NovelToon NovelToon
The Ragen Book 2 : Rise Of The Legendary Warrior

The Ragen Book 2 : Rise Of The Legendary Warrior

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Sci-Fi / Zombie / Fantasi Timur
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Aria Monteza

Buku ke-2 dari The Ragen.
Baca dulu The Ragen : Escape From Zombie Apocalypse

Hari-hari setelah kemenangan pasukan Venus atas Demon membawa harapan baru bagi umat manusia. Para Ragen dan MoRag melemah, memberi kesempatan bagi Army untuk membasmi mereka dengan lebih mudah. Beberapa wilayah berhasil disterilkan dan kembali layak huni. Pangkalan Venus terus menyiarkan pesan ke seluruh negeri, menawarkan perlindungan bagi para penyintas.

Namun, di balik kemenangan itu, ada pihak-pihak yang diam-diam memanfaatkan situasi. Mereka memburu serum MoRag peninggalan Demon demi keuntungan, menjualnya kepada negara-negara tertentu untuk menumbangkan saingan mereka. Salah satu target utama mereka adalah UK, negeri yang menyimpan banyak harta berharga dari era sebelum perang nuklir.

Akankah Leo dan kawan-kawannya kembali ke tanah air mereka untuk menyelamatkan rakyatnya? Mampukah mereka mempertahankan negara itu dari kehancuran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aria Monteza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Serangan tak terduga

Kabut tebal menyelimuti gerbang barat, membaur dengan hawa dingin yang menusuk tulang. Suasana begitu sunyi, hanya sesekali terdengar gemerisik dedaunan yang tertiup angin. Di balik tembok pagar berlapis baja yang menjulang tinggi, hutan belantara membentang luas, tampak gelap dan berbahaya di bawah cahaya remang senja.

Para penjaga yang bertugas di menara pengawas mulai merasa gelisah. Beberapa hari terakhir, mereka memperhatikan sesuatu yang ganjil. Kumpulan Ragen yang sebelumnya tampak pasif, hanya bergerak tanpa arah atau bahkan jatuh mati begitu saja, kini menunjukkan perubahan mencolok. Gerakan mereka menjadi lebih terarah, mata mereka yang kosong perlahan mulai menunjukkan kilatan keganasan yang pernah mereka miliki. Mereka bergerak dalam kelompok, seperti tengah berburu sesuatu.

Di pos utama, Kapten Reinhardt mengamati dengan seksama melalui teropong malam. Rahangnya mengatup kuat saat ia melihat segerombolan Ragen bergerak mendekati gerbang. Namun, yang membuatnya lebih khawatir adalah kehadiran hewan-hewan liar yang tampaknya juga terinfeksi virus Ragen. Kera-kera yang biasanya hanya berkeliaran di pepohonan kini menyerang apa saja yang bergerak. Anjing-anjing liar bertubuh kurus dengan mata merah menyala berlari ke segala arah, menyerang makhluk lain tanpa ampun.

"Ini tidak wajar..." gumam Reinhardt, menurunkan teropongnya dengan ekspresi tegang.

Tiba-tiba, suara gemerisik daun di semak belukar diikuti oleh bunyi ranting patah terdengar dari kejauhan. Salah satu penjaga yang berdiri di menara pengawas secara refleks menyorotkan lampu senter ke arah suara tersebut. Dalam sekejap, puluhan pasang mata merah menyala serentak menoleh ke sumber cahaya itu. Hening yang mencekam seketika pecah saat gerombolan Ragen dan hewan-hewan liar itu melesat ke arah gerbang dengan kecepatan yang mengerikan.

"Mereka bergerak! Bersiap!" Reinhardt berteriak lantang, tangannya segera mengaktifkan alarm darurat.

Suara sirene melengking menusuk telinga, menggetarkan seluruh kompleks gerbang barat. Para penjaga segera berlarian ke posisi mereka, menyiapkan senjata dan mengunci barikade pertahanan. Lampu sorot dinyalakan penuh, menerangi medan di luar gerbang yang kini dipenuhi makhluk-makhluk buas yang berlarian menuju mereka.

"Lapor ke militer pusat! Segera hubungi Raja Leo! Ini bukan sekadar pergerakan biasa, ini ancaman besar!" Reinhardt memerintahkan salah satu anak buahnya dengan nada kalut.

Prajurit muda itu dengan tangan gemetar segera mengambil radio komunikasi dan mengirimkan laporan.

"Pusat, ini gerbang barat! Ragen dan hewan terinfeksi mulai bergerak agresif! Kami membutuhkan instruksi segera!"

Suara statis terdengar sebelum balasan dari pusat datang. "Laporan diterima. Tetap bertahan. Raja Leo akan segera diberitahu. Jangan biarkan mereka menerobos masuk."

Reinhardt mengepalkan tangannya. Pandangannya tertuju pada kawanan Ragen yang kini berlari semakin dekat, mengeluarkan raungan mengerikan yang menggema di malam yang semakin gelap.

Dari atas menara pengawas, suara tembakan pertama terdengar, menembus kepala salah satu Ragen yang berlari paling depan. Makhluk itu tumbang seketika, namun yang lain tidak menunjukkan tanda-tanda takut. Mereka justru semakin menggila. Mereka berlari lebih cepat, beberapa bahkan melompat ke atas pohon, mencoba mencari jalur lain menuju gerbang.

"Sial! Mereka berkembang lebih cerdas!" seru salah satu prajurit sambil terus menembak.

Dari kejauhan, suara lolongan panjang terdengar, menyusul jeritan hewan yang sekarat. Reinhardt menyadari bahwa ini bukan hanya sekadar serangan biasa. Sesuatu telah berubah di dalam tubuh makhluk-makhluk ini, sesuatu yang lebih berbahaya dari pada yang pernah mereka bayangkan.

"Bertahan! Jangan biarkan mereka mendekat lebih jauh!" Reinhardt mengangkat senjatanya dan mulai menembak.

Ketegangan semakin meningkat. Jika bala bantuan tidak segera tiba, maka gerbang barat bisa jatuh malam ini, dan itu berarti awal dari kehancuran yang lebih besar.

***

Roda mobil sedan melaju kencang di atas aspal yang basah, membelah jalanan kota yang hampir lengang di tengah malam. Lampu-lampu jalan memantulkan kilauan pada permukaan jalan yang sedikit berkilauan akibat gerimis yang baru saja reda. Leo duduk di kursi penumpang depan, sementara Ignis memegang kemudi dengan ekspresi serius. Di kursi belakang, Jimmy dan Tony sibuk berdiskusi dengan tegang.

"Kita belum tahu pasti apa yang menyebabkan pergerakan aneh ini, kan?" Jimmy membuka percakapan, matanya menatap keluar jendela seakan mencari jawaban di antara bayangan gelap malam.

"Benar," sahut Tony, tangannya menggenggam erat senjata yang tergeletak di pangkuannya. "Tapi aku punya firasat buruk tentang ini. Ragen seharusnya tidak bisa kembali aktif begitu saja. Apa mungkin ada seseorang yang sengaja membangkitkan mereka?"

Leo menghela napas panjang, menekan dahinya dengan jarinya. "Sampai sekarang kita hanya bisa berasumsi. Tapi aku juga merasa ada sesuatu yang tidak beres. Laporan terakhir dari Reinhardt jelas menunjukkan bahwa ini bukan kejadian biasa. Mereka bergerak seperti memiliki tujuan. Itu yang membuatku khawatir."

Ignis yang fokus menyetir akhirnya ikut bicara. "Aku tidak suka berandai-andai, tapi ada satu hal yang terus menggangguku. Jika Ragen kembali aktif, maka kemungkinan besar ada semacam pemicu. Dan yang paling bisa melakukan itu... adalah Matthew."

Mobil mendadak hening. Jimmy dan Tony saling pandang, lalu menoleh ke Leo, menunggu reaksinya. Leo mengetatkan rahangnya, pikirannya berputar cepat.

"Matthew?" Leo mengulang nama itu, suaranya datar namun penuh tekanan. "Dia berada dalam tahanan militer Namrej, tidak mungkin dia punya akses untuk melakukan ini. Kecuali..."

"Kecuali seseorang dari luar yang memiliki hubungan dengannya," sela Tony. "Kita tahu dia punya kemampuan berkomunikasi dengan Ragen. Bahkan jika dia terkurung, bukan berarti dia tidak bisa mempengaruhi sesuatu di luar sana."

Jimmy mendengus, memukul paha dengan telapak tangannya. "Brengsek. Kalau itu benar, kita dalam masalah besar. Karena kita tidak tahu siapa yang berada di balik semua ini dan seberapa besar pengaruh Matthew terhadap situasi ini."

Leo mengangguk, tangannya mengepal. "Itulah sebabnya kita harus segera sampai di gerbang barat dan melihat sendiri apa yang terjadi. Aku tidak mau mengambil kesimpulan sebelum kita benar-benar memahami situasinya."

Tiba-tiba, suara radio komunikasi di dashboard mobil berbunyi. Ignis dengan cepat menekan tombol untuk menghubungkan komunikasi.

"Tim investigasi, ini Reinhardt. Apa posisi kalian?"

"Kami dalam perjalanan, sekitar sepuluh menit lagi sampai," jawab Leo dengan suara tegas. "Bagaimana situasi di sana?"

Dari seberang radio terdengar suara Reinhardt yang terengah-engah, disertai suara ledakan kecil dan teriakan samar. "Kondisi semakin memburuk! Mereka semakin agresif dan jumlahnya bertambah. Hewan-hewan liar juga ikut menyerang. Kami masih bertahan, tapi gerbang sudah beberapa kali mendapat tekanan besar!"

Leo bertukar pandang dengan Ignis, lalu berbalik ke belakang melihat Jimmy dan Tony yang semakin siaga.

"Bersiaplah," kata Leo, suaranya penuh ketegasan. "Kita tidak tahu apa yang menunggu di sana, tapi kita tidak akan mundur. Kita akan menghadapi ini, apapun yang terjadi."

Jimmy menepuk senjatanya, Tony mengecek amunisinya, dan Ignis menekan pedal gas lebih dalam. Mobil melaju lebih cepat, membelah kegelapan malam yang semakin mencekam.

Suara dentuman senjata bercampur dengan raungan makhluk-makhluk buas memenuhi udara. Cahaya dari ledakan dan tembakan berkedip-kedip di kegelapan malam, menerangi wajah-wajah penuh keringat dan darah para prajurit yang bertarung mati-matian di garis pertahanan gerbang barat.

Leo melompat turun dari mobil sebelum kendaraan itu benar-benar berhenti. Tatapan matanya tajam menyapu medan perang yang kacau balau. Ragen dalam jumlah yang tidak terhitung melesat cepat ke arah gerbang, mencakar dan menghantam pagar baja dengan kekuatan yang mengerikan. Beberapa dari mereka berhasil merangkak ke atas dinding pertahanan, memaksa para penjaga bertarung langsung dalam jarak dekat.

"Jangan biarkan mereka menerobos masuk! Pertahankan barisan!" teriak Kapten Reinhardt sambil menembakkan senapan otomatisnya ke kepala salah satu Ragen yang hampir menerjangnya.

Leo segera mengerahkan kekuatan petirnya. Cahaya biru berkilat di kedua tangannya, lalu dalam sekejap, sebuah sambaran petir menyapu puluhan Ragen sekaligus, menghanguskan tubuh mereka seketika. Namun, jumlah mereka tidak berkurang, justru semakin banyak yang datang dari dalam hutan.

"Sial, ini tidak ada habisnya!" geram Ignis sambil menebas seekor anjing liar yang terinfeksi dengan pedangnya yang menyala api.

Jimmy dan Tony berjuang di sisi lain, menembaki makhluk-makhluk yang berhasil mendekat. "Leo, kita tidak bisa bertahan lama kalau terus seperti ini!" teriak Jimmy sambil mengganti magazen senjatanya.

Leo mengatup rahangnya erat. Ia tahu situasi ini semakin berbahaya. Ragen yang biasanya bergerak tanpa pola kini tampak lebih terorganisir. Seperti ada yang mengendalikan mereka.

"Kita harus mengurangi jumlah mereka sebanyak mungkin sebelum fajar! Gunakan semua senjata berat yang kita punya! Jangan biarkan mereka mendekat lebih jauh!"

Tiba-tiba, sebuah ledakan dahsyat mengguncang tanah. Salah satu barikade pertahanan di sisi kanan hancur akibat serangan beruntun dari makhluk-makhluk buas itu. Beberapa prajurit yang bertahan di sana terpental dan roboh tak sadarkan diri. Ragen langsung menerjang celah yang terbuka.

"Sisi kanan jebol! Mereka masuk!" teriak seorang tentara dengan panik.

Leo tak berpikir dua kali. Ia melesat ke arah celah yang jebol dengan kecepatan luar biasa, tubuhnya berpendar dengan listrik yang semakin kuat. Dengan satu hentakan, ia menghempaskan gelombang petir yang membuat puluhan Ragen yang menerobos langsung terbakar dan terlempar ke belakang.

"Kita harus segera menutup celah ini! Bawa bahan peledak dan runtuhkan dinding di sana!" perintah Leo.

Ignis dan beberapa prajurit segera bergerak, melemparkan granat peledak ke arah celah. Ledakan keras menggema, membuat reruntuhan menutupi jalur masuk para Ragen. Namun, pertempuran belum usai. Makhluk-makhluk itu terus berdatangan, melompat dari atas dan menyerang pasukan dengan keganasan yang mengerikan.

"Leo, ada yang aneh!" seru Tony dari belakang, matanya terpaku pada salah satu Ragen yang lebih besar dan lebih cepat dibanding yang lain. "Mereka tidak hanya bergerak lebih agresif, tapi ada beberapa yang terlihat berevolusi!"

Leo mengerutkan dahi, lalu menoleh ke arah yang ditunjuk Tony. Benar saja, di antara kawanan Ragen yang bertarung, ada beberapa yang tampak berbeda. Tubuh mereka lebih besar, dengan otot-otot lebih menonjol dan gerakan lebih cepat. Salah satu dari mereka melompat ke atas, mencengkeram seorang tentara, lalu mencabik tubuhnya dalam hitungan detik.

"Kita harus menghabisi mereka dulu! Itu prioritas utama!" Leo berteriak.

Jimmy dan Ignis segera bergerak, membidik makhluk-makhluk yang telah berevolusi itu dengan peluru khusus yang telah dilapisi zat pembakar. Saat tembakan mengenai tubuh mereka, Ragen yang berevolusi mengeluarkan raungan keras sebelum tubuhnya terbakar dan hancur.

Pertempuran berlangsung sengit hingga menjelang fajar. Tubuh-tubuh makhluk yang mati berserakan di tanah, sebagian masih bergerak meski telah kehilangan anggota tubuhnya. Para prajurit kelelahan, namun mereka tetap berjuang tanpa henti.

Saat sinar matahari pertama muncul dari balik cakrawala, gerombolan Ragen akhirnya melemah. Gerakan mereka menjadi lebih lambat, mata merah menyala mereka meredup sebelum akhirnya tubuh mereka ambruk tanpa nyawa. Hening menyelimuti gerbang barat setelah malam penuh horor itu berlalu.

Leo berdiri di tengah medan pertempuran, tubuhnya dipenuhi luka dan darah, baik miliknya maupun milik makhluk-makhluk itu. Napasnya memburu, tetapi matanya tetap waspada.

Kapten Reinhardt berjalan mendekat. "Kita berhasil menahan mereka... untuk sementara," katanya dengan suara serak.

Leo mengangguk pelan. "Bakar semua bangkai mereka. Pastikan tidak ada satu pun yang tersisa. Dan perkuat kembali pertahanan kita. Aku ingin laporan detail tentang kejadian ini dalam satu jam."

Para tentara yang masih bertahan segera bergerak. Mereka yang tidak terluka membantu rekan-rekannya yang cedera, sementara pasukan militer yang baru tiba mulai membersihkan area dan membakar sisa-sisa tubuh Ragen yang berserakan.

Leo mengusap wajahnya yang kotor dengan tangannya yang gemetar. Ini baru awal. Jika Ragen bisa kembali aktif seperti ini, maka ancaman yang lebih besar pasti sedang menunggu di balik kegelapan.

1
Hanif Purwo nugroho
thor, novel mu dah tamat kah?
Hanif Purwo nugroho
thor, up lg donk😁😙
Hanif Purwo nugroho
kalo pilihannya bukan lagi tentang benar dan salah. tapi tentang bertahan hidup. berarti bisa jadi menghalalkan segala cara donk. misalnya, dg memanfaatkan kemampuan dr Mathew merancang virus berbagai jenis ragen. di tambah fasilitas super canggih yg dimiliki fortress. plus para penjahat kelas berat di Alcatraz nya UK dan namrej yg bisa dirubah jadi ragen tandingan. siap dikirim ke garis depan untuk setidaknya berusaha mmembalik keadaan.
Aria Monteza: terus nanti perangnya mutan vs mutan /Proud/
total 1 replies
Hanif Purwo nugroho
aroma logam?? kalo aroma besi, berarti bau amis. 😅
Aria Monteza: bau karat
total 1 replies
Hanif Purwo nugroho
thor. aku bayangin nya. tembok terluar benteng negara uk. itu bulat sempurna mirip yg di attack on titan. bedanya, tembok di novelmu cuma terdiri 1 lapis kayak tembok laut Konstantinopel di masa lalu. berdiameter (mungkin) beberapa ratus kilometer. yg di bagi jadi 5 zona utama. tengah (capital), utara, timur, selatan dan barat.

lalu ada kota² dan desa² nya. dan di setiap kota/desa dilindungi tembok. aku kepikiran ini pas baca yg bagian evakuasi raja ke zona utara.

mungkin kalo di lihat dari udara. UK di novelmu penampakannya mirip punggung kura². dg garis² nya sebagai benteng tiap kota/desa.


coba donk thor. next update bikinin peta UK kalo dilihat dari udara
Hanif Purwo nugroho: mungkin ditengah² gambar pulau british di bikin tembok lingkaran besar gtu. bentuk nya bulat kayak tembok yg di attack on titan

dg kota London atau kota lain sebagai pusatnya. lalu di tulis lokasi kota itu sbg capitol yg terletak di area tengah. misalnya

pandai² kau lah bikin nya.
toh setting waktunya kan ribuan tahun setelah perang nuklir. jadi letak ibukota kerajaan, nama² tempat nya juga gak harus sama persis dg peta UK saat ini. bahkan kalo kau bikin cerita ngarai tempat eksperimen ragen mutan terbentuk dari proses geologis abnormal akibat efek perang nuklir di masa lalu. bisa² aja kok. atau kau tulis kalo kota London udah berubah jadi danau yg dalam akibat ledakan tsar bomba. lalu capitol UK yg baru terletak di utara Scotland. gak masalah kok.

palingan karna yg kau bahas negara UK, maka lokasi negaranya bisa, sama persis dg UK di masa kini
total 2 replies
Hanif Purwo nugroho
lalu, di novelmu sebelumnya, kan pahlawan super yg bisa punya keturunan cuma 4. darkness, guardian, shaman, dg yg 1 lg. coba donk thor. kemampuan ke 4 nya lebih kau explore di novelmu yg ini
Aria Monteza: kekuatannya leo ya, yg Knight.
Emang belum banyak jatahnya, nanti semakin ke belakang makin banyak munculnya
total 1 replies
Hanif Purwo nugroho
thor, yg masih bikin aku penasaran. di novelmu kan ditulis. kubah pelindung di gunakan untuk melindungi rakyat UK. Tapi, cara kerjanya gimana thor.?
Aria Monteza: nanti ya, aku cariin gambar yg pas buat gambarin seperti apa kubah energinya,
sebenere itu terinspirasi dari film final fantasy XV yg kingsglaive
total 1 replies
Hanif Purwo nugroho
misalkan, anak nya leo cowok
anaknya selena cewek
pas gede, mereka berjodoh.
fix, leo jadi besan dg mantan pacarnya😁
Hanif Purwo nugroho: bisa tuh thor, kau bikin kayak gtu
total 2 replies
Hanif Purwo nugroho
mulai dari chapter 15. ketika terjadi perdebatan antara leo dg Abraham. seolah, Abraham ingin leo mengabaikan keamanan tembok perbatasan dari ancaman ragen. aku dah curiga ada yg gak beres dg Abraham. seolah dia bakal berkhianat.
Hanif Purwo nugroho
thor, daripada sosok raja ganteng Nan gagah. dari novelmu yg pertama, di fikiran ku, justru si leo ini sosok nya sama persis kayak si botak pemimpin alien jahat yg sibuk berburu batu angkasa berpendar biru di film "number four". botak, kocak, kayak gtu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Aria Monteza: jangan merusak image leo ya 👊😭
Padahal dari dulu aku bayanginnya tuh MC Final fantasy xv Si Noctis itu lho 😭
total 1 replies
Hanif Purwo nugroho
masalalu yg coba di kubur dalam².
bisa kembali muncul ketika leo akhirnya bertemu lagi dg selena
Aria Monteza: sebenernya dulu konsepnya trilogi, cuma buku 1 dan 2 udah dijadiin satu jadi buku pertama itu 🤣
jadinya tinggal 2 buku dah ini
total 4 replies
Mega Kristina
jangan lupa up terus yah thorr,, semangat terusss,, di tunggu in loh
Aria Monteza: siap, insya allah up tiap hari
total 1 replies
Mega Kristina
akhirnya up lagi
Hanif Purwo nugroho
thor, novelmu dah tamat kah?
Hanif Purwo nugroho: thankyou thor, udah update lagi 👍🏿
total 3 replies
NauraNazifaNauzan
msh hiatus k.?
Aria Monteza: udah up bab baru ya sekarang 😁
total 1 replies
NauraNazifaNauzan
1th neh blm.up jg../CoolGuy/
Mega Kristina
ayo dong thor up
Aria Monteza: udah up bab baru ya sekarang 😁
total 1 replies
Mega Kristina
ayo dong thorr up lagii
Mega Kristina
up lagi dong thorr
Mega Kristina
kapan up lagi thor?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!