NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAH

TERPAKSA MENIKAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Nikahmuda / CEO / Mengubah Takdir / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:325.3k
Nilai: 5
Nama Author: AioraAghfi

(Baca Ulang, Sudah aku edit)

Harap Bijak karena beberapa episode mengandung adegan dua puluh satu plus. Thankyou 😘😘

***

Nasta Ayruma

Gadis itu sedang duduk bersimpuh diatas tempat tidurnya. Bahu nya bergetar hebat merasakan sakit yang menusuk dalam kerelung hatinya. Kedua tangannya mencengkram kuat sprei yang terlihat mulai lusuh.
Tangis yang seharusnya terdengar keras, kini hanya tercekat didalam tenggorokan.
Tak mampu dia bagikan.

Langkah nya tidak bisa mundur. Tak ada pilihan dalam situasi yang sulit ini untuk mengatakan Tidak ataupun Menolak.

Dia tidak punya kuasa saat harus terpaksa menikah dengan laki-laki penguasa yang arogan itu.

Pandu Bragistandara.!

Nasta : Bagaimana bisa aku egois memilih masa depanku sedangkan ibu sedang membutuhkan bantuan ku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AioraAghfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Sama

Menunggu memang membosankan.

Sudah hampir lima belas menit Nasta berdiri di halte bus dekat rumahnya untuk menunggu lelaki itu. Tapi lelaki itu tak kunjung datang juga. Membuat Nasta menggerutu didalam hati.

Lelaki itu, Ya Tuhan benar-benar sangat menyebalkan. Ah, Nasta sampai malas menyebut namanya. Menjengkelkan sekali.

Tadi, tante Maria mengirimkan pesan kepadanya. Bahwa hari ini Nasta harus ikut ke tempat designer yang menjadi langganan keluarga Tante Maria untuk memastikan baju pengantin yang keluarga itu pesan benar-benar memiliki ukuran yang pas dengan tubuh Nasta, atau tidak.

Padahal, pernikahan baru direncanakan beberapa hari yang lalu. Tapi ternyata, segala persiapannya sudah hampir sempurna. Tante Maria sendiri yang bilang.

Ya memang sih, acaranya tidak terlalu besar. Mengingat kondisi ibu yang belum pulih.

Memang rasanya tidak etis saja mengadakan acara pernikahan mewah, sedang salah satu pihak penting tidak tahu menahu soal ini.

Tapi, pernikahan tetaplah pernikahan. Mau mewah atau sederhana, segala sesuatunya harus disiapkan dengan sempurna.

Nasta kembali melihat jam di pergelangan tangannya. Tinggal satu menit lagi, tepat sudah ia menunggu selama setengah jam. "Awas ya , kalau satu menit lagi Mas Pandu belum datang juga.. Nasta tinggal pulang lagi"

Tepat saat ia menutup rapat bibirnya, sebuah mobil mewah berhenti didepan Nasta. Kaca mobilnya terbuka, dan menampilkan Pandu yang tengah menatap Nasta tanpa rasa bersalah sedikitpun.

"Masuk" Perintahnya. Ingat, itu perintah.

Dengan muka masamnya, Nasta membuka pintu kursi belakang. Dan langsung duduk, tanpa mengucap sepatah kata pun.

"Kamu pikir, aku supir kamu apa?" Berkata sinis, sambil melirik Nasta tajam dari kursi depan. "Pindah depan sini..!"

Nasta menoleh kesamping kanan, mendapati tempat duduk disebelahnya yang kosong. Lantas, gadis manis itu memutar kepalanya keseluruh arah, memastikan hanya ada dirinya dan Pandu yang berada didalam mobil ini. "Mas Pandu, ngomong sama aku ya?"

"Ck." Berdecak kesal. Pandu kembali menatap Nasta dengan tajam. "Jangan bikin emosi ya Nas. Aku bukan sopir kamu, cepat pindah. Sudah tidak ada waktu lagi nih."

Tuh kan, lelaki ini memang suka se-enaknya sendiri. Kan, tadi dia yang telat datang? Kenapa seakan-akan jadi Nasta yang salah sih.?

"Dih, gitu aja marah loh," Jawab Nasta sambil mencebikkan bibirnya. Gemas. "Jangan gampang marah mas, nanti cepet tua baru tahu rasa."

"Pindah nggak?" Mengeram penuh kekesalan.

"Iya udah, iyaa pindahh.." Dengan gerakan cepat, Nasta segera membuka pintu mobil. Dan langsung pindah ke kursi depan, samping kemudi.

Meskipun wajahnya menampilkan ekspresi kesal dan takut, tapi jujur saja hati Nasta sedang bersorak gembira melihat kekesalan diwajah Pandu.

Iyess, Satu sama.!

Pandu sudah membuat Nasta kesal karena menunggu

lama dan tanpa rasa bersalah sedikitpun, maka Nasta juga membuat Pandu kesal dengan tingkahnya yang menyebalkan. Sengaja sih.! hehe

Tanpa Nasta sadari, saat ia keluar dari mobil untuk pinda ke kursi depan tadi, Pandu sempat tersenyum tipis menawan. Sebelum akhirnya, lelaki itu berhasil menyembunyikan rona bahagia diwajahnya dengan rapi dan bersih. Tanpa jejak sedikitpun.

Sepanjang perjalanan, keduanya saling diam. Nasta lebih tertarik dengan pohon yang kelihatannya berlari berlawanan arah dengan laju mobil yang ia tumpangi, dari pada lelaki disampingnya yang kaku itu.

Tapi, tentu saja lama kelamaan Nasta merasa bosan. Ia tidak terbiasa dengan suasana hening seperti ini. "Mas, masih jauh ya?" Bertanya tanpa menatap Pandu disebelahnya.

"Hem" Gengsi memberi jawaban, Pandu hanya berdehem.

Setelahnya, Dua orang itu kembali diam, sampai beberapa menit lamanya.

Suasana kembali hening. Baik Nasta maupun Pandu, sebenarnya tidak nyaman dengan suasana seperti ini. Tetapi keduanya sama-sama gengsi untuk mencairkan suasana. Apalagi, Pandu si lelaki dingin itu.

Diam-diam, Pandu melirik Nasta. Didapatinya gadis manis pemilik mata yang indah itu senyum-senyum sendiri membuat sudut hati Pandu menghangat Dan tanpa sadar, lelaki itu ikut ternsenyum. Senyum yang teramat manis

Seandainya, Andai saja Nasta melihat senyum itu, pasti gadis itu akan jatuh dalam pesona seorang Pandu. Nasta pasti akan terperangkap, sampai tidak tahu jalan keluar dari perangkap.

"Mas," Memanggil lagi. Dengan posisi masih sama, menatap arah keluar kaca.

"Apa?"

"Memang, beneran ya, kita, mau menikah?

Ciiiiitttt....

"Maaassss"

Terkejut dengan pertanyaan Nasta, membuat Pandu salah fokus sampai menginjak rem nya mendadak. Jantung Pandu berdebar hebat.

"Auw.. Ya Tuhan mas, hati-hati dong" Sensasi ekstrem yang baru saja Nasta alami membuat adrenalin gadis itu kian memuncak. Jantungnya ikut berdebar hebat karena terkejut.

Saluran udara dan pembuluh darahnya kian melebar. Memberi rasa sesak didada sekaligus organ-organ tubuh nya yang melemas secara bersamaan.

Nasta atur laju pernafasannya yang cepat agar segera normal kembali. Sambil berpegangan pada sisi samping kursinya, sebelah tangan Nasta mengusap-usap dadanya yang bergemuruh hebat.

"Mas Pandu kenapa sih?"

Setelah Nasta berhasil mengatur ulang perasaan kagetnya, ia melirik Pandu. Kondisi lelaki itu tak jauh berbeda darinya. Pandu diam mematung, dengan dada yang bergerak naik turun. Nasta tahu, Pandu sama kagetnya dengan dirinya.

Yang Nasta tidak tahu, apa yang membuat Pandu kaget sampai ia harus menginjak rem mendadak seperti ini Mengagetkan saja.

"Mas Pandu gak papa?" Reflek, Nasta raih sebotol air putih yang memang sudah ada dimobil itu. Gadis itu membantu membuka tutupnya, dan memberikan botolnya pada Pandu. "Nih mas, minum dulu."

Pandu menerima begitu saja botol itu, dan langsung meminumnya hingga beberapa kali tegukan. Setelah perasaannya tenang, ia kembali melajukan mobilnya tanpa menjelaskan apapun ke Nasta.

Membuat gadis disampingnya, kembali mencebikkan bibir penuh kekesalan. "Untung saja, jalanannya tadi sepi. Lain kali hati-hati ya mas. Nasti masih muda. Masih pingin hidup sampai tua."

Lagi-lagi Pandu enggan menjawab, Hingga mobil berbelok dan berhenti didepan sebuah bangunan yang Nasta tahu merupakan sebuah butiq.

"Sudah sampai ya mas?"

"Sudah.." Melepas sabuk pengamannya. "Ayo turun.."

Tangan kanannya membuka pintu, dan bersiap turun.

"Mas.." Panggil Nasta, yang sontak membuat lelaki itu menoleh. "Aku ga bisa, ini gimana ngelepasnya.."

Menyengir kaku.

Oh,

Astaga, Apalagi ini?

"Masak gitu aja, gak bisa sih Nas?" Ya bukannya Pandu gak mau bantuin Nasta membuka sabuk pengamannya, hanya saja.

"Ya maaf.. Aku memang gak pernah loh mas naik mobil dan duduk didepan seperti ini." Ucapnya memelas. "Ini susah.."

Kalau saja ada perempuan lain yang ikut duduk dimobil mereka, Pandu sudah meminta tolong perempuan itu untuk membantu Nasta membuka sabuk pengamannya alih-alih Pandu melakukan sendiri.

Sedari tadi, Duduk bersebelahan dengan Nasta saja sudah membuat jantungnya berdebar, apalagi kalau harus berdekatan dengan Nasta.

"Tolongin mas.."

Dengan menahan nafasnya, perlahan Pandu bantu Nasta membuka sabuk pengamannya. Mau tidak mau, wajah mereka berdekatan. Hingga hampir memangkas semua jarak yang ada.

Jantungnya berdegub, kian cepat. Dilihat dari dekat, Nasta sangat menggoda nya. Bibirnya, pipinya, hidungnya, dan mata indahnya.

Alih-alih segera melepas dan menjauhkan diri, Pandu justru lupa diri dan malah menikmati pemandangan wajah Nasta yang menggemaskan.

Sampai, tangan Pandu yang menyangga tubuhnya terpeleset,dan

Cup

Tanpa sengaja, Bibir lelaki itu mencium pipi kanan gadis manis disampingnya. Membuat Nasta, diam mematung tanpa ekspresi sedikitpun.

Eh, apa tadi?

1
Tovix Zoda
dari awal uda nggak menarik bacanya
Khoiruddin Febriansyah
bagus
Yanti Ana
lanjut thor
Ceöl Cuìlcuil Cowek
kok gag up lg thor,,, ditunggu lanjutannya😊
Yanti Ana
karyanya bagus dan menarik
Sheninna Shen
Semangat kakak! Aku kasih vote biar makin semangat
maredni Jiba
kasian pandunya,nasta juga sudah mencintai suaminya , semoga ibu Winda merestui
Tri Unhie
semoga pandu dan nasta tidak jadi di pisahkan..
Tri Unhie
jangan egois lahh Bu,aku tau perasaanmu, meninggalnya putramu mungkin itu takdir ,tapi memisahkan suami istri bukankah juga sebuah dosa?
iNDy💞
baiqlaahhh..sedikit demi sedikit benang merah mulai terurai😊
buat mas ato kak Arya,ntar sama Rista aja ya,dia ga kalah cantik n baik ko ma nasta🤭
MamaSaskia
mumet aku 😁
MamaSaskia
aku kok tmbh bingung to😁🤔
MamaSaskia
Kaciaann 😁😁🤭
MamaSaskia
hadeehhh... nasta dibelain suami mlh marah
MamaSaskia
polos bgt nasta 😄😄
maredni Jiba
lanjut Thor semangat 💪
MamaSaskia
mampir aahhh ...
maredni Jiba
wah,nastanya hilang ingatan ya sampai begitu takutnya pandu
maredni Jiba
wah, hati''Arya jngna sampai si pandu bikin kamu jadi perkedel🤣🤣
iNDy💞
dan sepertinya tujuan pandu pun seperti itu indah🤭😂
please..Jan lama² ya ndah resign nya🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!