Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepasang Mata
"Emmmm ... Di dunia ini mungkin ada beberapa orang yang terlihat mirip jika orang itu memiliki wajah cantik dan tampan." Ucapan Kimberly terpotong oleh Mommy Roberto.
"Betul sekali. Tapi yang terpenting sekarang adalah Kamu memang ditakdirkan menjadi menantu keluarga Roberto di tambah wajah kalian terlihat mirip." Ucap Mommy Roberto.
("Arnold dan wanita ini memang agak mirip. Apakah ini hanya kebetulan?" Tanya Diego sambil menatap ke arah Kimberly dan Arnold secara bergantian).
"Oh ya, tubuh Arnold terlihat kotor jadi Aku akan membawanya untuk membersihkan diri." Ucap Kimberly mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah. Bersihkan dengan benar." Ucap Mommy Roberto.
Kimberly hanya menganggukkan kepalanya kemudian Kimberly menggandeng tangan Arnold dan berjalan ke arah kamar Arnold. Sedangkan Diego dan Mommy Roberto hanya menatap kepergian mereka berdua.
Satu jam kemudian ....
Kimberly berjalan sambil menggandeng tangan Arnold di mana Arnold sudah selesai mandi dan tubuhnya tidak kotor lagi.
Kimberly dan Arnold berjalan ke arah kamar utama tempat Diego tidur atas permintaan Diego lewat Kepala Pelayan yang bernama Paman Albert.
"Kimberly, terima kasih sudah melindungi Arnold." Ucap Diego dengan tulus sambil duduk di kursi sofa panjang.
"Arnold adalah anak yang sangat baik dan juga sangat menggemaskan. Jadi mana mungkin Aku tega melihat Arnold di tindas?" Tanya Kimberly sambil berjalan ke arah Diego.
Arnold duduk di tengah-tengah di antara Diego dan Kimberly. Hal itu membuat Diego tersenyum sambil membelai lembut rambut Arnold.
"Kamu pasti sudah menyadarinya kalau Arnold tidak bisa bicara." Ucap Diego yang bisa menebak kalau Kimberly pasti sudah mengetahuinya.
"Ya, Aku sudah memeriksanya. Pita suara Arnold tidak bermasalah jadi ..." Ucapan Kimberly terpotong oleh Diego.
"Arnold tidak dapat berbicara karena masalah psikologis." Ucap Roberto.
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Kimberly dengan wajah terkejut.
"Karena Arnold tidak mempunyai Ibu selain itu orang-orang bilang kalau Ibunya tidak menginginkannya." Jawab Diego sambil menatap ke arah Kimberly dengan tatapan menyelidik.
Tanpa disadari Kimberly kalau Diego mulai curiga terhadap Kimberly. Dirinya merasa yakin kalau Kimberly adalah wanita 6 tahun yang lalu dan melahirkan putranya yang bernama Arnold.
"Tapi belum tentu apa yang dikatakan orang-orang itu terhadap Ibunya benar tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi .... " Ucap Kimberly menggantungkan kalimatnya karena melihat Diego menatap dirinya seakan curiga dengan dirinya.
"Emmmmm .... Mungkin saja Ibunya Arnold terpaksa meninggalkannya dan memberikan Arnold padamu. Selama ini, mungkin Dia hidup dalam penyesalan." Ucap Kimberly yang mencari kata yang tepat.
"Kenapa kamu bisa tahu sedetail itu? Apa jangan-jangan kamu Ibunya Arnold?" Tanya Diego sambil masih menatap Kimberly dengan tatapan menyelidik.
Kimberly terdiam beberapa saat dan terlihat sekali perubahan wajahnya namun Kimberly berusaha untuk bersikap biasa saja agar Diego tidak curiga.
"Mana mungkin. Aku hanya kuatir kalau kamu belum mengetahui kebenarannya." Jawab Kimberly.
"Mulai sekarang dan seterusnya Aku akan menemani Arnold dengan baik agar Arnold tidak merasa dirinya di buang. Mungkin dengan cara ini bisa membantunya membuka hatinya." Sambung Kimberly.
"Oh ya, Arnold. Sudah malam, Mommy akan mengajakmu untuk tidur namun sebelum kamu tidur, Mommy akan mendongeng cerita untukmu." Ajak Kimberly mengalihkan perhatian sambil berdiri dan menggandeng tangan Arnold.
Hal ini dikarenakan dirinya tidak pandai berbohong di depan Diego mengingat Diego sudah mulai curiga dengan dirinya.
"Mommy?" Tanya ulang Diego.
"Aku sekarang adalah istrimu dan Arnold adalah putramu. Jadi apa salahnya jika Arnold memanggilku Mommy? Benar bukan?" Tanya Kimberly balik bertanya sambil tersenyum manis.
Diego yang mendengar jawaban Kimberly hanya terdiam sedangkan Kimberly masih memaksakan untuk tersenyum agar Diego tidak curiga dengan dirinya.
"Arnold, ayo ikut Mommy." Ajak Kimberly sambil menggandeng tangan Arnold kemudian pergi meninggalkan Diego sendirian di kamarnya.
Sedangkan Diego hanya menatap kepergian Kimberly dan Arnold yang semakin menjauh dan hilang dari pandangannya.
Tiba-tiba datang seorang pria tampan namun lebih tampan Diego berlari ke arah Diego dengan nafas terengah-engah seperti habis berlari marathon.
"Tuan Diego, Saya mendengar dari Nyonya Besar kalau mata Tuan Diego sudah bisa melihat. Ini benar-benar kabar yang sangat baik karena ini berarti Tuan Diego bisa kembali memimpin perusahaan, benar bukan?" Tanya pria tersebut yang bernama Asisten Mike.
"Sekarang ini bagaimana keadaan perusahaan?" Tanya Diego tanpa menjawab pertanyaan Asisten Mike.
"Selama sebulan Tuan Diego tidak ada, Nyonya Besar yang mengurus perusahaan jadi untuk sementara tidak ada masalah." Jawab Asisten Mike.
"Tapi semua orang berpikir apakah Keluarga Roberto akan jatuh ke tangan Paman Kedua yang nantinya akan diwariskan ke adik sepupu Tuan Diego. Karena itu Paman Kedua dan Adik sepupu Tuan Diego belakangan ini sangat gelisah." Sambung Asisten Mike.
Diego hanya terdiam dan mendengarkan kalimat selanjutnya tanpa menyela perkataan Asisten Mike.
"Tapi begitu Tuan Diego kembali ke perusahaan maka semua masalah ini akan segera terselesaikan." Ucap Asisten Mike.
"Aku tidak perlu terburu-buru untuk kembali ke perusahaan." Ucap Diego.
"Baik." Jawab Asisten Mike yang selalu patuh dengan perkataan Diego tanpa banyak protes.
"Oh ya, Aku ingin kamu menyelidiki masa lalu seorang wanita dan segera laporkan padaku jika sudah mendapatkannya." Pinta Diego.
"Siapa?" Tanya Asisten Mike penasaran.
"Kimberly Roberto." Jawab Diego dengan nada dingin.
"Baik." Jawab Asisten Mike dengan singkat walau dalam hatinya merasa bingung kenapa Diego ingin menyelidiki masa lalu Kimberly.
Kemudian Asisten Mike pergi meninggalkan Diego sendirian di kamarnya. Diego kemudian berdiri dan berjalan ke arah ranjang untuk istirahat.
Sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana Arnold sudah tidur dengan pulas sedangkan Kimberly berada di kamar mandi milik Arnold.
Kimberly mengambil ponselnya dari saku piyamanya kemudian menghubungi putra keduanya yang bernama Adrian.
("Mommy." Panggil ke empat anak kembarnya dengan serempak ketika sambungan telepon tersambung).
("Adrian, Alexander, Amanda dan Alma. Mommy sekarang ini tidak bisa ke rumah dan menemani kalian tidur." Ucap Kimberly).
("Tidak apa-apa, Mom." Jawab keempat anak kembarnya dengan serempak).
("Adrian, kamu adalah anak yang paling besar jadi kamu harus menjaga ke tiga adikmu dan jangan berkeliaran seperti hari ini." Ucap Kimberly dengan nada tegas).
("Baik, Mom." Jawab Adrian dengan patuh).
("Sebentar lagi Mommy akan menghubungi Paman Ronald. Kalau kalian masih nakal maka Mommy akan marah." Omel Kimberly).
("Baik, Mom." Jawab keempat anak kembarnya dengan serempak dan patuh).
("Mommy, Aku kangen. Kapan Mommy pulang?" Tanya Alma dengan nada manja sambil menampilkan ekspresi sedih).
("Putriku yang baik dan cantik, Mommy nanti akan mencari kesempatan untuk mengunjungi kalian." Jawab Kimberly sambil tersenyum manis).
("Oh ya, sebentar lagi kita sekeluarga bisa berkumpul kembali dan sekalian kita kembali ke luar negri." Sambung Kimberly yang ingin pergi meninggalkan Diego untuk selama-lamanya.)
("Mommy, apakah termasuk Daddy juga?" Tanya Amanda).
("Emmmm .... Bukankah sudah Mommy bilang kalau Daddy kalian sudah lama meninggal dunia. Setelah Mommy membawa Kakak kalian pulang maka kita kita akan berkumpul bersama." Jawab Kimberly).
Ke empat anak kembarnya yang mendengar jawaban Kimberly langsung wajahnya berubah di mana mereka berempat sangat menginginkan kalau Diego bisa berkumpul bersama mereka.
Mengingat Diego adalah ayah kandung mereka dan di tambah Diego sangat menyayangi mereka terutama menyayangi Ibu mereka.
Tanpa Kimberly sadari kalau sepasang mata perlahan membuka pintu kamar mandi yang tidak tertutup rapat. Dimana orang tersebut mendengarkan percakapan Kimberly dengan ke empat anak kembarnya.