Raisya vasty prayoga. seorang baby siter di kediaman keluarga besar nugraha. Wanita itu di minta untuk menikah dengan salah satu anaknya yang bernama Argantara Nugraha. Seorang perwira yang terkenal dingin dan angkuh.
bagaimanakah perjalanan pernikahan Rara dan Arga? ikuti kelanjutan kisah mereka di "Istri Pilihan Mama"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu
Saat ini Arga sudah tiba di depan Markasnya. Pria itu masuk dan di sambut hangat oleh beberapa anggotanya yang memberi hormat serta menundukkan kepalanya.
Arga memang kapten yang paling disegani di sana. Sebab Arga yang dingin dan sangat irit bicara membuat mereka semua sangat menghormati Arga
"Pagi Kapten Arga. Akhirnya kapten sudah masuk kerja lagi" Ucap salah satu dari mereka
"Pagi" Balas Arga dingin seperti biasa
Pria itu masuk ke dalam ruangannya dan menemukan dokter Vena yang sedang membahas tentang tugas yang di berikan kepada anggota dokter juga tentara selama 1 minggu ke depan.
Melihat kedatangan Arga membuat dokter Vena langsung mendekat dan memeluk pria itu. Arga hanya diam tanpa membalas pelukan dokter Vena. Hal ini sudah biasa Vena lakukan saat bertemu dengan Arga. Menurut Arga ini adalah hal yang wajar. Tanpa dia sadari ternyata dokter Vena salah mengartikan kebaikan Arga.
Wanita itu tidak perduli walaupun tau jika Arga sudah menikah. toh Arga tidak keberatan saat Vena peluk seperti itu. Selama ini memang hanya dokter Vena yang terlihat dekat seperti ini dengan Arga.
Melihat itu membuat Tomi menggelengkan kepalanya dan langsung pergi begitu saja.
"Mau kemana Tom?" Tanya Arga saat Tomi keluar dari dalam ruangannya
"Cari angin. Disini terlalu gerah" Ucapnya
"Arga aku kangen banget sama kamu. Kenapa kamu lama sekali di sana" Ucap Vena dengan nada yang di buat manja
"Kamu kan tau sendiri aku di sana karna menikah" Balas Arga dingin dan melepaskan pelukan dokter Vena
"Iya aku tau. Tapi kenapa kamu gak undang aku Arga. Oh iya istri kamu kerja apa? Dia dari kalangan atas juga kan?" Tanya Vena
Mendengar itu membuat Arga bingung harus menjawab apa. Karna tidak mungkin juga jika dia mengatakan bahwa Rara hanyalah seorang baby siter di kediaman orang tuanya.
Bertepatan dengan itu ternyata ada beberapa anggota yang masuk ke dalam ruangan itu dan mendengar pertanyaan yang sudah Vena katakan.
"Arga. kok kamu diem aja" Tanya Vena lagi
Karna melihat ada beberapa anggotanya membuat Arga mau tidak mau harus berbohong jika Rara adalah anak dari orang kaya. Dan kedua orang tuanya tinggal di luar negeri. Oleh karena itu Pernikahan mereka di selenggarakan di kota B. Kota di mana ada banyak kerabat Rara
"Oh pastinya. Istriku itu adalah anak orang kaya. Kedua orang tuanya menetap di luar negeri. Tapi Istri saya tidak mau tinggal bersama mereka karna lebih enak hidup di indonesia yang tidak terlalu bebas"
"Oh ya. Seperti apa sih wajah istri kamu. Aku penasaran deh" Ucap dokter Vena lagi
"Kapan-kapan akan aku tunjukkan seperti apa wajah istriku" Ucap Arga sambil melirik ke arah Bimo. Salah satu anggotanya yang pernah melihat dia bersama dengan Rara 2 hari yang lalu
Mendapat tatapan seperti itu membuat Bimo menundukkan kepalanya. Pria itu paham maksud dari tatapan Arga
"Jangan sampai Bimo mengatakan jika istriku hanyalah orang kampung yang bisanya malu-maluin" Ucap Arga dalam batinnya
"Bagaimana jika kapan-kapan kita pergi ke tempat kamu. Bener gak semuanya. Anggap saja sebagai party karna kita semua tidak di undang saat acara pernikahan kalian" Ucap Vena lagi
"A...apa. Kenapa harus seperti itu?"
"Ya harus lah Arga. Kita semua harus tau seperti apa tampilan istri dari seorang kapten Arga" Pekik Vena lagi
Tomi sejak tadi memperhatikan Arga yang memang seperti tidak ingin semua orang tau seperti apa istrinya. Melihat itu membuat Tomi hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Sampai kapan kamu akan seperti ini Arga" Batinnya
Setelah itu semua orang keluar dari ruangan itu. Begitu juga dengan Arga yang ikut meninggalkan Vena sendirian. Namun Arga melupakan ponselnya yang ada di atas mejanya.
Melihat ada ponsel Arga membuat Vena langsung mengambilnya dan melihat isi dari ponsel itu. dan ternyata dia tidak menemukan apapun di sana.
"Seperti apa sih wajah istrinya Arga. Apa jangan-jangan orangnya jelek. Maka dari itu Arga tidak mau ada satu orang pun yang datang dalam acara pernikahannya" Ucap dokter Vena kesal
Di Tempat Lain
Rara yang sudah rapi langsung keluar dari dalam rumahnya. Hari ini Rara ada pertemuan dengan Hendi dan istrinya. Mereka berdua meminta bantuan Rara untuk menjaga baby Nayla di sebuah hotel tempat Hendi dan istrinya menginap. Karna Hendi sedang ada acara dan tidak memungkinkan mereka untuk membawa baby Nayla yang saat ini sedang tidak enak badan.
Tadi pagi saat Rara sudah selesai membersihkan rumahnya. Ada sebuah telpon masuk dari kakak iparnya.
Ternyata Hendi meminta Rara untuk datang ke hotel javana dan menemani baby Nayla selama dia dan istrinya pergi dalam 3 jam kedepan.
Tok...tok ...tok...
Tak lama kemudian pintu kamar hotel pun terbuka. Ternyata Hendi dengan istrinya sudah siap untuk pergi dalam acara yang selama ini selalu rutin mereka hadiri
"Kita pergi dulu ya Ra. Titip Nayla. Kalau kamu mau apa-apa atau mau pesan makan. Pesan saja. Nanti biar aku yang bayar"
"Iya kak terimakasih. Baby Nayla mana?" Tanya Rara sopan
"Nayla masih tidur. Kamu masuk saja"
"Iya kak"'
Rara masuk ke dalam hotel dan memperhatikan baby Nayla yang masih tertidur begitu pulas. Wanita ini mengusap perutnya sendiri.
"Apa bisa suatu saat aku bunya anak dan hidup bahagia seperti pasangan suami istri lainnya. Tapi bagaimana dengan surat perjanjian itu" Ucap Rara begitu sendu
Mengingat surat perjanjian membuat Rara mengambil nafas berat. Semua perkataan Arga masih bisa terngiang jelas pada indra pendengarannya.
"Kenapa aku harus terjebak dalam pernikahan dengan seseorang yang tidak bisa menerima aku apa adanya" Ucap Rara lagi
Ada satu kenyataan besar yang tidak pernah Rara ketahui. Selama ini ayah dan bundanya tidak pernah mengatakan kebenarannya pada Rara. Kebenaran jika Rara bukanlah anak kandung mereka berdua.
Rara adalah anak dari majikan Ratna yang sengaja menitipkan Rara padanya karna keberadaan Rara tidak pernah di inginkan oleh kedua orang tua mamanya. Karna kehadiran rara adalah sebuah keputusan salah yang pernah di ambil oleh Ibrahim dan Elva.
Pernikahan mereka tidak pernah di setujui oleh kedua belah pihak. Mereka mencoba untuk hidup berdua tanpa harta dari kelurga masing-masing. Namun ternyata Ibrahim dan Elva tidak bisa bertahan dan memilih bercerai di saat Elva sudah mau melahirkan anak pertama mereka.
Elva pulang kerumah orang tuanya dengan keadaan perut yang sudah besar. Begitu juga dengan Ibrahim yang kembali pada keluarganya dan melanjutkan rencana pernikahan yang sudah di siapkan oleh kedua orang tuanya.
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 17:00. Hendi dan istrinya juga sudah kembali ke hotel. Karna melihat Hendi sudah kembali membuat Rara langsung pamit karna mau masak makan malam buat Arga.
"Kak. Aku pamit dulu ya. Sudah sore. Aku mau masak buat kak Arga" Ucap Rara sopan
"Cie pengantin baru" Ucap Ana
Rara tak menjawab. Wanita itu hanya tersenyum saat mendengar godaan dari kakak iparnya.
Rara keluar dari dalam hotel. Wanita itu berjalan cepat agar bisa segera pulang ke rumah dan masak buat makan malamnya dengan Arga. Namun tanpa Rara sadari ternyata dia tidak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf maaf. Saya tidak sengaja" Ucap Rara pada orang itu
Betapa terkejutnya Rara saat melihat laki-laki yang ada di hadapannya. "K..amu"
dulu aja gak menginginkan anaknya, anaknya di uang begitu saja, sekarang sudah besar mau di ambil secara paksa.
bukannya di episode sebelumnya Queen dan William saudaraan.
trus di part ini Queen saudaraan juga dengan lexan, trus sekarang Queen dan William gak saling kenal.
??????