Cerita ini menceritakan tentang kehidupan seorang mahasiswa baru di sebuah Universitas di Indonesia.
Seorang gadis broken home yang sederhana, yang memiliki sifat arogan, jutek, dan enggan dekat dengan laki-laki. Sejauh ini, dia selalu menghindar dari para lelaki yang mendekatinya. dia tidak ingin dekat dengan lelaki2 itu. Hal ini, disebabkan karena dia sangat kecewa kepada papanya yang telah meninggalkan dia dan mamanya demi wanita lain. Hingga dia menutup rapat hatinya, untuk menghindari lelaki-lelaki yang mendekatinya. Dia memasang wajah arogan dan sangat jutek. sebenarnya, dia sangat manis apalagi kalau tersenyum. Sayangnya, senyuman itu hanya berlaku untuk orang terdekatnya
di sisi lain, ada seorang pria tampan yang selalu menganggap semua wanita itu sama. mengejar pria hanya memandang harta dan rupa, yahh karena selama hidupnya para gadis yang mendekatinya hanya selalu memikirkan wajah tampan dan kekayaannya saja. Baginya, hanya Maminya lah wanita yang berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avralia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Calon Menantu?
Setelah pintu gerbang terbuka, mobil Rey masuk ke pekarangan rumah mewah itu.
"Ngapain lo ajak gue ke rumah lo?" Tanya Aluna pada Rey
"Ngenalin lo sama calon mertua" Jawabnya enteng
"WHAT?, gila ya?" Pekik Aluna, tapi tidak dihiraukan Rey. Rey keluar dari mobilnya dan menuju pintu mobil samping nya, lalu membukanya untuk Aluna
"Ayo turun"
"Gak mau!"
"Gue gak terima penolakan, Aluna" Tegas Rey dengan penuh penekanan di setiap katanya
"Dan gue gak suka diperintah, Reynanda" Yaa, Aluna sudah tau siapa nama lengkap cowok menyebalkan ini. Dari siapa lagi? kalo bukan dari sahabatnya Talia
"Lo mau turun sendiri atau gue gendong?" tawar Rey, sambil menyeringai
"Sial!" Umpat Aluna lalu turun dari mobil sambil menghentak hentakkan kakinya seraya menggerutu sebal. Rey hanya terkekeh melihat cewek cantik yang sedang sebal ini, ekspresi Aluna saat kesal terlihat sangat menggemaskan menurutnya
Rey langsung menggenggam tangan Aluna dan membawanya masuk rumah, Aluna diam saja merasakan tangannya digenggam. Sungguh, dia sangat lelah berdebat dengan cowok menyebalkan ini.
'Mau apa sih ini orang bawa gue ke rumahnya malem-malem gini'
"Mamii" Teriak Rey saat baru saja memasuki pintu rumahnya
"Rey, berapa kali mami bilang kalo masuk itu salam dulu" Ucap wanita paruh baya yang masih sibuk merapikan meja makan
"Sorry mi"
Mami Rey (Yola Kusuma) mendongakkan kepalanya untuk menatap putra semata wayangnya. Lalu matanya beralih menatap gadis cantik, yang terlihat sederhana tengah digandeng putranya itu
"Wow, Who this beautiful girl, son?" Tanya nya sambil menghampiri kedua orang yang tetap bergandengan itu
Aluna sudah mencoba melepaskan tangannya. tetapi Rey malah mengeratkan genggamannya
"Calon menantu buat mami" Jawab Rey enteng yang langsung membuat Aluna membulatkan matanya
'Apa dia sudah gila?'
"Really? Hai sayang, siapa namamu?" Tanya Yola dengan lembut, Aluna sedikit terkejut. dia pikir nyonya rumah ini akan sombong dan akan menghinanya apalagi dia berpakaian sangat lusuh saat ini
"Saya Aluna tante" jawabnya sambil tersenyum kikuk
"No. Call me Mami, oke?"
"Ta..tapi tante"
"Ssstttt.. kamu calon menantu mami, jadi jangan panggil tante" ucapnya lalu merangkul pundak Aluna lembut, menuntunnya ke meja makan dan meninggalkan Rey begitu saja
"Mi, apa setelah mempunyai menantu mami melupakanku?" protes Rey dengan nada manjanya. Aluna sedikit terkejut, bagaimana mungkin orang se arogan Rey bersikap semanja ini.
Hei hei, Aluna lupa pada diri sendiri ya? dia sendiri arogan dan manja sekali pada mamanya?
"Pergilah mandi, son. setelah itu turun dan makan malam bersama" Pinta Yola pada putranya itu
"Apa Papi sudah pulang, mi?"
"Papi mu sedang dalam perjalanan"
Rey mengangguk lalu berjalan menuju lantai 2 tempat kamarnya berada
-di meja makan-
"Katakan sayang, bagaimana kamu bisa mendobrak hati putraku yang arogan itu?" tanya nya pada Aluna. Yola sebenarnya tadi sangat terkejut karena melihat Rey pulang membawa seorang gadis. karena selama ini, Rey sama sekali tidak pernah dekat dengan wanita manapun, apalagi membawanya pulang dan terang-terangan mengatakan sebagai calon menantu untuknya. Tapi, Yola begitu senang karena akhirnya putranya bisa menemukan pujaan hatinya. Saat melihat Aluna, Yola tau ada yang berbeda dari gadis ini, sehingga Rey jatuh hati pada gadis cantik natural dan sederhana ini
"Maksud tan.. em mami?" Aluna masih sangat kaku mengatakannya
"Maksud mami, gimana kamu bisa membuat Rey jatuh cinta padamu, sayang?" tanya nya lagi
"Aluna tidak tahu apa yang membuat Rey menyukai Aluna mi"
"Tidak perlu dipikirkan sayang, Cukup jalani apa yang ada. Mami sangat senang denganmu, mami harap kamu akan segera menjadi menantu mami secara resmi" ucap Yola dengan mata berbinar
Sungguh, Aluna merasa sakit di dadanya. Apa dia sedang memberikan harapan palsu pada seorang ibu?
'Ini semua gara-gara Rey, sialan' maki Aluna dalam hati
"Aluna juga sangat senang bertemu dengan mami"
Aluna tidak bisa bohong, dia juga sangat senang dan nyaman berbincang dengan Mami Yola
"Assalamualaikum" terdengar suara bariton yang menggelegar
"Waalaikumsalam" ucap Aluna dan Yola bersamaan
"Papi, sudah pulang?" Yola lantas menghampiri suaminya itu, mengambil tas kerjanya dan mencium punggung tangan suaminya. Papi Rey(Aris Kusuma) mencium dahi istrinya cukup dalam
Pemandangan ini, membuat hati Aluna mencolos begitu saja. Dia jadi teringat dengan 'lelaki brengsek' yang menjadi ayahnya itu. tanpa dia sadari air matanya menetes begitu saja
"Who she is, sayang?" Tanya Aris pada Yola
"Menantu kita" jawab Yola sambil tersenyum manis
"Apa?" Aris sangat tidak percaya dengan apa yang didengar
"Hei, kenapa dirimu begitu terkejut?" tanya Aluna pada suaminya itu
"Apa kamu mengenalkan anak temanmu lagi pada, pangeran es ku itu?"
"Haha tenanglah pi, kali ini Rey sendiri yang membawanya datang"
"WHATTT?" Pekik Aris tidak percaya. Bagaimana mungkin anaknya membawa wanita kerumah?
"Emm Hai om" ujar Aluna sambil mengulurkan tangan untuk mencium punggung tangan Aris dengan sopan. Karena sedari tadi dia menyaksikan kedua suami istri ini saling berbisik
Yola tersenyum melihat tingkah laku sopan Aluna, sangat berbeda dengan wanita wanita yang selama ini dikenalkannya pada putranya, yang menyapa orang dengan budaya barat, bercipika cipiki. Yola sangat puas dengan pilihan Rey ini
"Oh hai, nak. siapa namamu?" tanya Aris
"Aluna om"
"Nama yang bagus, apa kamu benar benar pacar Rey? Apa kamu masih waras nak? mau berpacaran dengan manusia es seperti itu?"
"Papi!!! jangan merusak citraku!" bentak Rey dari atas tangga saat dia mendengar ucap an papi nya itu
"Tenanglah Rey, papi hanya memastikan. bagaimana ada seorang wanita cantik seperti ini mau menjadi kekasih balok es sepertimu"
"Cehhh papi pikir papi sendiri tidak seperti es batu? Hanya pada mami saja papi bertekuk lutut" Sindir Rey pada papinya. yang membuat Aris terlonjak kaget. sedangkan Yola? dia hanya tertawa terbahak bahak melihat pertengkaran kedua ayah dan anak ini
"Sudah sudah, pi bersihkan dirimu dan turun kembali untuk makan malam" perintah Yola yang dibalas anggukan oleh Aris
"Sayang, bersantai lah sesukamu. anggap rumah mu sendiri, mami mau ke atas sebentar" ucapnya pada Aluna
"Iya mi"
Kini tinggal Aluna dan Rey berdua
"Mau ke taman?" tawar Rey pada Aluna
"Hm" hanya dibahas deheman, Aluna masih kesal dan bingung pada sifat Rey yang tjba tiba itu. Tapi, dia masih mengikuti Aluna ke taman
"Duduk sini" perintah Rey menepuk tempat duduk di sebelahnya. Aluna menurut, dan membuat Rey senang karena gadis ini tidak lagi mendebatnya
"Gimana?" Tanya Rey
"Apa?"
"Lo cocok gak sama keluarga gue?"
"Maksud lo?"
"Lo seneng gak ketemu sama Bonyok gue?" tanya Rey lagi
"Yaa, mereka sangat baik. jauh dari ekspetasi gue" jawab Aluna, yang membuat Rey mengernyitkan dahinya
"Emang ekspetasi lo gimana?"
"Orang kaya yang angkuh, sombong, dan arogan seperti anaknya" ucap Aluna polos membuat Rey terkekeh
"Mami gue sangat penyayang, Papi memang sama seperti gue. Arogan, tapi tidak pada orang-orang tertentu" Jelas Rey
"Apa lo berpikir lo bakal dapat hinaan saat lo masuk kesini?" Tanya Rey lagi
"Ya begitulah, gue yang begitu buluk, seorang pelayan cafe, tiba tiba dikenalkan sebagai calon menantu di keluarga kaya raya oleh seorang yang bahkan gue gak kenal sebelumnya" Jelas Aluna
"Sejak pertama gue lihat lo, sejak saat itu gue jatuh hati sama pesona lo, Aluna" Terang Rey, yang hanya dibalas senyum an oleh Aluna.
Malam itu, di taman rumah Rey. mereka mengobrol banyak, tanpa Aluna sadari dia berbicara seperti teman pada Rey. sungguh bukan Aluna yang seperti biasa
Mereka mengobrol sampai akhirnya Yola memanggil mereka untuk makan malam