NovelToon NovelToon
Suami Tampanku.

Suami Tampanku.

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: selvi serman

"Menikahlah segera jika ingin menepis dugaan mama kamu, bang!."perkataan sang ayah memenuhi benak dan pikiran Faras. namun, bagaimana ia bisa menikah jika sampai dengan saat ini ia tidak punya kekasih, lebih tepatnya hingga usianya dua puluh enam tahun Faras sama sekali belum pernah menjalin hubungan asmara dengan wanita manapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MALAM PENGANTIN.

Setelah Faras mengucap kalimat ijab kabul dan disambut kata sah dari penghulu, saksi serta tamu undangan yang hadir di pagi menjelang siang hari itu, akhirnya kini status Inara pun telah sah menjadi nyonya Sarfaras Wisatara.

"Selamat, bang.... sekarang Abang bukan lagi lelaki single melainkan seorang suami yang berkewajiban membimbing istri Abang di jalannya Allah. Jadilah suami dan imam yang baik untuk istri dan anak-anak Abang kelak!." papa Rasya memberi petuah, sebelum sesaat kemudian memberi pelukan hangat pada putra sulungnya itu.

"In sya Allah, pah...abang akan berusaha menjadi suami dan imam yang baik untuk istri Abang."

Inara yang menyaksikan kehangatan antara ayah dan anak tersebut merasa kagum pada keduanya. dari apa yang disaksikan Inara, ia bisa melihat sebesar apa rasa sayang Faras pada ayahnya dan begitu juga sebaliknya. Maka tak heran jika Faras bersedia menikahi dirinya demi mewujudkan permintaan ayahnya meskipun ia sendiri tidak memiliki perasaan terhadap Inara, begitu Inara menyimpulkan.

Kesadaran Inara kembali dari lamunannya setelah MC meminta dirinya untuk mencium punggung tangan suaminya sebagai bentuk penghormatan seorang istri terhadap suaminya, dan dibalas dengan kecu-pan Faras di keningnya.

Untuk pertama kali Inara merasakan kecupan seorang lelaki dan itu adalah suaminya sendiri. Ya, hingga usianya genap dua puluh empat tahun belum pernah Inara dekat dengan lelaki manapun apalagi sampai menjalin hubungan asmara, hingga takdir membawanya menikah dengan pria yang sangat dicintainya hari ini.

Acara pernikahan Faras dan Inara dilanjutkan dengan acara resepsi yang akan di gelar di sebuah hotel pada malam harinya. Sehingga setelah semua rangakaian ijab kabul usai mereka pun segera bertolak ke hotel pada sore harinya.

Sesampainya di hotel, Faras dan Inara pun menuju kamar hotel yang telah disediakan untuk mereka bersiap.

"Silahkan masuk tuan... Nona...." salah seorang petugas MUA yang didampingi oleh salah seorang petugas Wedding organizer mempersilahkan keduanya masuk ke dalam kamar hotel.

"Terima kasih." Inara yang menjawab. Sementara Faras, lelaki tampan itu hanya meresponnya dengan anggukan sekilas dan ikut melangkah dibelakang sang istri.

Dengan dibantu oleh petugas MUA yang bertugas, Inara hendak mengganti kebaya yang dikenakannya siang tadi dengan gaun pengantin yang akan digunakannya di acara resepsi malam ini.

"Ada apa, Nona." tanya petugas MUA saat Inara enggan menanggalkan kebaya yang masih melekat pada tubuhnya.

Inara tak menjawab namun pandangannya beralih pada Faras yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.

"Ya ampun nona Inara .... tidak perlu merasa malu, sebentar lagi juga bakal dilihat semuanya sama tuan Faras." petugas MUA tersebut tersenyum gemas melihat tingkah malu-malu Inara.

Mendengar namanya disebut-sebut Faras pun mengalihkan pandangannya dari ponselnya. Kini lelaki itu paham mengapa sang istri tak kunjung mengganti pakaiannya. Ia berdiri dari duduknya. "Saya akan berganti pakaian di kamar sebelah." pamit Faras.

"Baik, tuan."

"Anda ini benar-benar menggemaskan Nona...." ujar petugas MUA tersebut dan di sambung oleh rekannya yang lainnya.

"Nggak papa sih, mbak juga gitu kok pertama kali, masih malu-malu padahal aslinya sih mau..." wanita yang usianya sekitar Lima tahun diatas Inara tersebut mengulas senyum.

"Mbak bisa saja." sahut Inara. Tak ada wajah bersemu layaknya pasangan pengantin pada umumnya di wajah Inara saat mendapat kalimat-kalimat menggoda, karena ia sadar betul bahwa Faras tidak mencintainya dan belum tentu pria itu Sudi menyentuhnya seperti apa yang dikatakan kedua wanita berpengalaman di hadapannya itu. Bahkan tidak menutup kemungkinan suaminya itu ingin Mereka tidur dikamar yang terpisah setelah ini, mengingat Faras sudah siaga dengan menyiapkan hunian baru untuk mereka tempati setelah menikah.

Malam harinya, ballroom hotel telah dipenuhi oleh tamu undangan yang hadir di resepsi pernikahan Faras dan Inara. Kebanyakan tamu yang hadir berasal dari kalangan pengusaha. Tidak sedikit yang menatap kagum atas kecantikan Inara yang kini duduk mendampingi Faras di singgasana, namun tak sedikit pula yang berpikir jika putri mereka lebih pantas mendampingi pimpinan dari SJ group tersebut. Namun begitu, mereka tetap bersikap manis seakan ikut berbahagia dengan kebahagiaan Faras dan sang istri malam ini. Ya, seperti itulah dunia bisnis, terkadang kita harus menunjukkan sikap yang bertolak belakang dengan hati kita, itulah alasan Faras tak suka banyak berbasa-basi dengan rekan bisnisnya, terlalu banyak fatamorgana.

Pukul dua belas malam, ballroom hotel sudah hampir sepi, semua tamu undangan yang hadir satu persatu meninggalkan tempat setelah mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. hingga kini tinggal keluarga inti yang tersisa dan sebentar lagi akan segera menuju kamar masing-masing untuk beristirahat, termasuk pengantin baru, Faras dan sang istri.

Tubuh Inara terpaku menyaksikan tempat tidur dengan ukuran king size dihadapannya penuh dengan taburan kelopak bunga mawar merah berbentuk love. sampai suara bariton Faras membuyarkan lamunan gadis itu.

"Warna bunga itu tidak akan berubah meskipun kamu memandanginya semalaman." tegur Faras seraya berlalu melewati tubuh Inara.

Inara menoleh sejenak pada Faras yang hendak berlalu menuju kamar mandi.

Sejujurnya, bukan bunga mawar yang ada di benak dan pikiran Inara, tetapi yang ada dibenak dan pikiran gadis itu adalah di mana ia akan tidur jika tempat tidur di kamar hotel tersebut hanya ada satu sementara sofa pun tak ada. Tak mungkin juga kan dia tidur di lantai jika Faras menolak berbagi ranjang dengannya, begitu pikir Inara. namun, jika benar demikian, sungguh malang nasibnya di malam pertama pernikahan.

Berhubung Faras baru saja memasuki kamar mandi, Inara pun menggunakan kesempatan yang ada untuk menanggalkan gaun yang melekat pada tubuhnya, begitu juga dengan aksesoris yang masih melekat dikepala nya, termasuk mahkota.

"Aduh.... bagaimana ini, kenapa susah banget sih." Inara merengek sebal akibat kesulitan membuka resleting pada gaunnya. Hingga Faras keluar dari kamar mandi, ia belum juga dapat menurunkan resleting pada gaunnya.

Jantung Inara berdegup kencang tatkala Faras mengayunkan langkah mendekatinya. Tanpa diminta Faras mengarahkan tangannya untuk membantu menurunkan resleting gaun pengantin Inara. "Lain kali jangan diam saja, katakan jika membutuhkan pertolongan!."

Perlahan Inara merasa resleting pada gaun pengantin yang dikenakannya turun ke bawah, dan sesaat kemudian Kedua bola matanya membulat serta bulu kuduknya pun ikut meremang saat merasakan jemari besar Faras ikut menyusuri permukaan punggungnya seiring dengan pergerakan resleting pada gaun tersebut.

"Selesai."

"Terima kasih." ucap Inara dengan suara bergetar, lalu kemudian berlalu dengan langkah cepat menuju kamar mandi.

"Ya Tuhan...." Inara memegangi da-da kirinya, menekan perasaan yang hampir membuat jantungnya melompat dari rongganya. "Ayolah...aku mohon kerja samanya, kali ini saja!." ujar Inara seraya mengajak jantungnya berkomunikasi. "Jangan sampai mas Faras mendengar degup jantungku, bisa-bisa mas Faras akan berpikir aku sangat menginginkan sentuhan darinya. Ah.... melakukan sekali jika sampai mas Faras berpikir seperti itu." Inara memejamkan matanya, Sementara tubuhnya kini bersandar lemas pada daun pintu.

Tanpa diketahui Inara, Setelah tubuh sang istri menghilang dibalik pintu kamar mandi Faras menghela napas panjang. menggelengkan kepala seolah menepis sesuatu yang melintas di pikirannya, Sementara tangannya berada di da-da kirinya.

1
Violet
Yg ga waras bkn Yumi tp Gilang! Andaikata Faras dekatin Yumi yg ada endingnya mlh makin tebal cintanya & menggila obsesinya ke Faras! Org waras aja bisa makin dlm cintanya ke seseorg lah apalg ini yg divonis jiwanya terganggu bisa2 Faras yg dimatiin biar ga ada yg bisa munyain Faras!
Marina Tarigan
kok gilsng kekeh kali menjebloskan cleaning servis sih vilang memang sih kurang hati2 ksrena tempatnya bekerja dihuni orang gila berapa wanita yg mau sakiti gilang margin inara vleanig servis semoga dgn egois mu itu kamu akan menerima balasan seperti yumi otu
Marina Tarigan
lebih baik mati karena dari segala sisi yumi hanya menyusahkan orang2 disekitarnya kesembuhan bahi yumi tdk bisa lagi akibat terlampau banyak situadi yg menggrogoti ulahnua dan akibat perilakunya juga kelewat batas dan semua yg dia sakiti mendpt kebahagiaan semuanys
Marina Tarigan
rupanya ada wanita menghalakan degala cara utk mencspai cita2nua ada korban tap berbalik padanya lebih parah
Marina Tarigan
sebaiknya hamil yumi itu digugurkan kalau hamil dibiarkan bisa berbahaya bagi anak dan yumi karena hilanya ngamuk2 terus
Marina Tarigan
apa boleh buat tak usah disesali mungkin darah anak kembar syah setelah berubah jadi drakula yg membawa malapetaka bagi mereka berdua mudah2an gilang darah daging ayah berubah karen ketulusan hati margin dan ibunya kalau yumi mati di rmh sakit jiwa akhirny karena dia menginginkan sesuatu yg bukan haknya dan sdh menghancurkan orang baik2
Marina Tarigan
wah awalnya kita kira Margin itu jelek gigi tonggos pendek wajah kusam tdk menarik mknya gilang sangat benci padanya rupanya cantik lemah lembut pintar jadinya perbuatan biadap gilang membawa berkah luar biasa bagi margin dan Arga bahagia dan langgeng rmh tgganya kedepan
Marina Tarigan
kalian sepadan Arga Margin orang yg disakiti manusia biadap akan bahagia kedepannya
Marina Tarigan
nantinya pasti ayahnya Arga akan beri tahi Arga kelakuan Mirna di luaran sana sebgi pelavur kls tinggi ug serong ber ganti2 pria masjk hotel pria baik pasangamnya wanita baik2
Marina Tarigan
kehidupanmu dgn Margin nantinys kamu mdpt cinta sejst Arga katena Margin adalaj wanita baik2
Marina Tarigan
salah orang deh gilang mengorban kan 2 orang ke jurang malapetaka kasiham marhin
Marina Tarigan
tapi ada juga anehnya kok Faras dan keluarganya ada dirmh tdk mencari istrinya apa ada yg melapor inara sdh terlepas dari sekapan yumi
Marina Tarigan
sebentar lagi riwayatmu tammat yumi sm keluargamu juga akan kena kau terlibat penipuan pencurian di rmh Bsyu penculikan dan penyiksaan terhadap orang yg sangat berharga dimata Fatas dan keluarganya
Marina Tarigan
walaupun kamu sekap inara yummy Faras akan membunuhmu kalau kau dekati faras sebentar lagi tammat riwatmu
Marina Tarigan
mknya sangat sayang kpd saudara sangat patut tspi kalau teerlaammpau sayang akibatnya dibodohi sampai harga diri dipertaruhkan
Marina Tarigan
manusi nya ada yg gila ada yg sangat bodoh ada yg gatal lengkaplah
Marina Tarigan
si bayu ini dr beneran atau dr abal2 kok sampai segiyu jauh mau membantu kegilaan yumi
Marina Tarigan
lagi dr monyet mengikuti wanita psikopat d
Marina Tarigan
gilang laki2 aneh tdk waras masa suami orang disuruh dekat sama yumi wanita gatal itu kalsu adikmu itu cinta mati sm Pres Bill Clinton kamu juga bujuk presiden itu dan istrinya Hillary utk meluk2 cium2 humi orsng gila itu gilang kamu kebangetan membela yumi itu lebih baik kamu nikahi adikmu itu jgn ganggu rmh tgga orang yg gila itu justru kamu faras kamu hina serendah itu buang saja adikmu itu ke jurang sana selesai
Marina Tarigan
ada juga otaknya sdh keluar dari raganya ya masa mau menyuruh seorang ceo perusahaabesar mengjibur orang gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!