NovelToon NovelToon
Lari Atau Jadi Mereka

Lari Atau Jadi Mereka

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie / Action / Anak Genius
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ariyanteekk09

Di kota yang kecil damai, sebuah pabrik mochi terkenal meluncurkan produk terbaru mereka yaitu mochi viral yang dalam sekejap menjadi sensasi di media sosial.

namun tidak ada yang tahu ,di balik manis itu tersimpan hal yang mengerikan.

shila menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman nya yang makan mochi itu kejang-kejang dan hilang kendali. lalu berubah menjadi sesuatu yang bukan lagi manusia.

kota yang dulunya tenang berubah jadi neraka yang di penuhi oleh mereka.

terjebak di dalam sekolah dengan berapa teman nya yang selamat. shila harus mengambil keputusan :tetap sembunyi atau melarikan diri demi menemukan keluarga nya.

𝐊𝐚𝐦𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐫𝐢... 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 11

Orang-orang di kompleks rumah itu hidup dengan nyaman tanpa harus takut adanya zombie, sedangkan orang-orang di luaran sana yang masih selamat ketakutan dan kelaparan juga.

rata-rata orang yang tinggal di sana adalah para dokter yang bekerja di Laboratorium prof. teguh. mungkin kalau orang shila dan Bunda gibran tetep mendukung apa yang prof teguh rencana kan pasti sekarang mereka juga tinggal di sana..

Perbedaan itu terasa sangat jelas, seperti dua dunia yang berbeda.

Shila dan Gibran tidak akan tinggal diam, mereka harus cepat cari tahu, apakah mochi itu masih dibuat atau tidak. Cukup kota mereka aja yang terkena wabah zombie ini.

Sementara itu…

Hendro dan istrinya pulang dari laboratorium, sampai rumah Dewi tidak ada.

“Mah, kamu coba lihat mobil Dewi, apakah masih ada di garasi,” suruh Hendro dengan nada mulai khawatir.

“Baik, Pak,” sang istri pun menuju garasi dengan langkah cepat.

“Semoga anak itu tidak nekat keluar dari sini,” harap Hendro dalam hati.

Beberapa saat kemudian, sang istri kembali masuk ke dalam rumah dengan berlari.

“Pah, mobilnya Dewi tidak ada di garasi, ke mana anak itu pergi sih,” ujar sang mama. Dia cemas dan khawatir sama anak tunggalnya itu.

Hendro langsung terdiam sejenak, wajahnya mulai tegang.

“Pasti Dewi lagi nyari teman-temannya, Mah… ayok kita ke rumah Aira. Papa yakin di sana lah tujuannya,” Hendro kembali ke luar rumah

lagi bersama sang istri.

Tanpa membuang waktu, mereka segera bersiap.

Seperti biasa sebelum berangkat, mereka menyemprotkan cairan ke seluruh tubuh supaya zombie tidak bisa menyentuh mereka.

“Dasar anak bodoh, kalau dia mau keluar rumah kenapa gak pakai dulu parfum ini,” omel Hendro kesal.

“Dewi kan tidak tahu kalau kita punya semprotan ini… cepat, jalanan,” suruh sang istri dengan panik.

Hendro langsung menyalakan mobil.

“Dewi tidak boleh bertemu Aira… pasti kejahatan ku akan terbongkar tentang aku yang membuat orang tuanya berubah jadi zombie,” batin Hendro.

Wajahnya menegang.

Ada sesuatu yang dia sembunyikan…

Dan dia tidak ingin semuanya terungkap sekarang.

“Shila, apa kita bukain Dewi pintu aja, kok gue kasihan sama dia,” kata Aira.

Nada suaranya terdengar ragu, matanya masih menatap ke arah luar.

“Kita tunggu sampe malam, Ai. Kalau Om Hendro tidak muncul juga, maka kita biarkan Dewi masuk,” ujar Shila.

Aira setuju, mereka berharap Dewi tidak akan keluar dari mobilnya supaya tidak tergigit

zombie.

Mereka hanya bisa memantau dari dalam engan perasaan cemas.

Baru saja mereka membicarakan Om Hendro, orang pun muncul juga. Hendro langsung masuk ke pekarangan rumah Aira saat melihat mobil Dewi ada di dekat pintu rumah Aira.

“Pah, itu mobil Dewi… ayok kita samperin dia.”

“Ayok, Mah,” Hendro pun turun dari mobilnya.

Dewi yang mendengar suara mobil pun melihat ke belakang, dan dia langsung tersenyum melihat orang tuanya lah yang datang.

Rasa takutnya sedikit berkurang.

Dewi langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri orang tuanya.

“Mama, Papa… akhirnya kalian datang juga. Dewi takut,” Dewi memeluk sang mama dengan erat.

Hendro menyemprotkan parfum itu ke tubuh Dewi supaya para zombie itu tidak menghampiri mereka.

Aroma cairan itu langsung menyebar di udara.

Gibran juga punya seperti itu, tapi dia menggunakannya di saat penting dan terdesak saja. Dia tidak mau ada orang yang tahu kalau dirinya juga punya.

Shila melarang Gibran memperlihatkan parfum itu pada siapa pun karena mereka tidak boleh percaya sama siapa pun untuk sekarang ini.

“Kamu ngapain diam-diam ke sini, sayang. Kamu tahu kan keluyuran di luar sangat bahaya,” marah Hendro.

“Maafin Dewi, Pah. Dewi ingin bertemu dengan Aira. Siapa tahu kan Aira tahu di mana Shila dan adiknya berada sekarang… bukankah Papa lagi cari dia?”

“Ya, sayang… tapi kalau kamu mau ke sini kasih tahu Papa… biar Papa bisa anterin kamu.”

“Aira tidak mau membuka pintu rumahnya untuk aku, Pah… aku sudah ketuk dan teriak memanggilnya,” adu Dewi.

Aira yang melihat Hendro langsung marah, dia ingin keluar untuk menemuinya.

“Shila, lo tidak boleh larang gue keluar untuk menemui mereka… ini juga demi keselamatan lo dan yang lainnya,” ujar Aira dengan tegas.

“Pergi lah. Gue lindungi lo dari sini… kalau Om Hendro berani nyentuh lo, gue akan langsung menembaknya.”

Aira pun keluar dari rumahnya. Shila telah siaga dengan pistolnya untuk melindungi Aira.

Ceklek…

Pintu terbuka perlahan.

“Kalian ngapain di depan rumah ku,” tanya Aira.

“Lo ternyata ada di dalam, Ai… tapi kenapa tidak membuka pintu untuk gue sih?”

“Gue sengaja tidak membuka pintu untuk lo kok,” jawab Aira dengan begitu santainya.

“Kamu mau anak saya digigit zombie, sialan! Dia ini sahabat kamu loh,” marah Hendro.

“Apa bedanya dengan Om… mama saya juga teman Om, tapi kenapa Om tega jadikan mama dan papa aku zombie?” tanya Aira.

Suasana langsung berubah tegang.

“Maksud kamu apa, Aira?” tanya mamanya Dewi dengan bingung.

“Jadi Tante gak tahu gimana kelakuan jahat suami Tante? Baiklah, aku beri tahu sekarang… suami Tante ini datang ke sini dan memberikan kedua orang tua ku makan mochi dan menjadikan mereka zombie… entah apa tujuannya.”

Degg…

Semua terdiam.

“Itu benar, Pah… astaga, kenapa Papa jahat banget sih… karena ulah Papa, orang tuanya Aira jadi zombie,” mama Dewi kecewa dengan suaminya itu, begitu pun dengan Dewi.

Air mata mulai jatuh di pipi mereka.

Bukannya merasa bersalah, Hendro malah santai aja.

“Papa tidak percaya kalau mochi itu membuat manusia jadi zombie, jadi Papa jadikan orang tuanya Aira jadi bahan percobaan… Papa tidak tahu kan kalau mochi itu berbahaya,” jelas Hendro.

Aira sudah tidak bisa menahan amarahnya

lagi. Aira langsung berteriak memanggil kedua orang tuanya. Dia tidak perduli dengan para zombie yang akan datang karena teriakannya.

“Mama, Papa… kalian masuk lah sekarang! Orang yang menjadikan kalian zombie sudah ada di depan rumah kita!” panggil Aira.

Suasana tiba-tiba menjadi mencekam…

Dan dari kejauhan, terdengar suara geraman yang mulai mendekat.

meskipun jadi zombie orang tua aira masih sedikit miliki hati dan kesadaran dalam hati nya. tidak sepenuhnya mereka berubah jadi zombie. mungkin begitu jug6 dengan para zombie yang lain. kalau bertemu keluarga mereka mungkin mereka akan sedikit sadar dan tidak akan melukai mereka justru melindungi mereka supaya tidak jadi zombie juga.

itu sebabnya aira aman-aman aja tinggal di rumah nya karena kedua orang tuanya sebisa mungkin tidak membiarkan zombie yang lain masuk rumah nya.. tapi mereka juga tidak bisa terlalu berdekatan dengan aira karena mereka tidak tahan dengan bau darah manusia.

sebisa mungkin mereka tidak mendekati aira dan cukup melindunginya dari jauh.. orang tua aira lega karena shila sudah menemukan aira. mereka yakin aira akan aman berada di dekat shila.

1
Nurr Tika
shila ketemu ga ya sama aira
Nurr Tika
shila harus kuat demi adiknya
Nurr Tika
dasar hendro
Ani Jkt
ceritanya bagus tapi banyak tiponya tor
Nurr Tika
ikutan tegang
Nurr Tika
moga ja shila,adik dan temenya selamat
Nurr Tika
selamet ih bikin tegang aja
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
untung adiknya ga di lempar keluar rumah, lebih baik tiara yg di usir dari pada kalian keluar dari rumah
Nurr Tika
mona mona coba klau kmu ga jahat pasti ga kan di usir
Nurr Tika
mona di kasih zombie ja buat santapan
Nurr Tika
lanjut thor
Nurr Tika
sebenarnya apa yg terjadi ya
Nurr Tika
nyimak thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!