NovelToon NovelToon
DRAMA KEKASIH GELAP

DRAMA KEKASIH GELAP

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Single Mom / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

Tania Kartika harus menelan pil pahit saat alat tes kehamilan menunjukkan dua garis merah yang cukup jelas. Ia hanya bisa memejamkan mata, mengingat malam panas sebulan yang lalu bersama Lingga Perdana, sang mantan terjadi tanpa pengaman. Sungguh Tania tak menyangka hanya sekali melanggar, langsung jadi.

Bagaimana nasib Tania sekarang? haruskah ia menghilangkan janin ini, apalagi Lingga sudah menjadi suami dari seorang model? Beginilah nasib percintaan yang kalah akan strata sosial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MARAH

"Terimakasih dokter Salman," ucap Tania pelan, saat ini ia sudah berada di ruang perawatan dan diantar oleh Salman dan seorang suster, Tania baru tahu nama lelaki tersebut.

"Sama-sama, setelah ini saya pulang. Kalau kamu mau nitip sesuatu bilang saja," tawar Salman, namun Tania menggeleng. "Keluarga kamu untuk menemani kamu selama dirawat di sini?" tanya Salman sebelum keluar kamar.

Tania menggeleng. "Aku tinggal sendiri," jawab Tania tenang.

"Suami?" pada akhirnya Salman menyinggung perihal suami. Tania tersenyum tipis.

"Saya juga tidak punya suami," jawab Tania menguatkan diri. Salman menghela nafas pelan.

"Sebenarnya bukan kapasitas saya untuk bertanya, tapi kondisi kamu sedang hamil, dan kamu baru saja berniat ingin menggugurkannya, kamu perlu memberi tahu siapa bapaknya, agar bisa meringankan beban mental kamu!" petuah Salman ada benarnya. Namun, Tania hanya diam saja.

"Untuk saat ini saya tidak membutuhkan bapak anak ini dokter Salman, dan saya bisa sendiri," Tania kekeh dengan pendiriannya, bahwa sang bayi masih selamat, itu tandanya si bayi ingin hidup bersama dengan Tania.

"Baiklah, atur aja sebaik mungkin," ujar Salman kemudian, dan keluar kamar. Terlihat cuek, namun sebagai tetangga ia menitipkan Tania pada perawat.

Sepanjang perjalanan pulang, Salman masih kepikiran Tania. Kondisi belum stabil sangat rawan bila ditinggalkan sendiri, terlebih jiwa kepo Salman tentang siapa yang menghamili Tania sangat besar. Lelaki itu memandang rumah Tania yang sempat ia tutup sebelum ke rumah sakit. Salman menyandarkan kepalanya ke jok mobil, "Apa lelaki itu?" terka Salman ingin tahu.

Lingga sendiri nekad menemui Tania di rumah sakit, ia tanya ke resepsionis dan diarahkan ke kamar inap Tania, dengan mengaku sebagai saudara.

Tania yang baru saja ke kamar mandi terkejut saat pintu kamarnya terbuka. Pertemuan sebelumnya Lingga terlihat marah, tapi kali ini ia tak tega dengan perempuannya yang begitu lemah dan pucat.

"Sayang!" Lingga hendak mendekati dan membantu Tania, tapi ibu hamil itu menhentikan langkah Lingga.

"Aku bisa sendiri, tak perlu repot-repot perhatian sama aku," ujar Tania ketus. Lingga mengalah, ia tak mau membuat Tania semakin marah dengan kondisinya yang lemah. Ia memperhatikan perempuan itu mendorong tiang infus dan perlahan naik ke kasurnya.

Tak lama, Tania pun berbaring membelakangi Lingga. Pria itu hanya memejamkan mata, tak tega. Ia tak tahu Tania sekarang kesakitan, hati dan fisiknya. "Sayang, yang sakit mana?" Lingga masih terpaku, tak berani mendekati Tania. Ia hanya ingin memastikan kondisi Tania.

"Pulanglah, kamu di sini akan semakin membuatku sakit," ujar Tania. Ia tak mau Lingga sampai tahu keadaannya sekarang, makin ribet kalau dia tahu Tania hamil.

"Aku gak mau pergi. Aku mau menemani kamu, kamu pasti butuh sesuatu, dan aku bisa kamu andalkan Sayang!" Lingga sangat merasa bersalah, menuduh Tania sudah punya penggantinya. Nyatanya, malam ini di rumah sakit, Tania sendiri.

"Terserah!" jawab Tania, kemudian memencet tombol perawat. Lingga kesal setengah mati, ia tahu tujuan Tania memanggil perawat, dan benar saja setelah itu Lingga diminta keluar.

Lingga masih menunggu di luar kamar, biarkan dia menjaga Tanianya dari luar. Meski dingin dan harus tidur dengan duduk, Lingga tak masalah asal ia tahu kondisi Tania baik-baik saja.

Lingga juga mengirim pesan pada Yovi dalam beberapa hari ke depan, Tania tak masuk kerja karena dia dirawat di rumah sakit.

Kok kamu tahu? Tanya Yovi penasaran.

Aku sekarang di rumah sakit, Bang. Cuma aku gak boleh masuk, dia kelihatan banget benci sama aku. Terpaksa Lingga berkata jujur pada Yovi.

Tania waras, tapi kamu yang semakin gila. Masih saja mengejar dia. Yovi kembali mengingatkan tingkah laku Lingga, yang bahaya bagi Tania maupun bagi Lingga sendiri.

Bang, aku cinta sama dia.

Sinting.

Lingga kesal sekali, tak ada yang mendukung dirinya bersatu atau hidup bersama Tania. Terlebih sekarang ia harus menahan cemburu pada seseorang laki-laki yang akan masuk ke kamar Tania, dan Lingga tahu siapa laki-laki itu, tetangga depan rumah Tania.

Keduanya saling tatap dengan tatapan tajam dan dingin. Salman sengaja datang pagi, sekaligus karena ada jadwal praktik di IGD juga.

Lingga berdecak sebal saat lelaki itu masuk ke kamar inap Tania, tentu saja Lingga penasaran dengan apa yang mereka lakukan di dalam karena lelaki itu sudah lebih dari 10 menit masuk.

"Apakah dia suami kamu?" tanya Salman yang masih penasaran siapa bapak bayi yang dikandung Tania.

Tania hanya diam, "Kalau dia memang bapak dari bayi kamu, akan saya jelaskan bagaimana kondisinya, apalagi pasti ada efek obat penggugur pada kehamilan kamu nantinya, meski sudah teratasi, dan kondisi kamu yang stabil," ucap Salman layaknya seorang dokter pribadi.

"Dokter Salman tak perlu menjelaskan apapun dan kepada siapapun tentang kondisi saya. Saya tidak punya keluarga, termasuk suami. Kehamilan saya akan saya urus sendiri," ucap Tania membalas tatapan dokter Salman.

"Keras kepala!" cetus Salman lalu keluar kamar.

Lingga berdiri saat tahu Salman keluar. "Tunggu, bisa bicara sebentar dengan Anda?" pinta Lingga.

Salman hanya diam tak mengiyakan, tapi ia tetap berdiri beberapa langkah dari pintu kamar Tania. "Tania sakit apa?" tanya Lingga harus mengesampingkan ego nya sebagai kekasih Tania. Wajar ingin mengintrogasi lelaki itu terkait hubungan dengan Tania, tapi ia tak mau gegabah. Kesehatan Tania lebih penting.

"Apakah Anda keluarga Tania? Atau Suami Tania?" tanya Salman memastikan, masalahnya Tania juga kekeh bilang tak ada keluarga atau suami, tentu Salman tak bisa sembarangan menjelaskan kondisi pasiennya.

"Saya kekasihnya," jawab Lingga terpaksa. Salman terdiam sebentar, mendadak dia mengaitkan kehamilan Tania dengan status lelaki ini. Kemungkinan besar, kehamilan itu terjadi karena satu kesalahan. Pacaran terlalu bebas, begitu pikiran Salman.

"Nona Tania sudah berpesan untuk tidak memberitahukan kondisinya pada siapa pun, sudah tugas saya menyimpan rapat riwayat kesehatannya," ujar Salman lalu berbalik hendak pergi.

"Kamu siapa bisa seenaknya berhubungan dengan Tania?" emosi Lingga tak bisa dibendung. Salman menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap Lingga. Ia tersenyum meremehkan.

"Saya dokter di sini, dan kebetulan saja saya belum memakai jas dokter, karena jadwal praktik saya di mulai jam 8 pagi, permisi!" ujar Salman santai, dan Lingga makin kesal. Lelaki itu pasti lebih leluasa berdekatan dengan Tania, sedangkan Lingga hanya bisa menunggu tanpa ada kepastian soal sakitnya Tania.

Saat perawat mengecek kondisi Tania, Lingga pun mencari informasi namun jawaban perawat dan lelaki tadi sama, keep informasi kesehatan Tania.

"Brengsek, Tania. Sekeras ini kamu mau lepas sama aku," gumam Lingga, ia pun memaksa masuk biarlah kalau Tania marah.

"Puas kamu! Sengaja kamu membuat aku gila begini. Semalaman aku tidur di luar demi menjaga kamu, tapi apa? Baik dokter maupun perawat tak mau menjelaskan apapun tentang kamu. Kenapa kamu sekeras ini sih, Tania. Kamu sakit, kamu butuh aku. Persetan dengan Wijaya!" sentak Lingga sudah sangat menahan amarah. Sekarang siapa yang bisa sabar melihat kekasih hatinya lemah tak berdaya tapi memaksa terlihat baik-baik saja. Ditambah semua pihak menyembunyikan kondisi Tania. Lingga tak terima.

"Keluar. Aku tak mau berhubungan dengan suamu orang. Tolong hargai keputusanku, aku tak mau dunia memojokkanku sebagai pelakor."

"Calista juga sama, Tania. Berapa kali aku bilang, pernikahanku hanya status!"

"Keluar! Pintu di sana!" Tania bersikap dingin dan tak menatap Lingga sama sekali. Sudah cukup, dirinya saja yang menjadi korban kejamnya pelakor, jangan sampai dia jadi pelaku juga. Terlebih sekarang dia mengandung, ah dia tak mau anaknya mendapat karmanya.

1
falea sezi
laki kayak lingga di buang ke sungai yg ada buaya nya laki mulut lemes kayak. banci🤣 moga aja g mau balikan ma laki plin plan lemah goblokk kayak gini
Nurul Boed
pagi² mewek 😭😭😭
GO go Tania semangat
Lel: siapin tisu ya kakk
total 1 replies
falea sezi
kuat lahhh demi anak soal laki ke sekian nanti jangan goblok lagi y
Lel: siap kakak
total 1 replies
falea sezi
cwek goblok uda pergi jauh sana bloon nya masih satu kota sama mantan masih gatel. kah🤣
Lel: kalau pindah nanti dapat uang dr mana
total 1 replies
Lia Kiftia Usman
kuat yaà tania... 👍
Lel: kuat banget
total 1 replies
falea sezi
pergi jauh lah bloon besarin anak sendiri bego nya astaga bkin lah surat cerai. palsu klo tetangga baru nanya blg uda janda beres
Lel: sabar bukkk🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
falea sezi
makanya jd cewek jual mahal pelacur aja di bayar mbk nah lu di pake gratisan🤣 skg hamil ngomel2 resiko di tanggung penumpang lahh🤣
Lel: betul...yg rugi si cewek kan
total 1 replies
falea sezi
cowok. goblokkk cocok kalian
Lel: sepaket deh
total 1 replies
falea sezi
pasangan bejat cocok
falea sezi
laki pengecut bangke 🤣
Lel: sabar bukkk🤣🤣🤣
total 1 replies
Lia Kiftia Usman
cowok kok ceriwis gitu... g banget😑
Lia Kiftia Usman: sini ... kalo deket aq yg tabok..
boleh yaa thor..😊
total 2 replies
Nurul Boed
Bego banget dech si Lingga,, bukannya dia taruh mata² deket Tania,, ngak pernah tania keluar bareng cowok juga.. dudu gak sabar nunggu penyesalan nya lingaaa 😡😡😡
Nurul Boed: ya kak,, tpi sama Salman gk ada aktifitas yg mencurigakan,, cmn ya kembali esmosiiiii 🤭🤭 cemburu nya diduluin
total 2 replies
Nurul Boed
sedih nya 😭😭 Semangat Tania,, semoga dipertemukan dengan laki² yg baik.. ngak rela klo sama lingga lagi 😔😔
Lel: kemungkinan gak bisa buka hati sih
total 1 replies
Erni Purwaningsih
aku selalu suka dengan ceritamu mbak, tokoh perempuan nya berapa karakter banget, semangat mbak up nya
Lel: terimksh😍😍
total 1 replies
Nurul Boed
penyesalan tu selalu dibelakang
Lel: betul...kalau di awal namanya pendaftaran
total 1 replies
Nita Yusnia
pliiiiiss walau pun mereka salah krn living together tpi mrk sama sama baik jgn dijauhkan semoga mereka bisa nikah ka🙏
Lel: sabar ya kakk
total 1 replies
Nita Yusnia
aku speechless sama otak kamu thor,, ko yo bisa buat karakter papa lingga dgn otak seperti ini
Lel: 😄😄😄😄 sekali kali ada karakter jahat
total 1 replies
Nita Yusnia
kenapa lingga dijadikan jahat ka,, jangan dong mereka pacaran 4 thn baik² saja walaupun iving together aku ga setuju bgt tapi intinya lingga baik & cinta bgt sama tania jadi jgn dibikin jahat..
Lel: sabar ya bukk
total 1 replies
Nita Yusnia
begonya kebangetan deh nih lingga,, knp harus nunggu ter upload knp ga sewa org buat upload kelakuan si cwe wc umum.. biar ortumu liat spek menantu idaman mu sprt apa., lagian kasian tania otw hamil tuuuh kayanya
Lel: nanti disebutkan apa penyebabnya kok kak
total 1 replies
Ahmad Sutrisno
saya harap ini kisahnya gak sama kaya "Tanpa Restu",,, end' nya si Tania bukan sama lingga,,, karena kn di awal di jelaskan kalo nanti dia hamil sama lingga,,, saya mau ngatur pokok nya,, si Tania harus sama si lingga,,, & tolong karakter lingga jgn di jadikan sebagai antagonis,,,
Nita Yusnia: betul sih ka,, lingga ga jahat ko cuma krn keadaan ninggalin tania jdi jgn jadiin lingga jahat.. kasih karma buat calista z ka
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!