Memiliki suami tampan, mapan, baik dan penyayang adalah impian semua wanita, tapi tidak bagi Bella.
Empat kriteria yang di idamkan para wanita justru menjadi musibah buat Bella. Nathan, pria yang ia nikahi, ia percaya, ternyata mengkhianatinya. Diam diam Nathan menikahi wanita lain di kota tempat ia bekerja. Kepulangan Nathan kembali ke rumah harusnya menjadi kabar yang membahagiakan Bella.
Namun, kenyataan berbicara lain, Nathan pulang bersama istri barunya.
Hancur? sudah pasti. Namun luka yang Bella terima tidak hanya sampai di situ. Nathan dan ibu mertua menuduh Bella telah selingkuh dan tidak mengakui darah dagingnya sendiri.
Nathan. "Dia bukan putraku!"
Greta. "Akhirnya rencana malam itu membuahkan hasil, akan kusimpan rencana besar ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perubahan Sikap Nathan
Ajeng duduk melamun di balkon kamarnya, ia senyum-senyum sendiri mengingat Bella yang ingin melakukan tes DNA.
"Wanita bodoh! dia pikir Nathan bakalan percaya?" Gumam Ajeng. ''Harusnya si Bella tau diri, kalau memang Nathan cinta sama dia, buat apa selingkuh bersamaku. Dasar gak peka, bodoh kau Bella!" rutuk Ajeng.
Namun akhir-akhir ini Ajeng terganggu dengan perubahan sikap Nathan yang sering kedapati duduk melamun, entah apa yang di pikirkan Nathan. Ajeng mulai ada rasa takut bukan karena Bella. Tapi hukum karma pasti berlaku, Ajeng khawatir kalau Nathan akan menduakan cintanya lagi kepada wanita lain seperti yang sudah dia lakukan pada Bella.
Seperti saat ini, Ajeng melihat Nathan melamun di balkon kamarnya. Kopi yang ia seduhkan sudah dingin dan terlihat masih utuh di meja sana. Ajeng melangkah mendekati Nathan.
"Mas." panggil Ajeng.
Nathan spontan kaget dengan kedatangan Ajeng.
"Mas. Kamu mikirin apa sih? akhir-akhir ini aku sering sekali liat kamu melamun." jelas Ajeng.
"Kamu bicara apa? mas tidak melamun, cuma memandangi pemandangan halaman rumah di atas sini." sahut Nathan.
"bohong! jelas-jelas mas melamun." ucap Ajeng.
Nathan berdiri, mencengkram tangan Ajeng.
"Bukankah sudah kubilang tidak ada apa apa? kenapa masih bertanya?" ucap Nathan kesal.
"Apakah kau berniat menduakanku lagi seperti yang kau lakukan pada Bella?" tanya Ajeng intens
"Plakkk!!" Nathan melayangkan tamparan keras di pipi Ajeng
"Tuduhanmu tidak beralasan, kau tidak punya bukti jadi tutup mulut dan jangan buat aku pusing!!"
"Kau tega menamparku Mas?" ucap Ajeng, memegang pipinya yang terasa sangat panas, kupingnya berdenging.
"Urus saja anakmu, aku mau keluar!"
Selesai bicara seperti itu Nathan berlalu begitu saja dari hadapan Ajeng.
"Maassss!!" pekik Ajeng marah bercampur sakit hati mendapatkan tamparan yang sebelumnya tidak pernah Nathan lakukan.
"Apa yang membuatmu berubah?" ucap Ajeng lirih, lalu duduk di kursi. "Jangan-jangan benar dugaanku, kalau Nathan berniat kembali kepada Bella?"
Ajeng yang sudah di kuasai amarah, pikirannya mulai tidak jernih lagi. Ia menimpakan semua kesalahan kepada Bella.
"Aku harus hubungi kakak!" Ajeng berdiri, lalu masuk ke dalam kamar mengambil ponselnya
Kemudian Ajeng dan Riko janjian untuk bertemu di kafe. Setelah selesai, Ajeng bergegas menemui Riko di kafe tersebut. Di hadapan kakaknya, Ajeng menceritakan perubahan Nathan dan sudah berani menampar Ajeng.
Setelah berbincang bincang, mereka sepakat mendatangi Bella yang masih bekerja.
Sesampainya di kantor, Riko sengaja memanggil Bella ke kantornya. Bella sebagai bawahan, mau tidak mau akirnya datang menemui Riko.
"Jauhi Nathan dan urungkan niatmu untuk tes DNA. Pergi jauh dari kota ini, aku akan memberimu uang. Bukankah kau membutuhkan uang?" bisik Riko di telinga Bella.
"Aku memang butuh uang, tapi kepentingan anakku itu yang utama. Kalian tenang saja, aku hanya butuh pengakuan supaya anakku memiliki nama belakang ayahnya dan di akui oleh hukum negara. Setelah itu aku pastikan tidak akan pernah mengganggu Nathan lagi. Kalau kalian pikir aku ingin merebut Nathan, kalian salah besar. Cuih! pantang buat aku kembali ke pelukan manusia brengsek seperti Nathan." Ungkap Bella panjang lebar
"Lancang!" seru Ajeng marah, mengangkat tangannya hendak memukul Bella.
Namun Bella menepis tangan Ajeng. "Kau takut? kasihan sekali, memiliki suami brengsek seperti Nathan. "
"Arrrgh berani sekali!" seru Ajeng
Riko yang sedari tadi diam, memperhatikan Bella bicara, hatinya sedikit tersentuh dengan ucapan Bella. Namun ia menepisnya lalu mengancam Bella lagi.
"Ambil uangnya dan pergi menjauh dari kota ini, atau hidupmu tidak akan tenang."
"Terserah!" sahut Bella lalu balik badan, melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Riko.
....
kesabaran membawa kebahagian buat bella dan kel nya
pdhl ms penasarn sm papa ny bella
smg dimas baik3 sj
oh y thor kbr ayhny bella gimn ap sudh meninggl atu msi hdup
kbr ibu margaret gimn thor
msi adlg rhasua yg blm trbingkar tgu aja