NovelToon NovelToon
Lovely, Miss Agent

Lovely, Miss Agent

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:145.3k
Nilai: 5
Nama Author: Atseira

Jangan lupa, tinggalkan jejakmu 🥰

Rachelle Young, seorang Agent antisosial & kasar. Pamannya mendadak memberinya tugas, menjadi seorang pelatih bela diri di sebuah desa kecil. Menggantikan sang paman, Rachelle mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Berada di antah berantah, tak membuat Rachelle meninggalkan pekerjaan aslinya. Di desa tersebut, Rachelle menemukan banyak kasus aneh dan mulai menyelesaikannya. Dibantu dengan seorang polisi bernama Luke, Rachelle memulai misi kecilnya.
Satu pesanku saat kau berada di desa itu. Jangan percaya pada siapapun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atseira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12: Dokter di Klinik Kecil

“Ibu yang menyuruh petugas Luke untuk menangkap dan memenjarakan ayahmu!” teriak ibu Zach, terdengar frustrasi. “Tidak, tidak mungkin! Kenapa? Kenapa kau melakukan itu?” tanya Zach bingung, dia tidak bisa memahami apa yang dilakukan oleh ibunya. “Ibu melakukannya demi kita semua. Demi ayahmu, kau dan keluarga kita” jawab ibu Zach bernada pasrah. “Aku masih tidak bisa mengerti. Demi siapa? Aku? Demi ayah dan keluarga kita? Kenapa? Kenapa kau membuat ayah menderita, hanya untuk alasan demi keluarga kita? Tidak, itu cuma alasanmu saja. Ibu melakukannya, demi bos ayah! Kau membuat ayah menderita, demi bos ayah!” pekik Zach dengan amarahnya yang memuncak.

Tak lama setelahnya, Zach pergi meninggalkan kedai. “Zach, apa yang kau dengar... tidak seperti yang kau pikirkan. Kau salah mengertikan perkataan ibu. Ada hal lain yang harus kau mengerti setelahnya. Zach! Dengarkan ibu! Zach!” seru ibu Zach mencoba untuk menghentikan langkah putranya. Tapi, Zach lebih keras kepala dari yang diperkirakan. Dia tidak mau mendengar dan malah berlari pergi. Meninggalkan ibunya yang masih berusaha untuk meluruskan masalah yang membuat Zach, salah mengartikan maksudnya.

Kembali pada situasi Luke dan Rachelle. Mereka akhirnya sampai, di sebuah klinik kecil yang tak jauh dari shelter milik Luke. Klinik itu tampak sepi. Padahal, bangunan bermaterial kayu tersebut merupakan satu-satunya klinik yang ada di desa ini. Bahkan, bukan hanya sepi. Klinik itu tidak memiliki pengunjung sama sekali.

Luke mengetuk pintu klinik dengan terburu-buru. Tak lama, seorang wanita paruh baya tampak keluar dari dalam klinik. Dia agak kaget. Bukan melihat Luke ataupun Oliver yang sedang disandarkan ke jendela klinik. Melainkan, seorang wanita dengan tampilan pakaian penuh darah dari Oliver. Ditambah dengan ekspresi wajahnya yang datar. Rachelle, siapa lagi?

“Masuklah, cepat!” perintah wanita paruh baya tersebut, usai sadar akan situasi gawat yang dimiliki Luke. Setelah diberi akses masuk, Luke segera membantu Oliver berdiri kembali dan membaringkannya di sebuah ranjang dorong di pojokan klinik. Luke serta wanita paruh baya itu, terlihat memindahkan Oliver di sebuah ruangan. Dugaan Rachelle sementara, itu adalah ruangan operasi.

“Astaga, lukanya banyak sekali. Kau kah yang menikamnya?” tanya wanita paruh baya tadi. Dia terlihat agak syok dengan keadaan pasiennya. Luke menggeleng. “Dia menikam dirinya sendiri dengan pisau lipat. Dia ingin melarikan diri” jelas Luke apa adanya. “Dan astaga... Apa yang terjadi pada kedua kakinya?!” seru wanita itu. Lagi-lagi tampak syok.

Namun kali ini, Luke menatap ke arah Rachelle. Wanita paruh baya tersebut terlihat langsung fokus pada Rachelle. “Prosedur interogasi” jawab Rachelle singkat. Dan wanita itu, tetap menatapnya dengan tatapan aneh. “Oh, anda tidak pernah melihat ini sebelumnya? Tidak perlu kaget. Daripada penasaran dengan cara kerja dari prosedur interogasi, lebih baik anda segera menanganinya. Estimasi waktu, dia tidak akan selamat malam ini. Hurry, before you late” kata Rachelle sempat sedikit kesal. Dia juga terlihat bersendekap, acuh.

Wanita paruh baya tersebut bergegas menangani pasien darurat malamnya, usai tersadar pada perkataan Rachelle. “Tunggu di kursi depan. Aku akan melakukan apapun, untuk membuatnya tetap hidup” pinta wanita itu. “Anda tidak butuh bantuan, dok?” tawar Luke. “Nope. Tunggu saja di luar” jawab wanita tersebut. Luke mengangguk dan menunggu di luar ruang operasi dengan Rachelle. Tampaknya, Rachelle sudah lebih dulu berada di sana.

Zach memperlambat langkah kakinya. Berlari selama beberapa menit untuk menghindar dari ibunya, memanglah hal yang sulit. Sebenarnya, dia ingin sekali mendengar penjelasan sang ibu lebih lanjut. Sayangnya, perasaan kesalnya lebih tinggi ketimbang rasa keingintahuannya.

Zach tiba di bangku depan tempat latihan klub Youth. Dia merenung sembari menatap ke arah langit. Meski jam menunjukkan pukul sebelas malam, rupanya sama sekali tidak berpengaruh padanya. Malam ini, dia malas pulang. Zach terlihat merogoh ponselnya yang ada di dalam saku. Dia terlihat mengirim pesan pada seseorang.

“Oh, Zach? Sudah larut sekali, kenapa berada di sini? Kau mau membuat ibumu khawatir lagi ya?” sapa Ken. Ternyata, pelatih ramah nan baik hati di klub Youth tersebut masih berada di tempat latihan. Sepertinya, Ken selesai beres-beres.

“Pelatih, selamat malam!” balas Zach penuh hormat. Ken tersenyum sebagai balasan. Dia kemudian duduk di sebelah Zach yang masih setengah berdiri, usai menyapa. “Bertengkar dengan ibumu ya?” tebak Ken tepat sasaran. Zach jadi kalang kabut, hendak menjawab.

Ken hanya tersenyum, ketika Zach tak menjawab. “Kau pasti marah, karena kecerobohan ibumu. Luke juga begitu, waktu ayahmu ditangkap” ujar Ken mulai membahas ayah Zach. “Apa yang anda maksudkan, pelatih? Saya... tidak mengerti” kata Zach setengah bingung. Secara otomatis, Zach mengiyakan tebakan Ken padanya.

“Ibumu saat itu bersikeras ingin memenjarakan ayahmu. Dia menemui Luke yang kala itu sedang bersamaku. Dia memohon pada Luke untuk menghentikan penyelidikan dan membiarkan ayahmu dipenjara. Stop. Di bagian ini kau pasti langsung marah pada ibumu, saat dia sedang mengungkapkannya. Benar, kan?” jelas Ken menjabarkan. Zach lagi-lagi terdiam. Dia tidak mengiyakan atau mengelak. “Tentu, kau boleh marah. Luke saat itupun... juga marah dengan sikap ibumu yang terlalu gampang menyerah. Tapi kau tahu ibumu bilang apa, saat Luke marah padanya? Dia bilang, hanya ada satu cara untuk membuat keluarganya bahagia. Kenapa begitu? Karena jika ayahmu tidak dipenjara kala itu, kaulah yang akan jadi taruhannya” lanjut Ken.

Masih teringat jelas, hari itu di ingatan Ken. Betapa rumitnya, berbagai solusi yang dipikirkan oleh ibu Zach hanya untuk melindungi keluarganya. Douglas Davies memberikan pilihan pada ibu Zach, waktu itu. Jika suaminya dipenjara, Zach tidak akan dicelakai. Jika suaminya tidak dipenjara, nyawa suaminya lah yang akan menjadi taruhannya.

“Mungkin, semua terlihat sama saja sekarang. Seperti, solusi ibumu tidak membuahkan apapun. Kau tetap dicelakai oleh mereka. Namun, mereka tidak akan sampai menghilangkan nyawamu. Kau tahu kenapa? Ibumu mengancam, akan membunuh dirinya sendiri saat mereka berusaha membunuhmu. Saat Douglas Davies melukaimu seperti tadi, ibumu akan mendatangi mereka setelah menelepon Luke untuk meminta bantuan. Aku tidak tahu, apa yang ibumu lakukan di sana. Luke akan menyusul ke sana dan pulang dengan kondisi babak belur” kisah Ken panjang. Bahkan suara Ken, masih terngiang di sepanjang perjalanan Zach menuju arah pulang. “Karena itu, pulanglah dan dengarkan ibumu. Dia sekarang pasti... sedang bersiap-siap untuk mendatangi Douglas lagi. Mungkin saja, dia akan menghajar orang itu. Ibumu memang... hebat sekali. Karena itu, pebisnis macam Douglas Davies bisa kalang kabut dengan sikapnya” tambah Ken yang membuat Zach mempercepat langkahnya.

Luke tampak bangkit dari tempat duduknya. Dia melihat dokter di klinik kecil tersebut mendatangi dirinya. “Kaukah yang melepaskan tembakan?” tanya sang dokter. “Benar. Apakah itu membuatnya dalam keadaan yang berbahaya?” jawab Luke agak cemas. “Aku mengenalmu. Bukan kau yang menembaknya” tanggap si dokter mengetahui kebohongan Luke.

Dokter paruh baya itu, mengalihkan pandangannya ke arah Rachelle. Dia kemudian mendekat sambil bersendekap. “Pasti, kau kan yang melepaskan tembakan?” tebaknya penuh percaya diri. “Terlalu kentara ya?” balas Rachelle dengan nadanya yang khas. Dokter tersebut tersenyum angkuh sembari mengulurkan tangan ke arah Rachelle.

“Nice to meet you. Aku Caitlin. You can call me, Lin or whatever you want. Kau pasti... Rachelle Young, bukan?” sapa dokter paruh baya. Rachelle tersenyum tipis dan mengangguk dengan hormat, sebagai ganti menjabat tangan. “Ah, tidak berjabat tangan ya? Kau benar-benar unik. Persis seperti Raph. Persis sekali. Harusnya, Miya menyukaimu, bukannya memusuhimu bukan?” kata Lin yang membuat Rachelle sedikit bingung. “Hm, well, aku adalah ibunya. Ibu dari Miya” ungkap Lin mengejutkan.

1
nobita
yaa awal yg menarik...
Diana Puji Astuti
kereen ceritanya...
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
lln Oh iya ya nanti nanti anu tiba di anu di bawah-bawah saya telepon lagi
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
kerrnnnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
keren
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
wow kerennnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
😂😂😂😂😂😂😂😂
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
mmmm
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
gila kerennnnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
keren euy
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
cerita keren begini kq g byk yg baca ya. pdhal bgs bgt
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
cerita bgs bgini g ada yg komen dan baca
Boyscamp Official: terima kasih atas dukungannya ❤
total 1 replies
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
kerennnb
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
baca dlu
Boyscamp Official
terima kasih sudah mampir 🥰
Boyscamp Official: terima kasih sudah mampir 🥰
total 2 replies
Fina Tanjung
cerita sekeren ini kenapa sedikit bgt sih....padahal ceritnya bikin dag....Dig.....dug....
Fina Tanjung
penuh teka teki banget
Boyscamp Official: terima kasih atas dukungannya 🥰
total 1 replies
Fina Tanjung
KK isi kepala mu apa? ko bisa bikin cerita keren kayak gini sih....
Fitzu Taufik
next thor
Fitzu Taufik
semangat thor ku tunggu up nyaaa
Boyscamp Official: siap 😁😁 terima kasih atas dukungannya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!