NovelToon NovelToon
Giro - The Shrouded Paradise

Giro - The Shrouded Paradise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur
Popularitas:496.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bophi

"Tatapan seperti itu bukanlah tatapan yang dimiliki orang yang takut dan putus asa"

"Tetapi, keberanian tanpa kemampuan hanyalah omong kosong belaka"

Tidak pernah terbayangkan oleh Giro sebelumnya, bahwa hari itu merupakan hari yang akan menentukan arah takdirnya.

Di usia yang begitu muda, Giro harus mengalami pengalaman yang akan selalu membekas di benaknya, pengalaman yang akan selalu menghantui bunga tidurnya setiap malam.

Tetapi, bayangan dari orang-orang yang ia sayangi mampu membuatnya mengangkat asanya yang perlahan hilang, menariknya agar terus melangkah tanpa peduli seberapa berat halangan yang menantinya.

Mampukah Giro menjawab kepercayaan orang-orang terhadapnya?

"Kau tidak akan bisa melakukannya jika kau bahkan tidak bisa bertahan hidup"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bophi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Act 11 : The Choices

Beberapa hari berlalu sejak latihan pertama Giro bersama Slipwell. Setiap hari dia selalu jatuh pingsan dan dibawa ke ruangan Bhulwark untuk dirawat. Selama itu pula usaha Giro untuk menyentuh Slipwell selalu berakhir dengan kegagalan.

Sejak kepulangannya dari Arena, dia seolah bisa melihat gerakan dari Slipwell. Jika dibandingkan dengan gerakan yang dibuat oleh Aeon saat itu, gerakan Slipwell tidak secepat Aeon, hingga Giro bisa mengikuti gerakan tersebut dengan matanya. Apalagi setelah beberapa hari terakhir ini, dia sudah terbiasa dengN gerakan Slipwell.

"Walau aku bisa melihatnya, tetapi tubuhku tidak bisa bereaksi secepat itu" gumam Giro dalam hati. Lagi-lagi ia tersungkur ke tanah terkena serangan dari Slipwell.

Pukulan dari Slipwell sudah tidak sesakit dulu, mungkin karena setiap hari dipukul puluhan kali, tubuhnya perlahan beradaptasi dengan rasa sakitnya. Tetapi walaupun demikian, Giro tetap merasa sakit, apalagi jika terkena pukulan itu berkali-kali selama sehari.

"Apa yang kau lakukan? Cepat berdiri dan serang aku lagi. Jangan bilang kau sudah mencapai batasmu hari ini" ucap Slipwell kepada Giro yang malah melamun setelah terkena pukulannya.

"Maaf, Guru. Bolehkah aku bertanya sesuatu sebelum aku melanjutkan seranganku?" tanya Giro yang sedang memikirkan sesuatu.

"Apa itu?" Slipwell mempersilahkan Giro untuk bertanya.

"Bagaimana caranya agar aku bisa bergerak sesuai keinginanku?" tanya Giro.

"Maksudku, aku bisa melihat gerakan Guru, tetapi tubuhku tidak bisa bereaksi secepat yang aku inginkan agar bisa menghindar dan langsung menyerang lagi" lanjut Giro.

"Hmm... baru beberapa hari, tapi dia sudah terbiasa dengan gerakanku. Baiklah, apa yang harus aku katakan kepadanya..." gumam Slipwell dalam hatinya.

"Pertanyaan yang menarik. Aku tidak yakin jika aku bisa memberikan jawaban yang bisa membuatmu puas..." jawab Slipwell.

"Tetapi aku bisa memberikan beberapa dasar kepadamu..." lanjutnya.

"Pada dasarnya, kecepatan seseorang merupakan kombinasi dari reaksi dan kekuatan otot. Jika kau punya reaksi yang baik, tetapi kekuatan ototmu tidak cukup kuat untuk menopang reaksi tersebut, kau akan terlambat. Begitupun sebaliknya..." Slipwell menjelaskan kepada Giro.

Giro mendengarkannya dengan seksama.

"Agar bisa memiliki reaksi yang cepat, kau membutuhkan pengalaman bertarung. Sedangkan untuk bisa memiliki kekuatan otot yang baik, kau membutuhkan latihan yang tidak sedikit..." lanjutnya.

"Reaksimu sudah cukup bagus setelah berhari-hari terkena pukulanku"

"Tetapi, seperti yang aku bilang sebelumnya, agar bisa mengimbangi reaksi tersebut, kau membutuhkan kekuatan otot yang baik"

"Tapi aku bisa memberimu sesuatu agar kamu bisa mengimbangi reaksimu dengan cepat..." lanjut Slipwell.

"Apa itu, Guru?" tanya Giro tertarik.

"Tunggu dulu. Yang akan aku ajarkan kepadamu sangatlah berbahaya, bahkan mungkin bisa mengancam nyawamu jika kau salah mempraktekkannya" ucapan Slipwell membuat Giro mengernyitkan dahinya.

"Aku tidak mau mati..." ucap Giro keberatan.

"Tentu saja, semua orang pasti tidak mau mati..." ucap Slipwell.

"Aku akan memberimu dua pilihan..." lanjutnya.

"Pertama, aku akan memberimu menu latihan untuk menguatkan otot tubuhmu. Dengan sisa waktu yang kau miliki, aku bisa menjamin kalau kau akan berhasil mengenaiku dan bisa bergabung dengan yang lainnya" lanjutnya lagi.

"Dan yang kedua, aku akan mengajarkanmu satu teknik yang sangat berbahaya yang bisa mengancam nyawamu, dan aku tidak bisa menjamin kalau kau akan menguasainya dalam sisa waktu yang kau miliki disini" lanjutnya lagi.

"Tentu saja aku akan memilih pilihan pertama. Tidak ada alasan buatku harus memilih pilihan yang kedua, apalagi harus membahayakan nyawaku" ujar Giro yang merasa tidak puas dengan pilihan yang diberikan.

"Tapi... jika kau bisa menguasai teknik tersebut dan berhasil mengenaiku di sisa waktu yang kau miliki, aku akan mengajarimu salah satu teknik terkuat yang pernah ada" ucap Slipwell dengan tegas.

"Salah satu teknik terkuat yang pernah ada... teknik seperti apa itu, Guru?" tanya Giro penasaran.

"Aku tidak akan memberitahumu sekarang. Ayo pilih, jaminan untuk lulus dan terus berlatih di dojo ini? Atau kau ingin berjudi dengan teknik yang berbahaya? Apapun itu, aku akan menghormati pilihanmu" jawab Slipwell.

Giro berfikir sejenak. Dia tidak yakin pilihan mana yang harus dia ambil. Sisa waktu yang dia miliki saat ini tinggal 3 minggu lagi. Jika dia memilih pilihan pertama, masa depannya akan terjamin karena dia akan berlatih secara resmi di dojo Heavenly Knight. Tetapi jika dia memilih pilihan kedua...

"Tapi keberanian tanpa kemampuan hanyalah omong kosong... jika kau ingin membalaskan dendammu, lewati batasmu dan terbanglah!"

Tiba-tiba Giro mengingat kalimat tersebut. Kalimat yang dilontarkan Kapten Lazor kepadanya saat mereka pertama kali bertemu. Giro termenung sebelum kemudian menentukan pilihannya.

"Ayo kita lakukan, Guru. Ajari aku teknik yang Anda bilang berbahaya itu..." jawab Giro dengan mantap.

"Apa kau yakin?" Slipwell tersenyum mendengar jawaban dari Giro. Dia yakin jika Giro akan memilih pilihan tersebut.

"Tentu saja. Agar bisa mencapai tujuanku, aku harus melewati batasku sendiri. Aku tidak bisa hanya sekedar kuat, aku harus menjadi sangat teramat kuat" jawab Giro tanpa keraguan sedikitpun.

"Jawaban yang bagus. Tidak salah aku meminta Rendi agar aku melatihmu..." ucap Slipwell bersemangat.

"Baiklah, karena kau sudah menentukan pilihanmu, aku akan mengajarimu. Tetapi ingat, Nak, kau jangan menyesal jika pilihanmu tidak berakhir dengan baik" lanjut Slipwell kembali memperingatkan Giro.

"Tentu saja. Ini adalah pilihanku. Aku tidak akan pernah menyesalinya bahkan jika aku mati karena pilihan yang aku ambil ini" jawab Giro.

"Anak baik... baiklah, teknik yang akan aku ajarkan kepadamu adalah teknik yang disebut 'last second'. Teknik ini memanfaatkan pengumpulan tenaga agar terpusat di satu titik..." ucap Slipwell memulai penjelasannya.

"Kau lihat, saat kau memukul, kau menggunakan kekuatanmu secara merata di seluruh tubuhmu, hingga kekuatan pukulan yang kau lancarkan hanyalah sepersekian dari kekuatanmu sesungguhnya..." lanjutnya sambil memukul pohon besar yang ada disebelahnya.

"Tetapi jika kau bisa memusatkan kekuatanmu di satu titik..."

Brakk!!

Slipwell kembali memukul pohon tersebut, tetapi kali ini pukulannya begitu mengerikan hingga membuat lubang di pohon itu.

Giro tercengang melihat pukulan yang diperagakan oleh Slipwell barusan. Dia tidak menyangka pukulan seseorang bisa melubangi pohon yang begitu besar seperti itu.

"Ini bukanlah apa-apa. Konon katanya, orang yang menemukan teknik ini dapat membelah gunung hanya dengan tangannya" ucap Slipwell.

"Mem... membelah gunung?! Itu tidak mungkin!" ucap Giro tidak percaya.

"Yaa... aku juga tidak tahu. Itu semua hanyalah rumor yang beredar" ucap Slipwell.

"Yang pasti, dengan teknik ini, kau akan bisa menggunakan 100% kekuatanmu dalam satu pukulan atau gerakan" lanjutnya.

"Aku mengerti! Jadi jika aku menguasainya, aku bisa memusatkan kekuatanku di tempat yang aku inginkan setiap kali ingin menghindar dan menyerang, dan tubuhku akan bisa bereaksi secepat yang aku inginkan!" ucap Giro bersemangat.

"Pintar! Dengan teknik ini, ketika kau harus menghindar dengan cepat, kau bisa memusatkan kekuatanmu di satu titik dan menghindarinya, dan setelah itu dengan cepat kau pusatkan lagi kekuatanmu di titik lainnya untuk menyerang" ucap Slipwell yang senang dengan tingkat pemahaman Giro.

"Tapi... seperti yang aku bilang sebelumnya. Teknik ini sangatlah berbahaya. Kau tahu kenapa?" tanya Slipwell.

"Karena kau memusatkan kekuatanmu di satu titik, maka titik lainnya akan sangat rentan..." jawab Giro.

"Betul. Ketika musuhmu lebih cepat darimu, dan dia berhasil menyerang titik yang tidak terlindungi, luka yang akan kau dapatkan akan jauh lebih besar daripada luka yang biasanya kau dapatkan" ucap Slipwell.

"Aku mengerti. Itulah kenapa guru bilang jika teknik ini bisa mengancam nyawaku" ucap Giro.

"Begitulah, bisa dibilang jika teknik ini adalah seperti pisau bermata dua" ucap Slipwell memperingati Giro.

"Baiklah! Aku mohon bimbinganmu, Guru" ujar Giro sambil memberi hormat kepada gurunya.

"Baik, hal pertama yang harus kau kuasai adalah merasakan kekuatanmu..." ucap Slipwell memulai pelajarannya.

Giro pun berlatih dengan sangat bersemangat. Dia tahu jika pilihan yang ia ambil bukanlah pilihan yang mudah. Tapi dia yakin, jika pilihan yang ia ambil itu adalah pilihan yang paling tepat baginya, pilihan yang bisa membawanya satu langkah lebih dekat dengan tujuannya.

"Sudah cukup latihan hari ini. Kau pergilah ke guru Bhulwark dan minta untuk membuatkanmu ramuan dari Widowbloom, latihan seperti ini sangat menguras tenaga" ucap Slipwell mengakhiri latihan mereka hari itu.

Giro pun membaringkan tubuhnya ke tanah. Dia tidak menyangka latihan tadi sangatlah melelahkan, padahal yang ia lakukan hanyalah duduk diam dan mencoba merasakan aliran kekuatan dalam tubuhnya.

"Cepat, jika kau menunggu lebih lama, tubuhmu akan semakin lemas dan kau tidak akan sadarkan diri, jangan membuatku repot untuk membawamu kesana" ucap Slipwell.

"Baik, Guru. Aku akan segera kesana. Terima kasih untuk latihan hari ini" ucap Giro segera bangkit dan memberi hormat kepada Slipwell sebelum pergi meninggalkannya.

Giro bersusah payah berjalan menuju ruang guru Bhulwark, tubuhnya terasa begitu kelelahan. Dia merasa jika dia sudab bisa sedikit merasakan aliran kekuatan dalam dirinya. Setiap kali ia mencoba merasakannya, tubuhnya seketika terasa seperti terbakar. Tapi dia tidak boleh menyerah!

"Selamat sore, Kek" ucap Giro sambil memberi hormat kepada Bhulwark yang sedang membaca buku.

"Ohh Giro. Ayo masuk, tumben hari ini kau tidak diangkut oleh guru Slipwell kesini? Hahaha" celoteh Bhulwark yang setiap hari harus merawat Giro karena pingsan setelah latihannya bersama Slipwell.

"Heheheh... hari ini aku diajarkan teknik baru, jadi kami menghabiskan waktu latihan untuk mempelajarinya" jawab Giro.

"Baguslah. Aku harap latihanmu berjalan dengan baik" ucap Bhulwark menyemangati Giro.

"Terima kasih, Kek. Oh iya, guru Slipwell menyuruhku untuk meminta Kakek membuatkan ramuan Widowbloom untukku. Tubuhku benar-benar terasa sangat lelah hingga berjalanpun sangat sulit" ucap Giro.

"Ohhh... kau belajar pemusatan kekuatan?" tanya Bhulwark sambil berdiri dan mencari herbal di lacinya.

"Kakek tahu?" tanya Giro penasaran.

"Ya, aku tidak menguasainya, tapi aku tahu. Itu adalah teknik yang tidak mudah untuk dikuasai, dan tidak banyak orang yang mau mengajarkan teknik itu kepada orang lain. Kau beruntung guru Slipwell bersedia mengajarkanmu" ucapnya sambil membuat ramuan yang diminta oleh Giro.

"Benarkah? Mengapa demikian, Kek?" tanya Giro lagi semakin penasaran.

"Teknik itu adalah dasar dari teknik yang sesungguhnya, yaitu Lightning Movement. Itu adalah teknik rahasia yang sangat kuat, mungkin bisa dibilang itu adalah salah satu teknik terkuat yang dimiliki negeri ini" jawab Bhulwark sambil memberikan ramuannya kepada Giro.

"Lightning movement... guru Slipwell belum memberitahuku apapun tentang teknik itu" ucap Giro sambil meminum ramuan yang diberikan oleh Bhulwark.

"Hahaha... sepertinya aku berbicara terlalu banyak. Yasudah, lupakan yang aku katakan barusan! Haha" ucap Bhulwark sambil tertawa.

Giro pun ikut tertawa bersama kakek tua itu. Mereka lalu berbincang-bincang tentang herbal dan lainnya. Perlahan tubuh Giro sudah membaik, tenaganya sudah bisa ia rasakan lagi. Ramuan dari kakek Bhulwark memang sangat ampuh.

"Kakek! Tolong kakakku!" tiba-tiba seorang wanita masuk ke dalam ruangan dengan menggotong seorang pria di bahunya.

"Jenny? Apa yang terjadi dengannya?" ucap Bhulwark melihat wajah panik wanita yang bernama Jenny tersebut.

"Dia terkena racun laba-laba penghisap darah saat kami sedang melakukan tugas dari guru Stronk" ucap Jenny panik.

"Laba-laba penghisap darah? Bagaimana bisa?!" Bhulwark segera menyiapkan tempat tidur untuk pria tersebut.

"Giro, bantu aku membaringkan Marlow di tempat tidur" ucap Bhulwark kepada Giro.

"Ba... baik kek!" ucap Giro segera membantu Jenny membaringkan kakaknya di tempatnya tidur.

"Guru Stronk meminta kami untuk memburu hewan buas di hutan belakang dojo. Aku tidak menyangka jika kami akan bertemu laba-laba penghisap darah disana. Kami berusaha kabur, saat kami berhasil menjauh darinya, kakakku tiba-tiba pingsan. Ternyata tangannya terkena racun dari laba-laba itu..." ucap Jenny sambil menangis.

"Jangan khawatir, racun dari laba-laba penghisap darah memang sangat berbahaya. Tetapi jika ditangani dengan tepat, racunnya akan menghilang dengan cepat" ucap kakek mencoba menenangkan Jenny sambil mencari herbal untuk mengobati kakaknya.

"Oh tidak... aku kehabisan herbal plaguebloom..." gumam Bhulwark panik.

1
🍾⃝🦚ʜαͩmᷞιͧδαᷠʜͣᵇᵃˢᵉ༄
Novel pertamamu keren Thor semangat❤️🔥❤️
ska
udah lama nggak up thor
silviaanugrah
6 dukungannn, ditunggu feedback-nya ya Thor 🌟
Elisabeth Ratna Susanti
double like 👍👍
Elisabeth Ratna Susanti
like fav 😍
™DEWA•[PHOENIX]
Huhuhuhu masih early aja dah penuh bawang
Alvi Sy
lnjutt
gegechan (ig:@aboutgege_)
Semangat kakak💛
salam dari Broken Angel'S
Hayaku Gaya
Uuu, kelompok Shaka ya.. aku yakin kalian akan menang, Giro!! Semangat!! Jan kasih kendor!
Hayaku Gaya
Apa! Yang benar saja ngambil kertas gitu doang pake acara begitu guru 😭😭
Fuhhh Giro kau memang terbaik!!!! Siapa yang akan mereka lawan?
★Merepotkan~
Pikiran nya Thor, bukan Fikiran... Hadeh :v🌲🎉
★Merepotkan~
Meskipun setingan cerita novel kita sama, kenapa punyaku bisa beda jauh kali? Apa ini karena novel ku novel parodi dan novel ini novel serius?🌲🎉
Aya-DNA
pasti melihat mayat sampai muntah
aga komara
like meluncur...
Ls
like.
ACILMEY
next up bophi semangat 👍👍
Neo
up
Wulan
Next
Dian Ariesto
up
Eva Santi Lubis
keren thor lanjut mari saling mendukung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!