Salwa Abidhar, seorang gadis berhijab yang manis nan cantik berusia 20 tahun yang ditinggalkan oleh calon suaminya setelah menjalani lima tahun berpacaran tepat 2 minggu sebelum pernikahanya dilangsungkan dan lebih mirisnya yang dinikahi oleh hanum kekasihnya itu adalah sahabat Salwa sejak masa SMA dahulu
Setelah melewati masa masa terendah dalam hidupnya, sampai pada akhirnya ia dipertemukan dengan seorang presdir muda, kaya raya yang dianugrahi wajah tampan yang nyaris sempurna
Arsanatha Abrisam Dirgantara, generasi penerus ketiga perusahaan Maharsya grub sebuah perusahaan besar yang terkenal di wilayah Asia bahkan dunia, lelaki yang dikenal karna kepemimpinanya yang tegas dan memiliki sifat yang dingin jarang tersenyum ataupun bercanda namun sangat bertolak belakang dengan sikap aslinya
Sampai pada akhirnya mereka menikah, Akankah Salwa dapat melupakan mantanya dan mulai mencintai Arsa? Atau malah sebaliknya ia tak pernah bisa melupakan Hanum kekasihnya dulu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilmafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepertiga malam
..."Berdoa disepertiga malam, mencintai secara diam diam, namun disatukan oleh ikatan pernikahan, kadang skenario allah tak perlu diragukan"...
...♡♡♡...
Salwa terlihat mengerjapkan matanya berkali kali begitu imut saat bulu mata lentiknya itu naik turun berusaha mengumpulkan nyawanya ia terbangun saat ada tangan yang mengelus lembut pipinya serta diiringi panggilan
"Sya bangun"
begitu ucap lembut seorang yang mengelus pipinya
Mataku membulat sempurna saat melihat seorang yang tengah berusaha membangunkanku namun dalam sekejap keterkejutan itu berhasil tertutupi saat aku tahu bahwa statusku kini telah sah dengan lelaki tampan itu
Lah iyah kan kemaren gua udah nikah
Setelah berhasil membangunkan sang istri Arsa memilih untuk mengeringkan rambutnya memakai handuk dengan gaya khasnya membuat semua orang akan terpana dan terpesona tak terkecuali dengan seorang wanita yang tengah salah tingkah sendiri saat melihat suami tampan yang diberikan oleh rabbnya, memang benar yah saat lelaki tengah mengeringkan rambutnya seperti memiliki aura tersendiri yang membuatnya terlihat berkali lipat lebih tampan apalagi kalau sebelumnya memang sudah tampan
"Tahajud"
Ujarnya sambil menoleh ke arah salwa yang tengah gelalapan karna salah tingkah nya itu tertangkap oleh mata sang suami
"Ah iyah"
jawab salwa sambil berlari menuju kamar mandi membuka pintu kamar mewah itu
"Di kamar juga ada kamar mandi sya"
Ujarnya terlihat ia terkekeh kecil saat melihatku
Seketika salwa terlihat malu dengan sikap nya yang sok percaya diri itu
"Sya siapa?"
Tanya salwa karna sedari tadi Arsa menyebutnya dengan sebutan itu
"Panggilan sayang"
jawabnya sambil tersenyum
Apa dia bilang! baru sehari sudah ada panggilan sayang?
ck aneh
Setelah berwudhu salwa memakai mukenanya dan menghamparkan sajadah tepat dibelakang lelaki yang kini telah sah jadi mahramnya seperti mimpi rasanya ini adalah salah satu momen terindah untuk salwa dimana kali pertamanya ia solat bersama tuan muda itu
Arsa memimpin setiap bacaan dan gerak dalam solatnya kedua insan manusia itu tengah khusu beribadah kepada sang pencipta alam semesta di hati mereka ribuan alhamdulillah tergaungkan indah atas semua nikmat nikmat nya, wanita cantik itu sangat mengahayati indah perannya saat pertama kali menjadi makmum suami nya mengamini setiap doanya mengikuti setiap gerakanya sungguh ini benar benar membuatnya bahagia tak terkira
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? "
QS. Ar-Rahman[55]:13
Arsa tersenyum menoleh ke arah sang istri saat solatnya telah usai ia pun mengalami hal yang sama pastinya dengan salwa berdesir hebat saat melihat bidadari syurganya itu terlihat sangat cantik saat memakai mukena berwana salem itu
Masyaallah
Salwa meraih tangan sang suami dan mengecupnya dibalas dengan kecupan lembut dikening salwa, cukup lama Arsa mencium kening wanita berbelakang nama Abidhar itu,
sementara itu salwa memejamkan matanya saat hatinya itu tengah berdetak merdu dan berdesir indah tak karuan
...
Setelah tahajud arsa dan salwa memutuskan untuk tidak terlelap kembali karna memang sebentar lagi masuk waktu subuh salwa memilih untuk mendengarkan sang suami yang kini tengah membaca kitab suci al quran mengalun merdu ditelinga setiap insan yang medengarnya
Terlihat Arsa sudah selesai membaca al quran menciumnya dan menempatkanya ketempat semula
ia duduk tepat disamping salwa yang tengah berbaring santai di ranjang king size mewah itu
"Sya"
panggil arsa
"Iyah ada apa?"
jawab salwa menoleh ke aras arsa dengan gugupnya
"Terima kasih"
ucap sambil mengelus elus tangan salwa digenggamanya
Salwa terlihat mengeryitkan keningnya
"Untuk apa?"
"Karna telah menjadi istri ku"
Timpalnya lagi
"Saya juga berterima kasih karna anda memilih saya untuk menjadi istri anda"
jawab salwa
"Ga perlu se kaku itu bahasanya"
Salwa mengangguk mengiyakan dan membuat senyuman indah lelaki tampan itu terbit di depan matanya
Blush
Pipi mulus wanita cantik itu memerah sampurna saat mendengar jawaban dari tuan muda itu untung cahaya di kamar ini masih redup saat malam jadi pipi imut yang memerah itu tak terlihatkan
Benarkan lelaki itu tak sedingin yang aku kira dimana jarang bercanda atau tersenyum mungkin dulu aku pernah berfikir akan menjadi istri seorang presdir yang kejam dan tuan muda yang dingin sisa hidupku akan dihabiskan dengan seseorang yang pastinya sangat membosankan namun ternyata ia bukan lelaki seperti itu saat bersama orang orang tersayang menurutnya ia bisa manis seperti itu contohnya
Terlihat guratan wajah lelaki tampan ity mulai serius sepertinya ada yang ingin dibicarakan oleh nya
"Sya, maafkan aku karna sebelum aku menikah dengan mu aku sudah lebih dulu mencintai seorang perempuan yang namanya selalu kusebut disepertiga malam yang cintanya di dalam diam mungkin sampai sekarang aku masih mencintainya namun karna kedua orang tua ku menjodohkan aku dengan mu insaalllah aku akan belajar memulai untuk mencintaimu"
Salwa bahagia saat pasangan halalnya akan mulai belajar untuk mencintainya akan menerimanya menjadi istrinya namun ada sedikit rasa kecewa saat lelaki itu jujur atas persaannya ia tahu sakitnya merelakan dan mengiklaskan ia pun tahu susahnya melupakan subuah kenangan dan harus memaksa diri untuk mencintai seseorang namun lelaki itu ikhlas menerima perjodohan yang orang tua mereka rencana kan dan merelakan seluruh perasaan nya untuk menuruti permintaan orang tuanya
"Maafkan aku karna dengan keegoisan ku menerima perjodohan dan khitbah ini kamu jadi tidak bisa mendapatkan dan memiliki perempuan itu maafkan aku"
Ucap salwa tak terasa tetesan air mata itu meluncur indah di pipi mulus salwa, bukan! bukan karna Arsa belum mencintainya yang membuat salwa sedih namun melihat lelaki itu mengorbankan persaannya mengorbankan cintanya dan membuat dirinya sendiri terluka itu yang membuat salwa meneteskan air mata ia merasa sangat egois menerima perjodohan ini dimana ia tak pernah tahu bahwa suaminya telah lebih dulu mencintai seseorang yang sampai sekarang pun masih dicintainya.
"Kamu nangis?"
Tanya arsa khawatir
"maafiin aku, aku hanya ingin jujur atas persaanku namun malah menyakiti perasaan syasya maafkan aku"
Ujar Arsa sambil mengusap air mata wanita itu dan memeluknya
Salwa menggelengkan kepalanya, bukan itu yang membuatnya menangis namun rasa bersalah itu alasanya
"Boleh aku tahu tentang siapa yang kamu cintai sebelum menikah denganku?"
Tanya salwa penasaran ia akan mengiklaskan hubungan ini jika memang dibutuhkan
Arsa terkekeh lembut ke arah wanita yang mendongkakan kepalanya sambil menangis membuat salwa mengerutkan keningnya bingung tadi serius kenapa jadi tertawa begitu gumamnya
"Cie yang lagi pengen tau banget" "Yang malam pertamanya malah nangis nangis"
Goda Arsa
"Ikh cepet kasih tahu siapa wanita itu"
Jawab salwa sambil merengek membuat nya terlihat sangat menggemaskan sampai arsa mencubit pelan hidung mancungnya itu karna gemas
"Jadi Syasya pengen tahu siapa perempuan itu? baiklah aku kasih tahu, Dia kini memakai mukena terlihat begitu cantik sekali, dia tepat berada di samping ku, dan dia sedang dipeluk oleh lelaki tampan namun reaksinya malah menangis aneh bukan?"
Salwa mengamati posisinya tepat seperti yang dideskripsikan lelaki itu jadi maksudnya?
"Maksud kamu?... "
"Iyah, wanita yang aku cintai itu bernama Salwa abidhar"
Jawab lelaki itu dengan lembut
lagi lagi pipi itu terlihat memerah dibuatnya, Arsa berhasil membuat detak jantung wanita cantik itu berdesir hebat berpacu berkali lipat
Tunggu dia bilang sudah mencintai seorang perempuan sebelum kami menikah kan? jadi dia sudah mencintaiku sejak kapan?
♡♡♡
Mohon maaf jika update nya terlambat karna akhir akhir ini tugas sekolah emang lagi numpuk numpuknya banget belum lagi prapare untuk penilaian tengah semester hehe mohon dimaklumi :)
Assalamualaikum readers ini adalah novel pertama author jika terdapat kesalahan dalam penulisan mohon kritik dan sarannya jangan lupa like coment and vote karna dukungan kalian sangat berarti untuk author
ceritanya bagus kok😊