NovelToon NovelToon
Love Journey Story

Love Journey Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Persahabatan / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:244
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Geamul

Novel ini menceritakan kisah perjalanan cinta seorang perempuan yang bernama Syajia, nama panggilanya Jia.

Seorang perempuan yang sangat sederhana ini mampu menarik perhatian seorang laki-laki dari anak ketua yayasan di kampusnya dan seorang pemilik kafe tempat ia bekerja.

Tentu keduanya mempunyai cara tersendiri untuk bisa mendapatkan Jia. Namun Jia sudah terlanjur menaruh hatinya pada anak ketua yayasan itu.

Sayangnya perjalanan cinta tidak selalu lurus dan mulus. Banyak sekali lika-liku bahkan jalan yang sangat curam dalam kisah cinta Jia.

Apakah Jia mampu melewati Kisah Perjalanan Cinta nya? Dan siapakah yang akan mendapatkan Jia seutuhnya? Ikuti terus kisahnya di dalam novel ini yang mampu membawamu terjun kedalam Kisah Perjalanan Cinta Syajia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Geamul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahpahaman

Seperti biasa, Jia, Nana, dan Al sedang berada di perpustakaan untuk belajar bersama. Hari ini di perpustakaan Al merasa aman, karena Cantika tidak datang lagi ke perpustakaan. Ia pun bisa mengerjakaan tugasnya dengan leluasa.

Di kelas, Bima sibuk mencari-cari Jia. Ia terus menanyakan keberadaan Jia pada teman kelasnya, ia sudah mencari Jia kemana-mana. Tetapi, ia belum mencarinya di perpustakaan. Bima pun segera pergi ke perpustakaan.

Sesampainya di perpustakaan, Bima menyapu ke seluruh ruangan. Saat matanya melihat ke sebuah meja, ia melihat Jia sedang berduaan bersama Al. Karena kebetulan, Nana sedang pergi ke toilet.

Dada Bima mulai memanas lalu ia mengepalkan tanganya. Bima pun langsung menghampiri mereka, kepalan tangan kananya mendarat sangat kencang dan cepat di pipi kiri Al.

“Al …” Jia berteriak histeris saat melihat Al terjatuh dari kursinya. Al pun langsung berdiri dan membalas pukulan Bima.

Semua orang yang berada di perpustakaan mulai berkerumun menyaksikan pertarungan Al dengan Bima. Jia pun terus bertiak, berusaha menghentikan kedunya.

Sampai akhirnya Jia mendorong Bima dan memisahkan keduanya. Dosen penjaga perpustakaan ikut serta membantu memisahkan mereka.

“Ada apa ini?” tegur dosen penjaga perpustakaan.

“Maaf sekali Bu, ini ada kesalahpahaman,” sahut Jia.

“Ya sudah, kalian keluar!” lugas dosen penjaga perpustakaan.

Mereka pun bergegas keluar perpustakaan. Saat di luar, Jia mulai mengangkat suaranya dan menegur kedua laki-laki yang berada di depannya.

“Sebenarnya kalian tuh ada apasih? Gak malu apa diliatin kaya tadi?” Jia memelototi keduanya. Al dan Bima hanya terdiam dan tertunduk. Bima pun merasa sangat menyesal.

“Dan kamu Bim, tolong tahan emosi kamu. Aku yakin kamu bisa nyelesain masalah kamu dengan kepala dingin,” tegur Jia, ia pun menarik tangan Al untuk pergi ke kantin dan meninggalkan Bima sendirian.

“Kamu gak apa-apa kan?” Jia memberikan minuman teh hangat pada Al.

“Aman kok,” jawab Al dengan santai.

“Kamu serius?” Jia memastikan.

Al hanya mengangguk memastikan bahwa ia baik-baik saja. Jia pun berusaha mengobati pipi Al yang lebam karena pukulan menggunakan es batu. Saat Jia mengobatinya, ia bertatapan dengan Al.

“Biar gue aja,” Al mengambil es batu dari tangan Jia yang mengambang di pipinya dan mengusik tatapan Jia. Jia terkejut lalu hanya mengangguk.

“Sebenarnya, kamu ada maslah apa sih sama Bima?” akhirnya Jia mengeluarkan yang selama ini berada di dalam pikirannya.

Al terdiam, ia tidak langsung menjawab pertanyaan Jia. Sepertinya, Al sedang merangkai kata-kata untuk menjawab atau sedang menimbang-nimbang apakah harus bercerita atau tidak. Tapi, bagaimanapun Jia harus tahu apa yang sedang terjadi antara Bima dan dirinya.

Al berusaha mengumpulkan semua tenaganya untuk menceritakan masalahnya pada Jia. Dengan panjang lebar, ia mengungkapkan semuanya.

“Dulu waktu SMA, gue sama Bima sahabatan. Kita dekat banget. Terus Bima punya seorang pacar dan yang gue tahu, pacarnya itu orang yang gak bener. Cewek itu juga suka ngedeketin gue, padahal dia tahu gue itu sahabat pacarnya. Gue punya niat buat bantuin Bima biar bisa jauh-jauh dari cewek itu. Tapi, rencana gue gak berjalan mulus. Keadaan membuat kesalahpahaman di antara gue sama Bima,” jelas Al. Jia pun hanya terdiam dan menjadi pendengar yang baik.

“Gue udah berusaha ngasih penjelasan, tapi Bima selalu nyudutin gue. Dan sampai saat ini, Bima masih benci sama gue. Gue juga selalu ngerasa kesel sama sikapnya yang mudah emosian itu,” sambung Al, dia pun menghela napasnya lega.

“Kamu yang sabar ya Al, aku yakin pasti semuanya akan kembali seperti semula,” Jia berusaha menenangkan Al. Al pun hanya mengangguk.

Saat pulang kuliah, Jia menolak ajakan Bima untuk mengantarkannya ke tempat kerja. Karena Jia masih kesal dengan sikap Bima yang tidak bisa menahan emosinya. ‘Kalau memang kalo ada masalah, kenapa selalu menggunakan otot sih? ' batin Jia. Ia benar-benar kecewa dengan Bima.

Dan akhirnya Jia pergi ke tempat kerja dengan angkutan umum. Ketika sedang menunggu di pinggir jalan, tiba-tiba terdengar klakson motor dari kejauhan. Ternyata itu motor Al yang perlahan menghampiri Jia.

“Lo belum pulang?” tanya Al membuka helmnya.

“Aku lagi nuggu angkot, mau ke tempat kerja,” jawab Jia.

“Tempat kerja?”

“Aku kerja di kafe yang waktu itu kita kesana.”

“Oh, yaudah gue antar ya!” ajak Al.

“Gak usah Al, takut ngerepotin.”

“Enggak kok, dari pada nanti telat. Ayok!” Al berusaha mengajaknya.

Jia pun mengiyakan ajakan Al. Perkataan Al ada benarnya, ia takut terlambat kalau terus menerus menunggu angkutan umum. Karena dari tadin belum ada satupun angkot yang muncul di hadapannya. Dan juga, sudah lumayan lama Jia menunggu di pinggir jalan itu.

Sesampainya di kafe, Jia mengajak Al untuk mampir dan meminum segelas exspreso yang sempat pernah dibelinya dulu. Al pun menyetujui ajakan Jia, karena sudah lama juga Al tidak mengunjungi kafe itu lagi.

Kebetulan kafe sedang tidak banyak pengunjung. Mereka pun duduk di kursi yang sama yang pernah mereka duduki dan memesan minuman yang sama.

“Lo dari kapan kerja disini?” tanya Al sembari menikmati exspresonya.

“Hmm, udah mau 1 bulan.”

“Oh, kenapa lo kerja?”

“Aku, harus bayar kuliah ku sendiri. Karena ayahku lagi sakit,” Jia tertunduk.

“Sorry ya,” Al merasa bersalah telah menanyakan hal itu.

“Gak apa-apa kok Al,” Jia tersenyum.

“Semoga ayah lo segera sehat kembali ya. gue yakin, lo bisa melewati semua ini,” Al berusaha memahami keadaan Jia.

Al pun pamit untuk pulang saat Jia akan bekerja kembali. Dari saat itu, Al selalu mampir ke tempat kerja Jia, untuk memesan exspreso atau hanya sekedar bertemu Jia karena akan menanyakan tugas dari kampus.

Sesekali, Surya melihat Jia sedang bersama Al. Dan Surya sering sekali melihat Al selalu mengunjungi kafe-nya. Surya pun mengeluarkan rasa penasarannya.

“Kali ini, pasti dia benar-benar pacar kamu ya?” Surya menghampiri Jia ynag sedang membereskan kasir.

“Eh, Pak Surya,” Jia sedikit terkejut.

“Maksud Bapak, apa ya?” sambung Jia.

“Cowok yang selalu datang kesini, itu pasti pacar kamu kan?” jelas Surya.

“Oh, bukan Pak. Dia teman saya juga.”

“Yah ... dugaan saya salah lagi dong,” Surya mengeluh.

Jia tertawa, “Iya Pak,” tawanya pun mampu membuat Surya teringat pada sesuatu.

“Maaf ya,” Surya tersenyum manis.

“Iya, gak apa-apa kok Pak. Kalau gitu, saya lanjut kerja ya Pak,” Jia membalas senyuman Surya. Dan meninggalkannya ke belakang. Saat melirik ke arah Surya, Jia di dapati Surya sedang menepuk-nepuk dahinya. Jia pun tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kenapa ya, dia selalu nanya gitu. Dulu ke Bima, dan sekarang ke Al," gerutu Jia.

1
Aixaming
Aku gak pernah menyangka kalau membaca cerita bisa membuatku merasa sebahagia ini.
Ayu Geamul: terimakasih ya sudah membaca ceritaku🙌🏻
total 1 replies
Dianapunky
Cocok di hati nih.
Ayu Geamul: terimakasih kak 🥰 jangan lupa mampir lagi untuk baca bab selanjutnya 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!