"Akan ku gunakan kekuatanku untuk melindungi orang-orang. Meskipun aku harus meminjam kekuatan dari iblis sekalipun."
Bercerita tentang seorang yang menjalani reinkarnasi disebuah dunia fantasi dimana sihir, legenda, dan mahluk mitologi adalah sebuah hal yang biasa ditemui sehari-hari.
Dengan harapan menjalani kehidupan yang aman dan nyaman, ia menjalani hari sebagai pahlawan tanpa tanding, seseorang yang "tak terkalahkan".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Atmareja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#12 Ibu kota | Babak Baru | Ikatan
Setelah selesai dengan makanan kami, tuan besar keluarga Ramvoldus meminta kami untuk tinggal sejenak. Nampaknya dia ingin menyampaikan sesuatu. Jika ini adalah urusan keluarga, bukankah aku tidak semestinya ada disini? Entahlah.
"Milo, apakah ada hal yang kau inginkan di ibukota ini?"
Tuan Alex bertanya padaku.
"Aah tidak, apa yang kuterima hari ini sudah lebih dari cukup."
Aku membungkukkan sedikit tanda berterima kasih.
"Begitu. Itu bagus jika kau merasa seperti itu. Sebelum aku mengumumkan mu sebagai murid dari anakku. Aku ingin memastikan apakah kau mengetahui kontrak seperti apa hubungan antara murid dan guru itu?"
Ehhh??? Memangnya seperti apa??
Aku menggelengkan kepala.
"Apakah Alfred tidak memberitahumu?"
Kemudian nyonya besar ikut dalam perbincangan kami.
"Sayangnya tidak."
"Apakah anakku yang cantik ini memberitahumu juga?"
"Guru belum memberitahukan ku apa-apa. Sebenarnya kami belum banyak berbincang sampai saat ini."
"Kau licik juga Cordelia sayang, huhuhu."
"Ibuuu,,, aku tidak begitu. Aku pun terkejut dia mengatakan dia belum mengetahui hal itu, aku pikir orang tuanya akan memberitahukannya. Terlebih dia dari keluarga Leon, aku berfikir tidak mungkin ayahnya yang memiliki darah bangsawan tidak mengatakannya."
Ah benar, ayahku adalah bangsawan, bangsawan paling menyebalkan. Kenapa dia tidak memberitahukannya padaku? Apakah dia sengaja? Sialan, ayahku memang kurang ajar.
Aku menahan rasa marahku dengan menghela nafas.
"Anu, bisakah anda menjelaskan nya kepada saya?"
Rasa penasaranku meluap-luap.
"Begini Milo, ketika ada seorang imam meminta seseorang menjadi muridnya, itu artinya hubungannya lebih dari sekedar guru dan murid biasa. Di dunia ini, ketika hal itu terjadi, maka itu sama saja dengan dia mengakuimu sebagai suaminya. Karena sang imam tidak boleh menikah di luar dari lingkaran kemuridan. Tentu saja hal yang sama berlaku jika dia meminta seseorang menjadi gurunya. Hal yang sama persis berlaku juga. Hubungan guru dan murid adalah hubungan keluarga layaknya suami-istri."
Haaahhhhh!!! Ada apa ini??? Apa yang terjadi dengan logika dunia ini??? Apakah itu sebabnya anna mengatakan bahwa aku telah menjadi bagian dari keluarga ini? Dan apakah ini juga sebabnya dia menerobos masuk ke kamar tidur ku saat aku sedang tidur siang tadi? Apakah dia benar-benar tidak melakukan sesuatu padaku? Apakah aku masih memiliki keperjakaanku?
Aku menoleh ke arah guruku, kemudian dia dengan malu-malu mengangguk. Membenarkan semua ucapan tuan besar. Atau bisa dibilang, calon mertua ku. Ah sialan!
"Kejadian seorang imam mengangkat murid sangat jarang terjadi. Karena hal itu merepotkan. Pernikahan tidak akan terjadi jika sang murid tidak bisa melampaui sang imam. Dan setelah itu dia akan dihukum mati untuk menjaga rahasia sang imam."
Bahaya bahaya bahaya, ini sangat mengerikan.
Wajahku memucat.
"Tenang saja, kau masih bisa menolak pernikahan dengan sang imam. Namun sang imamlah yang akan dihukum mati dan kau menggantikan posisinya sebagai imam."
Logika yang tak masuk akal. Ada apa dengan dunia ini? Kalau begini terus aku tidak bisa menikmati kehidupanku yang tenang.
"Dan ada satu lagi, imam adalah posisi penting di kerajaan ini. Imam-imam besar memiliki pengaruh. Karena pada dasarnya, para imam ini adalah ksatria kerajaan yang menggunakan teknik dari ilmu sihir. Mereka Pun memiliki hirarki dan aturan nya sendiri."
Jadi posisinya setingkat dengan ksatria kerajaan. Hanya penyebutannya saja yang berbeda.
"Imam adalah sebutan untuk penyihir elit negeri ini. Dan di negeri ini hanya ada tiga, tentunya kau melihat salah satunya disini.hahahaha."
Dia terlihat senang dan bangga dengan itu.
"Anakku ini masih muda lho Milo, saat ini dia baru menginjak usia 18 tahun. Huhuhu."
Nyonya besar pun tak ketinggalan memuji anaknya itu.
"Uuhhh ibu, hentikan!"
Dia terlihat malu.
"Dia cantik kan Milo?"
Benar sekali, dia memang terlihat sangat cantik, dengan perawakan yang terlihat "berkembang" dengan baik di beberapa bagian tubuhnya, setiap mata laki-laki akan menelan ludah melihatnya. Seandainya saja aku tidak memiliki windy, aku pasti sudah jatuh di pelukannya.
"Nah Cordelia, aku ingin tahu apa alasanmu mengangkat dia sebagai muridmu?"
"Nyawanya terancam, dan aku pikir ini jalan satu-satunya."
Aku terkejut mendengarnya.
"Bisa kau jelaskan lebih lanjut?"
"Saat ini kekuatannya sangat besar, namun dia masih minim pengalaman, dia juga terlalu lugu, seseorang bisa memanfaatkan nya untuk berbagai hal. Dan aku yakin orang-orang itu akan melakukannya. Jika aku mengangkatnya menjadi muridku, mereka akan berpikir ulang untuk melakukan hal-hal yang berbahaya bagi milo."
Aku tidak mengerti apa yang terjadi,dan siapa orang-orang itu?
"Kemungkinan, Alfred menyadari hal ini, makanya tidak ada penolakan darinya."
Dengan anggun guruku yang cantik dan sexy ini menuangkan anggur ke mulutnya.
"Memangnya kekuatan seperti apa yang milo miliki hingga kau ketakutan pihak militer akan menggunakannya sebagai boneka penghancur?"
Tunggu! Boneka penghancur?? Memangnya apa yang terjadi. Semakin banyak tanda tanya di kepalaku.
"Milo, tunjukan kekuatan apimu yang waktu itu kepada ayahku!"
"Baik!"
Aku menarik nafas kemudian memejamkan mataku, mengalirkan mana ke tangan kananku,dan kemudian sosok ifrit yang waktu itu muncul kembali di atas telapak tanganku.
Setelah itu aku menghilangkannya.
"Hebat, hebat sekali. Seperti yang diharapkan dari keluarga Leon." Kata-kata yang sering kudengar. Ada apa dengan keluarga Leon ini??
"Anu, bisakah aku mendapatkan penjelasan?"
"Milo, kekuatan mu itu unik, hebat. Kau bisa memanggil kekuatan roh api, ifrit. Kakuatan itu sangat menakutkan. Kekuatan yang bisa menghancurkan satu benua hanya dalam satu serangan. Jika kekuatan sihir itu telah sempurna, dan kau telah mengikat kontrak dengan roh tersebut. Apo itu tidak bisa dipadamkan oleh apapun, tidak bisa di segel, juga tidak bisa dihancurkan"
Waaaaaaw, kekuatan yang hebat.
"Jika pihak militer mengetahuinya, maka dia akan menggunakanmu sebagai boneka mereka. Kau akan kehilangan kebebasan mu sampai kau mati. Kau juga bisa saja dipergunakan untuk mengambil kekuasaan dari raja."
Bulu kudukku berdiri mendengarnya.
Dia memang pantas disebut imam. Dalam usianya yang masih muda, dia sangat terampil dan cermat dalam mengambil keputusan. Aku bersyukur bisa bertemu dengan guruku, meskipun dia sedikit mesum.
"Pihak manapun tidak akan berani menyentuhmu karena kau berada di pihak kami, ada kami di belakangmu. Keluarga Ramvoldus, dan juga ada imam besar disini. Hahaha."
Tuan Alex, berkata dengan penuh percaya diri.
"Nah sekarang kau mengerti kan Milo?"
"Kurang lebih begitu."
"Sekarang tentang pengumuman pengangkatan murid. Aku ingin melaksanakan secepatnya. Semakin baik semakin bagus. Tentu saja aku akan melaporkan hal ini terlebih dahulu kepada beberapa pihak termasuk juga aku akan menemui keluarga Leon."
Guruku angkat bicara, sementara nyonya besar rumah ini sepertinya dia tidak terlalu berperan ketika pembicaraan menjadi tingkat serius seperti sekarang ini.
"Baiklah kalau begitu, lakukanlah yang terbaik untuk calon suami mu ini. Hahaha."
"Aayaaahhh, itu memalukan tahu."
"Kenapa, bukankah kau telah tidur bersama tadi siang?"
"Itu,,, itu,,, itu tidak seperti yang kalian pikirkan."
Ada apa ini? Calon suami? Kupikir aku datang kesini untuk belajar sihir. Kenapa? Ada apa? Aku bingung hingga tenggelam dalam pemikiranku sendiri.
***
Kamarku setelah makan malam.
Guruku duduk di sampingku dengan pakaian tidur yang mengundang hasrat lelaki. Pakaian itu terlihat sangat halus dan sedikit transparan, dimana membuat lekuk tubuhnya menonjolkan belahan dadanya yang menonjol.
Aku menelan ludah. Bagaimana pun, aku sudah lebih dari dewasa untuk merasakan sensasi ini.
"Milo, maaf. Ada banyak hal yang harus kita bicarakan."
Aku mengangguk.
"Tentang hubungan kita, ituuu,,,."
Wajahnya memerah.
"Aku tidak pernah menjalin hubungan dengan lawan jenis. Dan meskipun kau lebih seperti seumuran adik bagiku. Tapi ketika kau cukup umur untuk menikah, kau bisa menikahiku. Kau harus menikahiku! Kau tahu kan apa akibatnya jika kita tidak menikah?"
Aku menelan ludah, kali ini bukan karena belahan dadanya yang terlihat menggoda. Namun kata-kata nya kali ini menyudutkan ku.sepertinya aku tidak bisa mengelak.
"Aku tahu, kau memiliki seorang gadis, anak itu, aku tahu dari tatapan matanya bahwa dia sangat mencintaimu. Dan sepertinya kau juga merasakan hal yang sama. Tapi aku pun akan berjuang agar aku bisa sejajar dengannya di hatimu."
Apa ini??? Pernyataan cinta??
Jarak usia kami tidak terlalu jauh, lima tahun adalah perbedaan kami kupikir itu tidak apa-apa. Masalahnya adalah Windy, apakah ia akan baik-baik saja dengan ini? Aku membayangkan kemarahannya, wajah yang berubah menyeramkan dengan tanduk di kepala, sang iblis. Tubuhku menggigil.
"Nah, apakah kau bersedia menjadikan aku istrimu?"
Benar, benar sekali. Ini adalah ungkapan cinta. Sebuah serangan dadakan. Aahhh hatiku belum siap.
"Uummm,,, aku baik-saja dengan itu. Namun, aku tidak tahu dengan Windy. Apakah dia akan keberatan atau tidak."
Karena aku telah bertunangan dengan nya, aku harus memperhatikan perasaannya. Meskipun aku tahu, di dunia ini sebagian bangsawan memiliki beberapa istri. Itu hal yang lumrah disini.
"Kalau begitu,nanti kita bicara dengannya. Yah?"
Sebuah serangan mengarah telak padaku, sebuah tangan yang terasa halus dan hangat menggenggam tanganku.
Dan dengan ekspresi imutnya, dia menanyakan itu padaku. Apakah aku bisa menghindar dari ini? Tentu saja tidak, dia terlalu cantik dan manis.
Aku hanya bisa mengangguk tanda setuju.
Blukkkk…!!!
Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan dua sosok yang kukenal terjatuh karenanya. Itu adalah tuan dan nyonya besar rumah ini. Lagi-lagi aku merasa seperti melihat kekonyolan ayahku.
"Ibuuu,,,ayahhh??? Kalian???kalian mengintiippp!!"
"Tunggu, tunggu, kami hanya kebetulan lewat. Benar kan sayang?"
Cordelia mengangkat tubuhnya dari tempat duduk dan sebuah pukulan melemparkan tuan Alex keluar dan terlempar ke taman. Sementara wajah Cordelia yang mirip seperti windy ketika marah berangsur kembali.
Tubuhku menggigil, betapa menakutkannya mereka berdua. Aku tidak dapat membayangkan apa yang terjadi jika mereka berdua mengamuk pada saat yang bersamaan. Gambaran dua iblis dengan tanduk dan mata menyala, dengan senyum yang menyeringai tergambar di pikiranku. Aahh sialan. Ada apa dengan dunia ini.
"Arara, kau memang kuat seperti biasa Cordelia sayang. Kalau begitu silahkan lanjutkan. Permisi, Huhuhu."
"Ibuuu,,,."
Wajah Cordelia memerah sementara ibunya, nyonya Irene melenggang sambil tertawa puas. Cordelia kembali duduk di tempatnya semula kemudian menghela nafas. Sementara kudengar di kejauhan beberapa pelayan memanggil-manggil tuan Alex yang di terbangkan dari lantai dua mansion
Bagi yg suka novel fantasi & romance mampir yuk,,,,
“That Time One Summoned Class In The Another World”
PREMIS:
Mengenai dunia paralel. Mc dibenci oleh Heroine, tapi si Heroine lama-kelamaan suka sama Mc. ]