NovelToon NovelToon
The Perfect Woman

The Perfect Woman

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Sistem / Fantasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir / Barat
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Azyhra Angkasa

Zheyara : "Aku berjanji akan membebaskan kalian dari lingkaran kematian ini, meskipun sedikit mustahil bagi diriku sendiri".

Misteri, ya dunia ini adalah misteri dan teka-teki dan orang yang paling banyak mengetahui semua misteri itu adalah perwujudan sosok misteri itu sendiri.

misterius, cover yang sangat menarik dari diri seseorang. Dalam diamnya, terdapat banyak rahasia yang dipendam, dalam sunyi banyak hal yang terusik, dan dalam sepi banyak sesuatu yang menari sehingga menciptakan suatu misteri.

"Aku tak akan membunuh kalian semua tetapi bukan berarti aku melupakan dendamku. Hanya saja aku merubah arah panah dendam itu menjadi 2 sisi yang sangat tajam sekaligus menyenangkan bagiku. Satu sisi membuatku menjadi kuat dan Istimewa, dan satu sisi lainnya membuat orang yang membenciku lebih terluka berkali" lipat untuk sekedar melihatnya daripada terluka karna pembalasan sebuah dendam".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azyhra Angkasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penawar Racun

"Iya aku juga merasakannya kakek," balas pemuda yang sedang mengobrol dengan kakek paruh baya itu.

"Cepatlah keluar dan hampiri kami, kami tidak punya banyak waktu dan akan segera pergi," sindir kakek itu dengan sedikit ketus.

Zheya pun merasa bahwa kehadirannya sebagai seorang mata-mata di negeri ini saat ini sudah diketahui oleh dua orang yang tadinya sedang mengobrol itu.

Zheya pun tidak memiliki pilihan selain menghampiri dua orang yang tidak dikenalnya itu. Ia berjalan mendekat ke arah mereka tanpa melepas tudung di kepalanya.

Zheya duduk di salah satu kursi meja mereka yang kosong.

"Jadi kau sedang membutuhkan apa anak muda?" tanya kakek itu yang belum mengetahui bahwa dirinya adalah seorang perempuan.

"Zheya pun merasa sedikit malu karena dirinya ketahuan memata-matai dan berusaha menguping pembicaraan dua orang itu tadi".

"Maaf kakek, aku ingin bertanya tentang penawar bisa ular merah dewa. Apakah di sini ada yang mempunyai atau mungkin berada di suatu tempat yang tidak aku ketahui."

"Apakah kakek juga mengetahui sesuatu?, aku meminta tolong pada kakek, karena sebenarnya aku hanyalah pendatang baru di negeri ini," jawab Zheya ramah.

"Penawar racun, bisa ular merah?" tanyanya memastikan.

"2 tahun yang lalu aku mendengar bahwa penawar racun bisa ular merah sudah sangat langka dan tidak ada orang yang mampu membuatnya lagi, maka dari itu pasti akan sangat sulit pencari penawar racun itu" .

"Karena kalau dulu syarat untuk membuat penawarnya hanya bisa dibuat di hari pada saat bulan kabisat tiba, dan dibawah matahari terbit ataupun terbenam.

Namun, rupanya sekarang hal itu saja tidak cukup," jelas kakek itu yang membuat Zheya menjadi penasaran dan bertanya-tanya dalam hatinya.

"Dan pembuatannya juga tidak mudah. Butuh waktu seharian penuh untuk membuat penawar racun itu".

"Dan orang yang akan membuat ramuan penawar racun itu juga harus melakukan ritual dan tapa di dalam air terlebih dahulu untuk memperkuat energi alamnya," balas pria tua itu lagi.

"Aku juga mendengar bahwa beberapa bulan yang lalu, ada seseorang pemuda yang nekat untuk membuat ramuan penawar racun itu tanpa melakukan ritual terlebih dahulu," Pria itu menjeda ucapannya sejenak.

"Lalu apa yang terjadi dengannya? apakah dia tetap baik-baik saja?"

Zheya yang penasaran pun langsung kembali bertanya dengan antusias, tak sabar ingin mendengar jawaban dari kakek tua itu.

"Sayangnya, dia terluka sangat parah karena hal itu. Bahkan dari kabar yang beredar, semenjak kejadian saat itu tubuh pemuda itu menjadi lumpuh total," lanjut kakek tua itu.

"Ah yang benar kek?" Zheya kembali bertanya dan memastikan.

"Apakah tidak ada cara lain untuk menyembuhkan seseorang yang terkena racun itu, selain menggunakan penawar yang sangat sulit didapat itu?" Wajah Zheya terlihat sedikit cemas.

"Setahuku ada, tapi cara itu juga masih lumayan sulit meski tak sesulit jika dibandingkan dengan membuat penawar racun itu".

"Apa itu kakek?, tolong beritahu aku karena aku sedang benar-benar membutuhkannya saat ini," pinta Zheya dengan nada memohon.

"Cobalah temui keluarga dewa pemilik ular merah itu atau pun keturunannya yang masih hidup, lalu mintalah masing-masing lima daun dari dua pohon yang berbeda."

"Dua pohon itu diwariskan secara turun menurun. Jika pohon itu sudah tiada maka mintalah beberapa tetes darah kepada mereka, keturunan atau keluarga yang masih memiliki hubungan darah dengan dewa pemilik ular itu".

"Tetesan darah yang memiliki hubungan dengan dewa ular itu bisa dijadikan obat alternatif untuk menyembuhkan racun itu."

"Ular naga merah itu sebenarnya adalah hewan spritual milik seorang dewa air yang bernama Teshi. Hewan itu diperintahkan oleh Dewa Teshi untuk mengabdi dan melindungi keluarganya."

"Namun sekarang, jenis hewan spiritual itu sudah punah karena sering diburu dan dihabisi oleh para dewa jahat untuk diambil energinya dan kemampuan supranaturalnya."

"Lalu bagaimana dengan dewa Teshi kek, mengapa ia tidak melindungi hewan spritual miliknya?" Zheya memotong percakapannya sejenak.

"Dewa Teshi sudah menghilang sejak lama dan keberadaannya tak diketahui entah di mana, bahkan keluarganya pun juga tak tahu kemana perginya dewa itu."

"Dewa Teshi yang tak memiliki orang kepercayaan pada saat pun memutuskan untuk mempercayakan dan menitipkan keluarganya kepada hewan spritualnya itu."

"Namun sayangnya, beberapa puluh tahun kemudian, hewan itu punah dan habis dinbantai dan dihabisi oleh para dewa serakah itu."

"Meskipun hewan spritual itu sudah punah serta energi dan kemampuannya yang sudah diambil, tetapi segel perjanjian antara ular itu dengan Dewa Teshi tetap masih terikat dan tak terputus begitu saja."

"Oleh karena itu, jika ada seseorang yang sedang terkena bisa ular itu, lalu diberi tetesan darah yang masih berhubungan dengan darah keluarga Dewa Teshi, maka secara spontan akan menghentikan penyebaran racun itu dengan sendirinya."

"Racun itu pasti mampu mengenali darah yang memiliki hubungan dengan tuannya. Racun itu dengan secara otomatis akan menghentikan pergerakannya karena tak mau menyakiti saudara atau pun keluarga tuannya."

"Kemampuan itu berasal dari segel perjanjian yang pernah dibuat oleh Dewa Teshi dengan ular merah itu. Di mana saat mengikat perjanjian dengan hewan spirit, mereka harus melakukan pertukaran darah satu sama lain."

"Dan satu-satunya keluarga Dewa Teshi yang masih hidup hanyalah mereka yang tinggal di sebuah paviliun keluarga. Paviliun itu terletak di perbatasan wilayah Kekaisaran Giyu tepatnya di belakang hutan obat legendaris itu".

"Hutan yang katanya sudah tidak bisa dimasuki oleh orang sembarangan lagi saat ini?" tanya Zheya serius.

"Benar, rupanya kau menguping pembicaraan kami dengan sangat baik," ledek kakek tua itu.

"Maaf," Cicitnya.

"Lalu bagaimana cara pergi ke belakang hutan legendaris itu tanpa melewati atau pun memasukinya kakek? Apakah ada jalan lain?" Tanya pemuda yang bersama dengan kakek itu juga ikut penasaran.

1
YuniSetyowati 1999
Daku masih fokus ikuti alurnya.
Semangat Thor 💪
YuniSetyowati 1999
Salam kenal Thor.Permisi mau numpang nongkrong di dunia halumu.Penasaran ama isi cerita dunia halu milikmu.
Cha Sumuk
msh blm paham dgn cerita nya
Murni Dewita
mantap thor
smngt
Murni Dewita
mnrik
smngt thor
Murni Dewita
mampir
Agatha cute📴
ceritanya bagus....
Filan
kenapa kadang zheya, kadang zheyara? orang yang sama kan?
Elang Merah: makasih udah mampir dan komen🙏 Sama ko, cuma kalo teksnya udh panjang jadi Zheya, nama panggilannya aja.
total 1 replies
Elzi Lamoz
latarnya keren banget
Pena Kusam
kenapa pakai tanda ( *) di setiap ucapan atau dialognya?
Pena Kusam
dibelakang kata persisnya apa tidak ada tanda titik ( .)
Elang Merah: thx, kurang koma.
total 1 replies
Ogeg iraeinn
cewek petakilan gini yak?🤣
naik ke atas pohon.
💫Tasya💫Alfarisi: hai kak salam kenal, aku Deep. GC Maniak Horor lagi Adain event baca berhadiah. Barangkali berminat, mangga di cek dulu syarat dan ketentuannya/Smile/
total 1 replies
Ogeg iraeinn
jendral lucknut, keponakan sendiri mo diracun.🤬
Pena Kusam
hmmm, jadi sasarannya ini si Zheya sebenarnya?🤔
Elzi Lamoz
ngeselin juga ni orang.
Frederick
Aduh, cliffhanger-nya bikin saya gak tahan nunggu, ayo lanjutkan thor!
Pena Fantasy: Hai, kamu!!.
Aku ada rekomendasi Novel baru nih buat kamu yang suka baca Novel Bergenre Fantasi, apalagi kalau suka tentang petualangan atau balas dendam. :)
Walaupun masih puluhan bab, tapi mungkin cerita ini bisa memenuhi selera kamu sebagai pembaca novel :)
total 1 replies
Hiro Takachiho
keren banget thor, aku suka karakter tokohnya!
Pena Fantasy: Hai, kamu!!.
Aku ada rekomendasi Novel baru nih buat kamu yang suka baca Novel Bergenre Fantasi, apalagi kalau suka tentang petualangan atau balas dendam. :)
Walaupun masih puluhan bab, tapi mungkin cerita ini bisa memenuhi selera kamu sebagai pembaca novel :)
total 1 replies
Dzakwan Dzakwan
Gokil abis!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!