Kita seperti air dan minyak, memang tidak bisa bersatu tetapi masih berdampingan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PUTUS CINTA
Di rumah diana tengah duduk di atas kasur menatap ponselnya dengan batal kesayangannya. Jam menunjukan pukul 7 malam, dimana diana harus makan malam bersama keluarga nya.
"Dek makan dulu" ucap ibunya yang tengah menyiapkan makanan yang berada di ruang makan.
"Bentar ma, lagi badmood" ucap Diana dengan suara nada yang keras di dalam kamar.
"Tumben nih anak, biasanya juga lebih awal" ucap kak Nanda menghadap ayah dan ibunya
"Panggil dulu adikmu, nanti makanannya habis baru tahu rasa" ucap ibunya yang menyuruh kak Nanda memanggil ke kamar. Saat kak Nanda mau ke kamar Diana, tiba-tiba Diana datang ke ruang makan untuk makan malam dan meninggalkan ponsel nya di kamar tidurnya. Selesai makan Diana kembali ke kamar kebetulan ada motif dari sahabatnya Rika.
"Din, ada kabar kak Erlangga putus sama pacarnya" ucap Rika mengirimkan pesan kepada diana.
"Yakin? Sumpah lu ka" Ucap Diana dengan ekspresi bahagia.
"Coba lu cek media sosialnya, foto nya sudah gak ada lagi" ucap Rika mengirimkan pesan ke diana. Diana yang tau infomasi itu lalu mengirimkan pesan ke Galih.
"Yang, Gw mau putus sama loh" ucap Diana mengirimkan pesan ke Galih
"What.... Gak ada hujan gak ada badai tiba-tiba loh minta putus?" ucap galih, yang tiba tiba menelfon ke diana yang merupakan kekasihnya.
"Iya kita sudah tidak cocok"ucap diana dengan suara yang jelas.
"Enggak, kita udah jalan setengah tahun masa mau putus. Memangnya aku salah apa? Besok aku mau ketemu sama kamu" ucap Galih dengan raut kesal dan marah lalu mematikan panggilan dan membantingnya telfonnya ke atas kasur.
Ekspresi diana mulai bahagia, kemudian dia kembali melihat media sosial kak Erlangga yang merupakan pria ganteng, pintar, dan idaman sekolah.
Tiba di lorong sekolah saat jam istirahat, diana yang tengah berjalan bersama sahabatnya Rika di cegat sama geng galih dengan ekspresi marah.
"Pokoknya gw gak mau putus sama loh dinnnn" ucap Galih dengan nada yang sangat keras di lorong sekolah.
"Pokoknya kita PUTUS ucap Diana sambil menyemburkan minumannya ke baju galih. Galih yang kesal tidak sengaja menampar diana sangat kencang. Kak Erlangga melihat dari kejauhan datang ke Diana lalu baku hantam pun terjadi antara kak Erlangga dan Galih. Rika yang berada di sana berteriak meminta tolong.
Tolong.....Tolong.... Ucap Rika yang sangat panik...
Lalu datang pak soleh belari mendamaikan mereka berdua sampai di bawa ke kantor.
Lalu, datang geng Siska "kamu lagi, kamu lagi, Ini semua gara-gara loh Dianaaaa" ucap Siska yang menatap diana lalu pergi meninggalkan Diana dan Rika yang tengah duduk di lorong sekolah. Diana yang tengah duduk menangis tak henti sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan.
"Ini semua salah gue" ucap Diana sambil menunduk malu dan menundukkan pandangannya ke lantai.
"Sudah sudah, Ini semua bukan salah loh kok Din. Harusnya gw gak kasih tau lu kalau kak Erlangga putus sama pacarnya. Kita ke uks sekarang " ucap rika yang membawa Diana.
Di kantor, galih dan kak Erlangga di marah habis habisan. Pak Soleh memberikan hukuman kepada mereka untuk membersikan toilet sampai pulang sekolah.
"Loh pak, saya ada ujian semester ganjil gimana nih pak jangan sampai pulang sekolah" ucap Erlangga dengan panik.
"Enggak, pokoknya kalian harus membersikan toilet sampai pulang sekolah, buat lu Erlangga ada ujian susulan"ucap pak Soleh dengan suara lantang dan tegas.