Kisah tentang seorang pria yang harus menemukan malaikat kecil penolongnya, meskipun terjadi kesalahpahaman, namun akhirnya cintapun menyatukan mereka.
Alfarezel, seorang pembisnis muda bertalenta, namun mempunyai sifat yang dingin dan Arogan. Namun sifatnya akan berubah 180° saat berhadapan dengan gadis cantik cinta masa kecilnya itu. Akankah mereka segera dipertemukan kembali, setelah pencarian yang begitu lama.
Kuy nantikan kisahnya dan Baca selengkapnya karya coret-coret Mala jangan lupa berikan dukungan Ya teman-teman semua. Like, ☆5 dan vote. Kalian juga boleh memberi masukan untuk karya Mala agar bisa Mala perbaiki lagi.
Semangat!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah mala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjaga Biru
...Halo apa kabar semuanya? Untuk yang masih setia menunggu episod karya Mala, Mala ucapkan banyak-banyak Terimakasih atas dukungan dan suport teman-teman semuanya Jangan bosan-bosan memberikan cinta kalian ya 😘...
Selamat membaca
( "Kakak, dia bukan pacarku!" Kumohon percayalah padaku!" Ucap suara hati Biru.)
''Baiklah,'' Kakak harus kluar menerima telepon dahulu, Kau bisa mengobrol dengan adikku.'' Ucap Varo menepuk punggung Rezel, kemudian pergi keluar dari ruangan tempat Biru di rawat.
''Hai cantik,'' Apa kabar? Lihatlah kita berjumpa lagi'' Ucap Rezel dengan tersenyum lalu duduk di samping tempat tidur Biru. Biru hanya memutar malas bola matanya. Ia sungguh kesal dengan Rezel. Bisa-bisanya pria itu mengganggu nya terus.
''Aku tau kau pasti sedang memakiku, aku tidak peduli. Karena mulai saat ini kau memang benar pacarku, calon istriku.'' Ucap Rezel dengan percaya diri. Ingin sekali Biru menyumpal mulut Rezel menggunakan 5 bakpao yang ada di meja, agar ia tidak lagi mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal.
''Apa kau tidak percaya?'' Ucap Rezel.
( "Tidak sama sekali! Dasar kadal jantan!'' Jawab suara hati Biru )
''Aku berjanji mulai saat ini, aku akan selalu menjaga dan membahagiakan mu. Setelah kamu sembuh, kita akan segera menikah. Ini bukan bercanda dan ini juga bukan pertanyaan. Tapi Keharusan, aku tidak peduli mau kamu menolak atau tidak kamu tetap harus menjadi pendamping hidupku.'' Ucap Rezel dengan serius. Tangan masih setia membelai lembut rambut Biru.
( "Apakah dia sadar dengan apa yang ia katakan! Apa dia sudah gila? Kita bahkan baru bertemu dua kali. Dan mengapa dia tiba-tiba memaksaku untuk mau menjadi istrinya? Apa dia sedang hamil?" Ucap Suara hati Biru.)
Karena Biru memandangi perut Rezel, Rezel pun tau apa yang sedang di pikirkan oleh gadis itu.
''Jangan berpikir sembarangan!'' Aku laki-laki normal, jadi aku tidak hamil!'' Ucap Rezel dengan kesal. Biru Tertawa saat mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Rezel. Ia tidak menyangka, pria itu begitu memahami apa yang ingin Biru ucapkan. Meskipun tanpa mengeluarkan suara. Mungkin ini yang di namakan jodoh dari Tuhan. Saling melengkapi satu sama lain.
( "Tunggu dulu,'' Apa yang sedang aku pikirkan! Jodoh dari langit? Haah, Dunia pasti sedang bercanda. Tidak! Itu tidak mungkin, dan tak akan pernah terjadi!" Ucap suara hati Biru yang menyangkal pikiran-pikiran anehnya itu.
Tak lama kemudian Varo sudah kembali lagi keruangan Biru. Varo terharu saat Varo tak sengaja mendengarkan apa yang baru saja Rezel ucapkan. Awalnya ia masih ingin menyelidiki apa maksud kedatangan Rezel. Tapi ia langsung mengurungkan niatnya saat melihat ketulusan hati Rezel.
Varo tersenyum melihat adiknya. Namun ia juga sedih saat memikirkan apa yang baru saja ia bicarakan dengan seseorang di telepon tadi. Orang yang menelponnya tadi adalah Tuan Davidson. Tuan Davidson meminta Varo untuk menemani Rani yang akan pergi ke Australia. Rani mendapatkan seorang klien dari Australia. Namun Tuan Davidson sedikit khawatir, karena kliennya tersebut masalahnya sedikit sulit dihadapi. Ia tidak ingin jika terjadi apa-apa dengan putrinya itu.
Soal Biru, Tuan Davidson berjanji akan meminta orang untuk menjemputnya. Dan untuk sementara Biru di minta untuk tinggal di kediaman keluarga Davidson. Lagi pula dari kecil mereka sudah tinggal bersama dan sudah di anggap seperti anak-anak mereka sendiri oleh Tuan Davidson dan nyonya Mira.
Saat Varo menginjak usia 18 tahun, Varo meminta izin membawa adiknya untuk hidup mandiri. Varo tidak ingin jika harus merepotkan Tuan Davidson terus menerus. Hingga sekarang Varo lah yang merawat dan menjaga adiknya seorang diri. Tentu saja masih dalam pengawasan Tuan Davidson.
''Tuan Varo,'' Anda sudah kembali?'' Sapa Rezel.
''Kau adalah kekasih adikku. Kau tidak perlu memanggil ku dengan panggila yang begitu formal. Panggil saja kakak, agar tidak terasa canggung.'' Ucap Varo.
''Baik Tuan,,,,, eh maksud saya kak Varo.'' Ucap Rezel. Kemudian Varo mendekati Biru dan duduk di samping Biru.
''Ruru,'' Kakak ingin membicarakan sesuatu hal yang penting. Kakak harap kamu tidak marah dengan kakak." Ucap Varo. Biru pun mengedipkan matanya, pertanda ia tidak akan marah dengan apapun yang akan kakaknya ucapkan nanti..
''Gadis pintar,'' Varo tersenyum sambil membelai rambut Biru, Varo pun mengatakan kalau ia harus pergi untuk menemani Rani ke Australia. Nanti untuk sementara Biru akan tinggal bersama Ayah dan Ibu angkatnya, agar ada yang menjaga Biru. Biru sangat sedih saat mendengar penjelasan kakaknya, namun ia juga tidak mungkin egois melarang kakaknya untuk tetap selalu bersamanya.
Rezel berpikir, mungkin ini kesempatan yang Tuhan berikan agar ia bisa semakin dekat dengan Biru. Ia akan menggunakan kesempatan itu, untuk membuat Biru jatuh cinta padanya. Rezel pun memberanikan diri meminta izin agar ia di perbolehkan untuk yang menjaga Biru, selama kakaknya pergi.
Varo termenung sebentar, ia berpikir mungkin ini lebih baik, mengingat Biru yang sifatnya tidak ingin merepotkan orang lain. tapi jika Varo yang menjaganya, mungkin Varo bisa bersikap jika Biru susah di atur.
Akhirnya Varo pun mengizinkannya Rezel untuk menjaga Biru. Tapi dengan beberapa syarat yang harus Rezel penuhi. Mengingat mereka belum ada ikatan yang sah. Jadi Varo harus tetap berjaga-jaga.
-
-
-
💙💙💙💙💙💙💙💙
💙💙💙💙💙
6 x 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
6 x ♥️♥️♥️♥️♥️
6 x 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tentu saja Like it 👍👍⭐⭐♥️♥️💕💕
Yang Nge Zel in
Apa Varo ga suka sama Rani 🤔🤔
Rezel....kasihan Biru, dia selalu saja diintai orang yang iri
Renata, kamu Cantik ya? Tapi mengapa tak ada pria keren melirik mu? mengapa malah kamu yang mengejar-ngejar pria??
💕💕💕💕💕💕