Nayla saraswati, gadis jelek hitam dekil yang selalu dikucil kan oleh semua orang memiliki nasib baik dengan menikahi tuan muda arogant yang kaya raya bernama Erlangga raharja.
Tak di sangka, tuan muda itu menikahinya hanya sekedar ingin mengolok² dan menghinanya saja "wanita ini adalah mainan ku" Ujarnya di depan semua orang sembari menunjuk ke arah Nayla.
Mendengar kalimat itu, sontak saja membuat orang² yang tak punya hati nurani tersebut menertawakan Nayla, mereka semua menghina fisiknya karena di anggap menjijikkan.
"Orang tuanya pasti malu punya anak macam dia. Bahkan aku yang melihatnya saja ingin muntah. Dasar burik! ".
Begitu kejam orang² di sekitarnya, mereka semua mencibir Nayla dengan celaan yang menyakitkan hati.
Siapa sangka, saat Nayla melepas topeng buruknya, semua orang tercengang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R qiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wanita jelek itu menjengkelkan
setengah jam kemudian, Erlangga keluar dari kamar mandi seraya membawa handuk kecil di kepalanya untuk mengeringkan rambut. di tengok nya kanan dan kiri, tapi dirinya tak mendapati keberadaan Nayla di dalam kamar tersebut.
'dimana gadis jelek itu' batinnya mencari.
kemudian Erlangga langsung masuk ke dalam ruang ganti untuk berganti baju. Beberapa saat kemudian, keluarlah ia dengan memakai baju tidur berwarna biru tua. Tak lupa, ia juga memakai kaca mata hitamnya kembali untuk melindungi penglihatannya dari sosok menyeramkan yang terpancar dari wajah istrinya. sungguh, ia tak tahan jika harus melihat kulit gelap Nayla yang dapat membuat matanya perih.
Erlangga berjalan menuju ranjang lalu mendudukinya, tidak lama setelah itu, datanglah Nayla dengan membawa sebuah nampan yang berisi air putih dan makanan di atasnya.
"tuan, karena tadi anda melewatkan makan malam, jadi saya membuatkan makanan sendiri untuk anda. Silahkan di makan tuan, semoga anda suka" ujarnya dengan tersenyum kemudian memberikan nampan itu kepada Erlangga.
Tapi siapa sangka, suami menjengkelkan nya itu malah tak menghargai niat baiknya sama sekali. ia bahkan menyibak nampan itu hingga tumpah dan berserakan di bawah lantai.
"Prankk" begitulah suara benda jatuh yang begitu nyaring di telinga.
tanpa Erlangga sadari, pecahan gelas itu tak sengaja menancap di kaki Nayla dan menggores luka di sana.
"Memangnya aku menyuruhmu?, jangan sok²an jadi istri yang baik, membuatku muak saja. di tambah lagi, Melihat wajah jelek mu itu saja sudah membuat selera makan ku hilang, apalagi memakan masakan mu" kecamnya.
"sa.. sa.. saya kira anda lapar tuan, jadi saya berinisiatif memasakkan makanan untuk anda".
" aku tidak lapar" ketusnya.
"Ma..maaf jika ini membuat anda marah tuan. Kalau anda tak suka tak masalah, biar saya bereskan" ucap Nayla terbata kemudian berjongkok membersihkan tumpahan makanan tadi.
Tapi sebelum itu, ia mencabut kaca yang tertancap di kakinya terlebih dahulu. Darah segar mulai bercucuran dari sela² kulitnya yang terluka. sakit, rasanya sungguh sakit, tapi hal itu tak dapat melampaui perasaan sedihnya karena tak di hargai oleh sang suami .
'apa sesulit ini menjadi istri yang baik?. mengapa dia begitu benci padaku, padahal aku tak pernah berbuat jahat padanya' Nayla menghela nafas berat dengan tangan yang sibuk membersihkan puing² kaca tersebut.
Sesaat, Nayla mendongakkan kepalanya ke atas, dan di lihatlah raut wajah suaminya yang menatapnya dengan begitu tajam.
"kenapa kau melihatku seperti itu? tidak suka? " ujar Erlangga dingin.
Nayla takut, ia menunduk kembali seraya menggeleng²kan kepala. Buru² ia selesaikan beres²nya itu dan kemudian pergi dengan agak berlari kecil.
_____________
Tepat pada pukul tengah malam, Erlangga terbangun dari tidurnya yang tidak nyenyak karena perutnya kelaparan. Tangannya geragapan di tembok untuk meraih tombol untuk manggil pelayang "Buatkan aku makanan, setelah 5 menit bawa ke kamarku" titahnya dengan suara khas orang bangun tidur.
Nyawanya belum sepenuhnya terkumpul. Tapi dengan mata yang masih sayu, ia mengusahakan diri untuk duduk bersandar di tepi ranjang.
'sial. Tau begini, tadi aku Terima saja makanan dari si wanita jelek itu' sesalnya.
Kemudian kepalanya menoleh ke arah samping, Erlangga terkejut setengah mati setelah mendapati ada sosok hitam yang tengah duduk menatapnya dengan pandangan kosong.
seketika mata Erlangga langsung terbuka lebar. Setelah di perhatikan lebih jelas, ternyata sosok hitam itu tidak lain adalah istrinya sendiri. Dia langsung menghidupkan lampu kamar agar pencahayaan di ruangan itu berubah menjadi terang.
"heh!... kenapa kau duduk dan menatapku seperti itu? apa kau sedang berusaha menakuti ku?. Kau tau, wajah jelekmu itu lebih menyeramkan dari pada hantu di kuburan. Hisss...aku jadi merinding".
Nayla menguap, kemudian berdiri dan membungkukkan badan ke arah Erlangga " Terimakasih atas pujiannya tuan" ujarnya dengan mata yang masih kantuk, dan lagi² ia menguap "Hoaamm" seraya menggaruk² rambutnya yang acak²kan.
" siapa yang memujimu?".
'Kalau begitu hina saja terus'.
Nayla menghiraukan perkataan itu dan langsung berjalan.
"heh, aku ini sedang bicara denganmu, kau mau kemana? ".
Nayla berbalik badan " saya mau ke kamar mandi tuan, apa anda mau ikut? ".
" oh" jawabnya singkat.
' dasar menyebalkan' batin Nayla kemudian beranjak ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Tidak lama kemudian, Nayla keluar dari kamar mandi. saat ia akan melanjutkan tidur cantiknya, tiba² terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar.
'siapa yang malam² begini mengetuk pintu? ' pikirnya seraya menoleh ke arah Erlangga.
"kenapa kau diam saja?. cepat buka pintunya! ".
" oh, baik tuan" Nayla langsung gelagapan seraya berlari kecil membuka pintu tersebut. Ternyata itu adalah seorang pelayan, pelayan tersebut menyerahkan sebuah nampan yang berisi makanan dan minuman kepada Nayla "silahkan nona, tadi tuan muda meminta saya membuatkan makanan untuk beliau".
'Sok²an sih tadi membuang makananku, dia pasti kelaparan kan sekarang'.
"ah iya terimakasih" jawab Nayla kemudian menutup pintu.
Lalu ia melangkah menghampiri Erlangga yang tengah terduduk di atas ranjang.
Nayla berdiri di samping Erlangga "Tuan, tadi ada seorang pelayan yang mengantarkan makanan ini untuk anda".
" suapi aku" titahnya.
"Emmm....bukankah tadi tuan bilang bahwa anda tidak lapar?" ujar Nayla menyindir .
" jadi maksudmu aku tidak boleh makan? ".
" oh tidak, bukan begitu, saya hanya bertanya. Apa pertanyaan saya ada yang salah tuan? " jawabnya polos.
"Kau tau, selain jelek kau juga bodoh. Dan sialnya, aku adalah laki² paling tidak beruntung di dunia ini karena telah menikahi mu".
"kau lihat?, ini sudah jam seper tengah malam. jadi ini sudah terlewat jauh dari waktu kau menawariku makan tadi, berarti tidak aneh kan jika aku merasa lapar sekarang? " Erlangga menjelaskan dengan nada kesal.
"Ah rasanya aku ingin pergi ke dukun untuk mendapatkan wanita pintar dan cantik" gumamnya kesal.
"Itu musyrik tuan, tidak baik pergi ke dukun. Apalagi... " sebelum Nayla menyelesaikan kalimatnya, Erlangga sudah lebih dulu menyelak ucapannya "sudah cukup! aku tidak ingin mendengarkan ceramah dari mulut menyebalkan mu itu. sekarang duduklah dan suapi aku" ujarnya sembari menepuk² ranjang di sampingnya.
"saya boleh duduk tuan? ".
" tidak jadi, aku berubah pikiran. kau harus menyuapi ku sambil berdiri sampai aku selesai makan".