Menceritakan kisah percintaan dua anak manusia, yang melewati banyak cobaan serta ke salah fahaman, hingga terjadi konflik akibat dendam lama, yang berakhir penyesalan.
Akankah....cinta mereka bersatu, mari simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kinoi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan dadakan
Andreas kembali Ke Rumah sakit hendak menjenguk Lusiana.
Ia ingin memperbaiki sikapnya saat ini.
Lusiana nampak bingung dengan perubahan cepat akan si Tuan bertopeng tersebut.
Lusiana hanya bersikap patuh, dan tak berani mengambil masalah untuk saat ini.
Tiba saat Tuan Andreas berkata, kalau saat ini ia pun sudah diperbolehkan pulang.
Hati siapa yang tidak berdegup kencang.
Apalagi rencana si Tuan bertopeng ini. Dan siksaan seperti apalagi yang akan diterimanya.
Lusiana menatap miris diri nya saat ini. Dan tak berdaya serta berharap secepatnya sang Dokter dengan cepat menginformasikannya.
Dan agar secepatnya membawa Lusiana pergi menjauh dari si Tuan bertopeng ini.
Saat ini Si Tuan bertopeng sedang mengemas barang-barang Lusiana.
Tiba saat mereka akan keluar dari Rumah sakit.
Dokter Felix yang baru keluar dari ruang operasi pun. Secara tidak sengaja melihat ...dan tak percaya, kalau Lusiana saat ini telah dibawa pulang oleh Andreas.
Dokter Felix bergegas mencari ke bagian informasi untuk sekedar mengecek. Dan benar saja, kalau Lusiana, telah dikeluarkan oleh Andreas sore ini.
Dokter Felix mengeram marah. Ingin membanting semua yang ada dihadapannya saat ini.
Serta ia pun bergumam, "Kep**at... Aku telat menyelamatkannya.
Dan di Mansion saat ini. Lusiana dibiarkan tidur di kamar tamu saat ini.
Lusiana pun menatap heran, tapi tak berani membantah.
Hingga ia saat ini di suruh segerah beristirahat. Lusiana pun, tidak berani menebak dan curiga.
Sampai ia yang mulai kelelahan serta tertidur.
"Matahari pagi pun menyongsong melalu celah tirai kamar.
Lusiana terbangun dan nampak terkejut, saat ini dengan penampakan telah berjejer banyak nya pelayan. Yang saat ini sudah menunggui nya bangun serta hendak membantunya mandi.
Lusiana malu dan risih, hendak mandi sendiri. Tapi mereka bilang, ini adalah perintah. Maka Lusiana pun tak berani membantah lagi.
Setelah mandi, Lusiana bergegas memakai baju handuknya, dan kini juga sudah melihat penampakan, banyaknya makanan mewah berada di atas meja kamarnya ini.
Rasa tak percaya dan seakan bermimpi, hingga Lusiana mencubit kulit tangannya.
Aaawwww.....! Lusiana berteriak sakit, hingga membuat pucat wajah pelayan yang berada disana.
Nona....! Kenapa Nona mencoba menyakiti diri Nona sendiri.
Aaahhhh....tidak, Aku hanya merasakan linu ditangan ku tadi. Makanya Aku berusaha mencubit diri ku sendiri, agar dapat meredakan rasa linu tersebut, "Lusiana yang mencoba beralasan.
Ooohhh....! Tapi lain kali jangan lakukan itu Nona, atau....!
Atau apa ! Lalu melihat pelayan, yang saat ini sedang kebingungan menjawab.
Tidak ada Nona !
Cepat dimakan sarapan paginya, atau nanti akan segerah dingin Nona. Kalau tidak, makanan itu tidak akan segar lagi Nona.
Oh...! Baiklah..."Jawab Lusiana masih bingung. Dan karena rasa laparnya pun, ia tidak memperdulikannya.
Hingga Telah selesai sarapan pun.
Lanjut...!
Lusiana pun, mulai digiring ke meja rias, agar secepatnya, dapat dirias saat ini juga.
Lusiana bertambah bingung, saat dirinya kini dipaksa memakai pakaian pengantin.
Firasat Lusiana mulai tidak enak. Dan ia terpaksa menuruti semua yang diperintah.
Hingga kini Lusiana telah dibawa ketempat yang sedikit sakral. Dan di situ telah berada Tuan pendeta serta anak buahnya yang akan menjadi saksi.
Mereka telah siap menyaksikan pernikahan yang sangat-sangatlah sederhana ini. Dan sambil menangis, Lusiana mencoba mengikhlaskan.
Benarkah ia akan menikah saat ini. Atau ini hanya taktik, agar dapat membuat nya dengan mudah menyiksa dirinya.
Lusiana ingin menolak. Tapi bagaimana caranya.
Ia sudah dibawa berdiri disamping Andreas saat ini.
Ucapan janji suci sudah mulai di ucapkan.
Tinggal sekarang menunggu jawaban dari Lusiana dan pernikahan mereka pun sah saat ini.
Lusiana melirik Si Pria bertopeng. Akankah ia akan menikah dengan pria ini.
Sedangkan selama ini hanya ada penyiksaan yang diterima dari pria dihadapannya ini.
Bahkan identitas serta wajahnya pun, Lusiana tidak tau.
Bagaimana ini ! "Lusiana mulai bimbang.
Tapi aura kekejaman menatapnya saat ini.
Ia tidak bisa menolaknya. Dan hanya mampu berkata yah.
Maka saat ini sah lah pernikahan mereka berdua.
Tidak ada yang bisa menolongnya lagi saat ini.
Bila suatu saat ia melapor pun. Tidak ada tuntutan, karena ia telah menjadi istri sah nya si Tuan bertopeng ini.
Pantas ia bersikap baik kemarin. Lusiana tidak menyadari akan rencananya seperti ini.
Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukannya.
Apakah Dokter Felix nanti masih bisa membantunya melarikan diri dari si Tuan bertopeng ini.
Harapan nya menjadi tipis, dan Lusiana sungguh menunggu Dokter Felix menyelamatkannya nanti.
Tiba kini mereka mulai saling memasangkan cincin dijari mereka masing-masing.
Lusiana dengan gemetar memegang cincin itu, hingga cincin tersebut hampir terjatuh.
Andreas yang dengan cekatan menyambut cincin yang hampir terjatuh. Lalu menatap Lusiana sekilas, dan kini ia pun mulai membantu Lusiana memasangkannya.
Setelahnya, Andreas pun langsung menciumnya. Tapi ciuman ini lembut dan berbeda dari biasanya.
Pikiran Lusiana pun buyar. Ia mulai terhanyut dan hampir mengikuti gerakan Andreas, hingga pikiran nya menyadarkannya saat ini.
Dan berpikir kalau Andreas hanya menjadikannya, sebagai alat balas dendamnya saja.
Lusiana pun kembali kepikiran awalnya. Yang mana ia harus menguatkan mentalnya dan segerah melarikan diri dari si Tuan kejam ini.
Setelah ciuman itu terjadi. Lusiana langsung digendong Andreas menuju ke dalam kamarnya.
Benar saja. Saat ini Andreas akan menjadikan nya sebagai mainan dan pemuas nafsunya saja.
Dengan begitu, Lusiana akan terus merasa tersakiti serta tak ada harga diri lagi.
Dan kini ia pun harus selalu patuh akan perintah Tuan Andreas, serta bagai seorang ja***ng Lusiana pun dapat dibuang kapan pun, yang bagai seperti sampah.
Miris dan saat ini, pakaian Lusiana pun telah disobek.
Lusiana menahan air mata nya dan kembali mendengar kata-kata yang menyakitkan itu.
Ia tidak berlaku kasar. Tapi tetap menyakitinya dengan cara berbeda.
Lusiana tak mampu melawan. Menuruti apa kehendak si Tuan bertopeng ini.
Kalau tidak, ia pun mengancam dengan cara terus menyiksanya dengan lebih kejam lagi.
Dengan patuh Lusiana menuruti kemauan si Tuan bertopeng saat ini. Dan bila ia berkata tidak puas. Maka Andreas tidak akan menghentikan nya.
Setelah Andreas puas. Ia dengan segerah mengusir Lusiana pergi ke kamar sebelah.
Lusiana nampak kelelahan saat ini. Bagaimana tidak, Si Tuan bertopeng tak hentinya membuat lusiana bekerja seharian melampiaskan nafsu bejatnya.
Dengan berlinang air mata. Kini Lusiana duduk meringkuk didalam kamar mandi.
Dengan disiram air yang keluar dari shower, Lusiana mencoba menghilang kan jejak menjijikan itu.
Lusiana sungguh merasa hina, seluruh tubuhnya terasa remuk akibat ulah si Tuan bertopeng.
Dan ia pun tak tau, sampai kapan ini akan berlaku pada diri nya.
Dan satu-satunya harapan adalah Dokter Felix, yang Lusiana harapkan, agar bisa membuatnya lepas dari si Tuan bertopeng itu.
Aaaakkkhhhh.... Lusiana berteriak histeris. Tapi biar bagaimanapun, ia harus menjalani ini, dan dia harus kuat dan tangguh.
tinggal revisi cara penulisannya kak
lanjut ya