NovelToon NovelToon
Gadis Hina

Gadis Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:537
Nilai: 5
Nama Author: KheyraPutri

Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

Saat menuju mobil Bramasta berpapasan dengan bi Inah dan sopirnya.

" Den Bram,maaf den tadi saya nyari mang Dadang" Ucap bi Inah takut Bramasta marah padanya karena terlalu lama meninggalkan Rita.

" Bukakan pintu mobil saya." Suruh Bramasta tidak menjawab ucapan bi Inah.

" Ba-baik den." Ucap bi Inah tergopoh membukakan pintu mobil lalu bi Inah pun ikut masuk ke dalam mobil.

" Ayo dek masuk." Ajak bi Inah yang menyuruh Reina untuk ikut masuk mobil.

" Tapi bi motor saya gimana ?" Tanya Reina bingung.

" Nanti bisa di ambil lagi,kamu tolong jelaskan kejadiannya ke majikan kami karena kami tidak tau saat kejadian." Ucap bi Inah minta tolong dan memohon pada Reina.

" Baik bi kalau gitu saya ikut." Ucap Reina pasrah,entah bagaimana nanti dia akan kembali lagi ke minimarket itu.

Mobil Bramasta langsung keluar dari parkiran minimarket dan menuju ke rumah. Perjalanan menempuh sekitar 30 menit untuk sampai di rumah. Bramasta sampai dan langsung turun dari mobil dan membopong ibunya masuk ke kamar. Reina dan bi Inah hanya terus mengikuti Bramasta di belakang.

Saat Reina masuk ke dalam rumah dia begitu takjub dengan kemegahan rumah Bramasta.

" Waaahhhh ini rumah apa istana ya." Gumam Reina berhenti melihat sekeliling rumah Bramasta. Sedetik kemudian Reina tersadar dan langsung mengikuti bi Inah dan Bramasta masuk ke kamar Rita.

" Telpon dokter bi." Ucap Bramasta menyuruh bi Inah untuk menelpon dokter setelah dia membaringkan ibunya di ranjang.

Bramasta menatap wajah ibunya yang terlihat pucat,begitu khawatir saat melihat orang yang kita sayangi terbaring lemah." Hufff...." Menghembuskan nafasnya dan beranjak dari ranjang ingin keluar dari kamar.

" Mmm maaf kak ini tasnya tadi,apa saya boleh pergi ?" Tanya Reina menyodorkan tas Rita.

" Loo Reina..." Ucap Bramasta kaget karena tadi dia tidak terlalu memperhatikan, dia hanya fokus pada ibunya karena terlalu panik.

" Iya kak,tadi saya nggak sengaja juga belanja dan sama-sama ingin mengambil sabun mandi,saat mama kak Bram sudah mengambil sabun tiba-tiba terhuyung dan saat aku tangkap sudah pingsan kak." Jawab Reina sambil menceritakan kejadian tadi.

" Apa saya sudah boleh pergi kak ? Atau kakak mau mengecek isi dalam tas mama kakak terlebih dahulu nanti ada yang hilang" Ucap Reina.

" Nggak usah,kamu lagi buru-buru ? Nggak nungguin mamaku sadar dulu ? Nanti dia pasti nyariin siapa yang menolong." Ucap Bramasta.

" Mmm tadi saya hanya bilang ke nenek mau belanja kak,takut nenek nanti nyariin." Jawab Reina menjelaskan.

" Ya udah biar saya antar kamu kalau gitu." Ucap Bramasta berjalan keluar dari kamar.

" Tapi kak nanti mamanya nyariin gimana ? Biar aku naik ojek aja." Tolak Reina merasa tidak enak.

" Nggak papa cuma di tinggal bentar." Bramasta yang terus berjalan keluar. " Bi Inah...biiii..." Panggil Bramasta ke asisten rumah tangganya.

Bi Inah yang sedang berada di dapur pun lari tergopoh-gopoh menghampiri Bramasta yang ada di ruang tamu. " Iya den ada yang bisa bibik bantu ?" Tanya bi Inah.

" Nanti kalau dokter Sam sudah datang langsung di antar ke kamar mama ya,aku mau ngantar Reina dulu." Ucap Bramasta.

" Oh iya den. Makasih ya dek Reina eh non Reina..." Ucap bi Inah yang bingung harus memanggil seperti apa.

" Iya bi sama-sama. Saya pamit dulu ya bi" Ucap Reina dengan sopan lalu menyalami tangan bi Inah.

" Ehh jangan non tangan saya kotor." Ucap bi Inah tidak enak.

" Nggak papa bi,ya udah saya permisi ya." Ucap Reina lalu mengikuti Bramasta keluar rumah menuju mobilnya.

Saat Bramasta naik ke mobil Reina bingung harus duduk di mana,dia pun masuk begitu saja dan duduk di samping kemudi. Bramasta langsung menjalankan mobilnya meninggalkan rumah.

Di perjalanan Bramasta bingung harus memulai ngobrol tentang apa, Reina pun sama dia juga merasa bingung.

"Ehem..." Bramasta berdehem untuk menetralkan jantungnya yang tiba-tiba berpacu kencang saat melihat wajah Reina dari samping. Begitu pahatan yang sempurna hidung yang tidak terlalu mancung,bibir tipis,pipi agak tembem.

" Kok kamu udah pulang ?" Tanya Bramasta memecah keheningan.

" Oh tadi gurunya ada rapat kak jadi di pulangin pagi" Jawab Reina dengan melihat wajah Bramasta sebentar lalu menunduk.

Sungguh jantungnya tidak aman saat melihat rahang Bramasta yang tegas dan mulus itu. " tampan sekali." Ucap Reina dalam hati."

Tidak lama mobil Bramasta pun sampai di minimarket. Reina melepas sabuk pengamannya dan ingin turun dari mobil namun sebelum itu dia mengucapkan terimakasih.

" Makasih ya kak sudah nganterin." Ucap Reina dengan menunduk karena tidak mau jantungnya berdebar-debar.

" Iya sama-sama,aku juga makasih karena kamu sudah menolong mamaku. Hati-hati di jalan ya." Ucap Bramasta dengan tersenyum melihat Reina yang hanya menunduk terus.

" Iya kak,kalau begitu saya permisi." Ucap Reina yang membuka pintu mobilnya dan turun dari mobil,namun saat Reina ingin menutup pintu mobil Bramasta memanggilnya.

" Reina..."

Reina menoleh menatap Bramasta." Ya kak ?" Tanyanya menunggu ucapan Bramasta selanjutnya.

" Ah tidak jadi." Jawab Bramasta yang mana tiba-tiba gugup melihat bola mata Reina yang sangat jernih.

Jantungnya tiba-tiba tidak aman apalagi Reina yang tersenyum dan menunduk berbalik meninggalkannya menuju motornya.

Bramasta yang melihat kepergian Reina pun tersenyum lalu memegangi jantungnya yang tidak aman.

***

Di rumah Rita pun sadar sesudah di periksa dokter.

" Aduh kepalaku pusing banget." Keluh Rita saat ingin bangun dan bersandar di kepala ranjang.

" Akhirnya nyonya sadar juga." Ucap bi Inah yang kebetulan berada di situ mengantarkan minum dan makanan.

" Kok aku bisa di rumah bi,siapa yang bawa pulang ? Terus anak perempuan tadi mana ?" Tanya Rita beruntun.

" Uang bawa pulang den nya...anak perempuan tadi di antar den Bram kembali ke minimarket karena motornya masih di sana." jelas bi Inah.

" Ini nya minum dulu, setelah itu makan dan minum obat." Ucap bi Inah menyodorkan segelas air putih.

" Makasih bi" Ucap Rita menerima gelasnya dan meminum air sampai setengahnya.

Deru mobil pun terdengar memasuki halaman rumah . Ternyata Bramasta yang sudah sampai rumah. Dia langsung menuju ke kamar mamanya dan membuka pintu kamar itu dengan perlahan .

Namun ternyata mamanya sudah siuman dan duduk bersandar di kepala ranjang.

" Mama..." panggil Bramasta dengan lembut menghampiri ibunya.

Rita hanya tersenyum dan membuka kedua tangannya agar Bramasta mendekat dan memeluknya. " Mama kenapa sampai bisa pingsan ? Mama tau nggak aku khawatir."

" Kata dokter nyonya kecapek'an dan tidak makan dengan teratur den." jelas bi Inah yang seperti itu penjelasannya.

" Kenapa mama nggak makan sih,kalau gitu sini aku suapin" Ucap Bramasta yang mengambil mangkok yang ada di meja dekat lampu tidur.

--->>>

1
hanawati sumaharjana
bafhs utk mengusi wkt
hanawati sumaharjana
menarik utk trs diikuti smp tamat nih
Dewi KheyraPutri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!