NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Malaikat

Perjalanan Sang Malaikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Spiritual / Reinkarnasi / Sistem / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:998
Nilai: 5
Nama Author: Arkara Novel

Dunia memiliki sistem mutlak yang ditetapkan jutaan tahun lamanya. Sistem rimba, yang terkuat dialah yang berkuasa dan yang lemah akan tersingkir. Sistem itulah awal terlahir kasta antara mahkluk hidup, sebuah hukum yang tidak dapat diubah dan akan terus berjalan. Tahun berganti, hukum mulai goyah. Keadilan tidak diberikan pada yang hak. Namun pada yang berkuasa. Jutaan tahun berlalu. Langit menciptakan hukum baru yang berpusat pada keseimbangan. Malaikat penyelamat bagi mereka yang tersingkir, memiliki tujuan menghancurkan sistem yang telah goyah. Dewa agung menjadi dakwa yang berdosa telah menciptakan iblis berwujud cahaya. Mereka yang berkuasa melawan mereka yang dibuang, terus bertahan hidup untuk melanjutkan perang tiada akhir demi jawaban kebenaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkara Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 010 —Sang Dewa

"Hah? Apa yang kalian bicarakan?... Aku tidak mengerti sama sekali!" Seru zabarin ditengah situasi tegang itu, ia kemudian menjatuhkan cangkul yang ia genggam. Karena mengira benda itu tidak ada guna nya lagi untuk saat ini.

Kedua pemuda itu menoleh kearah nya, namun dengan pandangan mata seolah sedang memikirkan sesuatu yang lebih besar. Ada begitu banyak pertanyaan dan pemikiran dikepala keduanya, tapi entah apa itu. Mereka berdua seakan menyembunyikan sesuatu.

"Ah, tidak mengapa... Aku hanya keingat teman ku yang bernama Enki dari negri Timur, jadi aku hanya menebak saja!" Balas Shi Jian sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.

"Yah... Aku juga begitu, aku terkejut kau bisa tau darimana aku berasal cuma dari nama ku yang kebetulan mirip dengan kenalan mu itu!" Seru pemuda itu yang bernama Enki.

"Oh, oke... Tapi, kenapa kau bisa sampai ketempat ini? Bukan kah ini sangat jauh dari negri itu?" Tanya zabarin, mencoba membuang pikiran curiga nya kepada mereka berdua.

"Aku!--"

"Sudah, bicara nya nanti saja... Aku yakin kalian pasti lelah, kebetulan kami sedang memasak daging besar malam ini... Ayo gabung, kami tidak mungkin menghabiskan daging besar itu berdua" seru Shi Jian memotong ucapan Enki.

Zabarin memandang kearah Shi Jian dan baru mengingat nya"oh iya, mari menginap ditempat kami... Ini sudah malam, akan berbahaya berkeliaran dimalam hari!"seru zabarin excited. Karena Enki adalah manusia kedua setelah Shi Jian yang ia lihat.

"Boleh kah?" Tanya Enki seakan tidak enak hati, Shi Jian mengangguk, "Tidak mengapa, rumah sederhana itu masih memiliki ruang yang cukup untuk menambah beberapa orang lagi malam ini!" Balas Shi Jian, yang sedikit lama menjeda kalimat. Untuk memilih kata yang tepat, seperti menghindari kalimat yang akan menyinggung pemuda ini.

"Hm" Zabarin berdehem pelan, tanpa didengar oleh mereka bertiga. Perubahan sikap yang ditunjukkan Shi Jian jelas membuat nya terganggu. Seperti pemuda itu, seakan tidak ingin menyinggung Enki. Entah latar belakang apa yang pemuda ini miliki.

Mereka berempat kemudian jalan menuju api unggun itu, Shi Jian menyambut pendatang baru dengan hangat. Menyajikan makanan dan minuman, ya itu memang harus dilakukan sebagai tuan rumah.

Beberapa menit setelah menyambut kedua tamu mereka, keempat nya terdiam sendiri. Tidak ada kata terucap, mungkin karena mereka tidak terlalu kenal satu sama lain.

"Oh iya. Aku hanya mendengar sedikit dari Shi Jian... Aku sangat penasaran, bagaimana negri timur itu?" Tanya zabarin membuka pembicaraan.

"Shi Jian?" Tanya enki bingung.

Zabarin saling memandang dengan Shi Jian dan sama-sama menepuk jidat nya, "astaga... Bagaimana bisa lupa, sebelumnya... Namaku Zabarin dan dia Shi Jian!" Ucap Zabarin memperkenalkan diri.

Enki mengangguk, tanda paham. Dan kemudian zabarin kembali ke pertanyaan pertama "Bisa kau jelas kan tentang negri itu? Dari penjelasan Shi Jian. Negri itu sudah sangat maju dan superior... Aku hanya ingin tau, hal spesial apa yang ada di negri itu?"seru nya lagi.

Enki kemudian paham dan memandang kearah langit, "Yah. Negri timur memang sangat luar biasa. Memiliki kekayaan alam yang melimpah, pesona alam yang luar biasa... Kekuatan superior yang tinggi... Bisa di bilang, negri itu seperti bagian surga yang diturunkan ke bumi!" Ucap Enki menjelaskan, sambil membayangkan keindahan negri itu.

"Aku pernah mendengar kabar itu, tapi aku tidak menyangka perkembangan negri timur bisa sepesat itu!" Jelas Shi Jian, ikut gabung dalam pembicaraan.

"Yah... Aku juga tidak menyangka, negri itu seperti negri masa depan yang diimpikan oleh semua orang!"balas Enki.

"Tapi... Kalau negri itu begitu luar biasa, kenapa kau bisa pergi dari surga itu? Dan memilih hidup seperti ini?" Tanya zabarin, Enki memandang kearah nya sambil tersenyum tipis.

Ia kemudian menghela nafas dan memandang kearah kobaran api didepan nya "Tidak semua keindahan akan selalu indah sampai ke dalam nya, seperti sebuah apel merah... Yang memiliki seekor cacing didalam daging nya!" Seru Enki, zabarin yang sedikit ambigu tentang begini masih terjebak dalam pikiran mencari jawaban dari ucapan itu.

"Maksudnya, orang-orang yang berkuasa di negri itu hanya baik didepan masyarakat... Dan jika diruang khusus orang berkuasa, mereka menjadi begitu serakah dan tidak memperdulikan kepentingan orang ramai... Itu seperti cacing yang merusak apel, karena orang yang berkuasa seperti itu, juga akan merusak negri mereka sendiri!" Seru Shi Jian, paham Zabarin tidak dapat mencerna ucapan Enki dengan baik.

"Oh, jadi seperti itu..." Ucap Zabarin mengerti, walaupun ia diberkahi kepintaran... Namun pengalamannya sangat lah sedikit untuk menggunakan kepintaran itu secara penuh.

Enki hanya diam, tidak ingin membantah. Yang dikatakan oleh Shi Jian memang benar, mungkin saat ini negri timur menjadi negri futuristik yang pernah ada... Namun karena pemerintahan kerajaan di negri itu yang semena-mena dibalik bayangan, suatu saat akan membawa kehancuran pada negri itu sendiri.

Beberapa menit berlalu, malam semakin larut... Kayu yang dibakar oleh api semakin mengecil dan hilang menjadi bara. Mengingatkan mereka akan waktu yang telah berakhir untuk hari ini.

"Sebaik nya kita masuk... Aku akan menyiapkan alas tidur untuk mu, karena kamar hanya satu dirumah ku!" Ucap Shi Jian dan kemudian masuk kerumah nya.

"Ya, itu lebih baik daripada tidak ada sama sekali... Terimakasih!" Balas Enki, "Tidak masalah!" Ucap shi Jian, Dan meninggalkan mereka bertiga diluar.

Suasana tampak sunyi, dengan berbagai macam suara hewan malam yang menusuk telinga. Membuat mereka merasakan perasaan hampa, seakan dunia besar ini begitu besar untuk mereka.

"Hei Enki!" Panggil zabarin.

"Ada apa?" Tanya Enki menoleh, Zabarin kemudian membalas.

"Apa kau tau mengenai kisah perjalanan sang dewa langit?" Tanya Zabarin sambil menatap langit diatas nya.

"Ya, aku tau... Itu menceritakan tentang seorang dewa yang lahir dialam dewa. Namun melanggar aturan dengan bermain-main di dunia manusia kan?" Balas Shi Jian, karena kisah itu sudah ramai diketahui sebagai dongeng budaya.

Zabarin mengangguk dan menjawab, "Kenapa aturan langit begitu ketat? Hanya untuk bersenang-senang. Malah mendapatkan hukuman seberat itu sampai dewa itu tidak memiliki tempat lain untuk pulang... Bersama keenam teman nya!" Seru zabarin, menyayangkan kisah mereka bertujuh yang sangat kelam. Demi mendapatkan kebahagiaan dan kebebasan, mereka mempertaruhkan semua nya.

Enki tidak menjawab, dan kemudian melihat langit diatas nya. Yang dipenuhi bintang dari ratusan tahun lalu, "Entahlah... Itu hanya raja dewa yang tau, karena ia yang mengatur seluruh hukum dialam langit!" Jelas Enki kemudian.

"Ya, walaupun begitu... Kenapa ketujuh dewa itu tetap kekeh melanggar aturan yang dibuat oleh pencipta aturan? Bukan kah mereka bisa meminta baik-baik?" Tanya zabarin lagi.

"Sama seperti negri timur, raja dewa pun begitu... Mungkin ketujuh dewa itu, tidak tahan dengan aturan yang dijalankan. Dan ada sesuatu yang mereka perjuangkan sampai berani menentang raja dewa!" Jawab Enki lagi, yang tahu banyak tentang sejarah itu.

"Bagaimana kau bisa tau begitu banyak? Bukan kah buku itu, hanya menceritakan kisah pemberontakan ketujuh dewa dan perjalanan mereka di bumi?" Tanya Zabarin bingung.

Enki mengggeleng dan menjawab, "Entahlah... Itu hanya teori liar dari penggemar cerita, aku hanya menyampaikan apa yang mereka benar kan... Aku juga tidak tau kebenaran asli nya!" Balas Enki berdalih.

"Hahh--" Namun, saat akan menjawab lagi... Dari belakang, Shi Jian sudah memanggil mereka untuk masuk. Karena tempat tidur sudah siap.

"Hei... Kalian ingin tidur di luar? Sebaiknya masuk, karena alas tidur telah siap!" Seru Shi Jian dari depan pintu, memanggil mereka untuk masuk. Zabarin dan Enki memandang kearah nya dan melambai, sebelum akhirnya bangkit dari duduk dan masuk kedalam rumah.

Zabarin menoleh kebelakang, dimana monster mengerikan bernama Azrealon itu tidur, "Apa tidak mengapa kita biarkan dia tidur diluar?"tanya zabarin kepada Enki.

"Tenang saja, dia sudah tinggal di alam liar puluhan tahun... Tidur diluar ruangan lebih membuat nya nyenyak!" Balas Enki, membuat Zabarin mengangguk paham.

Saat masuk suasana tampak berubah, hawa dingin yang mereka rasakan berangsur menghilang, dan diruangan rumah itu, sudah ada satu alas tidur disamping pembaringan dimana zabarin biasa tidur. Tampak sangat nyaman, membuat zabarin penasaran bagaimana rasa nya tidur di alas itu.

"Hanya itu yang ku punya!" Seru Shi Jian.

"Tidak masalah, terimakasih... Maaf sebelumnya sudah merepotkan kalian!" Balas Enki lagi.

"Tidak mengapa, malahan kami senang bisa ada orang baru di wilayah kami... Karena tidak ada orang lain lagi selain kamu berdua ditempat ini!" Ucap Zabarin dari sampingnya.

Shi Jian menutup pintu dan jendela, sebelum akhirnya masuk kekamar miliknya, "Baiklah... Segeralah tidur. Karena hari sudah sangat larut... Uhuk, uhuk, uhuk!" Ucap Shi Jian, sambil terbatuk tiga kali.

Enki menatap punggung pemuda itu yang menghilang dibalik pintu Nya, ia kemudian membalas, "Terimakasih... Selamat malam!" Balas nya sebelum akhirnya menjatuhkan tubuh nya dialas tidur tipis namun hangat itu.

Zabarin pun tidak ketinggalan, ia menjatuhkan tubuh nya diatas pembaringan dan segera tertidur dengan nyenyak... Setelah hari ini, ada banyak sekali yang ia lewati membuat tubuh dan pikirannya lelah. Apalagi sampai memikirkan pembicaraan barusan.

Dimana ia dan Enki sedang membicarakan kisah perjalanan sang dewa langit, ia masih tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang pemuda itu sampaikan. Jikapun hanya teori, tidak akan SE detail itu dalam menilai. Mungkin ada beberapa pandangan berbeda dari teori itu.

Namun, yang dijelaskan Enki, itu seperti sejarah valid yang memang benar-benar bagian dari dongeng budaya itu. Ia memiliki banyak penilaian tentang Enki, bagaimana cara pemuda itu sangat tenang di tempat orang yang baru ia kenal. Dan cara pemuda itu memandang dunia jauh lebih luas. Membuat ia sedikit curiga.

"Aku tidak tau apa latar belakang mu, namun yang jelas... Di buku itu, semua nya sudah diungkapkan siapa dewa pemberontak itu... Nama itu, aku sudah mencurigai mu sejak pertama kali kau menyebutkan nya... Sang dewa langit pemberontak, Ea —Enki!"

1
Anggi
😍
Beliau
mampir kak
Assai Saga
Ceritanya cukup asiik...
HNP_FansSNSD/Army
Yuk baca, like, komen dan follow nya saling 💪. bab baru sdh up, yang suka cerita alur time traveling. soal kaper nanti di perbaiki, baca aja dulu isinya.

judul : Professor & Student: Love Through Time.

ikuti setiap langkah bab barunya sampai tamat enggak setengah², terima kasih ☺️🙏🏻💪.
HNP_FansSNSD/Army
Yuk follback balik.
elica
aku udah like nih kak, jangan lupa like back cerita aku ya kak🙏🥺
🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞
aku mampir, ceritanya keren 🫶
🖤⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘƳ𝐀Ў𝔞: siap 😊
total 2 replies
Drezzlle
di tunggu kelanjutannya
Arkara Novel: siap bg, awal rilis 3 bab... baru konsisten seminggu 3x —selasa,kamis, sabtu/Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!