NovelToon NovelToon
Sistem Saldo Eksekutor

Sistem Saldo Eksekutor

Status: tamat
Genre:Sistem / Thriller / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:132.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]

Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.

Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.

Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Sekolah

​Pagi itu, gerbang sekolah SMA tampak tidak seperti biasanya.

Dua unit mobil polisi terparkir di dekat lobi, dan beberapa guru terlihat berbicara dengan wajah pucat di depan kantor kepala sekolah.

Kabar tentang Kenzo yang ditemukan sekarat di lorong gelap, telah menyebar lebih cepat daripada api yang melalap jerami kering.

​Luis melangkah masuk melewati gerbang dengan sangat santai.

Tas ranselnya tersampir di satu bahu, dan wajahnya menunjukkan ekspresi datar, tipikal seorang siswa pendiam yang tidak menonjol.

Tidak ada yang akan menyangka bahwa di balik seragam putih abu-abu yang rapi itu, terdapat tubuh yang ada lebam kebiruan.

​Luis menarik napas dalam-dalam, menikmati aroma ketegangan yang memenuhi udara sekolah.

Baginya, suasana ini jauh lebih menyenangkan daripada ruang sidang mana pun yang pernah ia datangi di kehidupan sebelumnya.

Kemampuannya sebagai pengacara dulu sangat membantunya sekarang, ia tahu persis bagaimana cara mengontrol mikro-ekspresi wajahnya agar tidak terlihat mencurigakan.

​Saat ia berjalan melewati koridor kelas dua belas, langkahnya melambat. Ia melihat sekumpulan siswa sedang berkumpul di depan kelas Kenzo. Di tengah kerumunan itu, terdengar isak tangis seorang gadis.

​Luis berhenti di balik pilar, pura-pura sibuk merapikan tali sepatunya agar bisa menguping tanpa terlihat mencolok.

​"Gimana... gimana kabar Kenzo sekarang?" suara seorang gadis terdengar bergetar.

​Itu adalah Zora, pacar Kenzo. Dia adalah gadis paling populer di sekolah, cantik namun memiliki reputasi yang sama buruknya dengan Kenzo karena sering menindas siswi-siswi lain yang dianggapnya sebagai saingan.

​"Dia masih kritis, Zora. Sekarang masih dirawat intensif di Rumah Sakit Zora," jawab salah satu anggota geng Kenzo dengan wajah tegang. "Dokter bilang... kemungkinannya kecil untuk dia bisa berjalan normal lagi. Tulang kakinya hancur berkeping-keping."

​Zora menutup mulutnya dengan tangan, air matanya tumpah semakin deras. Wajahnya yang cantik tampak sangat kuyu.

Luis memperhatikan Zora dengan tatapan dingin dari balik bayangan pilar.

Di kehidupan sebelumnya, Luis tahu sebuah rahasia gelap: Zora sedang mengandung anak Kenzo.

Hasil dari gaya hidup bebas mereka yang merasa tidak tersentuh oleh aturan apa pun.

Masa depan Zora kini hancur lebur bersamaan dengan hancurnya tubuh Kenzo.

​"Sialan! Siapa pun pelakunya, kalau aku menemukannya, akan kucincang dia!" bentak anggota geng lainnya sambil meninju dinding koridor dengan keras.

​Tiba-tiba, sebuah suara berat menegur Luis dari belakang.

​"Woi, anak sebelah! Ngapain kau diam di situ? Menguping ya?!"

​Luis tersentak, tentu saja itu akting. Ia segera menundukkan kepalanya dalam-dalam, membuat bahunya sedikit gemetar seolah-olah ia ketakutan setengah mati.

Saat ia menoleh, ia melihat tiga orang anggota geng Kenzo sedang menatapnya dengan tatapan lapar, mencari pelampiasan atas kemarahan mereka.

​"M-maaf... aku hanya sedang ingin bersandar saja di dinding. Perutku agak sakit, jadi aku istirahat sebentar sambil menunggu bel masuk," ujar Luis dengan suara yang dibuat sedikit bergetar. Ia menunduk, tidak berani menatap mata mereka.

​Salah satu dari mereka mendekat, mencengkeram kerah baju Luis dan mendorongnya kasar ke dinding. "Jangan cari gara-gara kalau kau mau selamat. Pergi dari sini sekarang sebelum aku menjadikan wajahmu samsak tinju!"

​"Baik, m-maaf... aku pergi sekarang," Luis segera membungkuk dan berjalan cepat menjauhi koridor kelas senior tersebut.

1
Amarilys
kayak hukum negara mana tuh
Cucu Cerri: konoha
total 1 replies
Maul
malah ke doble/Facepalm/
Hary
DEPOSIT DONG BUAT OPERASIONAL RESTORAN
Rickielessta
cerita bagus...end nya juga baguss..lanjutkan berkaryanya
YaN Nie
Kenapa uang Cash nya ngga di ambil?🤣
Maz Shell: betull
total 1 replies
dhani satria
se manis jembatan ancol
dhani satria
uange aris diambil aja haruse....,kaya robin crooooottttt
dhani satria
aduhhhhhhh bau bau orang takut ma istri ni....,tigor
dhani satria
XXX ni
Roynaldi Ananda
kurang pas rasanya alur cerita ini bagaimana kalau bisa mc nya keras dan dingin dalam menjalankan misi tapi lembut dan perhatian di sisi lain?
Maul: hehe🙏/Smile/
total 1 replies
Fariz Naufal Al Jawas
wah, ini, sebuah mahakarya, sumpa setipe lu sama gua thor, mantap bgt ini ceritanya, jarang" ada yg kyk gini yg biasa ku khayal kan tp skrg trjadi di tulis oleh lu thor
Maul: terima kasih kak🤭kebetulan banget kalau gitu/NosePick/
total 1 replies
Muhamad Rifan
sungguh dermawan system nya 🤣
Maul: (⁠^⁠^⁠)
total 1 replies
Muhamad Rifan
anjay gaya bebas bikin anak nya 🤣🤣
dhani satria: freestyle bang
total 1 replies
Jerry K-el
gassss
ayrhte
BBQ yok/Grin/
ayrhte
saldonya kembali jdi 100 juta. artinya yg 50juta itu semacam reward pengerjaan misi ya, dan 50juta lgi penyelesaian misi? bener gak?🤔
Maul: iya/Smile/
total 1 replies
ラマSkuy
wah harusnya ada nih yang begini didunia nyata untuk membasmi tikus tikus dipemerintahan 🤣🤣
ayrhte
itu sistemnya gak ngerampok bank kan/CoolGuy/
ayrhte
wow, 100 juta. kalau tadi gak baca ulang, bakal ngira 100 rebu
ayrhte
nice quote
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!