NovelToon NovelToon
Dendam Yang Diwariskan

Dendam Yang Diwariskan

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Ungu_07

Alka hanya ingin hidup sederhana, mengejar mimpi, menjaga orang-orang yang ia sayangi, dan membuktikan bahwa kerja keras bisa mengubah masa depan.

Namun tanpa ia sadari, langkahnya tak pernah benar-benar bebas. Di balik kehidupannya, ada dendam lama yang terus tumbuh, dendam dari seseorang yang seharusnya menjadi tempat pulang.

Fellisya menyimpan luka dari masa lalu. Dan tanpa disadari siapa pun, dendam yang ia pelihara perlahan merusak kehidupan orang-orang di sekitarnya, termasuk dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, Lista ikut terseret dalam permainan yang tak pernah ia pahami. Persahabatan berubah menjadi luka, kepercayaan berubah menjadi pengkhianatan, dan mimpi-mimpi yang dulu terasa dekat… kini hancur tanpa sisa.

Karena dendam tidak pernah berhenti pada satu orang. Ia akan terus hidup, menjadi dendam yang diwariskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Ungu_07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Tawaran

Di kamar hanya ada cahaya lampu redup dari atas meja. Nadira duduk diam di kursi rodanya. Alka berdiri di hadapannya, wajahnya masih menyimpan bekas amarah.

"Alka," suara Nadira pelan tapi tajam, "Fellisya itu Ibu kandung kamu, nggak pantas kamu seperti itu sama dia."

Alka tak menjawab. Hanya menunduk dengan tangan mengepal disamping tubuh.

"Dia nggak mau lihat kamu gagal lagi Alka. Cuma caranya aja yang terlihat keras," kata Nadira lagi.

"Nggak, dia malah seneng lihat aku gagal," jawab Alka lirih.

"Tiga bulan lagi, kamu lulus SMA. Oma minta tinggalkan dance kamu. Kuliah yang bener, dan fokus di bidang hukum." suaranya selalu pelan, tapi nadanya tegas.

"Aku nggak mau Oma. Kuliah hukum panjang prosesnya," tolak Alka, ia menatap Nadira sendu.

"Tapi dance juga buang-buang tenaga, waktu. Kalau kamu keras kepala, jangan salahin siapa-siapa kalau kamu gagal lagi." tangan Nadira mengepal di atas pangkuannya.

"Aku nggak nyalahin siapapun, termasuk diri aku sendiri. Gagal bukan waktunya untuk berhenti, tapi untuk kembali mencoba," jawab Alka, suaranya datar.

Nadira menatapnya lama, untuk pertama kalinya ia tak menjawab perkataan Alka.

Alka menoleh sebentar, sebelum akhirnya ia pamit pergi. "Maaf. Mungkin dengan pilihan aku Oma kecewa. Tapi hidup, aku yang jalani. Udah malam, aku mau tidur."

Alka langsung pergi. Jalannya cepat menuju kamar. Ucapan Nadira masih terngiang di kepalanya. Tapi itu nggak cukup buat Alka berhenti.

Dua hari berlalu...

Malam yang Alka tunggu akhirnya tiba. Sorak penonton menggema di ruang event malam itu. Cahaya lampu berganti warna, musik menghentak. Di tengah panggung, Alka berdiri tegap, kali ini dengan seragam dancer yang rapi, rambutnya di sisir ke belakang, aura percaya dirinya begitu kuat.

"Next performer, please welcome... Alka!"

Teriakan menggema dari teman-temannya yang berdiri di barisan depan.

Begitu musik mengalun, Alka bergerak lincah setiap langkahnya mantap, ritmenya pas, energinya begitu nyatu dengan beat. Sorot lampu memantul di keringat yang menetes di wajahnya, tapi matanya tetap fokus.

Begitu lagu berhenti, suara penonton pecah. Sorakan, tepuk tangan, dan siulan memenuhi ruangan.

"LO KEREN KA!" teriak Cakra, suaranya paling kenceng.

Athar masih melompat-lompat. "GILA, BAGUS BANGET!" teriak Athar.

"Ta, dia kece banget. Sumpah!" Liona meraih tangan Lista, matanya berbinar menatap Alka yang berjalan ke arahnya.

"Dia emang sejago itu, tapi waktunya belum ngasih kesempatan," jawab Lista diantara riuhnya penonton.

Sementara Alesha hanya tersenyum sambil tepuk tangan. Ia duduk di kursi rodanya, dan Jehan di belakangnya berdiri.

"Alka, ni minum dulu, lo pasti capek, kan?" Liona menyodorkan botol air minum.

Alka tersenyum lebar saat mengambil air mineral itu. "Makasih, ya. Seneng banget kayaknya?"

"Iya, lo jago, Alka. Apalagi auranya beda malam ini. Cakep banget," kata Liona dengan suara ceria, tatapan hangatnya masuk ke mata Alka.

Alka tertawa kecil. "Bisa aja, lo." Dibalik tawa itu, ada rasa lain yang ikut masuk ke hatinya.

Liona ngambil tissu dalam tas, lalu ngelap pelipis Alka yang berkeringat. Kakinya jinjit, karena Alka tinggi dengan 175, sedangkan Liona hanya 155.

Dari belakang, Cakra berdehem. "Ciee, ada yang perhatiin ya sekarang."

"Udah biarin, kita pergi aja dari pada jadi nyamuk." sahut Athar. Lalu melangkah pergi dari keramaian.

Alka dan teman-temannya ikut nyusul. Mereka kumpul disatu cafe yang tak jauh dari acara event.

Obrolan tipis dan tawa dari mereka bersatu dengan angin malam yang berhembus pelan.

Dalam diamnya, Alka sesekali mencuri pandang pada Liona.

Orang-orang berlalu-lalang disekitaran mereka. Sampai akhirnya satu pria dewasa menghampiri meja mereka.

"Permisi, saya boleh ikut gabung?" katanya, senyumnya ramah.

Alka langsung ngangguk. "Boleh Pak. Silahkan duduk."

Pria dewasa itu pun duduk dihadapan Alka. Suasana mendadak canggung, suara obrolan dan tawa langsung berhenti.

"Hm, Alka. Teman saya ada yang lagi pegang audisi buat agensi kecil, tapi reputasinya bersih dan ketet. Saya mau daftarin kamu, gimana?" tawarnya. Tatapannya lurus ke Alka.

Alka tahu dia siapa. Dia adalah pelatih dance profesional. "Beneran, Bapak mau daftarin saya?" Alka nunjuk dirinya sendiri.

"Iya, gerakan kamu rapi, powernya juga dapet," jawabnya.

"Saya mau, Pak." Alka mengangguk cepat, senyum di wajahnya semakin lebar.

"Baik. Nanti saya kabarin kamu lagi. Saya permisi dulu. Maaf mengganggu," pamitnya. Ia bangun, lalu pergi.

Teman-temannya ikut heboh. Liona menatapnya. "Lo pasti bisa, Alka."

"Semoga aja. Gue harap kali ini... berhasil." Alka memejamkan matanya, menarik napas panjang.

Udara malam dingin menusuk, acara event sudah selesai. Orang-orang berhamburan dan suara bising kendaraan jadi satu.

Begitu juga Alka dan teman-temannya yang memutuskan untuk pulang. Karena malam sudah hampir larut.

Hari terus berganti dengan harapan yang baru. Angin siang itu pelan, bikin daun-daun jatuh ke jalan setapak. Alka jalan pelan sambil mendorong kursi roda Alesha.

Alesha diam, tapi sesekali matanya ngelirik Alka, seperti ada sesuatu yang ingin ia bicarakan.

"Capek?" tanya Alka, suaranya lembut.

Alesha menggeleng. "Nggak... cuma suka aja di sini."

Alka tersenyum. "Baguslah. Yang penting lo nggak bosan."

Mereka berdua hanya muterin taman, tak banyak ngobrol, tapi bikin jantung Alesha deg-degan. Ada perasaan aneh, kayak nyaman, tapi takut. Kayak pengen deket, tapi juga malu.

Sementara Alka, dia fokus pada jalanan di depannya, tak lama ia berjongkok dihadapan Alesha. Memindahkan ranting kecil supaya rodanya nggak nyangkut.

Alesha menatapnya lama. "Alka... kalau nanti gue bisa jalan lagi... boleh nggak... kita masih barang kayak gini."

Alka menatapnya perlahan, tersenyum tipis. "Boleh, kenapa nggak." nadanya datar, tapi hangat.

Dada Alesha langsung terasa panas. Bukan sedih... tapi itu perasaan aneh yang makin hari makin besar. Dia nggak ngerti ini apa, cuma tiba-tiba pengen Alka terus ada disampingnya. Tanpa harus Jehan pergi.

1
Its me
Terus terus kami juga mau dengar Tante
Its me
Ada ada aja nih mereka auto sepi cafe nya
james
wah kasian tuh twins /Grievance/
james
lama juga yah perjanjiannya 20 tahun..
Agatha soul
20 tahun anak udah gede terus cerai gitu? iii males banget
Its me
alesha masih mau mepet sama Jehan karena ada jantung Alka. coba kalau bukan alka udah di cuekin tuh si Jehan.
Yue xin🥀(⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠)
16 tahun udah bawa mobil eummm boleh sih tapi minimal punya sim lah
Yue xin🥀(⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠)
kalau begitu terus gimana bakal berhenti /Hey/masak nanti cucunya juga bakal saling serang
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
renata baik banget yah💖
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ibu kandung serasa peri jahat
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ini nih si nenek yg biang rusuh. jd ada dendam di keluarga ini
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
betuuuullll.. ingatanmu ga salah alka
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
padahal alka ga salah kan ya
Its me
jangan sampai Jehan memanfaatkan jantung alka untuk Tetap dekat dengan alesha
Its me
sudahlah Jehan gak usah mikirin Alesha dia aja gak mikirin kamu
Its me
hmmm hawa nya bakal di plot kan sama Jehan
Its me
innalilahi wa innailaihi rojiun
selamat jalan alka
Its me
idih drama kan kamu yang bunuh anakmu sendiri
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
yang cewek cuek dan yang cowok penuh perhatian 😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
nongkrong tapi tetap menghasilkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!