Gue Alana Pradipta. Kalau lu liat penampilan , gue yakin lu bakalan berpendapat gue cewek gak bener, preman dan cewek kasar. Gue maklum sih kenapa lu bisa mikir gitu.
Sampe hari gue ketemu malaikat kecil yang gue jamin bikin lu yang sekeras batu karang bisa leleh kayak es krim kepanasan.
Angel minta gue jadi ibu sambungnya.
Yang bikin gue binggung adalah gue sayang sama Angel tapi gak sama bapaknya. Belum lagi sosial ekonomi kita yang nge jomplang banget.
Apa siap Angel punya ibu sambung preman kayak gue gini? Terus pernikahan tanpa cinta sama Pak Ricard gimana? Masa iya ngabisin hidup gue sama orang yang gak gue cinta dan mencintai gue?
cover source : wallbox. ru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebelas
...Jangan Takut, Tante Disini...
...🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸...
Setelah setengah jam, gue akhirnya lo bisa kembali ke UGD. Dari jauh gue bisa denger suara tangisan Angel.
"Tante Lana... hiks hiks hiks." Tubuh Angel tertutup oleh Tuan Richard, tapi selang infus Angel bergerak. Angel mungkin sedang menggerakkan tangannya.
"Tante disini, sayang." masih beberapa langkah lagi sebelum gue sampe bangkar.
"Tante, Angel takut. Hiks... Hiks.. Hiks... Tante jangan pergi..." lagi - lagi rasanya gue tertusuk puluhan pisau. Masih mending tertusuk, jelas luka nya, setelah dikasi obat akan sembuh. Tapi melihat peri kecil trauma seperti ini, tidak ada kata - kata yang pas untuk menggambarkan betapa pilu nya hati gue.
Gue naik keatas bangkar, duduk disebelah Angel. Menarik Angel masuk kedalam pelukan gue. "Tante ada disini. Jangan takut."
Gue peluk Angel sampai gue rasa Angel tenang. Gue lepas pelukkan gue, menatap mata Angel yang memerah karena menangis.
"Angel, coba Angel lihat kita lagi ada dimana?"
"Di rumah sakit tante." jawabnya lemah.
Jujur saat ini gue sedang menahan air mata. Gue bukan orang yang cengeng, tapi melihat keadaan gadis kecil berusia enam tahun, trauma hampir jadi korban pelecehan gue sungguh tidak tahan untuk tidak melow. Tapi gue tahu Angel sedang butuh kekuatan, kalau gue sedih, Angel mungkin akan lebih terpuruk.
"Jadi Angel jangan takut, ya. Tadi tante di foto dulu kepalanya. Lagian kan ada appa yang jagain Angel. Kalau yang nakal sama Angel, appa pasti jagain Angel."
Tatapan Angel beralih pada Tuan Richard, "Appa... " Angel merentangkan tanganya, meminta pelukkan dari sang ayang.
"Appa sama Tante disini aja, jangan kemana - mana." pintanya.
"Iya." gue dan tuan Richard menjawab bersamaan.
"Sekarang Angel istirahat lagi." gue bantu Angel berbaring. Satu tangan gue, gue jadiin bantal, tangan gue yang terluka gue pake buat mengusap pucuk kepala Angel.
"Tadi pak Madin telepon. Ia sedang perjalanan kesini." Tuan Richard agak berbisik. Gue cuman mengangguk.
Tidak lama suster datang. Angel akan dipindahkan ke ruang rawat. Gue turun dengan hati - hati dari bangkar tidak mau sampai membangunkan Angel.
Bangkar Angel di dorong melewati lorong rumah sakit menuju ruang rawat nya. Gue dan tuan Richard mengekor dibelakang suster.
Angel di rawat di ruang VIP. Kamarnya cukup luas. Ranjang nya jauh lebih empuk dari bangkar di UGD. Ada sofa berwarna abu gelap yang terlihat sangat nyaman. Selain itu ada meja makan bulat dan juga televisi layar datar.
Dengan hati - hati tuan Richard memindahkan Angel ke ranjang rawat. Suster yang mendampingi mengantung infus Angel disisi ranjang, mengecek tetesan nya sebelum pergi meninggalkan ruang rawat.
"Kamu istirahat saja."
Gue menurut. Gue merebahkan diri disofa. Gue yakin besok badan gue bakalan pegel semua. Baru beberapa detik mata gue tertutup gue denger pintu kamar dibuka.
"Pak Richard." uwak Madin menyalami Tuan Richard. "Gimana putrinya?"
"Sudah lebih baik. Terima kasih."
"Besok mungkin polisi akan datang untuk minta keterangan bapak. Kalau memungkinkan keterangan Angel juga."
"Baik. Terima kasih banyak. Pak Madin banyak membantu."
"Jangan sungkan." uwak berjalan kearah gue. "Sok jagoan!" uwak menyentil dahi gue.
"Abi denger suara teriakan Angel, wak. Makanya abi masuk duluan."
"Untung we kamu selamat." wak menyerahkan traveling bag berukuran sedang ke gue. "Ganti baju dulu." titahnya.
"Sekarang ceritain ke uwak." gue udah duduk di sebelah uwak dengan baju bersih dan sudah mandi. Tuan Richard ikut menarik kursi dan duduk di dekat kami.
"Dari minggu lalu, abi udah curiga ada yang gak beres sama mobil sedang hitam. Hari pertama itu mobil parkir dipinggir jalan deket gerbang sekolah. Dua setengah jam kayaknya, wak. Pas abi suru Anto nyamperin mobilnya pergi. Kata Anto nyari alamat."
"Besoknya abi liat lagi itu mobil dipinggir jalan. penasaran abi datengin. Abi suru juga parkirin mobilnya di parkiran. Tapi katanya lagi nunggu WA alamat. Abi sempet catet nomor plat mobilnya. Siangnya abi udah bilang ke satpam dua hari ini ada mobil mencurigakan di deket gerbang."
"Pas penculiknya nangkep Angel abi inget itu orang yang ada di mobil sedan itu. Cuman mobilnya sekarang bukan sedan lagi. Abis itu abi ikutin mobilnya."
uwak cuman manggut - manggut aja.
"Penjahat itu sindikat perdagangan anak." gue gak kaget lagi. "Yang ada dikamar itu salah satu pelanggannya." sambung uwak Madin. "Jadi mereka menjual anak - anak untuk dijadiin santapan para pedo**l"
"Harusnya abi sunat abis aja itu orang." gue marah.
Tuan Richard juga terlihat sangat marah. Rahangnya mengeras, tanganya mengepal. Brugh! Tuan Richard menghantam tembok dengan tangannya. Darah keluar dari tanga Tuan Richard.
"Ini salah saya. Harusnya saya bisa jemput Angel tepat waktu."
Gue memencet tombol hijau di dekat ranjang Angel.
"Pihak sekolah juga sedang dimintai keterangan, Pak. Bagaimana mereka bisa teledor membiarkan anak menunggu penjemput di luar gerbang." jelas uwak Madin.
Seorang suster masuk ke kamar, "Tolong, tangan bapak ini terluka." gue gak kasi kesempatan suster itu untuk bertanya.
Suster keluar tapi tidak lama kemudian kembali lagi dengan kotak berisi obat - obatan.
Cukup lama uwak ngobrol dengan Tuan Richard, sementara gue berbaring di sebelah Angel. Gue minta ijin ke uwak dan Tuan Richard untuk menemin Angel. Gue takut Angel histeris lagi kalau gak ngeliat gue saat dia bangun nanti.
...🌼🌼🌼 Jangan lupa masukin liat favorit ya, Like dan komen. Ngasih gift seiklasnya ajah 🌼🌼🌼...
Kasian Angel pengen ortu yg lengkap..