NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Raungan monster kristal raksasa itu menciptakan gelombang suara yang menyapu debu dari permukaan pulau melayang tersebut.

Golem Bintang itu berdiri setinggi belasan meter, tubuhnya yang terbuat dari bongkahan batu kristal kuno memancarkan cahaya ungu yang sangat menyilaukan.

"Biar saya yang meremukkan batu mengkilap ini terlebih dahulu, Tuan!" teriak Meng Shan dengan penuh semangat.

Pemuda raksasa itu langsung melompat maju tanpa menunggu perintah, mengayunkan kapak beratnya lurus ke arah lutut monster tersebut.

Wush.

Tenaga murni dari Tubuh Meteor Baja milik Meng Shan meledak, menciptakan tekanan angin yang luar biasa kuat di sekitar ayunan kapaknya.

Trang.

Suara benturan logam yang sangat keras menggema ke seluruh penjuru gugusan pulau dimensi tersebut.

Alih-alih menghancurkan kaki sang golem, kapak Meng Shan justru terpental mundur dan memercikkan bunga api yang sangat terang.

Bugh.

Meng Shan terdorong mundur hingga belasan langkah, tangannya bergetar hebat menahan efek kejut dari benturan barusan.

"Sialan, kulit kristalnya bahkan lebih keras daripada baja spiritual tingkat menengah!" umpat Meng Shan menatap kapaknya yang sedikit retak.

"Sudah kubilang, kekerasan fisik murni tidak akan pernah bisa menembus cangkang pelindung bintang purba itu, raksasa bodoh." tegur Nona Yue dengan nada elegan.

"Monster ini tidak memiliki organ dalam, dia murni digerakkan oleh inti energi yang ada di tengah dadanya."

Xue Mingyue mendengus pelan mendengar nada bicara gadis bercadar tersebut yang terkesan selalu menggurui.

"Lalu apa saranmu, Nona Bangsawan yang serba tahu?" sindir Xue Mingyue melipat kedua lengannya.

"Apakah kau ingin menceramahi batu raksasa itu sampai dia tertidur dan menyerahkan inti energinya secara sukarela?"

Nona Yue tidak terpancing oleh sindiran tajam dari pewaris es utara tersebut.

"Kita harus membatasi pergerakannya secara bersamaan agar Tuan Lin Xiao bisa menghancurkan inti energinya dari jarak dekat." jawab Nona Yue menatap Lin Xiao.

Lin Xiao yang sedari tadi hanya mengamati pergerakan golem itu akhirnya tersenyum tipis.

"Tumben kau sangat mempercayai kemampuanku untuk melakukan serangan penutup, Nona Yue." goda Lin Xiao menyandarkan pedangnya di bahu.

"Padahal kau belum pernah melihatku menggunakan sihir tingkat tinggi sedikit pun."

Nona Yue membalas tatapan Lin Xiao dengan mata amethyst yang memancarkan kecerdasan tajam.

"Karena hanya pedang pemakan logam milikmu itu yang bisa beresonansi dan menembus kepadatan kristal bintang ini." balas gadis misterius tersebut.

"Kau mungkin bisa menipu orang lain dengan pedang berkaratmu, tapi mataku tidak pernah salah menilai sebuah artefak langka."

'Gadis ini benar-benar memiliki insting yang sangat menakutkan.' batin Lin Xiao menyetujui analisis tersebut.

'Fokuskan saja Niat Pedangmu pada bagian perak bilahmu itu, Lin Xiao.' saran Kaisar Pedang Haus Darah dari dalam pikirannya.

'Logam kuno yang kita serap kemarin akan membuka jalan menembus kristal itu layaknya pisau panas memotong mentega.' lanjut sang roh kuno.

Lin Xiao menurunkan pedangnya dan menatap ketiga sekutunya dengan wajah yang kini berubah sangat serius dan penuh otoritas.

"Baiklah, mari kita selesaikan pemanasan ini dengan cepat." perintah Lin Xiao mengambil alih komando.

"Meng Shan, bertindaklah sebagai umpan dan buat monster itu fokus menyerangmu dari arah depan."

"Siap laksanakan, Tuan!" jawab Meng Shan memukul dadanya yang keras.

"Nona Yue, gunakan sihir gravitasimu untuk menekan bahunya tepat saat dia mengangkat tangannya." lanjut Lin Xiao menunjuk gadis bercadar itu.

Nona Yue mengangguk pelan, energi perak mulai berpendar di kedua telapak tangannya yang seputih salju.

"Dan Xue'er, bekukan seluruh persendian kakinya secara maksimal agar dia tidak bisa meronta saat gravitasinya diturunkan." instruksi Lin Xiao kepada bawahan setianya.

"Jangan memerintahku seolah aku adalah pelayan pribadimu, iblis gila!" gerutu Xue Mingyue dengan wajah kesal.

Meskipun mulutnya mengeluh, gadis es itu tetap mencabut pedangnya dan melepaskan aura Inti Emasnya secara penuh.

Roar.

Golem Bintang itu kembali meraung, menembakkan sinar laser berwarna ungu dari celah wajahnya yang rata.

Wush.

Sinar laser itu menyapu lantai batu pulau melayang tersebut, melelehkan bebatuan menjadi cairan kaca seketika.

"Kemari kau, monster batu jelek!" teriak Meng Shan berlari menyamping untuk menarik perhatian serangan tersebut.

Golem itu memutar tubuh raksasanya, mengarahkan kepalan tangannya yang sebesar rumah untuk meremukkan Meng Shan.

"Sekarang, Nona Yue!" teriak Lin Xiao melihat celah pergerakan monster itu.

Nona Yue melesat ke udara dengan gerakan yang luar biasa anggun layaknya dewi bulan yang sedang menari.

"Kandang Gravitasi Bulan Purnama." rapal gadis itu merentangkan kedua tangannya ke arah bawah.

Brak.

Sebuah tekanan gravitasi yang tidak terlihat menghantam kedua bahu Golem Bintang itu dengan kekuatan ratusan ton.

Monster raksasa itu langsung kehilangan keseimbangannya dan terpaksa berlutut satu kaki ke atas lantai batu hingga permukaannya retak parah.

"Giliranmu, Xue'er!" komando Lin Xiao tanpa membuang waktu sedetik pun.

Xue Mingyue menusukkan pedang esnya ke tanah, mengalirkan seluruh energi Domain Pilar Es miliknya ke arah golem tersebut.

Sss.

Kristal es abadi merayap dengan kecepatan gila dari lantai batu, memanjat dan menyelimuti seluruh bagian kaki hingga pinggang monster itu.

Persendian golem yang terbuat dari batu kristal itu langsung membeku dan terkunci rapat, membuatnya tidak bisa bergerak seinci pun.

"Kerja bagus, para wanita, sekarang biarkan aku yang menyelesaikan sisa pekerjaan kasarnya." ucap Lin Xiao dengan senyum psikopat.

Sring.

Lin Xiao memicu kecepatan ilusi dari Kaisar Bayangan secara maksimal, tubuhnya menghilang seketika dari pandangan mata.

Hanya bayangan hitam yang tertinggal saat dia melesat menaiki tubuh golem raksasa yang sedang membeku tersebut.

Dalam sepersekian detik, Lin Xiao telah berdiri tepat di depan dada monster itu, di mana sebuah kristal bundar memancarkan cahaya energi ungu yang sangat pekat.

'Waktunya makan siang, teman lama.' bisik Lin Xiao pada pedang berkaratnya.

Wush.

Lin Xiao memusatkan seluruh Niat Pedang Haus Darah ke bagian perak dari bilah pedang tersebut.

Dia menusukkan pedang itu lurus ke depan dengan kekuatan fisik absolut dari Tubuh Raja Darah yang dikerahkan sepenuhnya.

Cras.

Tidak ada pantulan atau suara benturan keras yang terdengar.

Bagian perak pedang Lin Xiao menembus kristal pertahanan golem itu dengan sangat mulus dan hening, seolah logam kuno itu menyatu dan membuka jalannya sendiri.

Ujung pedang itu menusuk tepat ke tengah inti energi ungu sang monster, merusaknya dari dalam menggunakan sisa racun korosif yang menempel di bilah pedang.

"Tidur yang nyenyak, batu kotor." bisik Lin Xiao menarik kembali pedangnya dengan cepat.

Lin Xiao melompat mundur dari dada golem itu, melakukan salto di udara dan mendarat dengan sangat elegan di samping Xue Mingyue.

Duarr.

Inti energi ungu di dada Golem Bintang itu meledak dari dalam, menghancurkan seluruh tubuh kristal raksasa itu menjadi debu bercahaya.

Bongkahan batu kristal berhamburan jatuh ke dalam jurang dimensi yang tak berdasar di bawah mereka, mengakhiri eksistensi monster penjaga purba tersebut.

"Kerja sama yang cukup lumayan untuk kelompok pengelana yang baru dibentuk kemarin sore." nilai Lin Xiao menepuk debu dari pundak jubahnya.

Nona Yue mendarat dengan pelan dari udara, matanya menatap kagum ke arah sisa-sisa debu monster tersebut.

"Itu semua karena perhitunganku yang tepat tentang kelemahan inti kristalnya." balas Nona Yue tersenyum simpul di balik cadarnya.

Xue Mingyue mendengus keras dan membuang muka ke arah lain.

"Jangan terlalu bangga, wanita kota, tanpa es abadi milikku monster itu pasti sudah meremukkan tulangmu yang rapuh itu." sahut Xue Mingyue tidak mau kalah.

"Oh, aku sangat berterima kasih atas bongkahan es besarmu itu, Nona Es." goda Nona Yue dengan nada yang sengaja dibuat terdengar sangat tulus.

Melihat pertengkaran kecil yang mulai memanas di antara dua gadis itu, Meng Shan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Wanita benar-benar makhluk yang menakutkan, Tuan Lin Xiao." bisik Meng Shan dengan wajah serius.

"Itulah sebabnya aku lebih suka berbicara menggunakan ujung pedangku daripada mulutku saat menghadapi mereka." jawab Lin Xiao menahan tawanya.

Namun sebelum mereka sempat bersantai lebih lama, seluruh pulau melayang yang mereka pijak mendadak bergetar hebat.

Kriet. Krak.

Dari arah ruang dimensi yang kosong di depan mereka, bongkahan-bongkahan batu mulai bermunculan dan menyusun diri secara otomatis.

Batu-batu itu membentuk sebuah jembatan panjang yang terbentang melintasi jurang tak berdasar, menuju sebuah altar raksasa yang tertutup kabut tebal di ujung sana.

"Sepertinya pintu utama menuju altar kaisar sudah menyambut kita dengan karpet merah." ucap Lin Xiao menunjuk ke arah jembatan batu tersebut.

Nona Yue segera mengeluarkan gulungan setengah petanya yang kini bersinar semakin terang.

"Resonansi petanya semakin kuat, altar itu pasti adalah pusat dari Domain Bintang Jatuh." konfirmasi Nona Yue dengan nada antusias.

"Tapi kita harus berhati-hati, jembatan itu dipenuhi oleh formasi ilusi ruang tingkat tinggi."

Lin Xiao memicingkan matanya, mengaktifkan Mata Visi Jiwa untuk melihat fluktuasi energi di sepanjang jembatan baru tersebut.

'Mataku tidak bisa melihat tembus kabut di ujung sana, pasti ada sihir penghalang yang sangat kuat.' batin Lin Xiao.

"Kalian bertiga tetaplah berjalan di belakangku, jangan ada yang berani mengambil langkah mendahuluiku." perintah Lin Xiao mengambil alih kepemimpinan secara mutlak.

"Jika kalian terkena ilusi dan melihatku mati di depan sana, jangan percaya, karena aku akan mengubur kalian semua terlebih dahulu."

Xue Mingyue dan Meng Shan sudah sangat terbiasa dengan ancaman arogan namun protektif dari tuannya tersebut.

Namun bagi Nona Yue, gaya kepemimpinan yang dingin dan tanpa belas kasihan ini justru terasa sangat menyegarkan dan berbeda dari pria mana pun di pusat benua.

Mereka berempat mulai melangkah menaiki jembatan batu yang terbentuk dari anomali dimensi tersebut.

Angin dingin yang membawa aroma kuno berhembus menerpa wajah mereka, membawa bisikan-bisikan dari masa lalu yang terlupakan.

Semakin jauh mereka melangkah, gravitasi di sekitar jembatan itu mulai berubah menjadi semakin aneh dan tidak tertebak.

Langkah kaki Lin Xiao tetap stabil dan kokoh, pedang peraknya terus digenggam erat di tangan kanannya.

Ekspedisi ini tidak lagi sekadar perburuan artefak bagi sang Kaisar Bayangan.

Ini adalah ujian untuk membuktikan kelayakannya mengklaim tahta sebagai dewa kematian di atas altar kaisar yang sedang tertidur tersebut.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!