NovelToon NovelToon
Diam Diam Suka

Diam Diam Suka

Status: tamat
Genre:Romantis / Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:436.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Vandra dan Mia saling menyukai diam diam. Vandra cowo gaul yang tampan yang sukanya clubbing, brantem tapi atlet karate yang berprestasi. Sedangkan Mia cewe rumahan yang pintar dan manis.

cerita ini hanya perjalanan cinta anak sma yang dipenuhi intrik intrik kecil, persaingan,
rada setia kawan dan pengungkapan cinta yang manis.

Walaupun tetap ada konflik keluarga yang mengharukan. Tentang pengorbanan ibu dan anak, dan pertentangan keluarga yang sangat kaya raya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Latihan Drama

"Yak, begitu Dit," Mia memberikan pengarahan saat melihat Adit yang memanjat meja dan mengambil bendera kertas yang berwarna merah putih dan biru yang diikatkan pada gagang sapu yang sudah dilepas ijuknya.

"Aku langsung ngerobek birunya ya, Mia," tanya Adit lagi.

"Yup," sahut Mia singkat.

BREEET!!

Bunyi kertas yang robek dan ternyata warna putihnya juga ikut tersobek sampai setengahnya, membuat beberapa temannya menepuk jidat. Ini sudah kesekian kalinya.

"ADIIIITT!" teriak Seli kesal. Ini sudah bendera kelima.

"Aku kan udah bilang, pake gunting aja biar rapi," ngeyel Adit ga terima.

Selli menatap gemas. Capek juga dari tadi mewarnai kertas hvs ukuran folio ini.

"Mana sempat pejuangnya ngambil gunting begoo!" makinya emosi. Ga pernah baca buku sejarah ya dodol, batinnya full kesal.

Kembali teman temannya tergelak. Adit daya pikirnya ZONK.

"Sel, yang bagian birunya garis pake cutter aja, di garisi putus putus biar gampamg pas di robek Adit," usul Mia akhirnya.

"Oke deh. Awas ya Dit, salah robek lagi," ancam Seli galak. Tapi Adit malah ngakak diikuti Anto dan Doni. Vandra hanya tersenyum saja.

"Mia, kita ngomongnya pake aksen Belanda biar keren," kata Anto memberikan idenya.

"Terserah aja. Mana yang gampang buat kalian," jawab Mia membuat Anto senang.

"Ingat, logat Jawa mu jangan keluar rek," tukas Heni kemudian tertawa.

"Beres," jawab Anto sambil memberikan kedua jempolnya.

"Adit ditembaki pake peluru harusnya," kata Doni licik.

"'Enak aja, ga pake peluru aja aku udah sulit ngerobeknya. Apalagi kalo kena ditembaki peluru," sungut Adi kesal membuat mereka lagi lagi tertawa.

"Mia, aku udah punya suara tembakan yang bagus," kata Helmi sambil mendengarkan suara tembakan yang seru. Tapi terlalu seru.

"Masa ada suara bazooka nya. Emang udah ada ya?" tanya Sita merasa aneh dengan bunyi seperti bom meledak seperti di film film aksi Eropa.

"Ga apa biar keren," tegas Helmi. "Di cerita juga ga dibilang Belandanya pake senjata apa aja," lanjutnya lagi pede.

"Bagusnya pas ada tembakan gitu ada musik pengiringnya ya," pancing Anto pada Mia. Maksudnya agar Mia membujuk Vandra untuk memainkan piano.

"Bentar," kata Mia bergegas keluar dari kelas mereka diikuti pandangan heran teman temannya.

"Mia, mau kemana?" teriak Selli kaget melihat Mia yang buru buru pergi.

"Latihan aja dulu, aku bentar aja." Mia balas berteriak sambil tetap pergi.

"Mau kemana Mia?" tanya Anto heran.

"Ga tau. Gimana Sel, udah jadi benderanya. Tinggal sret sret aja," kata Adit sok tau.

"Sret gundulmu," maki Selli kesal membuat teman temannya kembali tertawa.

"Aku lihat Mia dulu," kata Vandra sambil melangkah pergi.

"Semoga aja Mia bisa bujukin Vandra maen piano buat latar ya," kata Doni sambil melihat kepergian Vandra.

"Semoga. Kelompok kita jadi keren kan kalo ada musik latar dari piano," kata Heni berharap juga.

"Tapi bisa ga Mia ngebujuknya. Vandra udah nolak sambil marah," kata Doni pelan membuat teman temannya terdiam seolah memikirkan kata kata Doni.

"Udah lanjut latihannya," perintah Sita langsung membuat teman temannya berada di posisi masing masing. Baru kali ini mereka bisa latihan. Padahal empat hari lagi pentas di kelas.

Vandra yang melihat Mia memasuki ruang musik membuat langkahnya terhenti. Tapi tidak lama kemudian Vandra melihat Mia nampak kesusahan membawa sebuah keyboard yang panjangnya hampir satu meter dengan agak kesusahan.

Kening Vandra mengernyit. Apa Mia juga akan memaksanya? batinnya kesal.

"Untuk apa keyboard ini? tanya Vandra yang tiba tiba udah berada di depan Mia.

"Ngapain kamu ngikuti aku," seru Mia kaget

Vandra mendengus kesal. Ditanya malah balik nanya.

"Suka suka aku. Sekarang jawab, untuk apa kamu bawa keyboard?" kesal Vandra sambil berkacak pinggang.

"Untuk ngiringin drama," jawab Mia polos. Tatapan herannya pada Vandra membuat cowo ini senakin kesal.

"Siapa yang mainin keyboardnya?" tanya Vandra dengan menahan rasa kesalnya.

"Aku, emang kamu. Kamu kan udah nolak," tegas Mia.

Vandra terkejut mendengarnya. Lalu dia tertawa meremehkan.

"Emamg kamu bisa?" tantang Vandra nyebelin.

"Ga sepintar kamu, sih," jawab Mia jujur

Kemudian dia pergi meninggalkan Vandra.

Vandra terdiam melihat Mia pergi begitu saja. Akhirnya Vandra menyusul Mia dan meraih keyboard itu dengan paksa.

"Kamu apaan sih, Van," kaget Mia campur kesal.

"Biar aku yang bawa," sergahnya saat keyboard itu sudah berada di tangannya.

Mia menatap Vandra tambah kesal.

"Keyboard ini cukup berat buat kamu nona," rayu Vandra membuat Mia kesal campur malu.

"Ayo, awas kalo nanti aku yang maen," ancam Vandra sambil mengacak rambut depannya.

"Ge er," sindir Mia sambil menjauhkam kepalanya dari Vandra lalu berjalan cepat meninggalkan Vandra yang kini tersenyum dengan jantung berdebar keras.

Begitu sampai di pintu kelas, tatapan senamg memenuhi mata teman temanmya melihat keyboard yang dibawa Vandra.

"Bukan aku yang main," kata Vandra cepat yang membuat tatapan mereka beralih kecewa pada Mia.

Mia berdehem. membuat Vandra menoleh padanya. "Taroh dimama?" tanya Vandra masih songong.

"Di meja itu," jawab Mia sambil menunjuk meja di samping Vandra.

"Makasih," katanya setelah Vandra menaruhnya dan mundur memperhatikan Mia yamg mendekati keyboardnya.

Mia menatap teman temannya yang masih diam. Lalu mulai memainkan keyboard dan ga disangka, permainan keyboardnya mulus dan lagu intro untuk adegan merobek bendera terdengar sahdu tapi bisa membuat yang mendengarnya merinding.

Begtu selesai memainkannya, teman temannya pun bertepuk tangan dengan heboh. Vandra yang tadinya meremehkannya juga ikut bertepul tangan kagum.

"Gile,,,,,, bagus banget Mia," seru Adit kagum.

"Hebat!" seru Doni dan Anto bersamaan

"Iya Mia, hebat." Helmi pun ikut memuji.

"Miaaa," teriak Sita, Heni dan Selli langsung memeluknya saking senangnya.

"Kok bisa kamu maen keyboard?" tanya Sita masih ga percaya. Tapi kini hati teman temannya lega karena bisa menampilkan musik latar yang bagus dengan alat musik.

"Kalo musik pembukanya seperti apa?" tanya Vandra membuat perhatian teman teman teralih padanya.

"Sebentar. Semoga kalian suka," katanya sambil melepaskan pelukan teman tenannya dan mulai menghampiri keyboard nya. Mia mulai menekan tuts tuts keyboard dengan gerakan jari yang indah. Musik yang dihasilkan begitu sahdu, sarat akan makna perjuangan. Tiba tiba Vandra mendekat dan ikut menekan tuts tuts dengan tubuh tingginya seakan sedang memeluknya dari belakang.

Teman temannya menjadi heboh. Bahkan Doni dan Seli merekam keduanya membuat Mia semakin malu dan salah tingkah.

"Jangan gugup. Terus bermain. Nikmati musiknya," bisik Vandra lembut di samping telinganya membuat Mia merinding.

Tubuh depan Vandra yang menenpel di punggung Miia membuat keduanya sama sama merasa aliran hangat yang mengaliri darah mereka. Bahkan Mia bisa merasakan cepatnya jantung Vandra berdetak di punggungnya.

Vandra pun merasa aneh dengan dirinya yang begitu saja menghampiri Mia. Rambut Mia yang dikuncir menempel di dadanya dan menguarkan harum shampo strawbery seperti punya ponakannya yang berusia lima tahun.

Akhirnya Mia menutup permainannya , begitu juga Vandra. Vandra menarik diri menjauhi Mia hingga Mia bisa bernafas? Vandra tersenyun smirk melihat cewe itu yang menunduk dam ga mau melihatnya.

"Keren banget!" Puji Doni, Adit dan Anto bersamaan.

"Iya, bagus banget," puji Sita dan Seli samgat kagum.

"Apa kalian akan tampil berdua?" tanya Sita akhirnya membuat yang lain menatap Vandra.

"Mungkin, tapi posisi seperti tadi bisa?" tanya Vandra cuek dan membuat teman temannya tertawa.

"Kamu di sampingku, Van," tolak Mia dengan wajah merona.

"Seperti tadi keren Mia," ledek Anto terkekeh.

"Gak," tolak Mia manyun.

"Seksi lo Mia tadi posisinya," ganti Helmi yang meledek. Kembali tawa pun pecah.

"Udah udah. Bubar latihannya udah siang," putus Vandra yang kasihan melihat wajah malu Mia.

"Musik penutupnya belum, Van," tagih Heni.

"Iya, masa ga ada musik penutup," komentar Adit mengompori.

"Ayo Mia," desak Sita dan Seli.

Mia menatap Vandra. "Kamu mau ikut main? tapi di sampingku," kata Mia galak padahal dia sedang menyembunyikan kegugupannya yang sangat amat parah.

Vandra tertawa. "Oke," jawabnya ringan dan langsung melangkah di samping Mia.

"Kamu dulu, nanti aku imbangi," titah Vandra membuat Mia mengangguk dan mulai memainkan musik latar penutup. Ga nyanpe lima menit, Vandra ikut menekan tuts tuts keyboard. Kali ini Mia memainkan musik.yang bahagia dan penuh semangat. Vandra menambahnya menjadi sangat indah dan langsung menyentuh siapa pun yang mendengarnya. Teman teman mereka pun larut dalam permainan musiknya dan menggoyang goyangkan tubuh mereka sesuai hentakan irama.

Vandra melirik Mia yang begitu menikmati permainannya. Ga nyangka, benar benar di luar dugaan, cewe ini benar benar luar biasa, kagum Vandra dalam hati.

Vandra tersenyum saat Mia balas meliriknya. Mata keduanya saling bertatapan penuh makna.

1
Novano Asih
Y Allah ngakak aku 🤣🤣🤣
Novano Asih
waduh kerjasama mereka nanti Lika kena pengaruh dari Celia
Novano Asih
🤣🤣🤣kayaknya seru deh kalau Edo dibikin cerita sendiri bikin ngakak trs
Novano Asih
🤣🤣🤣mau nikah kayak mau beli tempe aja sat set
Novano Asih
hahaha ketahuan deh
Novano Asih
apa ini titik"nya lg nggak on aku 😄😄
Novano Asih
😄😄😄temen"nya pd kepo
Novano Asih
keren y semuanya saling berhubungan entah itu sahabat mantan atau sepupu
Novano Asih
kok Lika trs harusnya Elka kan🤭🤭
Rahma AR: typonya bnyk🤭
total 1 replies
Novano Asih
kalau menurutku Ando malah lebih bijak dan dewasa
Novano Asih
emang Vandra itu kelakuannya kadang dewasa kadang kayak ank kecil yg dikit"marah
Novano Asih
🤣🤣🤣
Novano Asih
Rasya Thor kok Elka😄😄
Rahma AR: iya typo🤭
total 1 replies
Novano Asih
wah jangan"Rasya
Novano Asih
😄😄😄😄
Novano Asih
bacanya sambil senyum sendiri karena tingkah ABG labil baru jatuh cinta 🤭🤭
Deandra Putri
harusnya 'jadilah istriku suatu hari nanti mia' gitu..
Deandra Putri
aduh.. main cap cip cup aja.. kayaknya kangennya berat banget yaa
Deandra Putri
kok ada sekolah serunya kayak begini yaa..
Deandra Putri
kuburan hidup2 aja deh itu nenek sihir...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!