NovelToon NovelToon
Cinta Separuh Masa

Cinta Separuh Masa

Status: tamat
Genre:Romansa
Popularitas:914.1k
Nilai: 5
Nama Author: riena

" Ken, maaf kan aku ! " ucap Jonathan

Kendra tersenyum mencibir.
" Selama aku belum menikah, jangan mimpi kau mendapatkan maafku, dan asal kau tahu, aku tidak gampang menyukai seseorang dan selama aku belum memaafkanmu, kebahagiaan yang kau punya akan kosong dan rapuh seperti cangkang, camkan itu ! " pada kata terakhir, Kendra menunjuk dada Jonathan dengan ujung telunjuknya.

Ig.rii.ena

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Gitu saja marah.

Tepat jam tujuh malam, Kendra sampai di depan pintu rumah Jo. Ken menarik napas berulangkali kali agar terlihat santai.

Tangannya mengetuk pintu sebanyak tiga kali.

" Ken ? " sapa Jo sedikit terkejut setelah membuka pintu.

" Kau tidak menyuruhku masuk ? " ucap Ken tenang.

" Oh...maaf masuklah Ken, kau seperti orang lain saja " Jonathan minggir, memberikan jalan untuk Ken lewat.

" Duduklah, Ken, kau mau minum apa ? aku akan menyuruh Rai membuatkannya " Jonathan sudah bersiap ingin melangkah ke belakang.

" Tidak perlu terlalu formal, Jo, aku masih saudara mu kan ? maaf jika kata kata ku tempo hari terlalu kekanakan, memang cuma dia yang pantas untukmu, tidak orang lain " Ken berkata perlahan, menyesal telah melontarkan kata kata yang pedas pada Jo.

Jonathan ikut duduk, tidak jadi ke belakang.

" Kau bahagia bersamanya ? ah pertanyaan yang bodoh, wajah mu sudah menjawabnya " Ken tersenyum tipis.

" Kebahagiaan ku lebih sempurna jika kau mau memaafkan aku, Ken " saut Jonathan pelan dan jauh, seakan ia berucap entah dari dunia yang mana.

" Tidak ada yang perlu dimaafkan, kalian memang sudah ditakdirkan bersama dengan cara seperti itu "

" Jo, bawa Raisa pulang ke rumah Ibu, rumah terasa sepi tidak ada kalian "

Jonathan menatap ke wajah Ken, mencoba mencari cari sesuatu yang Ken sembunyikan, tetapi tidak ada, wajah yang seperti biasa, tenang.

" Ibu yang menyuruh mu ? "

" Tidak, aku sendiri, istrimu pasti sendirian jika kau di kantor, tadi temannya Raisa datang mencari "

" Oh... siapa ? "

" Saatnya kita ma....kan " suara Raisa yang ceria datang dari arah dapur langsung melemah begitu melihat Jonathan sedang kedatangan tamu.

Kerena terlalu fokus mempersiapkan makan malam, Raisa tidak mendengar jika ada yang mengetuk pintu.

" Mas Ken ? " ujarnya terkejut.

Ken juga melihat kearahnya, sejak kepulangan Ken, Raisa belum ada bertegur sapa pada Ken.

Mengenakan dress floral selutut tanpa lengan, rambut di ikat tinggi.

Ken tersenyum tipis tanpa menjawab lalu menunduk.

Jonathan yang menyadari ke mana tatapan Ken semula, wajahnya sedikit merah.

Beberapa tanda merah keunguan yang baru di buat Jo malam tadi di sekitar leher, terpampang dengan jelas, cepat cepat Jonathan berdiri dan melepaskan ikatan rambut Raisa.

Raisa yang belum ngeh, hanya terbengong.

" Bang "

" Tukar bajumu dan carilah yang ada kerahnya, kami menunggumu dimeja makan " bisik Bang Jo ke telinga Raisa agar Ken tidak mendengarkan, tapi percuma juga, Ken sudah melihatnya, Raisa langsung tersadar, segera ia berlari masuk ke dalam kamar.

" Yuk kita makan, Ken, jangan katakan kau sudah makan " Jonathan

mencoba mencairkan kecanggungan gara gara tanda kissmark di leher Raisa.

Ken bangkit dari tempat duduknya menuju meja makan.

" Kau benar benar tidak menyia-nyiakan kesempatan ya ? " goda Ken.

Jonathan hanya menanggapinya dengan senyuman.

Ken mengibas ngibaskan tangannya ke arah dadanya seakan akan sedang panas dengan di selingi kekehan kecil.

Jonathan tergelak.

Ketegangan diantara keduanya seperti sudah mencair.

Raisa sedikit malu saat kembali ke meja makan, pakaiannya sudah berganti sesuai permintaan Jo, memakai kemeja berkerah.

Ketiganya makan dengan suasana yang sudah tidak kaku lagi.

" Rai, tadi temanmu dagang mencari mu, sudah dua Minggu kau tidak datang di kelas memasak " Ken mencoba bersikap biasa.

" Siapa Mas ? Niken Ya ? " tebak Raisa.

" Dia tidak menyebutkan namanya, cuma wajahnya mirip dengan mu "

" Iya, itu pasti Niken, hanya dengan nya kami berdua dekat "

Raisa sudah kembali seperti sebelum dirinya menikah, Jonathan benar benar memperlakukannya dengan baik.

" Dia sudah mencoba menghubungi mu tapi..."

" Ponsel ku tertinggal di kamar, Bang Jo sudah membelikan ponsel yang baru, tetapi aku tidak mengingat nomornya " ada kesenduan yang terlihat di mata Raisa saat mengingat temannya, Jonathan bisa melihatnya.

Sudah seminggu ini Raisa terkurung saja di dalam rumah, tidak punya teman dan kegiatan.

" Tempat kelas memasak mu, terlalu jauh dari sini, kamu akan letih dijalan " ucap Bang Jo pada Raisa.

" Kau tidak ingin kembali ke rumah ? " Ken bertanya pada Jo yang ada di depannya.

Bang Jo menatap Raisa yang berada disebelahnya, dari raut wajahnya terlihat jika ia berharap Bang Jo mengiyakan untuk kembali pulang.

" Menurut mu bagaimana, Rai " wajah kecil itu langsung berbinar.

" Kita pulang ke rumah ibu ya ,Bang ! aku mau kembali ke kelas memasak, dari sana dekat, lagi pula, ibu sudah membayar full, sayang bang kalau tidak diteruskan "

" Jadi rumah ini ? " Bang Jo menatap ke sekeliling ruangan, ada keengganan untuk meninggalkannya.

Rumah yang dibeli dari kerjanya, ditabung sedikit demi sedikit, ada rasa bangga saat Jo masuk ke dalam rumah, bagi orang lain mungkin tidak berharga tetapi bagi Jo, inilah bukti kerja kerasnya selam ini.

" Tiap akhir pekan kita menginap disini, hari biasa kita dirumah ibu.

Aku rindu Ayah dan Ibu " mata Raisa sudah berkaca kaca, ia tidak bisa lagi meneruskan makannya.

Ken merasa bersalah, karena bagaimanapun dia yang mengusulkan agar mereka kembali ke rumah.

" Baiklah, besok abang akan mengantarkan mu ke kelas memasak, setelah selesai, kamu bisa langsung pulang ke rumah ibu, pulang kerja, abang langsung pulang ke sana, oke ! "

Bang Jo mengusap pelan rambut di kepala Raisa.

Raisa mengangguk sembari mengusap ujung matanya yang basah.

Kendra menghembuskan napas perlahan, walaupun hatinya masih terasa nyeri melihat perlakuan lembut yang Jo lakukan terhadap Raisa, setidaknya Jo memperlakukan Raisa dengan baik.

Sepulang dari rumah Jonathan, Kendra menghentikan motornya disalah satu mini market yang tidak terlalu jauh dari rumah tinggal ibunya hanya untuk membeli rokok dan air mineral.

Ketika akan melakukan pembayaran, Ken mengerutkan dahinya.

Sepertinya.aku pernah melihat gadis ini, tapi dimana ya ?

Ken berusaha mengingat dengan memijat pelipisnya.

Ah ya...teman Raisa.

Tepat di meja kasir, Ken pura pura tidak ingat, dengan acuh menyodorkan belanjaannya.

Niken tersenyum seperti biasa menyapa pelanggan yang sudah menjadi standar wajib.

" Ada lagi pak ? " tanyanya tanpa melihat wajah Ken.

" Kalau berkata harus melihat wajah lawan bicaranya mbak " ujar Ken dengan suara acuhnya.

Niken memalingkan wajahnya dari mesin hitung ke wajah Kendra, Niken tertegun sesaat, mencoba berpikir seperti yang Ken lakukan tadi.

" Eh Paman, maaf ! ada lagi yang mau dibeli Paman ? " tanyanya kembali ramah

" Tidak, itu saja " saut Ken singkat.

" Oke, totalnya 30.200 rupiah "

Ken menyerahkan satu lembar uang lima puluh ribuan.

" Kenapa kau tadi terburu buru ? padahal aku mengatakan kalau aku akan kerumah suaminya Raisa " setelah mengucapkan itu dan menerima kembalian uang Kendra ngeloyor pergi begitu saja.

Niken cepat keluar dari konter kasir dan mengejar Ken keluar, Ken duduk diatas motornya.

" Kok Paman...."

" Gak bilang bilang, gak ngajak ngajak " Ken langsung memotong ucapan yang akan Niken lontarkan.

Niken cengengesan.

" Paman tahu saja, pasti dukun ya ? "

" Sembarangan " sembur Ken galak.

" Huh, gitu saja marah, padahal aku mau tanya alamat rumah Rai sekarang " Niken berbalik badan sambil menggerutu.

Kendra hanya tersenyum miring.

*

*

*

🌾🌾🌾🌾🌾

1
Mini Amora
novelmu tuhhh yaa thor
baru awal bab aja udah terasa bedanya... 👍👍👍
Syam
kak riie novelnya selalu keren dan aku suka ceritanya/Heart//Heart//Heart/
Ran Aulia
Luar biasa, ceritanya bagus, romantic comedy😍😍😍😍😍😍

terimakasih ya kak ❤️❤️❤️❤️
Onin Ajah
ken marah sama semuannya
Onin Ajah
kasian juga raisa
Onin Ajah
ceritanya bagus banget
Onin Ajah
mampir thor
pipi gemoy
keduluan baca yg ini Thor 😂
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂👏🏼🙏🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
selamat Ken👏🏼
pipi gemoy
jodoh nga kemana ya Ken 😂👍🏼🌹
pipi gemoy
mantul Ken😂😂😂😂😂👍🏼🌹
pipi gemoy
hadir Thor
setelah baca mengejar cinta suamiku & menikah dengan sahabat
Saftanierni Erni
Luar biasa
Mryn
😍😍😍
Mryn
ckckckck
Mryn
😍😍😍
Mryn
🤔🤔🤔
Mryn
😍😍😍
sri dartuti
keren ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!