NovelToon NovelToon
SIBURUK RUPA AISYAH

SIBURUK RUPA AISYAH

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: popyani

💋Aisyah memutuskan untuk mengubah identitasnya. Bukan hanya itu, tapi wanita cantik itu sampai menghitamkan kulitnya. Penasaran?! Ikuti kisahnya di sini👉👉👉👉
Bukan karena cinta satu malam, atau karena terlibat pergaulan bebas, hingga membuat Aisyah hamil di luar nikah.
Tapi karena akibat salah inseminasi, saat wanita itu melakukah pemeriksaan kesehatan- di sebuah rumah sakit, di kota asalnya Surabaya.

Aisyah, begitu kaget! Saat mengetahui Ayah biologis dalam kandungannya, akan mengambil bayinya usai dia melahirkan.
Tidak ada jalan lain bagi Ibu muda itu, selain dengan mengasingkan diri, dari kota asalnya Surabaya.
Wanita berambut panjang itu, memilih untuk mengasingkan diri ke kota Jakarta. Dan Hidup dengan identitas baru, sebagai Anisa Mahardika.

Tak disangkah takdir mempertemukan Aisyah, dengan Ayah dari kedua putri kembarnya, Aditya Wirawan. Di mana pria itu adalah, Presdir tempat Aisyah bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAU TIDAK MAU

Dunia serasa sepi bagi Aisyah, saat diri itu di landa kegalauan. Bingung, dan tidak tahu harus berbuat apa-karena bagaimanapun ada dua nyawa yang menggantungkan hidupnya. Hening...Hening...larut dalam dunianya sendiri. Hingga lalu lalangnya orang-orang di depannya, serasa tak terlihat bagi Aisyah. Diri itu sedang berpikir keras saat ini, memikirkan apa yang harus dia lakukan.

Wajah itu seketika nampak antusias, saat menemukan apa yang harus dia lakukan saat ini.

"Ya aku, harus membatalkan pekerjaan itu. Hanya itu jalan satu-satunya, agar aku bersama kedua anakku." Aisyah bergumam mantap. Tubuh itu segera bangun dari duduknya, melanjutkan langkahnya menuju dalam perusahaan.

****

Ragu bagi Aisyah, saat akan memberi ketukan pada badan pintu.

Hening sejenak, membiarkan diri itu menyiapkan mentalnya. Beberapa menit dirinya berada di depan pintu ruangan, akhirnya Aisyah memberanikan diri untuk memberi ketukan pada badan pintu.

"Masuk..." Terdengar suara Lidya, dari dalam ruangan.

Perlahan tangan itu terangkat, meraih gagang pintu berwarna keemasan. Dengan satu tekanan, pintu itu melebar, dan menampilkan sosok Lidya yang menatap Aisyah intens, dari balik kaca matanya.

"Selamat pagi, Bu!" Aisyah menampilkan senyum kikuknya. Wajahnya sedikit memucat, mengingat tujuannya datang, yang untuk membatalkan pekerjaan.

"Pagi. Dan silahkan masuk."

Ayunan kaki Aisyah-ayunkan dengan pelan. Perlahan tubuh itu dia daratkan pada sebuah kursi tunggal, yang berada di depan meja kerja Lidya.

"Oh..iya, Anisa! Sedikit lagi, karyawan wanita akan mengantarkan baju seragammu." seru Lidya tiba-tiba.

Aisyah tersenyum getir, mendengar ucapan Lidya yang membuat dia merasa tidak enak hati. Menghembuskan napas beratnya, saat akan mengutarakan tujuannya datang kemari.

"Maafkan saya Bu!" seru Aisyah pelan.

Kening Lidya mengkerut. Dua matanya seketika menatap intens pada Aisyah, dengan tatapan yang sudah diselimuti rasa penasaran.

"Maaf? Memang kesalahan apa yang kamu lakukan pada saya? Hingga kamu meminta maaf."

Wajah yang sedikit menunduk, perlahan Aisyah tegakkan, dengan berani dia menatap pada Lidya, yang menatapnya dengan penasaran.

"Maafkan saya, Bu! Karena saya ingin membatalkan kontrak kerjanya, sebab saya betul-betul tidak bisa bekerja di sini."

Tubuh yang sedikit bersandar malas, seketika Lidya tegakkan- mendengar ucapan Aisyah yang membuat dia sedikit kaget. Sorot mata itu, kini lebih menatap penuh pada wanita di depannya.

"Apakah saya tidak salah dengar, dengan apa yang kamu katakan? Kamu bilang kamu ingin membatalkan kontrak kerjanya, karena tidak bisa bekerja di sini."

"Maafkan saya, Bu! Tapi saya benar-benar tidak bisa bekerja di sini." Aisyah menampilkan wajah memelasnya, agar Lidya yang selaku penanggung jawab di bagian Cleaning Cervise, dapat memenuhi keinginannya.

Lidya tersenyum palsu. Wanita paruh baya itu tidak berbicara lagi. Jemarinya menggapai gagang laci, dan menggapai lembaran kertas-yang tak lain adalah surat kontrak kerja, yang sudah ditandangani Aisyah.

"Coba kamu baca surat ini. Kemarin kamu menandatanganinya, tapi kamu sama sekali tidak membacanya."

Raut wajah Aisyah, seketika berubah serius. Dua mata itu begitu intens menatap Lidya, yang menyimpulkan senyum kecilnya.

"

"Bacalah.." pinta Lidya-pada Aisyah, yang hanya diam membisu.

Perlahan jemari Aisyah menggapai ujung lembaran surat itu, dengan wajah bingungnya. Dua matanya mulai menelusuri setiap barisan, yang tertulis dalam lembaran surat itu.

Arah pandang yang tadi begitu intens pada lembaran surat itu, seketika intens pada Lidya-di mana Aisyah membasa sebuah kalimat, jika dia membatalkan kontrak kerjanya, maka Aisyah harus mengganti rugi sebanyak seratus juta.

"Jadi kalau saya membatalkan kontrak kerjanya, saya harus membatalkan kontrak kerjanya?"

"Iya. Itulah kenapa saya meminta kamu, untuk membaca suratnya terlebih dahulu- sebelum kamu membacanya. Tapi kamu mengabaikannya, karena bilang sudah merasa yakin."

Aisyah seketika diam membisu. Wajah memucat, dan tubuh itu serasa tak bertenaga-akibat syok mengetahui, dia harus membayar ganti rugi sebanyak seratus juta, jika ingin membatalkan kontrak kerjanya.

"Bu..Apakah Ibu tidak bisa membantu saya? Karena saya, benar-benar tidak bisa bekerja di sini." Aisyah menampilkan memelaskan wajahnya, agar wanita paruh baya itu dapat membantunya, untuk tidak jadi bekerja di perusahaan itu.

"Maafkan saya, Nisa! Tapi peraturan, tetaplah peraturan. Karena kamu sudah menandatangani suratnya, mau tidak mau kamu harus bekerja di sini."

Ucapan tegas Lidya, membuat mulut Aisyah seketika terkatup. Wanita cantik itu hanya bisa diam, dan pasrah dengan keadaan. Karena semua ini terjadi karena kecerobohannya sendiri, yang tidak membaca terlebih dahulu surat kontrak kerjanya.

"Nasi sudah menjadi bubur. Semua terjadi karena kebodohanku, yang tidak membaca surat itu terlebih dahulu-sebelum menandatangani surat kontrak kerjanya. Dan mau tidak mau, aku harus tetap bekerja di sini." bathin Aisyah.

1
Hilma Abubakar
rasa rasanya kalimat dua kaki ngga usah terlampau sering.
Eliyani Yani
tata bahasanya perlu diperbaiki deh thor, banyak sekali kata2 yg rancu apalagi kuang huruf h pd kalimat yg hrs pakai atau kelebihan huruf h pd kalimat yg semestinya tdk pakai huruf h
Sunarti Sunarti
Luar biasa
Sunarti Sunarti
penghianat rati sebagai sahabat kamu tidak setia
Nor Asikin
Luar biasa
Rya Sasmita
dr awal uda ketebak sih kalo alur ceritanya rati bakal kaya gini, berharap ada plot twist eh ternyata tidak..
Martha Amelia Susanti
Bagus juga tema cerita ini , mengangkat tema kelahiran bayi melalui inseminasi.. sukses selalu untuk Author 👍🏼🙏🏼
RossyNara
Rangga siapa thor??
RossyNara
Aisyah teledor kenapa gak di baca dulu tuh surat kontraknya nanti kamu yang rugi sendiri.
RossyNara
aki" udah bau tanah,gak sadar umur di bodohin sama rubah aja mau.
RossyNara
mohon maaf thor klo bisa kata "kau" di ganti jadi "kamu ".🙏🙏🙏
Cod Cod Dulu
Luar biasa
Cis Siu
ya
Irfan Dani
secara keseluruhan ceritanya bagus dan seru .. tapi karena penulisan agak kurang tepat. jadinya kurang masuk imajinasi.. sekedar saran sih. gimana kalo naskahnya ini diprint trus coba dikoreksi kan ke orang2 yg mumpuni dlm penulisan BHS Indonesia yang benar.. biar tau salahnya dmn trus yg bener gimana.. pasti kedepannya karya author bakal lebih keren lagi.. semangat!!!
Irfan Dani
authornya puitis bgt
Irfan Dani
part yg kurang masuk menurut saya... biasanya sekretaris/asisten pribadi selalu mendahulukan tuannya... maaf ya thor
Irfan Dani
perlahan membiasakan dgn kosakata author
qira
cerita yang menarik
Elfin Carolina Arikalang
semoga karla segera mndpat karmanya
Oktaviyanti Farcy
laptop kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!