NovelToon NovelToon
Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Sistem Harem Putri Mahkota Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi / Sistem
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kend 13

Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi yang Panas

Jam empat pagi Aida terbangun, posisi mereka sama seperti sebelumnya. Jay masih memeluk nya dengan erat, dada mereka saling bersentuhan. Hembusan nafas pun saling menerpa satu sama lain.

Namun, mata Aida tertuju pada layar hologram transparan yang saat ini melayang di depan matanya.

'Misi dadakan : Lakukan morning kiss selama lima menit dengan sang tuan. Hadiah : 1. peningkatan durasi Masing-masing kemampuan khusus, 2. Peningkatan pesona, 3. Peningkatan hubungan dengan Sang Tuan.'

Aida belum berniat untuk menjalankan misi, dia meng-klik status nya terlebih dahulu.

'Status Sistem Wanita Dewasa!'

- ‎Nama : Aida Wilhelm

- ‎Umur : 45 tahun

- ‎Tinggi : 168 cm

- ‎Berat badan : 62 Kg

- ‎Ras : Manusia

- ‎Pesona : level satu 5/10

- ‎Kekuatan : level satu 3/10

- ‎Kemampuan khusus :

1. Mata tembus pandang (5 menit, Cooldown 6 jam).

Time Stop (2 detik, cooldown 24 jam)

Sang Tuan : JAY PRADANA.

‎- Keinginan : 60/100

‎- Nafsu : 70/100

‎- Cinta : 50/100

‎- Kenyamanan : 60/100

- catatan : Host adalah wanita pertama Sang Tuan. capai poin rata-rata 70 untuk kesetiaan Sang Tuan terhadap Host!

Jay membuka mata nya merasakan adanya pergerakan di dalam pelukan nya.

"sudah bangun?" Aida menatap lembut pada pemuda yang baru saja terbangun dari tidur lelap nya itu.

"Sudah." Jawab Jay dengan suara khas bangun tidur nya. Matanya masih mengerjap untuk menetralisir kan fikiran nya yang belum terkumpul semua paskah baru sadar dari alam mimpi nya itu.

Aida tersenyum lembut memperhatikan wajah keponakannya itu. Wanita itu merasa semakin hari pemuda itu semakin mempesona. Tak ada pergerakan tangan yang di lakukan nya, hanya dengan tatapan saja dia mengungkapkan rasa.

Melihat tatapan mata yang terasa begitu aneh dari Aida, Jay jadi keheranan. "Kamu kok senyum-senyum sendiri sayang?" Tanya nya penasaran.

Namun, Aida hanya menanggapinya dengan senyuman yang kian merekah. Wajah nya semakin bersemu merah melihat ekspresi wajah grogi pemuda itu.

Jay jadi curiga. "Apakah ada yang aneh dari wajah ku? Apakah ada iler? Atau belek di mataku?" Ucap nya sembari meraba sudut bibir nya dan juga mengusap kedua matanya.

"Nggak ada kok sayang!" Ucap Aida terkekeh pelan. "Kamu semakin tampan kalau pas baru bangun tidur gini." Lanjut nya sembari mengelus wajah Jay menggunakan jemari tangannya.

Mendengar itu, Jay jadi tersipu. "Kamu kok pagi-pagi udah menggoda aku? hmm?" Ucap nya pelan, kemudian dia menempelkan dahi nya pada dahi wanita di peluk nya itu.

"Kamu kan suami aku! Emang nya nggak boleh?" Aida mengalungkan lengan nya ke tengkuk pemuda itu.

Telapak tangan Jay kemudian bergerilya di permukaan tubuh polos wanita itu. Mendarat pada gundukan payu dara nya yang sangat padat itu. Meremas nya perlahan sembari salah satu jarinya bermain-main pada pucuk ber warna merah muda itu.

"Aahhh!" Desahan ringan lolos dari bibir Aida pagi ini. Menghantarkan gelombang kejut seperti sengatan listrik pada setiap saraf dalam tubuh nya.

Jay langsung melumat bibir ranum itu setelah mendengar melodi indah yang menggema di hadapan nya. Sementara kelembutan padat yang digenggaman nya itu, semakin di remasnya dengan perlahan.

"Aaah hmm!" Desa han Aida teredam oleh mulut Jay saat merasa kan pucuk merah muda nya yang sudah mencuat itu di pijit oleh jari jempol dan jari telunjuk pemuda itu.

Mendapatkan kesempatan itu, Jay menjulurkan lidah nya kedalam rongga mulut Aida. Menari dengan lincah di kedalamannya. Sesekali membelit lidah Aida yang ikut dalam kesenangan.

Kecapan demi kecapan menggema di penjuru kamar. Aida berinisiatif untuk mendominasi. Tubuh polos nya secara perlahan bergerak naik ke atas tubuh Jay. Tak berniat melepaskan kuluman itu. Malah sekarang lidahnya lah yang kini bertandang ke dalam rongga mulut Jay.

Kedua telapak tangan Aida menapak di sisi kiri dan kanan Jay, seakan mengukung pemuda itu dari pergerakan. Pinggul nya meliuk-liuk di atas perut pemuda itu guna mencari kesenangan tersendiri untuk pergesekan kerang abalon nya yang entah sejak kapan menjadi terasa gatal.

Kedua tangan Jay merayap dari pundak Aida menuju bongkahan punggung bagian bawah wanita itu yang memang sudah terbuka.

"Ssshhh, aaahh!" Aida mendesis merasakan usapan lembut yang tengah menjalar di punggungnya kemudian disusul dengan desahan nya ketika merasakan kedua telapak tangan Jay meremas kedua bongkahan pantat nya dengan gemas.

"Kamu membangun kan Singa yang lapar di pagi ini, sayang!" Geram Jay setelah pagutan bibir mereka berdua terlepas.

Aida tersenyum lembut, memperhatikan wajah Jay yang terlihat tengah menahan gejolak gairahnya. "Benarkah?" Ucap nya sembari menengadahkan kepalanya dengan mata terpejam sambil menggigit sudut bibir bawah nya.

Jay semakin greget, tubuh nya ingin bergerak untuk membalikkan keadaan. Namun, kungkungan dari jepitan paha dan tangan Aida tak memberikan nya ruang untuk berganti posisi.

"sssttt! Tenang sayang!" Jari telunjuk nya menempel di bibir Jay, kepalanya menggeleng dengan pelan. Mengisyaratkan pagi ini Dia lah yang akan mengambil kendali. "Makanan lezat akan segera di hidangkan!" Lanjutnya sambil beringsut mundur.

Gerakan Aida begitu perlahan, sebagai remaja yang baru pertama kalinya mengenal tentang itu. Darah mudanya menjadi mendidih. Seluruh saraf nya ikut menegang. Jantung nya kian berdegup dengan kencang.

Sementara Aida semakin nyaman melakukan kesenangannya di pagi ini. Jemarinya dengan lihai mengelus permukaan tubuh bagian depan pemuda itu yang sudah terekspos. Senyuman di bibir ranumnya tak henti-hentinya terukir.

Saat jemarinya tersangkut pada karet celana pemuda itu, tanpa ragu-ragu lagi, dengan gerakan presisi, kedua tangannya meloloskan benda tak berguna itu sampai terlepas melalui ujung kaki Jay.

Tung!!

Nyaris saja benda dibalik celana pendek itu menampar wajah mulus nya. Mulut Aida sedikit terbuka melihat benda keras itu. Kepala tombak yang berbentuk jamur itu terlihat sangat memerah, di pusat nya ada sedikit cairan yang meluber.

Dengan tangan yang sedikit bergetar, Aida menggenggam batang tombak itu. Satu telapak tangannya yang lentik tidak mampu menutupi keseluruhan panjang dari tangkai benda itu. Menyisakan beberapa senti ruang untuk panjang keseluruhan nya.

Dengan gerakan perlahan, Aida menggerakkan genggaman nya naik turun untuk menelusuri kepanjangan dari sang tombak.

"Ssshh ssshh!" Jay hanya mendesis menerima perlakuan Aida. Sesekali kepalanya terangkat guna melihat hal yang tengah dirasakannya melalui sang tombak tersebut.

Tak berpuas diri hanya dengan itu, Aida membuka mulut nya lebar-lebar, berniat untuk menelan keseluruhan batang sang tombak. Tangan nya yang lain meraba kerang abalon kepunyaan nya sendiri, sementara tangan yang masih menggenggam tombak itu menyelaraskan pergerakannya bersamaan kuluman mulut nya pada kepala berbentuk jamur itu.

Sensasi hangat dirasakan oleh Jay. Tangan kanannya terulur kebawah, telapak tangan itu memegang pucuk kepala Aida yang sedang sibuk naik turun. Dia tak menekan, hanya sekedar formalitas saja telapak tangan itu berada di sana.

Pagi yang biasa nya dingin, terasa panas bagi dua orang yang menghuni kamar ini. Walaupun sudah polos seluruhnya, bulir-bulir keringat masih saja terlihat pada tubuh mereka saat ini. Menampilkan pemandangan yang sedikit menakjubkan karena pantulan cahaya lampu yang bersinar membuat tubuh mereka berkilau.

Setelah beberapa menit kemudian, Aida merasa pegal pada mulut nya. Dia ingin pertunjukan ini segera berakhir dengan tujuan yang sudah di prediksi nya. Namun setelah cukup lama melakukan servis, tak ada tanda-tanda pemuda itu akan meledak dalam waktu yang dekat.

Aida merangkak, wajah nya mendekat ke wajah Jay. Di ciumnya sesaat bibir merah pemuda itu. Lalu, wanita itu menegakkan badannya dalam posisi jongkok.

Bless.

Dengan beberapa kali sentakan, akhirnya seluruh batang tombak Jay berhasil di telan kedalam kerang abalon nya.

"Aahhhnn!" Aida menutup mulut nya saat mendesah. Tubuh nya bergetar, kenikmatan bercinta di pagi ini sungguh luar biasa untuk di rasakannya. Dan ini baru saja permulaan.

Cukup lama Aida mendiamkan Sang tombak bersarang di dalam kerang abalon nya. Meresapi lonjakan gairah nya yang bisa saja meledak saat itu juga.

Beberapa saat kemudian, pinggul Aida bergerak. Awalnya pergerakan itu hanya maju mundur, untuk menambah kesenangannya, dia pun melakukan gerakan memutar.

Jay bisa merasakan hal itu, Tombak nya seakan teraduk-aduk di dalam jepitan kerang abalon wanita itu. Lorong dinding bagian dalam kerang itu seperti memijat batang tombak nya. Tak ingin hanya menganggur saja, kedua tangannya pun menggapai meraih benda untuk berpegangan.

Aida merasakan kedua gundukan payu daranya di remas oleh Jay, ikut menggenggam kedua tangan pemuda itu. Dia tak menepis tangan itu, melainkan menekannya lebih dalam, agar kedua tangan itu meremas payu dara nya dengan kekuatan lebih.

Pergerakan Aida semakin liar. pinggul nya sekarang bergerak naik turun dengan kecepatan tinggi. Suara plak plok plak plok menggema di ruangan itu bercampur suara aneh yang di timbul kan oleh penyatuan sang tombak kedalam kerang abalon yang semakin becek.

"Aaaahhhh!" Aida mendesah kenikmatan. wanita itu sudah mencapai puncak untuk pertama kali di pagi ini. Tubuh nya kamu, sesekali bergetar ringan.

Jay terkesima melihat penampilan bibi nya itu pagi ini. Rambutnya acak-acakan, beberapa helai melekat dengan buliran keringat di lehernya yang seputih susu. Memantikkan api gairah yang belum terlontar kan.

"Tok tok tok!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!