan sebuah susunan pengunci Qi dan kedap suara tingkat tinggi. Malam ini, ia tidak boleh diganggu.

Chu Chen duduk bersila di atas ranjang giok. Dari balik jubahnya, ia mengeluarkan Batu Darah Kutukan—kristal merah kehitaman berbentuk tetesan air mata yang ia beli di Paviliun Pertukaran Bintang.

Begitu batu itu bersentuhan dengan udara, hawa dingin yang bercampur dengan kebrutalan purba memenuhi ruangan. Sayup-sayup terdengar kepakan sayap raksasa yang merobek langit dari masa lalu.

"Naga Terbang," Chu Chen mengusap permukaan kristal itu. "Meskipun hanya cabang rendahan dari Ras Dewa Naga, sayap mereka adalah penguasa badai dan ruang."

Di benua ini, ahli Alam Inti Emas memang bisa melayang, dan ahli Istana Jiwa bisa terbang dengan cepat. Namun, terbang menggunakan Qi sangat menguras Dantian dan memiliki batasan kecepatan. Seekor burung fana dengan sayap alami akan selalu terbang lebih selaras dengan alam daripada manusia yang memaksakan diri menolak hukum bumi. Chu Chen menginginkan langit menjadi wilayah kekuasaan mutlaknya.

Seni Kaisar Naga: Pusaran Ketiadaan!

Chu Chen menempelkan kedua telapak tangannya pada kristal tersebut. Daya hisap yang gelap dan buas meledak.

KRAAAAK!

Batu Darah Kutukan itu retak. Seberkas cahaya merah darah yang sangat pekat melesat keluar, berubah menjadi bayangan semu seekor naga bersayap raksasa yang mengaum marah, mencoba menerkam jiwa Chu Chen. Ini adalah sisa kehendak yang selama ini membuat para ahli Istana Jiwa mati karena penyimpangan Qi saat mencoba menyerapnya.

"Berlutut di hadapan Rajamu!" raung Chu Chen di dalam batinnya.

Darah Dewa Naga Primordial di jantungnya berdetak satu kali, mengirimkan gelombang penindasan mutlak. Bayangan Naga Terbang itu seketika bergetar ketakutan, aumannya berubah menjadi rintihan tunduk, sebelum akhirnya hancur lebur dan tersedot sepenuhnya ke dalam telapak tangan Chu Chen.

"Ugh—!"

Chu Chen menggigit bibirnya hingga berdarah. Berbeda dengan Sisik Terbalik yang menyatu di dadanya, sumsum darah Naga Terbang ini mengebor lurus ke tulang punggungnya.

Rasa sakit yang merobek akal sehat meledak. Dua benjolan panas terbentuk di tulang belikat belakangnya. Dagingnya terasa seolah ditusuk oleh ribuan jarum besi cair dari dalam. Chu Chen memutar Api Teratai Merah untuk melebur sumsum darah itu, memaksanya menyatu dengan Zirah Tulang Naga Hitam yang sudah ada.

Satu jam berlalu dalam penyiksaan yang hening. Ruangan itu dipenuhi oleh uap merah dan keringat yang menguap dari tubuh Chu Chen.

Tiba-tiba, suara robekan daging terdengar nyaring di ruang kedap suara tersebut.

CRAAAT!

Punggung jubah Chu Chen hancur. Dari balik kedua tulang belikatnya, sepasang sayap tulang berwarna hitam legam menembus keluar! Sayap itu tidak memiliki bulu maupun selaput kulit; sepenuhnya terbentuk dari rangka tulang hitam legam yang saling mengunci dengan sempurna. Ujung-ujung sayapnya meruncing setajam mata pedang pusaka tingkat bumi.

Sayap itu membentang selebar tiga tombak, menyapu udara di dalam kamar hingga menciptakan pusaran angin bertekanan tinggi yang menghancurkan perabotan kayu di sekitarnya.

"Hah... hah..." Chu Chen menundukkan kepalanya, terengah-engah.

Ia mencoba menggerakkan otot punggungnya. Sepasang sayap tulang hitam itu bereaksi dengan seketika, mengatup rapat dan menyusut kembali masuk ke bawah kulitnya, meninggalkan punggung yang mulus tanpa bekas luka sedikit pun, hanya menyisakan dua garis rajah tipis berbentuk sayap di belikatnya.

Tahap Penyempurnaan Kedua, batin Chu Chen dengan kepuasan mematikan. Sayap Tulang Naga Hitam. Dengan ini, tidak ada satu pun Raja Fana di benua ini yang bisa mengejarku, dan tidak ada yang bisa lari dariku.

Namun, saat Chu Chen baru saja mengatur napasnya dan hendak memulihkan Qi-nya, telinga naganya yang tajam menangkap sesuatu.

Meskipun kamar ini kedap suara, getaran halus yang dihantarkan melalui tanah tidak bisa menipu indranya. Ada belasan pasang kaki yang mendarat dengan luar biasa ringan di atas atap penginapan, mengepung paviliun terpisah yang ia sewa.

Chu Chen menyipitkan matanya. Niat Spiritualnya yang dipertajam oleh Niat Pedang menyapu menembus atap.

Di luar sana, di bawah cahaya bulan Kota Bintang Jatuh yang dingin, dua belas sosok berpakaian serba hitam menempel pada bayangan bangunan. Mereka memakai topeng kain tanpa wajah. Gejolak Qi mereka ditekan hingga nyaris tak terasa, namun kekentalan energi mereka tidak bisa disembunyikan.

Sebelas orang di Alam Istana Jiwa Tahap Menengah, dan satu pemimpin di Alam Istana Jiwa Tahap Puncak.

"Pasukan bayangan. Mereka bergerak terlalu rapi untuk ukuran perampok jalanan," gumam Chu Chen. Mengingat kejadian di gerbang kota siang tadi, tidak sulit menebak siapa yang mengirim mereka. "Klan Shen. Tampaknya anjing penjaga gerbang itu melapor kepada majikannya sebelum lumpuh total."

Di atas atap paviliun, sang pemimpin pasukan bayangan Klan Shen memberi isyarat dengan jarinya.

Bentuk Susunan Pengunci Suara dan Cahaya. Sasarannya adalah pemuda berjubah abu-abu. Bunuh pria tua di sebelahnya. Tangkap wanitanya hidup-hidup. Bergerak! perintah itu disampaikan melalui hantaran batin Qi.

Dua belas pembunuh itu melesat turun bagaikan tetesan hujan hitam. Empat orang menuju kamar Meng Fan, dua orang menuju kamar Bai, dan enam orang—termasuk sang pemimpin—menerjang langsung menembus jendela kamar induk Chu Chen.

PRANG!

Jendela kayu hancur, namun suara pecahannya diredam seketika oleh susunan bayangan mereka. Enam bilah pedang pembunuh yang dilumuri racun pemakan Qi menebas lurus ke arah ranjang giok di tengah ruangan.

"Mati!"

Namun, pedang mereka hanya memotong udara kosong dan menghancurkan ranjang giok menjadi serpihan batu. Pemuda berjubah abu-abu yang seharusnya sedang bersemedi di sana telah lenyap!

"Apa?! Di mana dia?!" sang pemimpin Istana Jiwa Puncak terbelalak.

"Sedang mencoba sepasang mainan baru."

Suara sedingin gletser terdengar dari atas kepala mereka.

Keenam pembunuh itu mendongak. Di udara ruang kamar yang sempit, Chu Chen melayang dengan punggung menghadap langit-langit. Sepasang sayap tulang hitam legam telah terkembang dari punggungnya, menahan tubuhnya menentang tarikan bumi dengan keanggunan iblis.

Sebelum para pembunuh itu bisa memutar pedang mereka ke atas, Chu Chen mengepakkan Sayap Tulang Naganya satu kali.

WUUUUUSSSSH!

Bukan angin biasa yang tercipta, melainkan bilah-bilah Niat Pedang Purba yang dimampatkan oleh kepakan sayap tersebut! Ruangan itu seketika dipenuhi oleh badai pisau tak kasat mata.

SRAAT! SRAAT! SRAAT!

Lima ahli Istana Jiwa Tahap Menengah bahkan tidak sempat berteriak. Tubuh mereka terpotong-potong menjadi puluhan balok daging berdarah yang jatuh berserakan di lantai kamar. Baju pelindung spiritual yang mereka kenakan hancur lebur seperti kertas basah di hadapan ketajaman angin sayap naga.

Sang pemimpin, berkat kultivasi Istana Jiwa Puncaknya, berhasil menyilangkan pedangnya untuk menahan badai tersebut. Namun, pedang pusakanya retak parah, dan tubuhnya terhempas keras menghantam lantai.

"S-Sayap Tulang?! Makhluk buas macam apa kau?!" Pemimpin itu memuntahkan darah, kengerian membekukan kewarasannya. Ia mencoba merangkak mundur, berniat mengirim sinyal darurat ke klannya.

Namun Chu Chen sudah mendarat di depannya. Sepatu bot Chu Chen menginjak pergelangan tangan sang pemimpin, meremukkannya hingga tulang putih menembus kulit.

"Aaargh!"

Chu Chen menunduk, matanya yang berupa celah emas menatap lurus ke dalam jiwa pria malang itu. "Siapa yang mengirimmu? Penatua mana dari Klan Shen?"

"K-Kau... Klan Shen tidak akan pernah melepaskanmu... Penatua Hukuman akan mencincangmu!" erang pemimpin itu menahan sakit.

"Penatua Hukuman? Pemilik ide yang bagus," Chu Chen mengangguk pelan. "Sekarang, tidurlah."

Chu Chen mengulurkan tangan kanannya, mencengkeram wajah pria itu.

Pusaran Ketiadaan.

Daya hisap meledak. Pemimpin Istana Jiwa Puncak itu menggelepar sesaat sebelum mengering menjadi sekam, saripati dan Lautan Qi-nya ditarik bersih untuk menjadi sumber saripati bagi Inti Emas Chu Chen.

Tiba-tiba, suara pertarungan terdengar dari halaman luar.

BAM! Dinding kamar hancur, dan Meng Fan terlempar masuk dengan luka sayatan di dadanya. Pria tua itu telah menembus Lautan Qi berkat tumpukan energi dari Chu Chen sebelumnya, namun melawan empat ahli Istana Jiwa bayaran jelas di luar kemampuannya.

Empat pembunuh melompat masuk melalui dinding yang hancur, bersiap menghabisi Meng Fan. Di saat yang sama, dua pembunuh lainnya yang ditugaskan menangkap Bai muncul dengan tubuh membeku sebagian, terengah-engah setelah menembus pertahanan es darurat yang dipaksakan Bai.

Keenam pembunuh yang tersisa itu membeku di ambang pintu saat melihat pemandangan di dalam kamar Chu Chen.

Rekan-rekan mereka telah menjadi potongan daging mati. Pemimpin mereka telah berubah menjadi debu kering. Dan di tengah genangan darah, berdiri seorang pemuda dengan sepasang sayap tulang iblis yang membentang lebar.

"L-Lari!" salah satu pembunuh berteriak histeris, menyadari mereka telah menendang pintu neraka.

Namun Chu Chen hanya mengangkat tangan kanannya, mengarahkan telapak tangannya ke arah mereka berenam yang mencoba berbalik arah.

Pelahapan Massal.

Daya hisap gelap gulita yang berpadu dengan Niat Pedang memerangkap mereka berenam dalam satu tarikan napas. Enam ahli Istana Jiwa menjerit bersamaan saat tubuh mereka ditarik mundur secara paksa. Sayap Chu Chen mengepak, dan tubuh mereka terbelah oleh angin pedang saat ditarik, mengubah mereka menjadi kabut darah yang langsung disedot habis ke dalam Dantian Chu Chen.

Hanya dalam waktu sepuluh tarikan napas, dua belas ahli Istana Jiwa pilihan dari Klan Shen musnah tak bersisa.

Chu Chen menarik kembali sayap tulangnya ke bawah kulit. Ia merapikan jubahnya, seolah tidak terjadi apa-apa.

Meng Fan, yang masih terkapar di lantai, menatap Chu Chen dengan rahang yang nyaris lepas. Bai, yang berdiri di ambang pintu kamarnya dengan wajah pucat dan napas terengah, hanya bisa menelan ludah. Kekuatan pemuda ini telah melesat jauh meninggalkan akal sehat.

"Kau... kau membantai pasukan bayangan Klan Shen," ucap Bai bergetar. "Penatua Hukuman mereka adalah seorang Raja Fana. Besok pagi, seluruh Kota Bintang Jatuh akan ditutup untuk memburumu!"

Chu Chen berjalan mendekati meja yang setengah hancur, mengambil Cincin Penyimpanan milik pemimpin pembunuh tadi.

"Menutup kota?" Chu Chen tertawa pelan. Ia menoleh ke arah Bai, matanya memancarkan keangkuhan yang bisa membakar langit.

"Kau salah paham, Nona Bai. Besok pagi, bukan mereka yang akan memburuku. Aku yang akan membakar gerbang klan mereka dan meminta Penatua itu untuk berlutut menyerahkan nyawanya."

1
black swan
...
Nur Aini
Thor, yg kaisar abadi penentang surga 2 kok blm update juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!